KOMPAS.TV - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026) pagi dilanda banjir lahar hujan.
Akibatnya, aktivitas penambangan pasir hingga pembangunan dam mitigasi bencana di sekitar aliran sungai terpaksa dihentikan.
Inilah detik-detik banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang aliran Sungai Besuk Kobokan.
Derasnya arus membawa material vulkanik yang telah mengendap di kawasan hulu hingga terbawa ke bagian hilir.
Meningkatnya debit dan besarnya aliran lahar membuat aktivitas penambangan pasir serta pembangunan dam mitigasi bencana dihentikan sementara.
Sejumlah bangunan tanggul juga dilaporkan rusak akibat diterjang derasnya aliran lahar.
Curah hujan tinggi dan cuaca buruk juga mengakibatkan Jembatan Mbarung, di Kabupaten Aceh Tenggara, kembali putus diterjang derasnya arus Sungai Lawe Alas.
Jembatan yang menjadi akses penting penghubung sejumlah wilayah ini tak lagi bisa dilalui.
Jembatan dinyatakan putus total pada Sabtu (31/10/2026) kemarin, usai diterjang banjir dan meningkatnya debit air sungai.
Jembatan Mbarung adalah akses penting yang menghubungkan wilayah Babussalam dengan kawasan Lawe Alas.
Petugas gabungan dibantu warga mengevakuasi seorang bayi di tengah banjir bandang.
BPBD juga menurunkan perahu karet untuk memudahkan proses evakuasi dan mobilitas tim penyelamat.
Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Gayo Lues menyebabkan sedikitnya dua desa terendam.
Apa mitigasi atas perubahan cuaca ini? Kami sudah bersama dengan Victor Rembeth, Unsur Pengarah BNPB.
Baca Juga Detik-Detik Banjir Lahar Gunung Semeru di Lumajang, Rusak Sejumlah Tanggul | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/699291/detik-detik-banjir-lahar-gunung-semeru-di-lumajang-rusak-sejumlah-tanggul-kompas-siang
#banjir #lumajang #aceh #bnpb
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699334/full-banjir-terjang-aceh-dan-lumajang-bnpb-ungkap-langkah-penanganan-bencana-di-musim-hujan
Akibatnya, aktivitas penambangan pasir hingga pembangunan dam mitigasi bencana di sekitar aliran sungai terpaksa dihentikan.
Inilah detik-detik banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang aliran Sungai Besuk Kobokan.
Derasnya arus membawa material vulkanik yang telah mengendap di kawasan hulu hingga terbawa ke bagian hilir.
Meningkatnya debit dan besarnya aliran lahar membuat aktivitas penambangan pasir serta pembangunan dam mitigasi bencana dihentikan sementara.
Sejumlah bangunan tanggul juga dilaporkan rusak akibat diterjang derasnya aliran lahar.
Curah hujan tinggi dan cuaca buruk juga mengakibatkan Jembatan Mbarung, di Kabupaten Aceh Tenggara, kembali putus diterjang derasnya arus Sungai Lawe Alas.
Jembatan yang menjadi akses penting penghubung sejumlah wilayah ini tak lagi bisa dilalui.
Jembatan dinyatakan putus total pada Sabtu (31/10/2026) kemarin, usai diterjang banjir dan meningkatnya debit air sungai.
Jembatan Mbarung adalah akses penting yang menghubungkan wilayah Babussalam dengan kawasan Lawe Alas.
Petugas gabungan dibantu warga mengevakuasi seorang bayi di tengah banjir bandang.
BPBD juga menurunkan perahu karet untuk memudahkan proses evakuasi dan mobilitas tim penyelamat.
Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Gayo Lues menyebabkan sedikitnya dua desa terendam.
Apa mitigasi atas perubahan cuaca ini? Kami sudah bersama dengan Victor Rembeth, Unsur Pengarah BNPB.
