00:00Konstitusi itu kan mengatur power relations, presiden seperti apa, lembaga negara yang lain seperti apa, negara seperti apa, rakyat seperti
00:10apa, stabilitas seperti apa, freedom seperti apa, and so on and so on.
00:14Itulah yang mengatur konstitusi, yang diatur dalam konstitusi.
00:18Jangan senang merusak melanggar konstitusi, karena itu buat kita adalah jangkar koridor tiang penyangga kehidupan bernegara.
00:28Oke, ke depan mari kita pastikan, kita meletakkan konstitusi seperti itu, sistem ketatanegaraan dan pemerintahan seperti itu.
00:39Berikutnya lagi, ekonomi dan kesejahteraan rakyat, ini masih masuk jalur menuju Indonesia emas begitu ya.
00:48Debatnya sebetulnya belum selesai, Indonesia itu menganut apa?
00:51Apa market ekonomi, titik, apa socialist ekonomi, atau command ekonomi, atau state control ekonomi, titik, atau mix varian, misalkan welfare
01:07state ekonomi, negara-negara Skandinavia.
01:10Itu pilihan semuanya, baca pasal 33 ayat 4 ada di situ.
01:19Itu sintesa pemikiran yang berlanjut selama puluhan tahun dan muncullah apa yang dirumuskan oleh kita semua melalui pasal 33 ayat
01:314 dalam Undang-Undang Dasar 1945
01:34yang sudah empat kali dilakukan perubahan.
01:37Saya pribadi pengalaman selama 10 tahun, yang paling tepat kita mengadopsi market rules, karena ekonomi akan efisien.
01:48Tapi pastikan ekonomi yang mengadopsi market system itu juga ekonomi yang adil, yang justis.
01:57Dan pastikan juga menjaga sustainability.
02:02Jadi my thesis, my mantra is sustainable growth with equity.
02:08Oke, yang pada masa saya memimpin, para guru besar masih ingat, para dosen, saya punya mantra, saya punya strategi pembangunan
02:18yang saya sebut dengan four track strategy.
02:22Yang pertama pro growth, yang kedua pro job, yang ketiga pro poverty reduction, dan yang keempat pro environment.
02:37Saya bukan hanya bicara Bapak Ibu, dulu pertumbuhan kita 4,3 persen, patuh sama memimpin, Alhamdulillah selama 10 tahun bertahan
02:496 persen.
02:52Itu growth, job, dulu pengangguran sekitar 11 persen, down to 5-6 persen, turun.
03:04Poverty, 17, sempat naik 19 persen, down to 10,5 persen.
03:12Kemudian environment yang tadinya deforestasi itu jutaan, drop hanya ratusan ribu.
03:18So, saya memenuhi janji saya, 10 tahun dengan konsentrasi kebijakan, kebersamaan di antara kita, maka pertumbuhan naik.
03:28termasuk GDP, perkapita income, APBN, unemployment drops, 10 juta menjadi middle class because we can, we could build more jobs
03:44in 10 years time.
03:45Kemudian, apa namanya, tadi poverty dan environment kita jaga seperti itu.
03:53So, ini semua menjelaskan bahwa kalau kita mengadopsi sistem yang tepat, kalau market yang sangat fundamental, kapitalism, itu punya dosa
04:08dan kesalahan.
04:09Iklim berubah karena kapitalism itu ragus.
04:13Jangan ragus.
04:14Dengan cara bagaimana negara punya peran yang pas.
04:17Kalau peran berlebihan jadi state control ekonomi, rontok.
04:22Negara-negara komunis dulu, China sekarang market ekonomi, Rusia market ekonomi, Vietnam market ekonomi, barangkali Korea Utara dan Kuba.
04:31Ya masih bertahan, tapi itu pun sudah mengalami permasalahan yang berat.
04:35Kita buktikan ada unsur market systemnya, ada unsur social justice-nya, itu Pancasila.
04:42Dan kemudian ada unsur sustainability-nya.
04:44Mudah-mudahan ini menjadi strategi pembangunan ke depan yang bisa kita jaga konsistensinya.
04:56Kemudian, pernah dengar America First?
04:59Pernah ya?
05:01Ya sebetulnya kalau ditanya Pak Prabowo-Pak Prabowo, saya Indonesia First.
05:06Tidak salah.
05:07Tanya Xi Jinping, sahabat saya, itu juga China First.
05:10Tanya Putin, sahabat aku, itu bilang di Russia First.
05:15Tidak salah sebetulnya.
05:17Tetapi, tetap ada kewajiban internasional kita, kewajiban bersama kita bikin dunia tidak makin buruk tapi makin baik.
05:27Jadi, Indonesia First bukan titik.
05:32Indonesia First, koma.
05:33dilengkapi dengan kewajiban internasional kita.
05:37Terima kasih.
05:37Terima kasih.