Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Skandal dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang dilakukan eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan tiga jenderal polisi memunculkan pertanyaan besar: untuk apa dan kepada siapa operasi penyadapan ilegal ini dilakukan?

Di tengah penyidikan polisi, muncul desas-desus dugaan keterlibatan elite partai politik.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengecam narasi yang mengaitkan dirinya dengan kasus penyadapan terhadap presiden. Bahlil justru menyebut turut menjadi korban penyadapan.

Usai kasus penyadapan terungkap, Ketua Gerakan Cinta Prabowo, Kurniawan, marah dan kecewa atas tindakan eks Kapolri Listyo Sigit yang mengorbankan institusi Polri untuk melakukan dugaan penyadapan terhadap presiden demi kepentingan otak di balik aksi ini.

Soal kasus penyadapan ini, pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, meyakini Presiden Prabowo sudah mengetahui siapa aktor intelektual di balik operasi penyadapan terhadap dirinya.

Untuk mengusut kasus dugaan skandal penyadapan terhadap presiden, Kapolri telah membentuk tim khusus yang dipimpin langsung Kabareskrim Komjen Asep Safrudin.

Saat ini, polisi sudah menetapkan empat jenderal polisi, termasuk eks Kapolri Listyo Sigit.

Lebih lengkap kita bahas bersama Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad, Ketua DPP PSI Dedek Prayudi, dan Kepala BAIS TNI 20112013, Laksda TNI Purnawirawan Soleman Ponto.

Baca Juga Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bachtiar Nasir: Aksi Pengkhianatan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/700289/kasus-penyadapan-presiden-prabowo-bachtiar-nasir-aksi-pengkhianatan-sapa-malam

#penyadapan #listyosigit #presidenprabowo #makar

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/700295/full-gerindra-psi-eks-kepala-bais-tni-soal-penyadapan-prabowo-usai-listyo-siapa-lagi-dikejar
Transkrip
00:00Skandal dugaan penyadapan Presiden Prabowo yang dilakukan ex-kapolri Listio Sigit Prabowo dan tiga jenderal polisi memunculkan pertanyaan besar.
00:08Untuk apa dan kepada siapa operasi penyadapan ilegal ini dilakukan?
00:13Di tengah penyidikan polisi muncul desas-desus dugaan keterlibatan elit partai politik.
00:19Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengecam narasi yang mengaitkan dirinya dengan kasus penyadapan terhadap Presiden.
00:26Bahlil justru menyebut turut jadi korban dari penyadapan.
00:57Tapi begitu saya bangun tadi pagi dari pesawat terlihat, kok ini sudah menuduhnya ke saya?
01:07Saya bilang, apa maksudnya ini ya?
01:09Jadi ingin mereka membangun persepsi, seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan,
01:20gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap.
01:25Usai kasus penyadapan ini terungkap, Ketua Gerakan Cinta Prabowo marah dan kecewa
01:30atas tindakan ex-kapolri Listio Sigit mengorbankan institusi polri
01:34melakukan dugaan penyadapan terhadap Presiden demi kepentingan otak dibalik kasus ini.
01:40Kita marah, kita kecewa ya.
01:42Bayangkan seorang Sigit, seorang mantan kapolri yang sekarang sudah mantan
01:48waktu melaksanakan penyadapan itu masih aktif sebagai kapolri,
01:52mengorbankan institusinya hanya untuk kepentingan usernya.
01:56Menyadap seorang kepala negara dan pejabat lainnya yang ada di dalam Kabinet Merah Putih, ini bahaya sekali.
02:03Soal kasus penyadapan, pengamat politik dan militer Universitas Nasional Selamat Ginting meyakini
02:09Presiden Prabowo sudah mengetahui siapa aktor intelektual dibalik operasi penyadapan terhadap dirinya.
02:17Saya memiliki keyakinan, bicara politik itu bicara pertarungan.
02:23Jadi sudah ada pengakuan dari tersangka Listio Sigit Prabowo kepada Presiden Prabowo Subianto.
