00:00Untuk Tanjung Kuting ini memang menjadi perhatian dunia Bapak, karena sampai saat ini, hari ini saja ada 247 wisatawan mancanegara
00:11Bapak yang ada di wilayah Tanjung Kuting.
00:14Sampai dengan saat ini, tahun ini sudah 66 ribu Bapak wisatawan mancanegara.
00:19Oleh karena itu memang kita harus fokus untuk memberantas kahutlah ini.
00:25Memang tidak semudah, yang kita bayangkan Bapak, saya sudah menunjuk beberapa anggota untuk meninjau lokasinya.
00:35Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak, sangat terpencar wilayahnya dan wilayahnya rawa.
00:43Kemudian bukan hanya orang hutan saja Bapak yang ada di dalam, itu masih banyak binatang-binatang buas Bapak.
00:52Termasuk buaya, itu juga masih ada, ular dan sebagainya.
00:56Oleh karena itu memang ini menjadi perhatian sendiri Bapak untuk masuk ke sana, itu harusnya hati-hati.
01:02Saya nanti memang sudah membuat tim, dari pagi sampai siang tadi kita rapat dengan BPPD, dengan Pemda, Polri.
01:11Kita membentuk tim betul-betul, sehingga nanti pada saat masuk ke sana itu betul-betul aman bagi anggota juga Bapak.
01:17Karena memang api yang ada di wilayah itu sangat terpencar dan jauh Bapak.
01:23Kemudian, izin melaporkan juga Bapak, kami hanya ada kekurangan satu Bapak.
01:30Karena memang mobil itu tidak bisa masuk, kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil Bapak.
01:38Karena yang sudah dibantu Bapak yang waktu yang lalu, itu sudah dipakai dan masih dipakai untuk pendinginan di beberapa tempat.
01:47Nah, untuk yang saat ini, kita masih kekurangan alkon saja Bapak.
01:51Untuk selang dan sebagainya itu masih cukup, hanya beberapa alkon saja.
01:55Tapi tadi juga saya doa koordinasi dengan Gubernur Kalteng, itu sudah lagi menyiapkan juga Bapak.
02:00Mudah-mudahan ini bisa cepat datang.
02:02Karena memang kadang-kadang alkon ini, alat pompa ini sangat terbatas di Kalimantan Bapak.
02:08Sehingga memang mesti didatangkan dari Jawa.
02:10Bapak, kok butuh?
02:12Mungkin kalau untuk mengatasi ini, sekitar 50 cukup Bapak.
02:16Karena memang yang penting itu alatnya ada, itu bisa cepat kita pakai, dan bisa kita cepat gunakan.
02:23Demikian juga dengan, karena memang daerahnya rawa, itu sulit kita membutuhkan tim bor air Bapak.
02:31Kita sudah ada tim bor air, tapi memang kita pakai juga di tempat-tempat lain, sehingga kami sudah bawa juga
02:38sekarang dua tim untuk bor air.
02:40Karena kalau daerah rawa seperti ini tidak terlalu sulit, hanya 10 sampai 15 meter untuk membor air,
02:47sehingga untuk bisa memadamkan segera api-api yang ada di berbagai wilayah tempat itu Bapak.
02:54Berapa kok butuh, pompa air?
02:56Ijin?
02:5850.
02:5950 cukup Bapak, karena di kalipan ini tim batas mungkin dari Jawa dikirim.
03:04Saya kirim 200.
03:05Siap, terima kasih Bapak.
03:07Terima kasih Bapak.
03:09Apalagi kok butuh.
03:10Sementara itu Bapak.
03:11Satu tim bor bisa kok bikin di situ.
03:15Pompanya kan dari kita.
03:17Timnya kan raya setempat kali ya.
03:20Nanti kita cari Bapak untuk timnya.
03:22Suatu lubang bor, berapa biaya untuk bayar upahnya?
03:29Kalau biaya itu di lokasi, di daerah sini kurang lebih 10 juta Bapak, per titik Bapak.
03:36Tapi ini kan...
03:3710 juta per titik?
03:39Siap.
03:40Oke.
03:42Saya kirim 2 miliar 200 titik.
03:46Siap.
03:47Ya.
03:48Siap Bapak, terima kasih Bapak.
03:49Ya.
03:50Tadi kita berdayakan juga masyarakat untuk bantu untuk membuat bor, bapak.
03:54Pencegahan.
03:56Siap.
03:57Saya minta segera diatasi.