00:00Sejumlah langkah terus ditingkatkan untuk pengamanan masyarakat dari ancaman premanisme yang berkedok organisasi kemasyarakatan atau ORMAS.
00:11Salah satunya adalah dengan kolaborasi TNI, PORI dan Badan Intelijen dalam berantas aksi premanisme.
00:17Pemerintah bakal menindak tegas preman berbaju ORMAS yang dianggap mengganggu ketertiban masyarakat dan menghambat iklim usaha.
00:30Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bilang Presiden Prabowo resah dengan keberadaan preman.
00:36Presiden pun sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, Kepolisian untuk melakukan penindakan.
00:42Pak Presiden, pemerintah betul-betul resah dan beberapa hari yang lalu berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung,
00:52berkoordinasi dengan Pak Kapolri untuk mencari jalan keluar terhadap terutama pembinaan terhadap teman-teman PORMAS
01:03supaya tidak mengganggu iklim usaha dan mengganggu keamanan ketertiban masyarakat.
01:09Kalau memang ditemukan tindak-tindak pidana ya sangsi, kan begitu.
01:17Apalagi kalau sampai tingkat tindak pidananya ya dianggap itu sudah tidak bisa ditoleransi,
01:25dia tidak menutup kemungkinan juga, kan harus kita evaluasikan gitu.
01:28Menindak lanjuti arahan Presiden, Mabes Polri menyebut telah menindak 3.326 perkara premanisme dalam waktu 1 hingga 9 Mei 2025.
01:41Sebagian preman yang diperkarakan adalah anggota ORMAS yang diduga mengganggu operasional fabrik dan menghambar investasi.
01:49Polda Kalimantan Tengah telah menyelesaikan 3.326 perkara
01:55dengan pelaksana operasi kepolisian kewilaian yang secara serentak.
02:01Sekali lagi dimulai pada tanggal 1 Mei sampai dengan hari ini tanggal 9 Mei 2025.
02:07Polda Banten telah berhasil mengamankan 146 orang pelaku premanisme dalam waktu 1 sampai 9 Mei ini.
02:17Yang kedua, Polda Kalimantan Tengah telah melakukan pemanggilan terhadap Oknum Ketua Agrib Kalteng terhadap penutupan PT BAP
02:25yang sedang berproses pada saat ini.
02:28Kemudian yang baru-baru ini juga ada kejadian di Pores Subang, Polda Jawa Barat
02:33telah mengamankan 9 pelaku di kawasan industri
02:36dengan rincian 3 pelaku premanisme di kawasan industri BYD
02:42dan 6 pelaku di kawasan industri lainnya.
02:47Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengonfirmasi
02:50pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Anti-Premanisme
02:53yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan.
02:58Kementerian Dalam Negeri bertanggung jawab mengawasi ORMAS-ORMAS yang terdaftar.
03:03Kementerian Hukum bakal menindak ORMAS berbadan hukum
03:06yang terlibat premanisme sementara unsur pidadanya ditangani kepolisian.
03:12Aturan-aturan yang sudah ada ya.
03:15Sebetulnya dalam aturan-aturan itu mengenai keormasan
03:18karena ada yang badan hukum, ada yang terdaftar.
03:21Ada yang tidak terdaftar.
03:23Nah kalau yang badan hukum terdaftar itu yang melakukan penindakan adalah
03:26kalau ada terjadi pelanggaran hukum, itu adalah dari Kementerian Hukum.
03:30Karena yang memberikan izin badan hukum itu adalah Kementerian Hukum.
03:38Kalau yang ORMAS yang tidak berbadan hukum,
03:43tapi terdaftar di Kementerian Negeri,
03:46maka yang melakukan tindakan sanksi administratif
03:49kalau ada pelanggaran, itu adalah dari Kementerian Dalam Negeri.
03:52Kalangan pengusaha mengapresiasi langkah pemerintah membentuk satgas anti-premanisme.
03:59Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sarman Simanjorang menyebut
04:03keberadaan preman merugikan dunia usaha
04:06dan bakal membuat daya saing Indonesia akan semakin lima
04:10karena preman bukan hanya mengganggu industri besar,
04:13namun juga usaha kecil.
