Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BADUNG, KOMPAS.TV - Antrean warga untuk membeli bahan bakar minyak masih terjadi di banyak wilayah di Bali.

Di Badung, warga bahkan harus mengantre selama lima jam dengan jarak sejauh 3 kilometer dari SPBU.

Inilah antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU yang ada di Dalung, Badung, Bali pada Rabu (14/10/2026) pagi.

Untuk mengurai kemacetan, sejumlah personel Polsek Kuta Utara dan Polres Badung turut dikerahkan.

Pengendara motor bahkan telah mengantre sejak dini hari. Ironisnya, tidak sedikit dari pengendara yang telah mengantre lama, namun tak juga mendapat jatah BBM.

Di Gianyar, padatnya antrean BBM di SPBU membuat seorang warga pingsan diduga karena kelelahan.

Korban pun langsung dievakuasi ke ruangan khusus untuk mendapat penanganan.

Antrean panjang menuju SPBU memaksa warga bertahan di bawah teriknya sinar matahari.

Nasib serupa juga dirasakan warga di Jembrana, Bali. Salah satu warga pingsan saat mengantre BBM di salah satu SPBU.

Korban yang memiliki riwayat penyakit epilepsi tiba-tiba terjatuh dari motornya dan kejang sebelum akhirnya pingsan.

Korban diduga juga mengalami kelelahan karena telah mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan bensin.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) meminta maaf kepada masyarakat akibat terjadinya antrean BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Pertamina berjanji kondisi akan kembali normal dalam waktu dekat.

Simon Aloysius Mantiri menyebut penyebab utama terganggunya pasokan BBM, terutama jenis Pertalite dan Pertamax, lantaran adanya kendala bongkar BBM yang molor sekitar 16 jam.

Sejumlah langkah normalisasi juga terus dilakukan, salah satunya percepatan pendistribusian BBM ke masing-masing SPBU di Bali.

Baca Juga Penampakan Antrean BBM di Denpasar Bali hingga ke Badan Jalan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/695892/penampakan-antrean-bbm-di-denpasar-bali-hingga-ke-badan-jalan-kompas-siang

#bbm #bali #pertamina

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695976/antrean-bbm-di-bali-mengular-hingga-3-km-pertamina-minta-maaf-sapa-malam
Transkrip
00:00Bergeser ke topik lain, antrean warga membeli bahan bakar minyak masih terlihat di banyak wilayah di Bali.
00:06Di Badung, warga bahkan harus mengantre 5 jam dengan jarak sejauh 3 km dari SPBU.
00:15Anda sedang melihat antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU Dalung, Badung, Bali, Rabu Pagi.
00:23Untuk mengurai kemacetan, sejumlah personel dari Polsek Kuta Utara dan Polsek Badung diterjunkan.
00:30Pengendara motor bahkan sudah mengantre sejak dini hari.
00:33Ironisnya, tidak sedikit dari pengendara yang telah mengantre lama, tak juga mendapat jatah BBM.
00:49Nah, di Gianyar, padatnya antrean BBM di SPBU membuat seorang warga pingsan diduga karena kelelahan.
00:58Korban kemudian dibawa, devakuasi ke ruangan khusus untuk penanganan.
01:02Antrean panjang menuju SPBU memaksa warga bertahan di bawah terik matahari.
01:07Warga rela antre panjang dengan waktu yang lama demi memenuhi kebetuhan beraktifitas mulai dari bekerja, bersekolah hingga untuk berbelanja ke
01:16pasar.
01:27Cerita yang sama juga terlihat di Jemberana, Bali.
01:30Salah satu warga pingsan saat mengantre BBM di salah satu SPBU.
01:34Korban yang punya riwayat penyakit epilepsi tiba-tiba terjatuh dari motor, kemudian kejang sebelum akhirnya pingsan.
01:42Korban juga diduga mengalami kelelahan karena sudah mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan bensin.
01:48Petugas kesehatan dari Polres Jemberana langsung tiba di lokasi dan mengevakuasi korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.
01:55Antrean BBM di sejumlah SPBU juga membuat banyak warga kelelahan karena lamanya waktu antre.
02:04Di SPBU Sudirman ada tata sandu mengendara dan mengalami pingsan.
02:12Dimana setelah kami diajaki dan kami datangi, yang bersangkutan memang ada riwayat sebelumnya ada riwayat epilepsi.
02:22Direktur Utama PT Pertamina Persero meminta maaf kepada masyarakat imbas antrean panjang BBM jenis Pertalat dan Pertamax.
02:30Pertamina berjanji kondisi ini akan kembali normal dalam waktu dekat.
02:33Simon Aloysius Mentiri menyebut penyebab utama terganggunya pasokan BBM, terutama jenis Pertalat dan Pertamax, lantaran kendala bongkar BBM yang molor
02:42sekitar 16 jam.
02:44Sejumlah langkah normalisasi terus diupayakan. Salah satunya percepatan distribusi BBM ke setiap SPBU di Bali.
02:55Untuk kesekian kalinya juga saya menyampaikan perumuran maaf kepada warga masyarakat.
03:00Dan tentunya ketersepuluhan dari sebuah pihak, kami juga dari Pertamina Persero hadir bersama Pertamina Pantaniaga Dalam ini.
03:10Langkah-langkah yang sudah kita lakukan tadi sudah disampaikan Bapak Gubernur, sudah sangat lengkap.
03:15Yaitu pertama adalah tentunya peningkatan pasokan, pengiriman dari kapal-kapal yang sudah ada.
03:21Setelah agenda ini kami akan melakukan kunjungan ke tempat tanker-tanker kesandar.
03:28Yang kedua adalah percepatan untuk distribusi dari depot-depot menuju ke SPBU.
03:34Selain itu tentunya peningkatan pelayanan SPBU menjadi 24 jam.
03:41Tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung.

Dianjurkan