Baca Juga Detik-Detik Banjir Lahar Gunung Semeru di Lumajang, Rusak Sejumlah Tanggul | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/699291/detik-detik-banjir-lahar-gunung-semeru-di-lumajang-rusak-sejumlah-tanggul-kompas-siang
#banjir #lumajang #aceh #bnpb
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699334/full-banjir-terjang-aceh-dan-lumajang-bnpb-ungkap-langkah-penanganan-bencana-di-musim-hujan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:25Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:30Berhujan Gunung Semeru menerjang aliran sungai Besuk Koboka.
00:34Derasnya arus membawa material vulkanik yang telah mengendap di kawasan hulu hingga terbawa ke bagian hilir.
00:42Meningkatnya debit dan besarnya aliran lahar membuat aktivitas penambangan pasir serta pembangunan dan mitigasi bencana dihentikan sementara.
00:50Sejumlah bangunan tanggul juga dilaporkan rusak akibatnya diterjang derasnya aliran lahar.
01:01Banjir Semeru ini bangunan kami yang di KD di Jembatan Gantung Regoyo ini tertutup tertimbun.
01:12Jadi ini sudah ada pengecoran apron, lantainya dan juga cek jamnya ini, ini tertutup material.
01:22Karena amat 65 dan sampai saat ini masih 30.
01:28Sehingga saat ini tidak bisa kerja.
01:31Saudara untuk informasi terkini kita akan tanyakan jurnalis Kompas TV Abdul Rohman yang ada di Lumajang, Jawa Timur.
01:39Rohman, selamat pagi.
01:40Bagaimana kondisi banjir lahar di sana? Apakah sudah berkulang?
01:49Bagaimana kondisi banjir lahar di sana?
02:14Rokman, kami kurang begitu mendengar suara Anda.
02:27Silakan dengan laporan Anda.
02:52Kita perbaiki terlebih dahulu, Saudara.
02:55Terkait dengan gangguan komunikasi ini, kita akan hubungi kembali Rohman untuk memantau bagaimana update di sana.
03:06Untuk curah hujan tinggi dan cuaca buruk juga mengakibatkan jembatan berarung di Kabupaten Aceh, Tenggara, Saudara.
03:15Kembali putus diterjang derasnya arus sungai Lawe Alas.
03:23Jembatan yang menjadi akses penting, penghubung sejumlah wilayah ini tak bisa lagi untuk dilalui.
03:30Jembatan dinyatakan putus total.
03:33Pada hari Sabtu kemarin, usai diterjang banjir dan meningkatnya debit air sungai.
03:38Jembatan berarung adalah akses penting yang menghubungkan wilayah Babu Salam dengan kawasan Lawe Alas.
03:54Petugas gabungan dibantu dengan warga mengevakuasi seorang bayi di tengah banjir bandang.
04:02BPBD juga menurunkan perahu karet untuk memudahkan proses evakuasi dan mobilitas tim penyelamat, Saudara.
04:08Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Gayo Luwes menyebabkan sedikitnya dua desa terendam.
04:26Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat tak menyurutkan kebahagiaan sebuah keluarga.
04:32Di desa Tepim, Perahu, Kecamatan Arongan, Lambalek.
04:36Di tengah genangan air, pesta pernikahan tetap berlangsung meski wilayah sekitarnya dikepung dengan banjir.
04:45Daripada Bapak Abdul Janil Abi dan Ibu.
04:48Saudara, visual yang Anda saksikan saat ini memperlihatkan suasana pesta pernikahan warga di desa Tepim, Perahu, Kecamatan Arongan, Lambalek, Aceh
04:57Barat pada hari minggu.
04:58Meski banjir merendam sejumlah kawasan, namun keluarga kedua mempelai tetap menggelar pesta.
05:04Suasana bahagia dan tradisi menyambut tamu tetap berlangsung di tengah genangan air.
05:09Bagi kedua mempelai, banjir tak menjadi penghalang untuk merayakan hari istimewa yang telah dinantikan.