04:15Kalau kita akumulasi ya, ini kan sudah berjalan lama ya,
04:20ya saya rasa sudah cukup besar gitu.
04:22Makanya seperti misalnya kemarin salah satu industri di Subang
04:28yang pabrik Cina mau dibangun,
04:30mereka dipalakin dan itu sampai ke kantor pusat.
04:32Nah ini kan bagi kita sangat mengkhawatirkan,
04:35jangan sampai ini menjadi pembicaraan di kalangan para calon-calon investor
04:39yang membuat daya saing kita semakin menurun
04:41dan mereka engkau untuk masuk ke Indonesia.
04:43Kami sangat berterima kasih sekali dan apresiasi
04:47atas respon positif dan cepat dari pemerintah.
04:50Karena memang kekhawatiran-kekhawatiran
04:52praktek premanisme di kalangan pengusaha,
04:54di kalangan investor ini,
04:56ini sudah sangat-sangat merisakan sekali gitu loh.
04:59Pemerintah membentuk satgas anti-premanisme,
05:02namun pertanyaannya tetap mengemuka soal efektivitas,
05:06mengingat premanisme sudah berlangsung bertahun-tahun.
05:10Tim Diputan Kompas TV
05:12Ya, pemerintah akan menindak tegas preman berbaju ormas
05:20yang dianggap mengganggu ketertiban masyarakat
05:22dan menghambat iklim usaha.
05:25Malam hari ini saya akan bahas hal ini bersama
05:26Guru Besar Universitas Bayangkara Jakarta,
05:29Hermawan Sulistio,
05:30alias kita yang biasa sapa kerap Prof. Kiki.
05:34Selamat malam Prof. Kiki.
05:35Selamat malam.
05:36Selamat malam.
05:37Oke, dan ada juga advokat penegak hukum anti-premanisme,
05:41AP Hamonangan.
05:42Selamat malam, Bung Ape.
05:44Selamat malam.
05:45Ya, saya ke Prof. Kiki dulu.
05:47Prof, ini sebelum saya tanya soal efektivitas dan segala macamnya,
05:51saya tanya dulu landasan hukum yang kira-kira digunakan nanti
05:55untuk membentuk satuan tugas khusus penanganan premanisme di Indonesia ini.
06:00Sudah ada landasan hukum kuat berarti ya?
06:01Ya, pastilah.
06:04Tidak mungkin kan situasi sekretis ini pemerintah gegabat dengan bertindak
06:11karena potensi pelanggaran HAM-nya juga ada.
06:15Ya, itu di situ maksudnya.
06:17Nah, kalau memang sudah ditimbang matang-matang berarti harusnya efektif dong, Prof?
06:23Ya, kalau maksudnya pemberantasan itu seperti tahun 1983 dulu,
06:31artinya ketembak mati, kan gitu?
06:36Tuh, hanya ke sana.
06:37Tapi sekarang kan tidak mungkin situasi seperti itu.
06:43Jadi pasti jauh lebih lunak, hanya saja eksesnya,
06:47kemungkinan ada yang ketembak, dikejar-kejar misalnya, kayak gitu.
06:52Nah, itu yang harus dijaga.
06:54Karena apa, situasi sudah jauh berubah dibandingkan 20 tahun yang lalu.
07:01Iya.
07:02Ini yang sekarang ada ini, apa namanya, aparat yang selama ini kurang tegas?
07:09Atau bagaimana sih?
07:10Karena kayaknya kok, aparatnya juga kayak agak takut-takut gitu sama preman sebenarnya.
07:15Ya, itu kombinasi berbagai faktor, ya.
07:20Kombinasi berbagai faktor, antara lain atau terutama ekonomi.
07:26Nah, jadi mau setegas apapun kalau orang tidak bisa makan,
07:31dan satu-satunya cara dia bisa makan adalah dengan malakin orang lain.
07:37Ya, pasti itu tertemakan saja dilakukan.
07:39Satu.
07:40Lalu, faktor-faktor yang ekonomi yang seperti itu,
07:47sekarang ini kan berkelindan dengan faktor-faktor politik.
07:51Yaitu apa?
07:53Rehman merasa aman kalau dia dilindungi oleh kekuatan politik.
