00:00Dari ratusan ribu, berapa minggu lalu kita sekarang di bawah seribu,
00:04saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa.
00:15Yang terhormat Bapak Presiden, pada hari ini, Senin 12 Oktober 2006,
00:20telah hadir mendampingi Bapak Presiden, Bapak Menko Polkam, Bapak Menko PMK,
00:24Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kapolri,
00:26dan turut hadir melalui videokonference Kepala BMPB, BMKG, Kepala Staf Angkatan, Menteri Dalam Negeri,
00:35kemudian Gubernur Pangdam dan Kapolda dari Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.
00:41Dan nantinya kita akan fokus di dua provinsi tersebut,
00:45dan nanti akan dijelaskan secara umum oleh Kepala BMPB.
00:49Lanjutnya dimohon Bapak Presiden memberikan pengantar awal. Terima kasih.
00:54Terima kasih, Saudara-saudara.
00:55Saya kira langsung saja, kalau bisa saya dapat update,
01:00saya dapat perkembangan situasi terakhir.
01:04Mungkin dari Kepala BMPB kalau, ya.
01:08Siap.
01:09Silahkan.
01:10Siap, Bapak Presiden.
01:11Kami izin melaporkan update kondisi per hari ini,
01:17Senin 12 Oktober 2026 sebagai berikut.
01:20Untuk Provinsi Prioritas Lahan Gambut,
01:24ada di enam provinsi, Bapak Presiden, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan,
01:29Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Rio.
01:32Untuk hari ini, yang terbakar, yang masih ditangani oleh Satgas di lapangan,
01:43jumlahnya adalah 639,23 hektare.
01:48Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah.
01:51Kenapa paling besar?
01:54Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Kuting,
02:02Kabupaten Kota Waringin Barat dan Seruian.
02:07Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana.
02:14Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral,
02:18tetapi ini menjadi pekerjaan yang segera harus kamu lakukan.
02:22Pangdem Kalimantan Tengah juga sudah memimpin langsung di lapangan per hari ini.
02:28Kemudian ada penambahan pasukan dan peralatan Satgas Darat.
02:34Sementara untuk Satgas Udara, kami sudah coba bergerak baik dari Palangkaraya, Cilikriwut,
02:43maupun dari Samsudinur, Banjarmasin, sementara belum tembus,
02:47karena visibility yang sangat tebal.
02:51Dan di Kalimantan Tengah ini, operasi-operasi udara,
02:56baik heli-water bombing, operasi modifikasi cuacam,
03:02maupun pesawat komersial,
03:04sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah.
03:08Sehingga kesimpulannya, Pak Presiden,
03:10yang pertama sampai dengan tanggal 12 Oktober 2026,
03:16masih ada dua provinsi yang cukup berat,
03:19ini Pak Presiden, yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
03:23Kemudian untuk yang di tempat-tempat lain,
03:27ini juga masih ada kebakaran,
03:29tapi lebih mudah dipadamkan.
03:32Kami juga tetap mengerahkan heli-water bombing
03:35untuk tempat-tempat yang susah dijangkau,
03:38sebagai contoh, Taman National Way Kambas,
03:41Tanjung Kuting di Pangkalan Bun,
03:44dan Halmahera Timur di Maluku Utara.
03:47Kemudian juga untuk di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan,
03:51ini tetap kami masih menitikberatkan pada operasi darat,
03:54karena Kalimantan Tengah khususnya,
03:57tadi kami laporkan bahwa
03:59untuk heli-water bombing ini sudah hampir seminggu lebih
04:02tidak bisa terbang karena tidak visibility rendah.
04:07Untuk Sumatera Selatan baru hari ini bisa terbang,
04:10dan nanti kami akan padukan dengan operasi modifikasi cuaca,
04:14kami tambah armadanya, Kalimantan Tengah menggunakan 4 pesawat,
04:18dan Sumatera Selatan menggunakan 2 pesawat dari Pangkal Pinang.
04:24Kami tetap akan bekerja keras,
04:26sekuat tenaga, mengarahkan segala kemampuan,
04:28paling tidak di bulan Oktober ini,
04:31mudah-mudahan nanti begitu prediksi BMKG
04:34sudah mulai turun hujan alami
04:36di pertengahan Oktober sampai dengan November,
04:40dan selanjutnya setelah musim hujan turun,
04:42tentu saja kondisi karhutlah akan lebih baik.