02:32Saya yakin itu.
02:33Maka kemudian pernyataan dari Mensesnek itu, itu juga sudah clear 100%.
02:41Presiden sudah tahu siapa usernya.
02:45Untuk mengusut kasus dugaan skandal penyadapan terhadap Presiden,
02:49Kapolri telah membentuk tim khusus yang dipimpin langsung ke barai skrim Komjen Asep Safrudin.
02:55Saat ini, polisi sudah menetapkan empat jenderal polisi termasuk ex-kapolri Listio Sigit Prabowo.
03:02Peniputan Kompas TV
03:07Skandal dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan ex-kapolri Listio Sigit Prabowo dan tiga jenderal polisi
03:13memunculkan pertanyaan besar untuk apa dan kepada siapa operasi penyadapan ilegal ini dilakukan.
03:18Di tengah penyedikan polisi muncul desas-desus dugaan keterlibatan elit partai politik.
03:23Lebih lengkap kita bahas bersama jurubicara partai Gerindra,
03:25Kamru Samad, Ketua DPPPS, IDD Prayudi, dan Kepala Baiz TNI 2011-2013 Laksda TNI,
03:32Purna Wirawan Soleyman Ponto, Pak Kamru Samad, Pak Soleyman, dan Bang Uki, selamat petang semua.
03:36Selamat petang.
03:39Selamat petang.
03:39Saya ingin ke Pak Kamru Samad terlebih dahulu, Gerindra memaknai dan menilai penyadapan ini apakah memang mengarah ke makar
03:46atau ada tujuan operasi politik lainnya? Pak Kamru Samad.
03:51Tentu kita saat ini masih terus mempersilahkan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan penyidikan yang dilakukan.
04:05Betala pun demikian, kita melihat tindakan yang sudah lakukan oleh LSP dan kawan-kawan,
04:15itu adalah pertama tindakan insubordinasi, karena beliau atau LSP bagian daripada pemerintahan itu sendiri,
04:25yang kedua tindakan yang melanggar hukum, yang ketiga adalah tindakan yang bisa jadi membahayakan
04:34untuk kepentingan, keamanan, dan keselamatan bangsa dan negara.
04:39Kami juga sedang saat ini berusaha untuk terus mencari informasi apakah hal ini ada kaitan dengan pihak eksternal
04:52atau khususnya negara-negara asing terhadap langkah penyadapan ini,
04:59karena ini semakin membahayakan buat kepentingan kedaulatan nasional kita.
05:06Dan saya kira polisi terus melakukan pendalaman.
05:11Untuk sementara ini kami meyakini bahwa ini adalah tindakan yang sangat serius
05:19dan berpotensi, kalau boleh dikatakan berpotensi untuk mencari celah supaya ada upaya pergantian
05:33kepemimpinan di nasional dengan cara mendapatkan informasi.
05:38Informasi yang terupdate dari Ring 1 di lingkungan Presiden dan kami melihat ini adalah sesuatu yang tidak terpisahkan
05:53dari rangkaian demonstrasi dari Indonesia Gelap di tahun-tahun sebelumnya, dari kerusuhan di tahun-tahun sebelumnya,
06:04dan juga beberapa kejadian-kejadian yang hampir mayoritas digerakkan melalui sarana digital.
06:14Dan ini terus dilakukan pendalaman.
06:17Ini artinya ada keseriusan untuk mengganggu stabilitas nasional,
06:23sekaligus juga melakukan penetrasi secara ilegal terhadap informasi di dalam negeri.
06:31Artinya Partai Gerindra memaknai bahwa ada tujuan makar,
06:34tapi pertanyaannya apakah ada pihak yang Partai Gerindra curigai selain jenderal-jenderal
06:38yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka?
06:41Saya kira harus didorong kepolusian untuk bisa memeriksa relasi dari LSP.
06:52Dalam kurung 5-6 tahun menjabat sebagai Kapolri.
