00:23Puskesmas Mopah Baru
00:30Jumlah kasus ISPA pada bulan Juli tercatat 338 kasus, Agustus 352 kasus, dan September ini meningkat menjadi 431 kasus.
00:41Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak dan juga lansia.
00:46Keluhan yang paling sering ditemukan pada pasien diantaranya patuk, pilek, mata merah dan berair, serta gangguan pada tenggorokan hingga suara
00:53menjadi serak.
00:56Untuk abet kasus ISPA memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan, mencapai 30-40% ada untuk kasus ISPA.
01:06Itu peningkatannya dari bulan Juli itu sekitar 338, Agustus 352, dan di bulan September laporan yang kami tarik itu 431
01:16kasus.
01:19Stasiun Meteorologi Mopah Merauke mendeteksi 6.703 titik panas di 4 kabupaten di Provinsi Papua Selatan.
01:27Kabupaten Merauke jadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, dengan total 4.900 lebih titik yang tersebar di 22 distrik.
01:36Pantauan Stasiun Meteorologi Mopah Merauke jumlah titik panas di Provinsi Papua Selatan pada minggu 11 Oktober mencapai 6.000 lebih
01:45titik.
01:45Kabupaten Merauke jadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 4.900 lebih titik yang tersebar di 22 distrik.
01:54370 titik terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi yang mengindikasikan adanya potensi karhutlah di wilayah tersebut.
02:02Masyarakat diimbau mewaspani potensi karhutlah terutama di wilayah dengan sebaran titik panas yang tinggi, serta tidak membakar sampah sembarangan.
02:13Informasi terkininya soal kebakaran hutan dan juga lahan serta kabut asap dampak dari karhutlah di Merauke, kita tanyakan kepada jurnalis
02:21Kompas TV, sudah ada Syarif Jimmer.
02:24Selamat pagi Syarif, bisa Anda informasikan bagaimana situasi terkini di tempat Anda melaporkan soal kebakaran hutan dan juga lahan di
02:34Merauke, termasuk juga soal kabut asap di sana.
02:39Selamat pagi, baik Adistis, saat ini saya berada di Bandara Udara Mupa Merauke.
02:47Untuk udara di Merauke saat ini, kabut asap cenderung tipis sama dengan kemarin, bahwa dari data BMKG yang baru kami
02:56terima juga per hari ini,
02:58jika sebelumnya di hari selasa kemarin, data titik panas di Kabupaten Merauke mencapai 3.000 titik, namun pada data yang
03:08kami terima hari ini sudah turun menjadi 900 titik.
03:11Namun, pagi tadi juga kami baru saja menerima laporan dari warga terkait upaya pemadaman api di kebakaran lahan dan hutan
03:22di wilayah Kabupaten Muting,
03:23yang Kabupaten Muting ini memang juga menjadi salah satu, di distrik Muting maksud kami, distrik Muting ini juga menjadi salah
03:33satu wilayah dengan tingkat kebakaran hutan yang cukup tinggi di Kabupaten Merauke.
03:38Untuk data ISPA, yang di data ISPA saat ini di Kabupaten Merauke masih meningkat, itu data yang kami sempat kami
03:47berikan itu baru dari data salah satu puskesmas yang berada di wilayah kota.
03:51Belum, kami baru dijanjikan data ISPA untuk wilayah-wilayah pinggiran di wilayah Kabupaten Merauke per hari ini untuk kami update
04:00lagi ke puskesmas, adistik.
04:02Oke, jadi...
04:03Dan juga dapat kami...
04:04Ya?
04:05Ya, silahkan, Syarif.
04:07Dapat juga kami sampaikan bahwa adistik meskipun Merauke dengan jumlah titik panas terbanyak di Papua Selatan,
04:13Namun, dua Kabupaten Tertangga yang paling berdampak ya ini yakni di Kabupaten Mapi dan Kabupaten Bofendibul.
04:22Perkemarin saja, data di Kabupaten Mapi itu satu penerbangan lokal domestik dari Kabupaten Merauke menuju Senggo Kabupaten Mapi dibatalkan karena
04:35terhalang oleh kabut asap yang cukup tebal.
04:38Dan laporan yang kami terima hari ini sampai hari ini, kondisi cuaca di Kabupaten Mapi juga cukup tebal.
04:45Sementara di Kabupaten Bofendibul, adistik, kabut asap juga masih terasa bahkan pemerintah Kabupaten Bofendibul melakukan pembelajaran secara jauh, secara daring,
04:57hingga 21 Oktober 2026, adistik.
05:01Oke, jadi memang aktivitas terganggu mulai dari operasional bandara, karena memang jarak pandang yang terbatas, karena kabut asap, karhutlah, kemudian
05:11juga ada peningkatan ISPA di sana, termasuk juga pembelajaran jarak jauh.
05:16Nanti kita akan update bagaimana perkembangan dari sana.
05:19Terima kasih informasi Jurnalis Kompas TV, Syarif Jimar melaporkan langsung dari Merauke, Papua.
05:25Selamat bertugas kembali, tetap jaga kesehatan dan keselamatan.