00:00Mbak Reskin Polri kembali meminta klarifikasi pelapor dugaan pembangsunan dokumen Suket Ijasa Gibran Jumat siang.
00:06Setelah kemarin polisi sudah memeriksa pelapor bernama Syamsudin, kali ini polisi memeriksa pelapor kedua atas nama Riyadi.
00:14Ada 15 pertanyaan yang diajukan terkait tujuan pelaporan hingga penjelasan soal ada tidaknya pelaporannya ditunggangi pihak tertentu.
00:22Usai menjalani pemeriksaan, pelapor menegaskan langkahnya mengadukan Suket Gibran murni karena inisiatif pribadi.
00:35Tadi ada beberapa pertanyaan untuk masalah Suket dan tidak menutup kemungkinan ada yang lainnya, bukti lainnya yang akan diserahkan hari
00:47Senin.
00:47Kenapa saya mengadukan? Karena saya peduli Indonesia, peduli anak-anak bangsa yang mempunyai pendidikan yang bagus, mempunyai etika yang bagus
00:57dan tidak menggunakan Suket dan tidak punya ijasa asli untuk melakukan itu ya.
01:04Jadi saya mohon kepada Bapak Kapolri, semoga kasus ini terus dilanjut.
01:12Satu hari sebelumnya, Baris Grimpolri sudah memeriksa pelapor Suket Gibran atas nama Syamsuddin, pemeriksaan sebagai lanjutan dari kelar perkara Rabu
01:22lalu.
01:23Syamsuddin mengaku diperiksa selama 3 jam terkait aduannya soal Suket penyetaraan ijasa Gibran yang diduga bermasalah, baik secara prosedural maupun
01:32muatannya.
01:36Kami ucapkan syukur kepada Allah SWT, tidak ada pertanyaan yang aneh-aneh bagi kami sebagai rakyat yang melaporkan Saudara Gibran.
01:44Jadi nyaman-nyaman saja, subhanallah Pak Jendral Syudi Arya Seto, teruskan Pak tegakan hukum yang benar, kami rakyat ada di
01:52belakang Bapak.
01:53Dan kami jawab apa yang dikatakan Bapak Jokowi, kami rakyat biasa tidak ada yang menunggangi Pak.
01:58Justru Bapak yang menunggangi negara ini dengan memasukkan Gibran sebagai wapres yang memakai Suket itu di surat keterangan.
02:08Kami tidak ada di partai politik, kami rakyat bersuara, kami rakyat yang menyuarakan ini, karena kami tidak rado etika moral
02:17bangsa, ahlak bangsa dihabisi oleh Bapak yang mengatakan menunggangi.
02:23Tidak Pak.