05:15Sementara itu, banjir di Aceh Barat telah merendam 17 desa di 4 kecamatan, yaitu Pantai Ciremen, Waila Barat, Arongan, Lambalek,
05:25dan Sungai Mas.
05:27Ratusan rumah warga terdampak dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 100 cm.
05:41Saudara, apa mitigasi atas perubahan cuaca ini?
05:46Kami sudah bersama dengan Victor Rembet, unsur pengarah BNPB yang sudah terhubung bersama kami,
05:51Libreaking News Kompas TV pagi ini.
05:53Selamat pagi, Pak Victor.
05:56Selamat pagi, salam tanggung untuk semua.
06:00Oke, Pak Victor, kita melihat berapa kondisi banjir yang terjadi di Aceh dan juga di pemajang begitu ya.
06:07Ini terjadikan dalam waktu yang berdekatan.
06:10Bagaimana BNPB melihat perkembangan untuk resiko bencana sampai dengan saat ini sebenarnya, Pak Victor?
06:15Ya, kami memang mendasarkan semua hal untuk penanganan penanggulangan bencana itu memang pada peringatan dini yang sudah disiapkan oleh BMKG.
06:30Dan BMKG terus-menerus melakukan pemutahiran dan kemudian kami sampai kepada kabupaten kota itu terbagi untuk setiap UPT-UPT BMKG
06:40di lokasi-lokasi untuk bisa melihat.
06:43BNPB dalam hal ini, Pak Victor, bisa mendengar suara nanda dari studio.
06:59Suara daerah harus mengupayakan berbagai hal.
07:03Kita mempunyai yang namanya perencanaan kontingensi yang sudah disiapkan di kabupaten kota,
07:09terkhusus bencana yang ancaman bencana seperti hidrometeorologi yang bisa diprediksi berdasarkan perkiraan.
07:17Dan sudah tentu ketika kita melakukan itu, disiapkan juga kita punya yang namanya Inarisk, kita punya DB, dan kita mempunyai
07:27berbagai hal yang lain.
07:28Dan itu salah satu surat yang, salah satu isi dari surat kepala BNPB untuk upaya-upaya bahasa kami itu anticipatory
07:39action,
07:39di mana sekarang disebut dengan aksi merespon peringatan DIP.
07:47Oke.
07:51Pak Victor?
07:57Pak Victor, jika mendengar suara saya bisa dilanjutkan laporannya.
08:00Baik.
08:02Silahkan Bapak.
08:04Ya, jadi komunikasi resiko itu penting.
08:08Salah satu model yang saya harus angkat di sini adalah ketika terjadi siklon senjar tahun 2025 kemarin,
08:17salah satu kabupaten kota yang mampu menunjukkan komunikasi resiko yang baik itu kabupaten Solo,
08:23di mana nol orang meninggal dunia.
08:25Karena mereka sudah mempunyai sistem di mana dari kabupaten, pimpinan, bupati dan wakil bupati,
08:33turun ke kecamatan, turun ke organisasi perangkat daerah, turun ke negari, dalam hal ini desa.
08:43Satu sudah ada peringatan dini, ada antisipasi, dan itu aksi merespon peringatan dini.
08:48Surat Pak Kepala Badan nomor 4 tahun 2026 ini jelas untuk semua pemerintah provinsi,
08:55kabupaten, kota untuk bersiap dan sudah tentu ketika kita melihat,
08:59menggunakan perangkiran cuaca yang sudah diberikan oleh BMKG.
09:03Itu dulu, Pak.
09:04Kalau ditanya bagaimana kami melakukan upaya ini dan sudah melakukannya bersama-sama,
09:09turun sampai ke BBBD, dan informasi ini sudah juga difahami oleh BBBD.
09:17Itu perencanaan hidrometeorologi.
09:19Oke. Berarti tadi yang Bapak sampaikan bahwa ada salah satu kabupaten yang bisa menjadi pencontohan begitu ya, Pak.
