00:00Intro
00:01Kembali kompas yang sodara kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah SPBU di Bali
00:06memicu antrean panjang kendaraan.
00:08Kondisi ini membuat masyarakat khawatir tidak dapat beraktivitas normal
00:13mulai dari sekolah hingga berangkat kerja.
00:18Antrean panjang kendaraan terlihat Rabu pagi di sejumlah pengisian
00:23stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Denpasar, Bali.
00:27Kondisi ini menimbulkan khawatiran masyarakat, terutama warga yang mengandalkan kendaraan pribadi
00:34untuk beraktivitas sehari-hari.
00:37Terpantau di SPBU Gatsu Tengah Denpasar,
00:40sejak pagi hari warga yang harus berangkat bekerja maupun ke sekolah terancam terlambat.
00:46Bahkan khawatir tidak dapat beraktivitas apabila tidak mendapatkan BBM.
00:54Pagi sih sekitar jam limaan saya udah disini sih dan antreannya emang udah banyak banget sampai belakang.
01:02Sekarang udah di jam sekitar setengah delapanan.
01:06Belum dapat juga?
01:07Belum dapat.
01:08Dibilangnya jam dua bensinnya baru datang, ini masih banyak juga antrean di belakang.
01:13Jadi kita mau kerja pun susah, mau beraktivitas pun susah karena BBM juga lagi susah sekarang.
01:22Gubernur Bali, Iwayang Koster mengakui jika proses pendistribusian BBM di Bali tidak berjalan baik.
01:30Ia berharap masyarakat Bali tidak panik baying.
01:33Saat ini pasokan BBM di Bali telah tersedia di depo dan tengah didistribusikan ke SPBU yang ada di Bali.
01:40Koster memberikan dalam waktu satu dua hari ke depan kondisi dipastikan akan normal.
01:50Mungkin karena warga itu takut kehabisan, rame-rame sekaligus.
01:57Sehingga supleinya ke SPBU itu habis karena kebanyakan warga yang mengisi penaraannya.
02:11Jadi tidak cukup, sehingga tidak balik. Itu kan butuh waktu.
02:14Ada imboan tak? Ada yang panik bayi mungkin?
02:17Sebenarnya tidak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup.
02:23Berarti di zaman tidak ada krisis sebenarnya Pak ya?
02:26Untuk Bali bisa pastikan, untuk terpanggung tidak.
02:30Informasi terkini soal antrean BBM di Denpasar, Bali.
02:33Kita bergabung dengan Junus Kompas TV, Desi Indah Lestari, dan Jurukamera Komang Suwarbawa.
02:39Desi, untuk saat ini bagaimana situasi antrean dan informasinya seperti apa?
02:44Bagi warga mengantri hingga berapa lama untuk mendapatkan BBM?
02:48Dan apakah ada informasi dari pihak Pertamina terkait dengan penyaluran BBM saat ini?
02:56Ya, selamat siang saudara-saudara Judo-Judo dan dapat saya laporkan dari kawasan Hayamuruk dan Pasar, Bali.
03:04Dan di sini meski sudah dilakukan percepatan pemulihan untuk BBM selama 24 jam,
03:10baik dari pemerintah Provinsi Bali maupun dari pihak Pertamina selama 24 jam ini terus ditambah pasokan BBM.
03:19Namun di hari kedua ini lagi-lagi antrean masih mengular.
03:24Meski tadi malam sempat operasional SPWU bahkan sampai 24 jam beroperasi selama persediaan masih ada,
03:33tetap dilakukan namun antrean masih mengular.
03:37Masyarakat itu mengular antrean dari 2 sampai 3 jam.
03:43Nah, untuk hari kedua ini sangat fantastis, saudara.
03:46Mereka mengantre warga untuk mendapatkan BBM baik motor maupun mobil,
03:51itu mereka mengantre sampai 5, bahkan sampai 7 jam.
03:57Mereka dari jam 5 pagi sudah datang ke SPWU dan mengantre sepanjang hingga 2 km berjalan sedikit-sedikit
04:05sehingga mendapatkan BBM baik itu Pertalait maupun Pertamat.
04:09Pertamat bahkan beberapa warga mengambil libur kerja untuk mendapatkan dan mengisi BBM.
04:17Saya sempat mewawancarai beberapa warga dan mereka memang bilang hari ini meliburkan diri
04:24atau meminta izin dan perusahaan mereka pun mengizinkan untuk antre BBM.
04:29Dan tadi juga terpantau antrean panjang ini membuat masyarakat susah untuk bergerak
04:35sehingga ada beberapa masyarakat yang dermawan untuk memberikan makan siang.
04:41Dan warga pun memang sempat terjadi lonjakan emosi saking lama dan panasnya Pulau Bali ini
04:49jadi ada agak sedikit kerigutan.
