Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MERAUKE, KOMPAS.TV - Kasus ISPA di Puskesmas Mopah Baru terus meningkat sejak bulan Juli hingga September 2026. Tercatat, jumlah kasus pada bulan September meningkat menjadi 431 kasus.

Peningkatan kasus ISPA masih terlihat dari tingginya pemeriksaan pasien ke Puskesmas Mopah Baru.

Kepala Puskesmas Mopah Baru, Severina Sri Haryuni, bilang data peningkatan kasus ISPA mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.

Jumlah kasus ISPA pada bulan Juli tercatat 338 kasus, Agustus 352 kasus, dan September meningkat menjadi 431 kasus.

Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak dan lansia.

Baca Juga Pemerintah Bantah Tolak Bantuan Malaysia Terkait Penanganan Karhutla: Masih Berproses di https://www.kompas.tv/nasional/695995/pemerintah-bantah-tolak-bantuan-malaysia-terkait-penanganan-karhutla-masih-berproses

Keluhan yang paling sering ditemukan pada pasien di antaranya batuk, pilek, mata merah dan berair, serta gangguan pada tenggorokan hingga suara menjadi serak.

Stasiun Meteorologi Mopah Merauke mendeteksi sebanyak 6.703 titik panas di empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan.

Kabupaten Merauke menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, dengan total 4.910 titik yang tersebar di 22 distrik.

Pantauan Stasiun Meteorologi Mopah Merauke, jumlah titik panas di Provinsi Papua Selatan pada Minggu, 11 Oktober, mencapai 6.703 titik.

Kabupaten Merauke menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 4.910 titik yang tersebar di 22 distrik.

Sebanyak 370 titik terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi, yang mengindikasikan adanya potensi karhutla di wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah dengan sebaran titik panas yang tinggi, serta tidak membakar sampah sembarangan.

Baca Juga Kemenko Polkam Bantah Tolak Tawaran Bantuan Malaysia untuk Padamkan Karhutla di https://www.kompas.tv/nasional/695988/kemenko-polkam-bantah-tolak-tawaran-bantuan-malaysia-untuk-padamkan-karhutla

#karhutla #ispa #merauke #titikpanas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696001/update-karhutla-di-merauke-bmkg-catat-penurunan-jumlah-titik-panas-dari-3-000-jadi-900-titik
Transkrip
00:23Puskesmas Mopah Baru
00:30Jumlah kasus ISPA pada bulan Juli tercatat 338 kasus, Agustus 352 kasus, dan September ini meningkat menjadi 431 kasus.
00:41Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak dan juga lansia.
00:46Keluhan yang paling sering ditemukan pada pasien diantaranya patuk, pilek, mata merah dan berair, serta gangguan pada tenggorokan hingga suara
00:53menjadi serak.
00:56Untuk abet kasus ISPA memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan, mencapai 30-40% ada untuk kasus ISPA.
01:06Itu peningkatannya dari bulan Juli itu sekitar 338, Agustus 352, dan di bulan September laporan yang kami tarik itu 431
01:16kasus.
01:19Stasiun Meteorologi Mopah Merauke mendeteksi 6.703 titik panas di 4 kabupaten di Provinsi Papua Selatan.
01:27Kabupaten Merauke jadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, dengan total 4.900 lebih titik yang tersebar di 22 distrik.
01:36Pantauan Stasiun Meteorologi Mopah Merauke jumlah titik panas di Provinsi Papua Selatan pada minggu 11 Oktober mencapai 6.000 lebih
01:45titik.
01:45Kabupaten Merauke jadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 4.900 lebih titik yang tersebar di 22 distrik.
01:54370 titik terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi yang mengindikasikan adanya potensi karhutlah di wilayah tersebut.
02:02Masyarakat diimbau mewaspani potensi karhutlah terutama di wilayah dengan sebaran titik panas yang tinggi, serta tidak membakar sampah sembarangan.
02:13Informasi terkininya soal kebakaran hutan dan juga lahan serta kabut asap dampak dari karhutlah di Merauke, kita tanyakan kepada jurnalis
02:21Kompas TV, sudah ada Syarif Jimmer.
02:24Selamat pagi Syarif, bisa Anda informasikan bagaimana situasi terkini di tempat Anda melaporkan soal kebakaran hutan dan juga lahan di
02:34Merauke, termasuk juga soal kabut asap di sana.
02:39Selamat pagi, baik Adistis, saat ini saya berada di Bandara Udara Mupa Merauke.
02:47Untuk udara di Merauke saat ini, kabut asap cenderung tipis sama dengan kemarin, bahwa dari data BMKG yang baru kami
02:56terima juga per hari ini,
02:58jika sebelumnya di hari selasa kemarin, data titik panas di Kabupaten Merauke mencapai 3.000 titik, namun pada data yang
03:08kami terima hari ini sudah turun menjadi 900 titik.
03:11Namun, pagi tadi juga kami baru saja menerima laporan dari warga terkait upaya pemadaman api di kebakaran lahan dan hutan
03:22di wilayah Kabupaten Muting,
03:23yang Kabupaten Muting ini memang juga menjadi salah satu, di distrik Muting maksud kami, distrik Muting ini juga menjadi salah
03:33satu wilayah dengan tingkat kebakaran hutan yang cukup tinggi di Kabupaten Merauke.
03:38Untuk data ISPA, yang di data ISPA saat ini di Kabupaten Merauke masih meningkat, itu data yang kami sempat kami
03:47berikan itu baru dari data salah satu puskesmas yang berada di wilayah kota.
03:51Belum, kami baru dijanjikan data ISPA untuk wilayah-wilayah pinggiran di wilayah Kabupaten Merauke per hari ini untuk kami update
04:00lagi ke puskesmas, adistik.
04:02Oke, jadi...
04:03Dan juga dapat kami...
04:04Ya?
04:05Ya, silahkan, Syarif.
04:07Dapat juga kami sampaikan bahwa adistik meskipun Merauke dengan jumlah titik panas terbanyak di Papua Selatan,
04:13Namun, dua Kabupaten Tertangga yang paling berdampak ya ini yakni di Kabupaten Mapi dan Kabupaten Bofendibul.
04:22Perkemarin saja, data di Kabupaten Mapi itu satu penerbangan lokal domestik dari Kabupaten Merauke menuju Senggo Kabupaten Mapi dibatalkan karena
04:35terhalang oleh kabut asap yang cukup tebal.
04:38Dan laporan yang kami terima hari ini sampai hari ini, kondisi cuaca di Kabupaten Mapi juga cukup tebal.
04:45Sementara di Kabupaten Bofendibul, adistik, kabut asap juga masih terasa bahkan pemerintah Kabupaten Bofendibul melakukan pembelajaran secara jauh, secara daring,
04:57hingga 21 Oktober 2026, adistik.
05:01Oke, jadi memang aktivitas terganggu mulai dari operasional bandara, karena memang jarak pandang yang terbatas, karena kabut asap, karhutlah, kemudian
05:11juga ada peningkatan ISPA di sana, termasuk juga pembelajaran jarak jauh.
05:16Nanti kita akan update bagaimana perkembangan dari sana.
05:19Terima kasih informasi Jurnalis Kompas TV, Syarif Jimar melaporkan langsung dari Merauke, Papua.
05:25Selamat bertugas kembali, tetap jaga kesehatan dan keselamatan.

Dianjurkan