09:25Berarti kalau melihat dari beberapa wilayah yang terdampak saat ini,
09:29baik itu di Aceh dan juga di Lumajang, apakah ini akan menjadi perhatian bersama, kemudian menjadi evaluasi?
09:43Pak Victor, bisa mendengar suara Anda?
09:46Ya, bisa, bisa, bisa.
09:48Silakan, Pak Victor.
09:51Diulangi, Mbak.
09:52Tadi terputus.
09:55Coba diulangi pertanyaannya, Mbak.
09:56Tadi terputus sedikit.
09:57Oke.
09:58Kalau begitu, Pak Victor, saya ingin menanyakan mengenai...
10:01Tadi terputus, Mbak.
10:02Baik.
10:03Mengenai data resmi terbaru jumlah pengungsi dan juga kerusakan infrastruktur, Pak Victor,
10:07di antara dua provinsi yang saat ini dilanda banjir,
10:10bisa digambarkan kepada kami update-up seperti apa, Pak Victor?
10:16Karena belum ada SK tanggap darurat dari Kabupaten Kota,
10:21itu laporannya memang kami tidak bisa melaporkan atas nama pemerintah Kabupaten Kota yang terdampak.
10:27Kalau tadi disebutkan di Kabupaten Aceh Selatan, itu memang sudah ada Provinsi Aceh.
10:32Lalu kemudian tadi yang di dalam salah satu footage itu di Provinsi Aceh Barat ya,
10:38di Aceh Barat itu 35 kaka atau 105 jiwa pengungsi,
10:43dan sampai dengan saat ini kondisi mutakhir banjir masih mengenangi wilayah terdampak akibat surah hujan yang tinggi.
10:49Itu yang kami dapatkan karena mekanisme yang harus kita lakukan ketika kita sampai kepada data adalah
10:54pemerintah Kabupaten Kota memberikan SK tanggap darurat sehingga kita bisa kemudian melakukan pendampingan,
11:01karena BNBB sifatnya pos pendampingan nasional.
11:04Kabupaten Kota berjenjang naik ke provinsi, lalu provinsi kemudian juga bersama-sama bisa langsung juga dengan Kabupaten Kota sampai ke
11:12BNBB.
11:12Jadi kalau Bupati, Pimpinan Daerah sudah mengeluarkan SK tanggap darurat yang kemudian kita bisa meminta data yang rizi untuk apa
11:21yang harus dilakukan.
11:22Kalau memang belum ada SK tanggap darurat, kita belum bisa mendapatkan data yang valid karena itu harus dilakukan juga dengan
11:31kaji cepat,
11:32dimana BPBD sedang melakukan dengan tim reaksi cepat untuk melakukan kaji cepat di masing-masing kabupaten kota yang terdampak banjir.
11:42Oke, kalau BNBB sebagai unsur untuk pendampingan, berarti sejauh ini yang sudah terdata di BNBB,
11:48mana saja yang masuk ke daerah-daerah yang sudah menetapkan tanggap darurat selain tadi disebutkan ada AC Selatan?
11:56Belum ada, belum ada SK tanggap darurat yang kami terima dan oleh karena itu kami masih menunggu.
12:01Sehingga memang kalaupun media lalu kemudian media sosial sudah banyak memberitakan,
12:08tetapi memang kami menunggu SK tanggap darurat dari pemerintah kabupaten memang harus melakukan proses tim reaksi cepat
12:17yang dimasuk-masing BPBD untuk kemudian feeding kepada kami di korpus dalops BNBB untuk kemudian kita bisa merilis data-data
12:27yang sudah cukup valid dari teman-teman di pemerintah kabupaten kota.
12:31Oke, Pak Victor sejauh ini sudah ada komunikasi intens yang terbangun dengan BPBD setempat terkait dengan koordinasi bagaimana update di
12:41lokasi.
12:42Bisa gambarkan kepada kami bagaimana koordinasi komunikasi yang terjalin Pak dan update dari BPBD terkait di lapangan?
