Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau temuan 600 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Rumah di Jalan Kayu Manis 10, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur diduga dijadikan gudang pengoplosan beras tersebut telah dipasangi garis polisi.

Ia menegaskan, beras negara yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin justru dioplos.

"Kalau ada hukuman tertinggi, hukuman tertinggi dikasih. Ini sudah tidak beradab, biadab ini orang," ujarnya.

Ia juga meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan pengoplosan beras ditindak tegas, termasuk diberhentikan dari jabatannya.

"Kalau ada jaringannya di-blok, suruh pecat. Suruh penjarakan juga itu," tegasnya.

Menurutnya, praktik pengoplosan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut beras negara yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

"Beras negara dioplos, dan ini beras untuk saudara kita yang berada di bawah kemiskinan," katanya.

Video Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698859/mentan-amran-geram-600-ton-beras-sphp-terungkap-di-gudang-oplosan
Transkrip
00:00Kalau ada hukuman tertinggi, hukuman tertinggi dikasih, ini sudah nggak berhadap, nggak biadapin orang.
00:08SPHP masih premium gitu ya Pak?
00:10Iya, dibongkar semua.
00:14Tapi kalau ada jaringannya di blok, suruh pecat.
00:18Suruh penjarakan juga.
00:40Beras negara di Oklos, dan ini beras untuk saudara-saudara kita yang berada di bawah kemiskinan.
00:49Desil 1, 2, 3, 4, bahkan 5, ini sangat dibutuhkan.
00:54Tentukkah, tetapi mereka masih bisa lakukan, ini perampokan, dia lakukan ini.
01:02Nah kami, sekali lagi terima kasih ke Tulisya, kalau bisa ini dituntut seberat-beratnya.
01:10Berapa hukuman, kalau bisa hukuman maksimal diberikan.
01:13Pak, jadi ini mau hukuman SPHP?
01:15SPHP yang disubsidi pemerintah, harusnya harganya ini Rp12.500, dijual Rp17.000, bioplos.
01:23Dijadikan beras premium, atau fortifikasi Pak?
01:27Premium.
01:28Oh ini keria wajara ya Pak?
01:30Gimana?
01:30Ini keria wajara atau perusahaan mana Pak?
01:34Nanti tunggu aja di pengadilan.
01:36Berapa banyak Pak ini, harus yang ditemukan?
01:38Ini laporannya tadi saya terima 600 ton, tapi ini yang sekarang.
01:43Berarti sudah ribuan ton.
01:44Dari operasinya dari tahun berapa Pak?
01:47Kita tidak tahu, belum tahu, nanti biarkan didalami dulu.
01:51Tetapi ini yang sekarang saja 600 ton.
01:54Berarti ini ribuan ton.
01:55Dan kalau ada bulog terlibat, sudah pasti dipecat dan juga ditindak.
02:16Terima kasih.
02:18Ini mau siap ke bawah ya.
02:20Ini tidak, tolong di cek di sana.
02:23Tapi ada di sana di rumah, menjadi premium.
02:28Dicangkap semua penanda aja.
02:30Terima kasih.
02:32Terima kasih.
02:35Terima kasih.
02:36Terima kasih.
02:36Cara baru nonton di Smart TV.
02:38Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
02:45Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
02:49Cari Kompas TV melalui pencarian.
02:52Pilih aplikasi lalu install.
02:54Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:00Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
03:04Terima kasih.
03:05Terima kasih.
03:05Terima kasih.
03:05Terima kasih.

Dianjurkan