Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Antrean bahan bakar minyak (BBM) di Denpasar, Bali, menjadi sorotan setelah warga terpaksa mengantre hingga ke badan jalan untuk mendapatkan bahan bakar pada Rabu (14/10/2026).

Kondisi sulitnya memperoleh BBM ini turut berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Bali.

Pertamina pun menyampaikan permohonan maaf dan berupaya mempercepat distribusi BBM.

Lantas, bagaimana kondisi terkini antrean di sejumlah SPBU di Denpasar, dan sejauh mana dampaknya terhadap aktivitas pariwisata di Bali?

#antrebbm #bbm #bali

Baca Juga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA di Merauke Terus Meningkat | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/695891/terdampak-asap-karhutla-kasus-ispa-di-merauke-terus-meningkat-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695892/penampakan-antrean-bbm-di-denpasar-bali-hingga-ke-badan-jalan-kompas-siang
Transkrip
00:00Intro
00:01Kembali kompas yang sodara kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah SPBU di Bali
00:06memicu antrean panjang kendaraan.
00:08Kondisi ini membuat masyarakat khawatir tidak dapat beraktivitas normal
00:13mulai dari sekolah hingga berangkat kerja.
00:18Antrean panjang kendaraan terlihat Rabu pagi di sejumlah pengisian
00:23stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Denpasar, Bali.
00:27Kondisi ini menimbulkan khawatiran masyarakat, terutama warga yang mengandalkan kendaraan pribadi
00:34untuk beraktivitas sehari-hari.
00:37Terpantau di SPBU Gatsu Tengah Denpasar,
00:40sejak pagi hari warga yang harus berangkat bekerja maupun ke sekolah terancam terlambat.
00:46Bahkan khawatir tidak dapat beraktivitas apabila tidak mendapatkan BBM.
00:54Pagi sih sekitar jam limaan saya udah disini sih dan antreannya emang udah banyak banget sampai belakang.
01:02Sekarang udah di jam sekitar setengah delapanan.
01:06Belum dapat juga?
01:07Belum dapat.
01:08Dibilangnya jam dua bensinnya baru datang, ini masih banyak juga antrean di belakang.
01:13Jadi kita mau kerja pun susah, mau beraktivitas pun susah karena BBM juga lagi susah sekarang.
01:22Gubernur Bali, Iwayang Koster mengakui jika proses pendistribusian BBM di Bali tidak berjalan baik.
01:30Ia berharap masyarakat Bali tidak panik baying.
01:33Saat ini pasokan BBM di Bali telah tersedia di depo dan tengah didistribusikan ke SPBU yang ada di Bali.
01:40Koster memberikan dalam waktu satu dua hari ke depan kondisi dipastikan akan normal.
01:50Mungkin karena warga itu takut kehabisan, rame-rame sekaligus.
01:57Sehingga supleinya ke SPBU itu habis karena kebanyakan warga yang mengisi penaraannya.
02:11Jadi tidak cukup, sehingga tidak balik. Itu kan butuh waktu.
02:14Ada imboan tak? Ada yang panik bayi mungkin?
02:17Sebenarnya tidak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup.
02:23Berarti di zaman tidak ada krisis sebenarnya Pak ya?
02:26Untuk Bali bisa pastikan, untuk terpanggung tidak.
02:30Informasi terkini soal antrean BBM di Denpasar, Bali.
02:33Kita bergabung dengan Junus Kompas TV, Desi Indah Lestari, dan Jurukamera Komang Suwarbawa.
02:39Desi, untuk saat ini bagaimana situasi antrean dan informasinya seperti apa?
02:44Bagi warga mengantri hingga berapa lama untuk mendapatkan BBM?
02:48Dan apakah ada informasi dari pihak Pertamina terkait dengan penyaluran BBM saat ini?
02:56Ya, selamat siang saudara-saudara Judo-Judo dan dapat saya laporkan dari kawasan Hayamuruk dan Pasar, Bali.
03:04Dan di sini meski sudah dilakukan percepatan pemulihan untuk BBM selama 24 jam,
03:10baik dari pemerintah Provinsi Bali maupun dari pihak Pertamina selama 24 jam ini terus ditambah pasokan BBM.
03:19Namun di hari kedua ini lagi-lagi antrean masih mengular.
03:24Meski tadi malam sempat operasional SPWU bahkan sampai 24 jam beroperasi selama persediaan masih ada,
03:33tetap dilakukan namun antrean masih mengular.
03:37Masyarakat itu mengular antrean dari 2 sampai 3 jam.
03:43Nah, untuk hari kedua ini sangat fantastis, saudara.
03:46Mereka mengantre warga untuk mendapatkan BBM baik motor maupun mobil,
03:51itu mereka mengantre sampai 5, bahkan sampai 7 jam.
03:57Mereka dari jam 5 pagi sudah datang ke SPWU dan mengantre sepanjang hingga 2 km berjalan sedikit-sedikit