04:52Namun saat ini meski demikian mereka masih tetap mengantre
04:57karena rata-rata kendaraan baik motor maupun mobil mereka sudah kosong gitu BBM-nya.
05:03Juno?
05:05Ya, kita mati bahwa Pulau Bali merupakan salah satu destinasi wisata.
05:09Dan untuk saat ini seperti apa berdampaknya bagi para turis domestik maupun asing
05:15yang saat ini tengah berwisata di Pulau Bali terkait dengan distribusi SBBU
05:20ataupun BBM yang saat ini terjadi?
05:24Baik, untuk saya sendiri kemarin mengalami antrean untuk BBM hingga 4 jam
05:31itu dari jam 10 malam hingga jam 1 baru dapat BBM.
05:37Nah itu kita sempat bercerita kepada sesama pengantri
05:42dan dia ternyata memang supir atau driver dari wisatawan.
05:46Jadi mereka mengantisipasi dengan mengantre di malam hari
05:49sehingga pagi harinya tetap dapat mengantar wisatawan.
05:52Karena memang operasional yang diberikan Pertamina adalah 24 jam.
05:58Dan Pertamina dijadwalkan memang mendatangkan
06:01lebih dari 2,5 juta liter per talet secara bersalah dan bersahap
06:05pada 15, 16, dan 17 Oktober mendatang.
06:10Nah sementara itu tambahan 13 juta liter
06:13yang disalurkan pada 13 dan 17 Oktober mendatang.
06:19Meski demikian Pertamina pun meminta maaf
06:23Direktur Utama PT Pertamina Pertero
06:25meminta maaf kepada masyarakat buntut dari antrean ini.
06:29Dan berikut SOT-nya.
06:34Dalam distribusi energi
06:36kami terus melakukan upaya terbaik
06:39agar supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat
06:42dan juga
06:45tanpa untuk mencari pembendaran
06:47kami juga
06:48mohon maaf atas kejadian ini
06:51dan bisa saya sampaikan memang salah satu
06:55penyebab utama adalah
06:57salah satu tanpa ketika kemarin
07:00pada saat pintu
07:02di sejarah Skarbo itu mengalami
07:04kesulitan
07:05di
07:06engkernya, di jangkarnya.
07:08Sehingga
07:10timing atau
07:11rencana yang sudah kita persiapkan
07:13sekitar 6.30 pagi
07:16menunggu sampai perang lebih jam 10.00
07:18Untuk kesekian kalinya juga saya menyampaikan perumuran maaf
07:22kepada
07:22warga masyarakat
07:24dan tentunya
07:25atas kembangan dari sebuah pihak
07:27kami juga dari
07:28Pertamina Pertero hadir
07:29bersama
07:31Pertamina Pertaniaga dalam hal ini
07:33langkah-langkah yang sudah kita lakukan
07:35tadi sudah disampaikan Bapak Gubernur
07:37sudah sangat lengkap
07:39yaitu pertama adalah
07:40tentunya peningkatan pasokan
07:42pengiriman dari kapal-kapal yang sudah ada
07:44setelah
07:46agenda ini
07:47kami akan melakukan kunjungan ke
07:49tempat
07:50tanker-tanker kesandar
07:52yang kedua adalah
07:53percepatan untuk distribusi
07:55dari depot-depot menuju ke SBBU
07:58selain itu
07:59tentunya peningkatan
08:02pelayanan di SBBU
08:04menjadi 24 jam
08:05tadi sudah disampaikan
08:07untuk Denpasar dan
08:08Badung
08:09dan tentunya
08:11dalam
08:111-2 hari ke depan juga
08:14tambahan dan
08:15biaya
08:15dengan demikian
08:18kita juga
08:19tentunya menambah
08:20perkuatan
08:20operatur di
08:21lapangan SBB
08:24ya
08:25saudara
08:26kemudian
08:26pernyataan dan sekaligus
08:27permintaan maaf
08:28Direktur Utama
08:29Petra Mina Persero
08:31Simon Anan
08:32dan
08:32lagi ngantrenya ini ada juga
08:34kita lihat beberapa
08:35relawan yang membagikan air
08:37karena disini memang
08:38masyarakat tetap setia
08:40walau 6 jam
08:41mengantrek
08:42dari Denpasar Bali
08:43Desi Indah Lestari
08:44Komang Suar Bawa
08:45melaporkan
08:46kembali ke studio
08:47baik terima kasih
08:48atas laporan
08:48kap anda
08:49jurnus kompas TV
08:51Desi Indah Lestari
08:52dan juga juru kamera
08:53Komang Suar Bawa
08:54dari Denpasar Bali
08:55Terima kasih