12:48Ya, update dari BPBD masing-masing. Memang kita semua memiliki berbagai macam ancaman yang banjir itu kalau kita lihat tadi
12:57di Kabupaten Aceh Barat,
12:59di Provinsi Aceh sudah menjelaskan. Lalu kemudian dari Aceh Selatan itu sudah juga dampaknya lebih besar daripada Aceh Barat,
13:07218 KK dan 756 jiwa terdampak. Tetapi juga di Provinsi yang lain, Provinsi Riau masih ada kebakaran hutan dilaporkan,
13:17lalu kemudian Sumatera Selatan masih kebakaran hutan, dan kemudian Jawa Tengah itu kekeringan di Kabupaten Pekalongan,
13:25dan masih di Jawa Timur juga ada tanah longsor di Kabupaten Malang, sehingga masih bervariasi,
13:31namun ini sifatnya laporan harian, laporan kejadian menonjol, lalu kemudian kalau sudah bisa diverifikasi dengan jelas,
13:41BPBD kemudian bisa meningkatkan itu menjadi keputusan pemerintah daerah yang dalam hal ini dikunci dalam SK Tangkap Darurat Bupati ataupun
13:52Wali Kota.
13:53Begitu Mbak. Sudah ada datanya, tetapi komunikasi itu sifatnya komunikasi untuk bagaimana melanjutkan laporan-laporan kejadian ini,
14:01karena sampai dengan pagi ini sudah ada laporan kejadian bencana sejumlah 28 kejadian,
14:08dan kejadian menonjol itu sudah ada 14 kejadian. Jadi demikian Mbak Nanda.
14:14Oke, berarti mitigasinya seperti apa Pak? Sejawin yang sudah dilakukan?
14:21Kalau mitigasi itu memang, mitigasi itu adalah, tadi seperti yang kita katakan, mitigasi yang sifatnya sebelum terjadinya bencana itu,
14:38kalau misalnya tadi yang ditayangkan banjir lahar di Semeru,
14:50itu harus terkaitkan revitalisasi sungai,
14:57karena memang yang terjadi juga di banjir-banjir di Provinsi Aceh ini adalah,
15:03sungainya masih mendangkal, sungainya belum dilaturahkan bagian dari mitigasi.
15:08Jadi di dalam pencegahan itu adalah, ada yang sifatnya jangka panjang,
15:12tetapi kemudian surat edaran Kepala BNPB itu untuk mempersiapkan setiap kabupaten kota,
15:18sudah punya yang namanya setiap bupati, walaikota, dan bahkan gubernur,
15:25melahirkan ataupun mengundakan namanya SK Siaga Darurat.
15:29SK Siaga Darurat ini semua MPD sudah siap di lapangan untuk mengantisipasi,
15:34tadi yang saya katakan, AMPD tersebut.
15:36Nah, jadi ada mitigasi yang dalam tanda kutip masih lebih lama,
15:41tetapi ada mitigasi yang memang sudah mendekati,
15:45artinya ketika ancaman itu, terkhusus ini hidrometeorologi,
15:48ketika ancaman itu sudah di depan mata,
15:50katakan BMKG mengatakan 14 hari lagi akan curah hujan melebihi debet rata-rata,
15:56itu sudah seharusnya dilakukan SK Siaga Darurat oleh pemerintah kabupaten kota dan juga provinsi.
16:03Jadi, proses mitigasi ini sudah dilakukan,
16:06dan sudah tentu kita berharap proses mitigasi yang selanjutnya tidak hanya tiba-tiba ketika terjadi bencana,
16:13proses mitigasi itu adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh pemerintah,
16:18oleh karenanya menurut PBB,
16:20aturannya yang berlaku adalah menggunakan 1-2% APBN atau APBD untuk upaya-upaya mitigasi bencana.
16:29Bayangkan kalau kita bicara APBN kita Rp3.800 triliun,
16:35itu APBN untuk kebencanaan 1-2% dan juga di daerah.
16:40Itulah mitigasi yang sesungguhnya,
16:42jadi namanya financial risk financing atau pembiayaan risiko.
