Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Terdakwa Kasus Ijazah, Roy Suryo komentari pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang menyebut ada penumpang gelap dan operasi politik terkait Kasus Ijazah dirinya dan Wapres Gibran Rakabuming.

Hal ini disampaikan Roy Suryo saat ditemui di Jakarta pada Sabtu (18/11/2026).

Roy mempertanyakan maksud Jokowi yang mengatakan adanya penumpang gelap.

"Siapa yang penumpang gelap, biasa kan, kalau dia kan selalu begitu, dulu bilang, partai ada orang, tapi selalu begitulah," ujar Roy.

Roy meminta agar Jokowi menunjukkan Ijazahnya.

#ijazah #jokowi #roysuryo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696633/roy-suryo-tanggapi-pernyataan-jokowi-penumpang-gelap-di-balik-isu-ijazah
Transkrip
00:00Kenapa dia bilang penumpang gelap?
00:02Siapa yang penumpang gelap?
00:04Biasa kan, kalau dia kan memang selalu bilang gitu dulu bilang partai, ada orang.
00:10Tapi selalu begitu lah, kita tahu sendiri lah karakter dia, selalu hanya bisa bilang-bilang gitu.
00:16Tunjukkanlah ijazahnya dari dulu, kita minta tunjukkan ijazahnya ada gak pernah ditunjukkan.
00:20Gak usah bilang gelap lah, penumpangnya ini penumpang yang jelas.
00:23Kami adalah punya hak karena kami ini adalah rakyat, yang rakyat itu berhak juga untuk menuntut apa yang seharusnya dilakukan.
00:31Jangan kemudian katanya punya ijazah semacam ini yang dilegalisasi kayak gini, yang keluar cuma fotokopi-fotokopi kayak gini.
00:38Mana ijazah aslinya? Karena sampai dengan sidang dokter Tifa, sidang yang pembuktian keempat ya, itu pelapornya gak muncul.
00:46Kalau pelapornya gak muncul, itu pada kasus yang lain, Mbak bisa lihat pada kasus Nikita Mirzani, dia gak muncul pelapornya.
00:53Batal demi hukum, kok ini pelapornya gak muncul, didiamkan saja.
00:58Maka kita minta kepada pengadilan untuk segera hadirkan Jokowi di sidang yang terdekat ya, sidangnya dokter Tifa maupun sidang saya.
01:08Senin putusan selah, ya kita berdua saja kalau menurut saya dengan poin-poin yang sudah kami berikan.
01:14Jelas betul kalau itu cacat ya dakwahan dari Caksa itu.
01:18Satu, menghitung saja gak bisa.
01:20Katanya ada tujuh bukti, ternyata hanya ada enam.
01:23Kemudian pada detik terakhir masih ada renvoy.
01:25Renvoy itu koreksi.
01:27Katanya sudah sempurna, itu detik terakhir itu masih ada renvoy, kemudian direnvoy di depan.
01:31Apa gak malu kayak gitu?
01:32Kemudian ayat juga tidak direnvoy.
01:35Pasal, apa, di Undang-Undang ITE, pasal 32, itu kan harusnya ada ayatnya.
01:39Saya kebetulan ikut membuat Undang-Undang itu beda, ayat 1, ayat 2, ayat 3 itu artinya beda semua.
01:44Gak mungkin kita maling ayam, misalnya maling ayam, dituduh dengan misalnya merusak kandang.
01:49Itu beda pasalnya gitu loh.
01:51Dan itu pun salah, tidak jelas tuh soal ayat, perhitungan juga tidak ada.
01:56Kemudian juga ada beberapa hal yang itu meleset dari apa yang harusnya didakwakan.
02:00Ya berdua saja, moga-moga putusan selah itu akan menguntungkan bagi kami.
02:05Harapannya berarti menguntungkannya sejauh?
02:06Menguntungkannya ya bebas atau sama seperti yang pernah di alami lo Dr. Tifa.
02:11Tapi kalaupun ternyata kami sama seperti yang Dr. Tifa, kami tidak akan mau untuk kemudian langsung dikoreksi.
02:17Karena aturannya, jaksa itu dia bisa langsung mengkoreksi.
02:21Jaksa itu sebanding dulu, kekejaksaan tinggi dulu baru bisa dikoreksi.
02:25Kok tempat Dr. Tifa tiba-tiba bisa dikoreksi?
02:27Nah tapi di tempat saya memang gak bisa lagi dikoreksi.
02:30Karena sudah pernah diubah.
02:31Jadi dakwaan itu pernah diubah sekali, tidak ada perintah mengubah, tahu-tahu diubah.
02:36Di tempat kami untuk kemudian diserahkan.
02:39Ketika waktu itu masih digunakan dua rezim KUHAP dan dua rezim KUHAP.
02:44Saya kira itu.
02:46Terima kasih.
02:53Terima kasih.
02:58Terima kasih.
03:26Terima kasih.
03:33Terima kasih.
03:55Terima kasih.
03:58Terima kasih.
04:00Terima kasih.
04:13Terima kasih.
04:15Terima kasih.
04:21Terima kasih.
04:23Terima kasih.
04:39Terima kasih.
04:48Terima kasih.
04:54Terima kasih.
05:00Terima kasih.
05:03Terima kasih.
05:03Terima kasih.
05:05Terima kasih.
05:05Terima kasih.

Dianjurkan