06:57Relasi itu bisa dari kalangan luar negeri atau asing,
07:02bisa dari kalangan pengusaha atau oligarki,
07:06relasi itu bisa dari kalangan oknum-oknum dari lingkaran kekuasaan
07:14yang saat ini bisa jadi masih ada di dalam,
07:17atau sudah misalnya sudah berhenti atau tidak lagi di dalam pemerintahan.
07:23Ini kita mendorong supaya Polri terus melakukan pengembangan secara serius tentang hal tersebut.
07:29Oke, lingkaran kekuasaan yang Anda maksud, Kang Samad, ini siapa?
07:33Apakah yang masih berkuasa atau yang pernah berkuasa mungkin?
07:36Karena LSP tentunya memiliki hubungan yang panjang di dalam internal pemerintahan.
07:45Dan ada banyak orang yang sudah berhubungan kerja dengan beliau,
07:51tetapi ada juga yang berhubungan kerja secara khusus.
07:54Apakah yang berkaitan dengan Tupoksi sebagai kepala kepolisian saat itu,
07:59ataupun yang berkaitan dengan kekuatan politik tertentu,
08:05ataupun juga kekuatan ekonomi tertentu.
08:08Nah, ini semuanya harus dilakukan penyelidikan secara mendalam,
08:14karena ini kalau tidak dituntaskan,
08:17maka berpotensi terjadi atau terulang di kemudian hari.
08:23Karena itu kita mendorong bukan hanya dari aspek pelanggaran hukum,
08:28tetapi sumber-sumber ekonomi yang dilakukan,
08:32yang dikumpulkan oleh LSP selama ini,
08:35kemudian dia bisa membuat posko, membentuk tim,
08:39dan bisa mengakses fasilitas Polri dari luar Mabos Polri,
08:43itu menunjukkan ada sumber daya ekonomi yang cukup besar.
08:47Baik, kami sudah tanggal poinnya.
08:48Saya ingin ke Pak Soleman Ponto,
08:50bahwa tadi Pak Kamru Samad sudah menyebutkan
08:52ada lingkaran kekuasaan yang nampaknya berrelasi dengan LSP.
08:55Tapi pertanyaannya Pak Ponto,
08:57kenapa sampai saat ini polisi belum mengusut dalang dan juga aktor intelektual
09:01yang menyuruh LSP menjadi presiden?
09:03Ya, saya sependapat sekali dengan Pak Kamru Samad ya,
09:08lah kalau polisi sekarang mereka itu hanya dalam lingkup pelanggaran hukum saja,
09:14pasal mana yang dilanggar.
09:16Tapi apa yang dilakukan oleh Bapak Kapolri ini,
09:21saya bilang Kapolri karena memang Kapolri saat itu ya,
09:24itu tidak hanya melanggar hukum,
09:27tapi juga sudah merupakan ancaman terhadap keamanan negara.
09:34Sehingga kalau kita berbicara keamanan negara,
09:37maka di sana sudah ada siapa tugas untuk keamanan negara.
09:42Kita baca pasal 7 undang-undang TNI,
09:44di situ TNI sudah harus masuk mengamankan presiden.
09:47Karena dari sini, tadi kalau Pak Kamru Samad dari besarnya,
09:52kalau dari pasal 191 makar sudah jelas,
09:56di situ ada upaya membuat presiden itu lumpuh.
10:01Nah, di sini bisa kelihatan dari apa yang dibuat.
10:06Kalau kita tarik ke belakang, Pak Kamru Samad sudah tarik ke belakang,
10:09kita lihat bagaimana Kapolri ini putusan MK saja itu dilawan.
10:17Apa itu yang dilawan?
10:19Bagaimana 5.300 sekian Polri ditempatkan di luar struktur.
10:24Itu dibatalkan oleh 283.
10:28Oke.
10:28P3 itu dibatalkan oleh MK.
10:30Dibuat lagi PP untuk menempatkan anggota Polri di lembaga kementerian.
10:35KPK, ada berapa kementerian? 17 atau 14?
10:41Itu lembaga-lembaga kementerian yang sangat strategis.