07:58Misalnya partai, atau yang lain.
08:00Sekarang semua orang tahu kok,
08:01bahwa mereka akan mengantar ke partai atau kekuatan formal,
08:06kekuatan politik formal.
08:07Dan kerjasama dalam tanda petik, ya.
08:12Artinya, ya saling tahu sama tahulah.
08:15Oke.
08:16Artinya ada kekuatan yang besar, begitu,
08:18yang justru memanfaatkan preman-preman ini,
08:20atau aksi premanisme ini, begitu ya, Prof. Iki, ya.
08:23Ya, saling memanfaatkanlah.
08:25Ya, oke.
08:26Nah, kalau saya ke Pak Ape, kalau gitu.
08:28Pak Ape, saya tertarik dengan pernyataan Anda,
08:30yang sejalan juga tadi dengan pernyataan Prof. Iki sebenarnya.
08:33Bahwa Anda sempat mengatakan pemerintah itu juga suka menggunakan jasa premanisme
08:38ketika ada kelompok-kelompok yang mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah.
08:42Anda sebagai advokat punya pengalaman langsung soal ini?
08:46Terima kasih, ya.
08:48Sebelumnya saya juga terima kasih dengan Prof. Iki.
08:50Saya sudah kenal dengan Prof. Iki, ya.
08:52Karena juga saya kemarin ikut untuk menjadi komisioner kompolnas.
08:59Kebetulan Prof. Iki ini adalah panselnya.
09:02Oke, kita masuk ke poinnya saja.
09:04Memang aksi premanisme ini kan sudah sangat meresahkan.
09:09Ya, di satu sisi, seperti yang Prof. Iki katakan tadi,
09:13dampak dari banyaknya pengangguran itu salah satu menjawabkan timbulnya banyaknya timbul aksi-aksi premanisme.
09:23Oke.
09:23Tetapi di sisi lain, kalau kita lihat, ya,
09:26itu ketidakberdayaan aparat penegak hukum untuk menumpas aksi-aksi premanisme.
09:34Kemudian, orang sudah merasa resah.
09:38Di samping itu, kalau tadi ditanya kepada saya, punya pengalaman sendiri,
09:44saya ini kan advokat yang kebetulan saya saat ini tergabung dalam tumpas, begitu ya.
09:49Oke, betul.
09:51Kita melihat bahwa di level penegakan hukum,
09:54itu banyak sekali penegak hukum yang tidak menjalankan fungsi, tugas dan fungsinya,
10:02sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kode etik.
10:06Banyak sekali kemudian sikap keberpihakan penegak hukum terhadap kelompok-kelompok tertentu.
10:14Bahkan, kalau kita lihat, orang cenderung kemudian mengambil jalan pintas,
10:19main hakim sendiri, eichen richting, untuk menyelesaikan masalah.
10:23Karena mereka menganggap bahwa mulai dari level penyidik di kepolisian,
10:28kemudian kejaksaan, dan hakim sendiripun,
10:31itu tidak lagi menjadi benteng pengadilan bagi para pencari keadilan atau justicia balance.
10:39Nah, kalau gitu, Pak Ape, mengingat adanya dugaan-dugaan seperti yang Anda katakan tadi,
10:44keterlibatan hukum aparat ataupun pejabat publik itu dalam aksi premanisme ini,
10:49lalu dengan adanya satuan tugas premanisme ini,
10:53bagaimana Satgas ini dapat memastikan independensinya kalau menurut Anda?
10:56Kita tetap optimis, tapi melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya,
11:04banyak juga Satgas-Satgas yang sudah dibentukkan.
11:06Itu dia.
11:06Satgas Mafia Tanah, Satgas Mafia Hukum,
11:10ya kenyataannya juga kan tidak efektif.
11:12Maka setelah kami kembali selesai dari rapat dengar pendapat umum dengan Komisi 3 DPR,
11:21itu kita menyatakan bahwa sebenarnya perlu dilibatkan dalam Satgas itu
11:26kelompok-kelompok atau elemen-elemen masyarakat sosial.
