00:00Karena Pak Roky kan selalu bicara apa adanya.
00:04Gak pernah Pak Roky ini bicara apa adanya.
00:07Suatu saat hari ini beliau mungkin datang ke saya,
00:09besok kalau saya salah beliau bilang saya dungu.
00:14Ya kan kalau saya salah,
00:16teman-teman semua saya bilang,
00:20teman-teman itu bukan,
00:22saya tahu kalau boleh memilih,
00:24kalau boleh memilih,
00:27jauh lebih bagus bekerja,
00:30di Indonesia.
00:33Oke?
00:34Tapi faktanya,
00:38terpaksa harus keluar kan?
00:41Karena itu negara menyadari sepenuhnya,
00:44bahwa teman-teman adalah pahlawan devisa.
00:48Tapi presiden tidak hanya sekedar mau membeli simbol itu.
00:56Tidak akan pernah presiden hanya mau memberikan simbol sekedar.
01:01Karena faktanya memang,
01:03uang yang masuk sebagai devisa ke negara,
01:07itu 288 triliun setahun.
01:13jadi kalau kami enggak peduli kepada Bapak Ibu semua,
01:16memang tidak masuk di APBN.
01:19Tidak masuk di APBN.
01:22Tetapi itu langsung terdistribusi,
01:25teman-teman ke keluarga,
01:27dan lain sebagainya ya.
01:29Tapi kan menggerakkan ekonomi Indonesia
01:31dengan 288 triliun itu luar biasa.
01:36Karena itu,
01:37pemerintah lewat presiden kita hari ini,
01:39memerintahkan kepada kami untuk memperhatikan,
01:42tidak boleh.
01:43Kami harus jaga,
01:45tadi banyak kasus,
01:46kami tahu.
01:47Karena itu kita selesaikan,
01:49tidak sama sekali untuk kami cari,
01:53apa ya?
01:55Bapak Ibu tahu,
01:57tadi laporannya berapa?
01:584.000 orang di Kementerian Hukum,
02:01kami kasih status keluarga negaraan,
02:03lebih sedih dibandingkan teman-teman semua.
02:05Mereka stateless.
02:10Baru dibawa kemimpinan Bapak Presiden Prabowo,
02:134.000 orang,
02:14mungkin menjelang 10.000 orang,
02:16yang akan kami beri status keluarga negaraan.
02:22Teman-teman masih sudah bekerja,
02:25ada anak-anak bayangkan,
02:27berapa banyak anak-anak yang mau pulang ke Indonesia,
02:30itu tidak bisa pulang.
02:32Karena tidak miliki status keluarga negaraan.
02:34Mungkin Pak Menteri mau terbitkan paspor,
02:37tapi karena tidak jelas ke status keluarga negaranya,
02:40tidak bisa.
02:41Pak Dirjen Dukcapil mau terbitkan KTP,
02:44tidak bisa.
02:44Masalahnya dia warga negara atau bukan.
02:46Nah inilah yang kami selesaikan.
02:49Karena itu kami undang Pak Roki untuk hadir,
02:53nanti pasti akan sampai.
02:55Dan sekaligus mengawal kami,
02:58karena Pak Roki kan selalu bicara apa adanya.
03:02Tidak pernah Pak Roki ini bicara apa adanya.
03:05Suatu saat hari ini beliau mungkin datang ke saya,
03:07besok kalau saya salah beliau bilang saya idungu.
03:12Ya kan kalau saya salah.
03:13Nah karena itu saya mohon dengan hormat kali ini ya,
03:18Mbak siapa?
03:19Mbak Mariati.
03:21Tolong sampaikan ke kawan-kawan.
03:24Teman-teman boleh dipasti ada solusi,
03:27boleh ikut setiap hari Jumat,
03:30jam 10 pagi waktu Indonesia.
03:36Maksud saya,
03:39atau gini,
03:41atau gini,
03:42tadi kan Pak Menteri sudah kasih nomor telepon kan?
03:46Mbak Mariani percaya enggak?
03:48Saya kerja melayani warga sekarang sampai jam 3 pagi.
03:52Tapi bukan lewat handphone,
03:54tapi Instagram saya.
03:57Supratman08,
03:58boleh ngadu apa aja?
04:04Supratman08,
04:06Instagram,
04:07boleh DM ke saya.
04:10Saya lebih banyak pegang Instagram dibandingkan handphone.
04:16Maksudnya terima pengaduan.
04:19Terima pengaduan dibandingkan
04:22WhatsApp.
04:24Nanti ambil ke Instagram saya.
04:28Saya rasa itu dari saya,
04:29ya Mbak Mariani ya,
04:30jangan
04:32soal pertanggung jawaban,
04:36anggaran,
04:39mohon maaf,
04:41kalau kita mau nih,
04:42ini menteri ya,
04:44saya aja jadi menteri nih.
04:45Saya sampai hari ini,
04:47sekalipun ngambil SBPD
04:49untuk jalan,
04:51uang harian itu enggak pernah.
04:53Cuman kan,
04:56ya bukan,
04:57maksud saya,
04:58kalaupun ada hak saya di situ,
05:01saya lebih baik kasih
05:02ke orang yang
05:03lebih mampu.
05:05Jadi,
05:06bukan,
05:06bukan enggak ngambil anu ya,
05:08cuman saya beritahu aja.
05:09Tapi,
05:10intinya bukan di situ.
05:12Tapi apakah masalah kawan-kawan itu
05:14bisa tertangani atau tidak?
05:16Apa bisa selesai negara hadir
05:18bersama kita semua?
05:20Ya,
05:20terima kasih.
05:25Cara baru nonton di Smart TV,
05:28nonton live streaming,
05:29dan ribuan tayangan
05:31Kompas Grammedia
05:32langsung dari Smart TV kamu.
05:34Cara installnya,
05:36buka Google Play Store
05:37di Smart TV kamu.
05:39Cari Kompas TV
05:40melalui pencarian.
05:42Pilih aplikasi,
05:43lalu install.
05:44Selesai,
05:45kamu bisa menonton video
05:47pilihan editorial
05:48Kompas TV.
05:49Download Kompas TV Apps
05:51di TV kamu
05:52sekarang juga.
05:53Terima kasih telah menonton video selanjutnya.
05:54Terima kasih telah menonton video selanjutnya.
05:55Terima kasih telah menonton video selanjutnya.