10:45Artinya ada upaya untuk menguasai lembaga-lembaga,
10:50menguasai masyarakat,
10:52percobaannya yang sudah disampaikan Pak Kamru Samad tadi.
10:55Artinya siapa lingkar kekuasaan yang menunggangi listio, Pak Ponto?
10:58Saya tidak melihat menunggangi.
11:00Bisa-bisa dari sana yang mengerahkan.
11:04Karena tidak mungkin.
11:05Siapa itu Pak Ponto? Menurut Anda? Analisa Anda sebagai mantan Kabais?
11:09Ya, itulah yang saya bilang.
11:11Jangan hanya polisi yang memeriksa.
11:14Tapi harus dibentuk tim independen yang terdiri TNI.
11:19Ada di situ ada BIN.
11:22Minimal dua itu.
11:23Untuk memeriksa apa keamanan negara ini yang terganggu di situ.
11:28Karena ini tidak hanya pelanggaran hukum saja.
11:31Kalau pelanggaran hukum, pasal sekian.
11:33Tapi tim independen ini, ketika memang dibentuk,
11:36ini di bawah komando siapa nantinya?
11:38Di bawah komando TNI.
11:40Pasti TNI, BIN.
11:41Baiz dalam hal ini.
11:42Karena itu undang-undangnya.
11:44Ini kita sudah bergeser ke arah keamanan negara.
11:48Keamanan presiden dan wakil presiden.
11:51Oke.
11:52Di sana dipimpin tim independen untuk memeriksa.
11:56Bersama Polri.
11:57Polri memeriksa pelanggaran hukumnya.
12:00Tim independen yang lain ini memeriksa situasi keamanan negara.
12:05Ancangan negaranya.
12:06Nah, jadi dari sudut intelijen apa saja saya yang dilanggar.
12:10Karena hubungannya itu bagi saya sangat terlihat.
12:15Dari penyadapan sampai pengerahan demonstrasi di sekitar-sekitar tahun 2025.
12:24Bagaimana beliau melawan MK.
12:27MK dilawan.
12:28Dibuat PP.
12:29Untuk menempatkan personil-personil.
12:34Ya, kami sudah tanggap poin ya Pak Ponto.
12:35Kami intelijen melihat tanda-tanda untuk menguasai.
12:40Membuat presiden menjadi wawang saja.
12:43Saya ingin ke Bang Uki bahwa tadi ada desakan ataupun ide untuk kemudian membentuk tim khusus.
12:48Yang kemudian juga tidak menutup kemungkinan memeriksa.
12:51Orang-orang yang memiliki relasi dengan LSP 5 sampai 6 tahun terakhir.
12:56Selama menjabat sebagai Kapolri.
12:57Anda sepakat Bang Uki?
12:59Ya, apa yang kami sepakati itu adalah.
13:02Mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk mendorong kepolisian Republik Indonesia untuk mendukung pemerintah.
13:11Baik itu melalui kepolisian kah.
13:13Baik itu melibatkan TNI kah atau BIN kah ya.
13:17Untuk mengungkap kasus ini seterang-terangnya, sejelas-jelasnya.
13:22Sehingga tidak ada lagi ruang-ruang untuk spekulasi.
13:25Jadi Mas Dipo, kami jujur saja ya.
13:30Saya dua hari terakhir itu sibuk mengawal Pak Jokowi di sidang.
13:37Dan apa yang saya rasakan saat itu adalah Pak Jokowi sebegitunya.
13:41Untuk membela haknya daripada tuduhan atau fitnah-fitnah yang merajalela, yang menyerang dirinya.
13:48Nah, enggak lama kemudian ya, enggak lama kemudian di media sosial ya, beredar isu, beredar tuduhan fitnah baru lagi ya.
13:59Bahwa di sini ada geng Solo.
14:01Bahwa di sini ada keterlibatan dari Presiden ke-7.
14:07Di sini ada keterlibatan bahkan Wakil Presiden.
14:11Tentu saja ya, tentu saja kami kaget mendengar itu, kami kaget ini apa lagi gitu.