16:48Mitigasi yang sebenarnya harus menyiapkan biaya,
16:50sehingga kalau Siaga Darurat terjadi,
16:51pemerintah sudah punya dana dan anggaran untuk melakukan evakuasi,
16:56menyiapkan permakanan, lalu kemudian melakukan persediaan alat,
17:00dan kemudian person yang diturunkan, itu semuanya membutuhkan biaya.
17:04Tetapi kalau tidak ada anggaran untuk itu,
17:07itu juga bagian yang seharusnya dilakukan oleh mitigasi.
17:10Jadi mitigasi seperti itu, selain mitigasi struktural, mitigasi non-struktural.
17:14Mitigasi struktural, perbaikan tanggur,
17:16kemudian juga upaya-upaya kalau di daerah gempa memperbuat bangunan konstruksi,
17:21dan juga kalau di daerah kekeringan adalah membangun sumur-sumur artesis dalam,
17:25dan itu semua mitigasi yang sifatnya struktural,
17:28yang non-struktural penguatan masyarakat.
17:31Masyarakat disiapkan di daerah rawan bencana,
17:33seperti yang tadi saya katakan Kabupaten Solo sudah melakukan itu,
17:37bahkan ada satu desa di Tapanului Selatan, di desa Tolangjulu,
17:41pada waktu terjadi siklon senyar,
17:44mereka mampu melakukan upaya evakuasi,
17:47sehingga yang korban meninggal dunia hanya nol.
17:50Nah, ini hal-hal yang harusnya dilakukan,
17:52mitigasi itu ada mitigasi yang sifatnya jangka panjang terus-menerus untuk pembangunan,
17:58tetapi mitigasi yang sifatnya juga,
18:00pada waktu saat bencana hampir terjadi yang bisa diprediksi,
18:04perakiran cuaca itu sudah dilakukan oleh BMKG,
18:07semuanya harus bersiap-siaga di dalam mekanisme yang kita sebut dengan
18:11aksi merespon peringatan dini,
18:13atau anticipated action.
18:17Pak Victor, tadi kan sudah disampaikan koordinasi dan komunikasi yang terjalin dengan BPBD,
18:22laporan setiap harinya terus masuk ke BNPB, maksud kami,
18:25kalau sejauh ini komunikasi yang terjalin dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi
18:31di beberapa daerah yang terdampak,
18:33khususnya tadi yang disebut Anda adalah salah satu yang terparah,
18:36dan dampaknya besar adalah di Aceh Selatan.
18:38Bagaimana sejauh ini Pak Victor?
18:40Ya, pendampingan BPB, menurut laporan kami,
18:44itu belum dilakukan karena memang belum ada permintaan.
18:48Jadi, pendampingan itu namanya pendampingan ketika SK tanggap darurat sudah dilakukan,
18:53lalu kemudian kami sudah pasti akan segera turun,
18:56karena memang secara aturan di undang-undang maupun BP,
19:00kita memperkuat di daerah itu di level kabupaten-kota,
19:05sehingga pendampingan akan dilakukan ketika memang kejadiannya sudah tidak bisa lagi ditangani oleh pemerintah daerah.
19:13Sehingga, yang pertama kalau kita mengatakan pemerintah kabupaten-kota sudah tidak mampu
19:18meminta ke pemerintah provinsi dan selanjutnya kemudian ke BNPB.
19:21Tetapi juga bisa langsung dari pemerintah kabupaten-kota berdasarkan data tim reaksi cepat
19:28mengenai kerusakan dan kemudian kerugian dan juga aspek-aspek lain yang berdampak kepada masyarakat,
19:36itu bisa langsung ketika SK tanggap darurat diberikan,
19:39BNPB akan segera menurunkan tim untuk mendampingi dan kemudian melakukan kecepatan dalam hal ini
19:47menggunakan dana siap pakai.
19:49Dana siap pakai itu ketika sudah SK tanggap darurat.