04:05sehingga mendapatkan BBM baik itu Pertalait maupun Pertamat.
04:09Pertamat bahkan beberapa warga mengambil libur kerja untuk mendapatkan dan mengisi BBM.
04:17Saya sempat mewawancarai beberapa warga dan mereka memang bilang hari ini meliburkan diri
04:24atau meminta izin dan perusahaan mereka pun mengizinkan untuk antre BBM.
04:29Dan tadi juga terpantau antrean panjang ini membuat masyarakat susah untuk bergerak
04:35sehingga ada beberapa masyarakat yang dermawan untuk memberikan makan siang.
04:41Dan warga pun memang sempat terjadi lonjakan emosi saking lama dan panasnya Pulau Bali ini
04:49jadi ada agak sedikit kerigutan.
04:52Namun saat ini meski demikian mereka masih tetap mengantre
04:57karena rata-rata kendaraan baik motor maupun mobil mereka sudah kosong gitu BBM-nya.
05:03Juno?
05:05Ya, kita mati bahwa Pulau Bali merupakan salah satu destinasi wisata.
05:09Dan untuk saat ini seperti apa berdampaknya bagi para turis domestik maupun asing
05:15yang saat ini tengah berwisata di Pulau Bali terkait dengan distribusi SBBU
05:20ataupun BBM yang saat ini terjadi?
05:24Baik, untuk saya sendiri kemarin mengalami antrean untuk BBM hingga 4 jam
05:31itu dari jam 10 malam hingga jam 1 baru dapat BBM.
05:37Nah itu kita sempat bercerita kepada sesama pengantri
05:42dan dia ternyata memang supir atau driver dari wisatawan.
05:46Jadi mereka mengantisipasi dengan mengantre di malam hari
05:49sehingga pagi harinya tetap dapat mengantar wisatawan.
05:52Karena memang operasional yang diberikan Pertamina adalah 24 jam.
05:58Dan Pertamina dijadwalkan memang mendatangkan
06:01lebih dari 2,5 juta liter per talet secara bersalah dan bersahap
06:05pada 15, 16, dan 17 Oktober mendatang.
06:10Nah sementara itu tambahan 13 juta liter
06:13yang disalurkan pada 13 dan 17 Oktober mendatang.
06:19Meski demikian Pertamina pun meminta maaf
06:23Direktur Utama PT Pertamina Pertero
06:25meminta maaf kepada masyarakat buntut dari antrean ini.
06:29Dan berikut SOT-nya.
06:34Dalam distribusi energi
06:36kami terus melakukan upaya terbaik
06:39agar supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat
06:42dan juga
06:45tanpa untuk mencari pembendaran
06:47kami juga
06:48mohon maaf atas kejadian ini
06:51dan bisa saya sampaikan memang salah satu
06:55penyebab utama adalah
06:57salah satu tanpa ketika kemarin
07:00pada saat pintu
07:02di sejarah Skarbo itu mengalami
07:04kesulitan
07:05di
07:06engkernya, di jangkarnya.
07:08Sehingga
07:10timing atau
07:11rencana yang sudah kita persiapkan
07:13sekitar 6.30 pagi
07:16menunggu sampai perang lebih jam 10.00
07:18Untuk kesekian kalinya juga saya menyampaikan perumuran maaf
07:22kepada
07:22warga masyarakat
07:24dan tentunya
07:25atas kembangan dari sebuah pihak
07:27kami juga dari
07:28Pertamina Pertero hadir
07:29bersama
07:31Pertamina Pertaniaga dalam hal ini
07:33langkah-langkah yang sudah kita lakukan
07:35tadi sudah disampaikan Bapak Gubernur
07:37sudah sangat lengkap
07:39yaitu pertama adalah
07:40tentunya peningkatan pasokan
07:42pengiriman dari kapal-kapal yang sudah ada
07:44setelah
07:46agenda ini
07:47kami akan melakukan kunjungan ke
07:49tempat
07:50tanker-tanker kesandar
07:52yang kedua adalah
07:53percepatan untuk distribusi
07:55dari depot-depot menuju ke SBBU
07:58selain itu
07:59tentunya peningkatan
08:02pelayanan di SBBU
08:04menjadi 24 jam
08:05tadi sudah disampaikan
08:07untuk Denpasar dan
08:08Badung
08:09dan tentunya
08:11dalam
08:111-2 hari ke depan juga
08:14tambahan dan
08:15biaya
08:15dengan demikian
08:18kita juga
08:19tentunya menambah
08:20perkuatan
08:20operatur di
08:21lapangan SBB
08:24ya
08:25saudara
08:26kemudian
08:26pernyataan dan sekaligus
08:27permintaan maaf
08:28Direktur Utama
08:29Petra Mina Persero
08:31Simon Anan
08:32dan
08:32lagi ngantrenya ini ada juga
08:34kita lihat beberapa
08:35relawan yang membagikan air
08:37karena disini memang
08:38masyarakat tetap setia
08:40walau 6 jam
08:41mengantrek
08:42dari Denpasar Bali
08:43Desi Indah Lestari
08:44Komang Suar Bawa
08:45melaporkan
08:46kembali ke studio
08:47baik terima kasih
08:48atas laporan
08:48kap anda
08:49jurnus kompas TV
08:51Desi Indah Lestari
08:52dan juga juru kamera
08:53Komang Suar Bawa
08:54dari Denpasar Bali
08:55Terima kasih

Dianjurkan