14:16Baru saja kami mengawal Pak Jokowi untuk membela haknya dari tuduhan.
14:21Kemudian datang lagi tuduhan yang berikutnya.
14:25Jadi dalam hal ini kami mendukung pemerintah supaya membuka seterang-terangnya ya.
14:30Baik itu dari aspek penegakan hukum, aspek politik, dan juga tentu saja kawal informasi yang beredar, narasi yang beredar ya.
14:40Yang saya catat di sini, penyidik belum pernah menyebutkan nama-nama siapa-siapa saja yang disadap.
14:47Namun yang beredar di media sosial, namun yang beredar di podcast-podcast, di Youtube-Youtube.
14:52Bahkan sempat juga terucap oleh orang-orang yang sudah bergelar profesor, ahli hukum, tata negara, dan lain sebagainya.
14:58Itu dilibatkan langsung kepada Pak Jokowi yang dalam hal ini disamarkan namanya menjadi geng Solo.
15:05Dan menurut kami ini tidak adil ya, ini tidak fair, dan ini memecah belah.
15:10Jadi karena kita negara hukum, mari kita hormati hukum, ya.
15:14Dan jangan bikin kesimpulan yang melampaui apa itu yang menjadi proses dan kesimpulan hukum.
15:19Demikian Mas Yoko.
15:20Baik, jika PSI membantah bahwa ada keterlibatan geng Solo, kemudian juga terkait dengan penyadapan ini,
15:26lalu siapa yang dekat dengan LSP dan harus diperiksa polisi, kami akan membahasnya usai.
15:30Jadi sudah tetaplah di Kompas Petang.
15:44Kami ada dengan dialog di Kompas Petang, saya ingin ke Kang Samad.
15:47Kang Samad bahwa yang terbaru ketua umum Partai Golkar membantah bahwa dirinya terlibat dalam penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
15:54Apakah Gerinda sepakat bahwa ada dugaan keterlibatan elit partai politik dalam penyadapan Presiden?
16:04Mas Dipo, kita belum mendapatkan informasi resmi tentang hal tersebut.
16:12Makanya saya tadi mengusulkan supaya pemeriksaan dalam rentang waktu lebih kurang 6 tahun beliau menjabat Kapolri,
16:24itu menjadi penting sekali untuk mengungkap.
16:27Karena ada banyak interaksi, baik interaksi yang berkaitan dengan hukum, ekonomi, sampai dengan politik, pasti telah dilakukan.
16:39Dan di dalamnya juga ada banyak, bisa jadi ada banyak komunikasi yang terjaling, ada banyak kerjasama yang terjaling,
16:51karena itu harus ditelusuri sampai ke sana.
16:54Kenapa? Karena ini menyangkut dengan perlindungan kepentingan bangsa dan negara kita.
17:03Kita meyakini bahwa di dalam Undang-Undang Dasar, konstitusi kita di pasal 28G ayat 1 dan juga pasal 28J ayat
17:162,
17:16itu jelas sekali pentingnya perlindungan diri, perlindungan diri di setiap warga negara.
17:23Itu hak konstitusional, setiap warga negara diatur di dalam konstitusi kita.
17:29Nah inilah pentingnya dilakukan karena ada abuse of power yang dilakukan oleh LSP dan kawan-kawan,
17:37yang bisa jadi memiliki relasi di luar daripada institusi Polri.
17:43Dan itu harus ditelusuri supaya tidak menimbulkan fitnah atau tidak menimbulkan prasangka terhadap orang lain.
17:53Baik, saya ingin ke Pak Ponto. Pak Ponto sebenarnya sulit tidak Pak untuk kemudian mendeteksi
17:57atau mengetahui siapa sesungguhnya pihak yang menyuruh LSP menjadi presiden?
18:03Mudah itu Pak, yang penting ada kemauan.
18:06Oke.
18:07Tapi kalau sampai sekarang belum terungkap, motifnya siapa, pelakunya siapa, alasannya apa?