19:52Artinya pemerintah daerah sudah melemparkan bendera putih, kami sudah tidak punya biaya,
19:57kami sudah tidak punya sumber daya, dan itu SK tanggap darurat itu sebagai pintu masuk
20:01untuk mendapatkan dana siap pakai sehingga pemerintah daerah bisa tertolong
20:07untuk bisa memperkuat dalam upaya-upaya tanggap darurat yang bisa menolong lebih banyak masyarakat.
20:14Oke, berarti unsur BNPB ini sebagai pendamping karena belum ada SK ataupun permintaan dari Pemda,
20:20maka dari itu belum ada personil pusat yang dikerahkan juga ke daerah-daerah terdampak
20:25dan juga tentunya bantuan logistik belum ada ya Pak?
20:28Betul, karena memang itu aturannya Mbak ya, kita tata kelola seperti itu.
20:33Kalau enggak nanti kita akan mengirimkan bantuan dan kemudian segala soalnya
20:39tanpa aturan yang jelas, regulasinya tidak ada, itu berbahaya.
20:45Karena kita harus bertanggap secara akuntabel dan transparan penggunaan dana siap pakai
20:50dan bantuan-bantuan pendampingan kepada pemerintah kabupaten-kota dan pemerintah provinsi.
20:55Nah, oke. Setelah ini saya akan mengajak Pak Victor juga dan juga Saudara,
21:03Pemirsa Breaking News Kompas TV untuk sama-sama kita cermati imbawan yang disampaikan oleh BNPB
21:08di situasi seperti ini. Tapi jangan kemana-mana Saudara, kita akan tetap berada di Breaking News Kompas TV.
21:16Jadi kita akan kembali bersajidah.
21:19Saudara-sajidah, kembali mengaksikan Breaking News Kompas TV dan masih bersama dengan kami
21:23Victor Rembet, unsur pengarah BNPB yang terhubung di Breaking News pagi ini.
21:28Pak Victor, kita melanjutkan yang tadi.
21:30Jika begini, kita posisikan di mana tiba-tiba banjir datang tiba-tiba,
21:36apa yang harus dilakukan dan segera dilakukan masyarakat, khususnya yang terdampak saat ini?
21:42Karena apa, ini kan pasti juga bingung ya Pak Victor kondisinya.
21:47Jadi apa yang memang idealnya dilakukan dan bagaimana untuk langkah mengungsi dan lain sebagainya
21:52bisa dijelaskan kepada kami, Pak Victor?
21:58Pak Victor, suaranya tampaknya masih di mute.
22:03Sebetulnya tidak ada hal yang tiba-tiba dalam banjir.
22:06Karena banjir itu sudah ada beberapa hal yang bisa menunjukkan kemungkinan terjadinya resiko banjir.
22:13Yang pertama adalah kita bicara sudah tentu curah hujan yang ekstrim.
22:18Lalu kemudian ketika kita bicara juga melihat kondisi sungai yang belum kembali.
22:25Misalnya kasusnya di Aceh dan juga Sumatera Barat, di Sumatera Utara,
22:31kondisi sungai yang masih terjadi pendangkalan.
22:34Dan sudah tentu yang ketiga adalah kalau kita lihat juga banjir tidak datang tiba-tiba
22:39karena mereka yang tinggal di DAS di daerah aliran sungai itu pasti akan punya resiko terkena banjir.
22:46Nah oleh karena itu ketika ketiba-tibaan itu harusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dalam hal ini
22:52bersama-sama ada di setiap kabupaten, kota itu pusdal ops, pusat pengendalian operasi.
22:59Itu yang pertama, itu untuk melihat kemungkinan resiko yang akan terjadi dalam curah hujan
23:07lalu kemudian berbagai hal yang lain misalnya kita bicara tentang bagaimana pemerintah daerah mempunyai sirine
23:14untuk melihat muka air sudah tinggi di beberapa tempat.
23:17Dan sudah tentu yang ketiga adalah kalau kita melihat ini masyarakat itu harusnya disiap-siagakan.
