Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti mendorong Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra memberikan penjelasan terkait polemik kasus Ijazah SMA Wapres Gibran.

Hal ini disampaikan Ray Rangkuti dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/11/2026).

Ray Rangkuti mengaku khawatir polemik ijazah Wapres Gibran akan panjang dan nggak mustahil akan merembet kepada Prabowo.

"Saya khawatir ini akan panjang dan kalau ini panjang enggak mustahil ini akan merembet kepada Pak Prabowo. Pak Prabowo akan dipertanyakan juga konsistensi apa namanya sikapnya terkait dengan faktanya" ujar Ray Rangkuti.

Video Editor: Lintang Amiluhur

Produser: Theo Reza

#gibran #rayrangkuti #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699362/ray-rangkuti-soal-polemik-ijazah-gibran-nggak-mustahil-ini-merembet-ke-pak-prabowo
Transkrip
00:01itu terus dikembangkan sampai sekarang.
00:04Nah, oleh karena itulah saya melihat dan menganggap keinginan mereka itu dimundurkan,
00:12jadi bukan mundur, salah satunya adalah untuk memberi sinyal yang kuat kepada publik
00:18bahwa pembicangan soal suket, ijazah, dan sebagainya ini
00:26benar-benar berhubungan dengan, apa istilahnya itu ya, persaingan politik.
00:36Gak murni semata-mata karena proses hukum dan seterusnya itu,
00:40tapi karena persaingan politik.
00:44Nah, ini saya kira salah satu alasan mengapa mereka ingin agar lebih baik dimundurkan
00:52ketimbang mundur karena mau mempertontonkan kepada masyarakat bahwa
00:58di belakang semua gelagat ini adalah adanya keinginan untuk mendongkel sudara Gibran
01:06demi kepentingan politik, keuntungan politik.
01:10Nah, itu menghindari itulah.
01:12Makanya kami mendorong supaya partai-partai pengusung Gibran yang harus pertama kali
01:18meminta kepada Gibran untuk mundur, jadi mereka minta dulu
01:23Gibran, Anda memang kami usung, tapi kalau sudah dua putusan hukum tertinggi di Indonesia ini
01:29menyatakan persyaratan Anda tidak cukup, bahkan batal demi hukum,
01:34maka sebaiknya Anda mundur, kalau tidak ya terpaksa partai-partai pendukung
01:39menggunakan hak untuk menyampaikan pendapat melalui DPR.
01:45Nah, setelah itu mungkin akan didorong oleh partai-partai politik yang lain sebagai pendukung.
01:50Nah, jadi pada intinya adalah ini sebetulnya menunggu khususnya sikap Gerindra dan Golkar
01:59akan kemana.
02:00Kalau tidak, ya tentu saja ini menjadi beban.
02:05Kalau sekarang misalnya disebut berkali-kali oleh pendukung Pak Gibran,
02:10tembakannya ini Pak Prabowo.
02:14Nah, justru karena itulah kemudian sebaiknya Gerindra salah satunya
02:20tampil ke depan untuk memberi penjelasan bahwa
02:23tidak ada ketanya ini dengan Pak Prabowo.
02:26Bahkan kita mendukung hak menyatakan pendapat.
02:31Itu mestinya tentu melalui suara-suara yang dimukakan masyarakat.
02:36Kalau tidak, karena rekan-rekan sudah pada mulai berdatangan,
02:41saya khawatir ini akan panjang.
02:43Dan kalau ini panjang,
02:45tidak mustahil ini akan merembek kepada Pak Prabowo.
02:49Pak Prabowo akan dipertanyakan juga konsistensi sikapnya
02:56terkait dengan faktanya
02:58ada wakilnya yang wakilnya ini
03:01sudah tidak memiliki legitimasi moral
03:05dan legitimasi hukum
03:07untuk tetap menjabat sebagai wakil presiden.
03:11Jadi Gibran sekarang sudah tidak lagi memiliki legitimasi moral
03:16dan legitimasi hukum
03:18sebagai wakil presiden.
03:20Pertanyaannya adalah apakah Pak Prabowo dan partai-partai politik di DPR itu
03:26mempertahankan seorang wakil presiden
03:29yang secara moral dan secara hukum
03:32tidak lagi memiliki dasar.
03:36Dan oleh karena itulah,
03:38bagi kami kesimpulannya tidak ada yang lain,
03:41Sudara Gibran mundur
03:42dan kalau tidak
03:44dimundurkan
03:45melalui cara yang konstitusional.
03:48Terima kasih.
03:49Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:53Terima kasih.

Dianjurkan