18:13Karena sampai sekarang baru dicari pasal apa yang dilanggar.
18:17Seharusnya menurut Anda?
18:19Iya belum ditarik, siapa yang melanggar kan?
18:21Oke.
18:22Baru pasal ini, pasal ini, perkiraan pasal ini, coba lompat.
18:25Siapa yang pakai sama itu? Daftar terakhir siapa?
18:28Itu pasti daftarnya ada.
18:30Lalu isinya apa? Kemana? Yang kemarin dihapus apa?
18:34Bisa, ketemu itu.
18:36Tapi kalau dicari, ini pasal ini, kita nanti pasal itu, apakah ada unsurnya di sana?
18:42Iya, betul itu ada.
18:44Tapi ini kan sudah bergeser tidak hanya pelanggaran hukum.
18:47Sudah ancaman terhadap keamanan negara, ancaman terhadap warga negara.
18:52Oke.
18:52Yang mungkin sudah diambil datanya, sehingga kita sendiri sekarang tidak tahu mana yang, apakah misalkan, apakah tindakan polri sekarang itu
19:01betul-betul murni, atau berdasarkan data yang dia terima, yang dia sudah ambil.
19:07Artinya kalau sudah mengancam negara, mengancam presiden, bahkan juga ada dugaan makarah, hal apa yang seharusnya saat ini dilakukan polisi?
19:14Iya, harus tidak hanya, hanya polisi tadi saya bilang, polisi itu kan normatif.
19:19Harus bayon itu, yaitu buatlah tim pencari fakta.
19:23Biasa kita pakai tim pencari fakta.
19:26Ini harus dibentuk itu.
19:28Sehingga kita tidak letakkan ini hanya pelanggaran hukum.
19:31Ini kapolri loh, tidak main-main.
19:33Iya.
19:34Dia yang menjaga hukum.
19:37Oke.
19:37Baik, saya ingin ke...
19:39Ini harus bayon itu, di atas.
19:42Ya, baik.
19:43Saya ingin ke Bang Uki bahwa tadi Bang Uki juga sudah menyebut,
19:45tidak ada kaitannya penyadapan ini dengan presiden ketujuh ataupun geng Solo,
19:49tapi PSI memaknai penyadapan ini apakah betul ada operasi politik atau bahkan ada dugaan makarah?
19:55Ya, terkait dengan penyadapan ini, sampai sekarang kita harus menjaga disiplin narasi bahwa ini adalah kasus hukum.
20:02Bahwa kemudian nanti dikembangkan menjadi indikasi makarkah,
20:07atau ketidakpatuhan terhadap negara, atau pembangkangan.
20:10Ya, itu kita lihat nanti sebagaimana penyelidikan, sorry, penyidikan ini berkembang.
20:15Tapi, satu hal yang pasti, yang kami lihat ya, di tayangan-tayangan podcast, di postingan-postingan media sosial,
20:24itu sudah mengarahkan pelunjuk masyarakat kepada pihak kami,
20:30yang baru saja mengawal Pak Jokowi melawan dugaan fitnah yang menerpanya, gitu.
20:36Jadi, yang ini saja, kami juga baru selesai mengawal sidangnya,
20:41lalu datang lagi dugaan baru, fitnah baru, dan buat kami ini sungguh kejam ya, sungguh sadis ya.
20:49Karena belakangan ini memang kami dihujani berbagai fitnah,
20:53Pak Jokowi-nya kah, Mas Gibran-nya kah, PSI-nya kah,
20:57Bahkan PSI di berbagai forum di media sosial, itu diplesetkan ya, namanya menjadi Partai Sadap Indonesia.
21:06Dan, bagi kami ini begitu kejam ya, oleh karena itu,
21:10kami ya, mendesak penegak hukum yang dalam hal ini,
21:15kepolisian Republik Indonesia, apabila kemudian diperbantukan oleh BIN dan BAIS,
21:20kami mendesak untuk dibuka serang-terangnya sesegera mungkin, ya.
21:24Supaya energi bangsa ini tidak dipakai untuk saling hantam satu dengan yang lain, ya.