23:24Komunikasi resiko itu penting.
23:26Tadi saya contohkan di Kabupaten Solok.
23:30Di Kabupaten Solok sudah ada komunikasi resiko bupati, lalu kemudian camat,
23:35Nagari itu kepala desa, wali Nagari, lalu di setiap desa itu sudah punya juga kelompok siap-siagakan bencana masyarakat
23:42dan inilah yang membuat mereka, kalaupun misalnya dampak kerugian bisa terjadi karena hancurnya bangunan dan lain-lain,
23:49meninggal dunia itu nol.
23:51Nah ini salah satu contoh dan juga di desa-desa ada beberapa juga yang mempunyai desa tanggung bencana.
23:57Sehingga desa tanggung bencana ini juga orang-orang ini mampu melakukan upaya-upaya pengurangan resiko bencana.
24:02Jadi Mbak Nanda kalau kita bertanya apakah banjir itu tiba-tiba, tidak ada banjir yang tiba-tiba.
24:08Karena sederhananya kalau misalnya sudah BMKG memprediksi dengan penginderaan radar,
24:16sudah ada benih-benih siklon yang sudah begitu tinggi di daerah Sumatera bagian barat dan utara,
24:23harusnya itu menjadi early warning sistem peringatan ini.
24:27BNPB dalam hal ini kemudian yang keluar dalam surat edaran nomor 4 tahun 2026 oleh Pak Kepala Badan itu kembali
24:33mengingatkan.
24:34Lalu seharusnya juga setiap pemerintah daerah itu punya ancaman bencana banjir atau ancaman bencana gempa
24:42atau ancaman bencana berbagai yang lain itu sudah punya yang namanya rencana kontijensi.
24:47Rencana kontijensi itu adalah di mana pemerintah kabupaten kota menyiapkan sumber daya,
24:53lalu melihat daerah-daerah rawan bencana yang akan terdampak,
24:57itu sudah mampu mengalokasikan dana, mampu mengalokasikan sumber daya,
25:03mampu juga memperkuat masyarakat di daerah rawan yang terdampak bencana,
25:07dan kemudian upaya-upaya pengurangan resiko bencana yang lebih luas.
25:11Jadi, kalaupun sekarang terjadi ketiba-tibaan ini,
25:15ya memang tetap pemerintah dalam hal ini, pemerintah kabupaten kota harus segera melakukan hal-hal yang cepat dan tangga,
25:24tetapi memang saya kebetulan baru pulang dari Sumatera Barat, ini Mbak Nanda,
25:28misalnya kota Padang sudah melakukan upaya-upaya yang sangat baik,
25:32kemudian juga kabupaten Solok juga sudah melakukan yang sangat baik,
25:35Kabupaten Mentawai, dan beberapa bagian dari provinsi,
25:39saya sudah berbicara dengan BPPD Provinsi Sumatera Barat,
25:42mereka sudah melakukan upaya-upaya untuk pengurangan resiko bencana,
25:46kalaupun debet akhir ini hampir sama dengan tahun lalu,
25:51tetapi juga mereka ingin menyelamatkan nyawa yang paling pertama,
25:54baru kemudian kerugian dan kerusakan.
25:57Oke, tidak ada yang tidak bertiba,
25:59berarti artinya ini adalah kepakaian Pemda untuk melihatnya seperti apa,
26:03kita akan cermati bersama ke depannya dan melihat update-nya seperti apa tentunya,
26:07terima kasih Pak Victor.
26:08Kepekaian kita semua, Mbak, kepekaian kita semua,
26:10pemerintah pusat, Pemda, dan masyarakat dilibatkan, terima kasih.
26:14Itu tadi yang harus digarisbawahi, terima kasih Pak Victor sudah berbagi waktunya bersama kami
26:18di Breaking News Kompas TV, salam sehat, salam pagi.
26:22Salam tangguh.
26:23Selamat menikmati.
Komentar