Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pentingnya menjaga konstitusi sebagai jangkar, koridor, dan tiang penyangga kehidupan bernegara.

Dalam pidatonya di Universitas Padjadjaran (Unpad), SBY menegaskan bahwa konstitusi mengatur hubungan kekuasaan presiden, lembaga negara, dan rakyat, sekaligus menjadi dasar untuk menjaga stabilitas serta kebebasan. Ia mengingatkan agar konstitusi tidak dilanggar atau dirusak.

Baca Juga SBY Soroti Sistem Demokrasi Indonesia, Lebih Baik daripada Otoritarianisme di https://www.kompas.tv/video/695903/sby-soroti-sistem-demokrasi-indonesia-lebih-baik-daripada-otoritarianisme

Selain konstitusi, SBY membahas arah pembangunan ekonomi Indonesia. Ia mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui keseimbangan mekanisme pasar, keadilan sosial, serta perlindungan lingkungan.

SBY juga menekankan bahwa prinsip Indonesia First perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab internasional untuk ikut menciptakan dunia yang lebih baik.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/695907/sby-ingatkan-jangan-melanggar-konstitusi-fondasi-kekuasaan-dan-kehidupan-bernegara
Transkrip
00:00Konstitusi itu kan mengatur power relations, presiden seperti apa, lembaga negara yang lain seperti apa, negara seperti apa, rakyat seperti
00:10apa, stabilitas seperti apa, freedom seperti apa, and so on and so on.
00:14Itulah yang mengatur konstitusi, yang diatur dalam konstitusi.
00:18Jangan senang merusak melanggar konstitusi, karena itu buat kita adalah jangkar koridor tiang penyangga kehidupan bernegara.
00:28Oke, ke depan mari kita pastikan, kita meletakkan konstitusi seperti itu, sistem ketatanegaraan dan pemerintahan seperti itu.
00:39Berikutnya lagi, ekonomi dan kesejahteraan rakyat, ini masih masuk jalur menuju Indonesia emas begitu ya.
00:48Debatnya sebetulnya belum selesai, Indonesia itu menganut apa?
00:51Apa market ekonomi, titik, apa socialist ekonomi, atau command ekonomi, atau state control ekonomi, titik, atau mix varian, misalkan welfare
01:07state ekonomi, negara-negara Skandinavia.
01:10Itu pilihan semuanya, baca pasal 33 ayat 4 ada di situ.
01:19Itu sintesa pemikiran yang berlanjut selama puluhan tahun dan muncullah apa yang dirumuskan oleh kita semua melalui pasal 33 ayat
01:314 dalam Undang-Undang Dasar 1945
01:34yang sudah empat kali dilakukan perubahan.
01:37Saya pribadi pengalaman selama 10 tahun, yang paling tepat kita mengadopsi market rules, karena ekonomi akan efisien.
01:48Tapi pastikan ekonomi yang mengadopsi market system itu juga ekonomi yang adil, yang justis.
01:57Dan pastikan juga menjaga sustainability.
02:02Jadi my thesis, my mantra is sustainable growth with equity.
02:08Oke, yang pada masa saya memimpin, para guru besar masih ingat, para dosen, saya punya mantra, saya punya strategi pembangunan
02:18yang saya sebut dengan four track strategy.
02:22Yang pertama pro growth, yang kedua pro job, yang ketiga pro poverty reduction, dan yang keempat pro environment.
02:37Saya bukan hanya bicara Bapak Ibu, dulu pertumbuhan kita 4,3 persen, patuh sama memimpin, Alhamdulillah selama 10 tahun bertahan
02:496 persen.
02:52Itu growth, job, dulu pengangguran sekitar 11 persen, down to 5-6 persen, turun.
03:04Poverty, 17, sempat naik 19 persen, down to 10,5 persen.
03:12Kemudian environment yang tadinya deforestasi itu jutaan, drop hanya ratusan ribu.
03:18So, saya memenuhi janji saya, 10 tahun dengan konsentrasi kebijakan, kebersamaan di antara kita, maka pertumbuhan naik.
03:28termasuk GDP, perkapita income, APBN, unemployment drops, 10 juta menjadi middle class because we can, we could build more jobs
03:44in 10 years time.
03:45Kemudian, apa namanya, tadi poverty dan environment kita jaga seperti itu.
03:53So, ini semua menjelaskan bahwa kalau kita mengadopsi sistem yang tepat, kalau market yang sangat fundamental, kapitalism, itu punya dosa
04:08dan kesalahan.
04:09Iklim berubah karena kapitalism itu ragus.
04:13Jangan ragus.
04:14Dengan cara bagaimana negara punya peran yang pas.
04:17Kalau peran berlebihan jadi state control ekonomi, rontok.
04:22Negara-negara komunis dulu, China sekarang market ekonomi, Rusia market ekonomi, Vietnam market ekonomi, barangkali Korea Utara dan Kuba.
04:31Ya masih bertahan, tapi itu pun sudah mengalami permasalahan yang berat.
04:35Kita buktikan ada unsur market systemnya, ada unsur social justice-nya, itu Pancasila.
04:42Dan kemudian ada unsur sustainability-nya.
04:44Mudah-mudahan ini menjadi strategi pembangunan ke depan yang bisa kita jaga konsistensinya.
04:56Kemudian, pernah dengar America First?
04:59Pernah ya?
05:01Ya sebetulnya kalau ditanya Pak Prabowo-Pak Prabowo, saya Indonesia First.
05:06Tidak salah.
05:07Tanya Xi Jinping, sahabat saya, itu juga China First.
05:10Tanya Putin, sahabat aku, itu bilang di Russia First.
05:15Tidak salah sebetulnya.
05:17Tetapi, tetap ada kewajiban internasional kita, kewajiban bersama kita bikin dunia tidak makin buruk tapi makin baik.
05:27Jadi, Indonesia First bukan titik.
05:32Indonesia First, koma.
05:33dilengkapi dengan kewajiban internasional kita.
05:37Terima kasih.
05:37Terima kasih.

Dianjurkan