21:29Supaya tidak ada saling fitnah lagi, ya.
21:32Supaya tidak ada pecah belah, dan yang paling rugi siapa?
21:34Yang paling rugi kita semua.
21:35Karena stabilitas politik ini adalah tanggung jawab kita bersama.
21:39Dan, PSI dalam hal ini,
21:43mendukung penuh Presiden Prabowo untuk menjalankan pemerintahan supaya baik.
21:47Dan agar pemerintahannya, rodanya berjalan dengan baik,
21:50maka dibutuhkan stabilitas politik.
21:52Dan bagaimana mungkin stabilitas politik bisa terjaga?
21:55Kalau misalnya di sini, ada zona spekulasi yang sangat sensitif.
21:59Kami percaya dugaan makar ini sensitif,
22:02kami percaya penyadapan terhadap pemimpin negara adalah hal yang serius.
22:06Tapi kemudian, kelunjuk-kelunjuk yang mengarah serampangan inilah yang kemudian harus dijawab dengan kejelasan hukum.
22:12Baik, saya ingin ke Kang Samad bahwa tadi spekulasi ini begitu mencuat, Kang Samad.
22:18Bahkan dikait-kaitan penyadapan ini dengan Presiden ke-7, Joko Widodo.
22:22Pertanyaannya kenapa sampai saat ini mastermind dari otak penyadapan Presiden ini belum terungkap, Kang Samad?
22:28Saya kira karena kita belum mengetahui saja.
22:32Bisa jadi penegak hukum sudah jauh lebih maju penyidikannya terhadap apa yang diketahui oleh kita di publik.
22:41Karena itu kita diminta untuk bersabar,
22:44kita tunggu update-nya dan kita setuju untuk mendorong supaya proses ini dilakukan secara transparan.
22:51Masukkan dari Pak Ponto tadi di bentuknya tim pencari fakta,
22:55itu saya kira satu hal yang menarik untuk bisa dipertimbangkan oleh pemerintah tentang hal tersebut.
23:02Karena kalau ini ada kaitan dengan relasi internasional misalnya,
23:08karena relasi internasional ini sangat berkaitan dengan kedaulatan dan pertahanan negara,
23:13maka diperlukan institusi lain terlibat di dalam melakukan investigasi terhadap kasus ini.
23:23Yang kedua, di dalam hubungan internasional juga ada banyak hal yang menjadi ancaman selama ini,
23:31seperti peredaran narkoba,
23:34kemudian judi online yang sumbernya kita tahu banyak dari negara-negara luar,
23:40yang serpernya berdomisili di negara luar, masuk ke Indonesia.
23:45Ini semuanya menjadi penting karena bisa jadi,
23:48misalnya ini berkaitan dengan sumber daya logistik yang digunakan.
23:54Nah ini diperlukan institusi lain untuk memastikan tentang hal tersebut.
23:59Karena itu kita berharap masukan dari seperti yang diusulkan oleh Pak Ponto tadi,
24:06itu menarik untuk dikaji dan direspon oleh pemerintah tentang pencari fakta itu.
24:12Di dalam negeri kita berharap bisa tetap bersatu,
24:15kita tetap bersatu menjaga kebersamaan kita,
24:19dan saya yakin Polri ingin membersihkan institusinya di masyarakat,
24:25karena itu pasti dilakukan secara transparan.
24:27Pasti dilakukan, karena kalau tidak kepercayaan publik itu akan hilang terhadap institusinya.
24:33Baik, kami sudah tangkap poin ya, Kang Samad.
24:35Baik.
24:35Baik, terima kasih.
24:37Tentu kita berharap bahwa polisi segera mengungkap motif termasuk juga siapa mastermind
24:40dari penyadapan terhadap Presiden ini secara transparan.
24:43Terima kasih Kang Samad, Pak Soleman Ponto, dan juga Bang Uki telah bergabung di Kompas Petang.
24:47Terima kasih.
24:49Terima kasih.

Dianjurkan