11:29Sehingga ini tidak sekedar menjadi alasan pemerintah untuk mengakomodir seolah-olah,
11:38saya menggunakan kata-kata seolah-olah,
11:40mengakomodir keresahan masyarakat.
11:42Nah begitu.
11:59Terima kasih.
12:29Terima kasih.
12:59Terima kasih.
13:29Terima kasih.
13:59Terima kasih.
14:29Terima kasih.
14:59Terima kasih.
15:29Terima kasih.
15:31Terima kasih.
15:33Terima kasih.
15:35Terima kasih.
15:37Terima kasih.
15:39Terima kasih.
15:41Terima kasih.
15:43Terima kasih.
15:44Terima kasih.
15:45Terima kasih.
15:47Terima kasih.
15:49Terima kasih.
16:15Terima kasih.
16:17Terima kasih.
16:19Terima kasih.
16:21Terima kasih.
16:23Terima kasih.
16:25Terima kasih.
16:27Terima kasih.
16:29Terima kasih.
16:31Terima kasih.
16:33Terima kasih.
16:35Terima kasih.
16:37Terima kasih.
16:39Terima kasih.
16:41Terima kasih.
16:43Terima kasih.
16:45Terima kasih.
16:47Terima kasih.
16:49Terima kasih.
16:51Terima kasih.
16:53Terima kasih.
16:55Terima kasih.
17:23Terima kasih.
17:25Terima kasih.
17:26Terima kasih.
17:27Terima kasih.
17:28Terima kasih.
17:29Terima kasih.
17:30Terima kasih.
17:31Terima kasih.
17:33Terima kasih.
17:35jangka panjang Satgas ini tidak
17:37sepenuhnya tersirat ya begitu ya
17:39ya ya karena yang dipersoalkan
17:41kalau ingin membantah
17:42premanisme itu kan tidak sebatas
17:44aksi-aksi brutal yang
17:46dibangun oleh ormas-ormas
17:49yang membeli itu
17:50oke kalau gitu saya terakhir deh ke Prof Kiki
17:52indikator keberhasilan Satgas ini
17:54Satgas anti-premanisme ini dalam jangka pendek
17:57dan jangka panjang kalau gitu apa Prof?
17:59kalau jangka pendek
18:00ukuran saya adalah turunnya
18:02derajat kekerasan dalam konflik-konflik
18:04oke itu penting
18:05kita bisa mengambil
18:08model El Salvador
18:10bisa mengambil model
18:12kalau mau keras mengambil model
18:15Filipin tapi hati-hati
18:17kasus Filipin
18:18memunculkan balas dendam
18:21dan sekarang dipenjara
18:23Duterte
18:24saya tidak terbayang bagaimana
18:26dipenjara jadi satu
18:29dengan orang-orang yang dia tangkepi
18:31dengan ancaman hukuman mati
18:32itu di Filipin
18:35kalau di
18:36di El Salvador
18:38kan dipenjara seumur hidup
18:40tuh banyak kan ditangkep
18:42penjara dengan
18:43dengan sangat ketat
18:46oke
18:46oke kalau gitu
18:48ya kita lihat jangka pendeknya aja dulu ya
18:50mudah-mudahan ini bisa juga
18:52berpengaruh ke jangka panjang
18:53karena yang penting
18:54masyarakat bisa aman
18:55dan yang paling penting tadi
18:56iklim investasi di saat yang sulit ini
18:58juga bisa tetap terjaga
19:00supaya roda ekonomi
19:01juga tetap berputar
19:02dan misi pemerintah
19:04untuk mendapatkan
19:05apa namanya
19:06indeks pembangunan ekonomi yang baik
19:08bisa tercapai
19:09terima kasih
19:10Prof Kiki
19:11dan juga
19:11Pak Ape
19:12telah berbagi perspektifnya
19:13di Sapa Indonesia malam hari ini
19:15sampai jumpa lagi
19:15Selamat malam
19:17Selamat malam
19:17Selamat malam
19:18Saudara Kementerian Kelautan dan Perikanan
19:20menangkap kapal pencuri ikan
19:23berbendera Filipina
19:24di perairan Viak, Papua
19:26kami punya liputan eksklusifnya
19:28setelah jeda di Sapa Indonesia malam
19:30Terima kasih
Komentar