00:00Terima kasih Anda masih menyaksikan Kompas Petang, Saudara.
00:03Seorang pria, salah satu pengusaha di Samarinda, Kalimantan Timur,
00:06menjadi korban penembakan oleh orang tidak dikenal.
00:09Korban tewas, usai pelaku menembak korban saat keluar dari tempat hiburan malam.
00:16Saat itu, Saudara, korban berinisial D bersama dengan lima rekannya
00:20baru keluar dari salah satu tempat hiburan malam di Jalan Imam Bonjol, Samarinda,
00:25sekitar pukul 4.30 waktu Indonesia Tengah, Saudara.
00:29Tiba-tiba, pelaku langsung menembak korban saat keluar tidak jauh dari pintu tempat hiburan malam.
00:36Korban langsung terjatuh di lokasi dan pelaku kabur dengan sepeda motor.
00:40Korban sempat dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab, kota Samarinda,
00:45namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak di tubuhnya.
00:59Sembilan orang besar yang kita amankan,
01:05dimana misial FR sebagai penawas,
01:12IJ sebagai sesuatu yang lain,
01:15LR, UL, SU, SA, AR, WA, M.
01:21Mereka punya perang masing-masing,
01:26dan memang karena ini diencanakan,
01:30waktunya cukup ada percang mereka,
01:34tidak akan dikenakan tiga pasal 3.40,
01:37kembangan percang.
01:38Saat itu, saudara, korban bernisial D bersama dengan lima rekannya,
01:47baru keluar dari salah satu tempat hiburan malam di Jalan Imam Bonjol Samarinda,
01:51saudara, pada pukul 4.30 waktu Indonesia Tengah.
01:55Tiba-tiba, pelaku langsung menembak korban saat keluar tidak jauh dari pintu tempat hiburan malam.
02:01Korban langsung terjatuh di lokasi dan pelaku kabur dengan sepeda motor.
02:05Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit,
02:08namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak.
02:19Dari hasil pemeriksaan forensik, saudara,
02:22ditemukan lima bekas tembakan dan tiga proyektil di tubuh korban.
02:28Sementara itu, polisi menemukan dua proyektil lainnya di lokasi kejadian.
02:31Diduga, pelaku menggunakan senjata rakitan dengan kaliber berukuran 8 hingga 9 mm.
02:38Polisi masih mendalami kasus penembakan dan masih memburu pelaku.
02:42Saat korban keluar dari klub malam, pada hari Minggu, pukul 4.30 waktu Indonesia Tengah, saudara,
02:55di Jalan Imam Bonjol, Samarinda, bersama dengan lima orang rekannya,
02:59tiba-tiba korban ditembak tidak jauh, sekitar 10 meter, saudara, dari lokasi tempat hiburan malam.
03:06Korban langsung tewas di lokasi tidak jauh dari klub malam tersebut.
03:11Usai menembak salah satu pengusaha Samarinda, pelaku pun kabur menggunakan sepeda motor.
03:16Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Syahrani,
03:30di mana setelah dibawa, korban nyawanya tidak tertolong, saudara,
03:35akibat ditemukan lima luka tembakan di tubuh korban.
03:39Kita langsung konfirmasi dengan Kapol Resta Samarinda, Kompas Henry Umar.
03:51Selamat petang, Pak Henry.
03:53Selamat petang, Pak.
03:55Pak Henry, kami mau konfirmasi, sembilan pelaku yang sudah ditangkap, semuanya sudah jadi tersangka?
04:00Untuk sembilan pelaku sudah kita amankan, dan sekarang semuanya sudah menjadi tersangka,
04:05dan kita lakukan penahanan di Floresta Samarinda.
04:09Untuk motifnya, Pak, apa dari hasil penyelidikan yang terbaru, apa hasil motifnya, Pak?
04:16Jadi hasil penyelidikan sementara kami, untuk motif dari para pelaku ini,
04:23ini merupakan balas dendam, tapi untuk lebih motif lebih lengkapnya nanti akan kami sampaikan,
04:29karena sekarang, karena baru saja kita amankan tadi pagi para pelaku ini,
04:34baru nanti akan kita lebih update lagi ke teman-teman media.
04:37Tapi bisa dapat kami sampaikan bahwa para pelaku ini jumlahnya ada sembilan orang,
04:43satu orang merupakan eksekutor yang melakukan penembakan langsung kepada si korban,
04:47kemudian dua orang itu menjalankan fungsinya sebagai pengawas,
04:52baik itu di dalam tempat hiburan maupun di luar,
04:55kemudian juga ada enam orang lainnya yang itu mengawas sebagai pendukung,
05:01pendukung mereka stand by di mobil yang ada di luar dari tempat hiburan,
05:06kemudian juga ada dua motor yang berada di depan dan di belakang dari si pelaku pada saat melakukan aksi penembakannya.
05:14Para pelaku kan disangkakan pasal pembunuhan berencana,
05:17mereka sudah berapa lama, Pak, proses perencanaan itu sampai akhirnya dilakukan, dieksekusi?
05:21Dari hasil penyelidikan kami,
05:25sementara kita temukan fakta bahwa yang bersangkutan sudah merencanakan sekitar dua bulan yang lalu,
05:31melakukan perkumpul di salah satu rumah dari pelaku,
05:35kemudian sudah menyiapkan berbagai rencana yang kami rasa itu cukup baik dan cukup komplit rencananya.
05:43Kami lihat dari proses perencanaan hingga proses eksekusi,
05:47kemudian juga pasca eksekusi semuanya sudah mereka siapkan dengan sangat baik.
05:52Tapi kalau hubungan antara para pelaku dengan korban, sudah diketahui juga, Pak?
05:57Hubungan antara pelaku dengan korban untuk sementara
06:00pasti merupakan bersama orang-orang yang tinggal di wilayah kota Samarinda, Pak.
06:07Untuk hubungan lebih dalamnya sedang melakukan proses pendalaman oleh anggota kami di lapangan.
06:11Kalau uji forensik juga, Pak, terkait jenis senjata api, sudah ada hasilnya?
06:19Untuk hasil uji balistik forensik dari senjata api yang digunakan,
06:23untuk saat ini belum keluar.
06:26Kemudian kami juga belum bisa memastikan,
06:28tapi kalau kita lihat dari kasat mata,
06:31senjata api yang digunakan ini adalah senjata revolver,
06:33tapi sudah jenis yang lama.
06:36Tapi kita belum bisa pastikan apakah yang senjata api ini rakitan
06:39atau merupakan senjata yang berasal dari pabrikan.
06:44Apakah masih ada indikasi pelaku tambahan, Pak?
06:46Apakah masih membuka kemungkinan tersangka baru?
06:50Masih sangat membuka kemungkinan untuk masih adanya tersangka baru
06:53tergantung dari proses interagasi dan wancara nanti kami lakukan
06:59terhadap para pelaku tentang pihak-pihak lainnya
07:02yang mungkin masih ada kemungkinan keterlibatannya
07:05dalam rangkaian kejadian ini, Pak.
07:08Memastikan lagi, Pak, dari sembilan pelaku itu,
07:11pihak yang melakukan perencanaan ada di antara sembilan orang itu ya, Pak?
07:15Ada, Pak. Sudah ada.
07:16Pihak yang perencanaannya sudah ada di sana.
07:19Oke, baik.
07:21Pak Kombes Henry Umar, terima kasih.
07:23Sudah berbagi di Kompas Petang.
07:24Saya selalu, Pak.
07:25Terima kasih.
Komentar