04:46Tapi sebelum itu kami siap untuk bekerja keras,
04:50mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki.
04:53Mungkin itu Bapak Presiden yang bisa kami laporkan.
04:55Selanjutnya mohon petunjuk.
04:58Kepala BIN Pahib, saya mau rekonfirmasi.
05:01Jadi kondisi sekarang,
05:06total di 6 provinsi yang masih harus dipadamkan,
05:16berarti masih terbakar,
05:19adalah 639,23 hektare.
05:23Apa benar itu?
05:24Betul Bapak Presiden.
05:26Tadinya saya mengira masih ratusan ribu,
05:28masih puluhan ribu,
05:29ternyata sudah jauh ya.
05:34Karena itu,
05:37tolong sampaikan ke Menpan RB,
05:42kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan,
05:48itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita.
05:53Iya, iya, oke.
05:55Oh dari Kemenhut yang hanya 20 ribu se...
05:59Ya kalau enggak ya minta dilatih lah oleh polisi atau oleh tentara.
06:03Namanya aja polisi hutan.
06:06Iya kan?
06:07Kapolri nanti bisa bantu ya, didik polisi hutan ya.
06:10Iya.
06:11Alam kita berat,
06:13tapi dari ratusan ribu,
06:15berapa minggu lalu kita sekarang dibawa seribu.
06:18Saya kira ini kalau enggak,
06:19kita turun tangan secara besar-besaran,
06:21enggak bisa.
06:23Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan.
06:27Tanjung,
06:28Taman Nasional Tanjung Puting
06:30menjadi perhatian karena itu Taman Nasional.
06:33Saya ucapkan terima kasih atas juri payah saudara-saudara,
06:37para panglima,
06:39para kapal kapolda,
06:41ya para pejabat di daerah-daerah.
06:45Ya masalah asap,
06:46nanti kita minta masukkan para profesor kita,
06:50bagaimana tapi saya kira memang benar ujungnya ya hanya hujan air ya.
06:57Tapi kita dengan strategi yang kita telah bahas,
07:01waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus,
07:06ya para pekar,
07:07profesor-profesor itu dan
07:08mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri,
07:12bahwa langkah nanti yang paling utama adalah
07:17pencegahan,
07:17presisi,
07:19mitigasi di tingkat paling bawah,
07:21di tingkat desa.
07:24Saya kira itu dari saya, terima kasih.
07:27Selamat sore.
07:29Ya, ada Pangdam yang mau laporan.
07:32Ya, izin Bapak.
07:33Dari Pangdam,
07:33saya menemukan Bapak.
07:34Bapak izin menyampaikan Bapak,
07:37seperti yang tadi Bapak sampaikan,
07:38untuk Tanjung Puting ini memang menjadi perhatian dunia Bapak,
07:43karena sampai saat ini,
07:45hari ini saja,
07:46ada 247 wisatawan mancanegara Bapak,
07:50yang ada di wilayah Tanjung Puting.
07:52Sampai dengan saat ini,
07:54tahun ini sudah 66 ribu Bapak,
07:57wisatawan mancanegara.
07:58Oleh karena itu memang kita harus fokus
07:59untuk memberantas
08:03kahutlah ini,
08:04memang tidak semudah
08:06yang kita bayangkan Bapak,
08:08saya sudah menunjuk beberapa anggota
08:11untuk meninjau lokasinya.
08:13Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak.
08:16Sangat terpencar wilayahnya,
08:18dan wilayahnya rawa.
08:21Kemudian,
08:22bukan hanya orang hutan saja Bapak,
08:25yang ada di dalam,
08:27itu masih banyak binatang-binatang buas Bapak.
08:30Termasuk buaya,
08:32itu juga masih ada,
08:33ular dan sebagainya.
08:34Oleh karena itu memang,
08:35ini menjadi perhatian sendiri Bapak,
08:38untuk masuk ke sana,
08:39itu harusnya hati-hati.
08:41Saya nanti memang sudah membuat tim,
08:43dari pagi sampai siang tadi,
08:45kita rapat dengan BPPD,
08:47dengan Pemda,
08:49Polri,
08:50kita membentuk tim betul-betul,
08:51sehingga nanti pada saat masuk ke sana,
08:54itu betul-betul aman bagi anggota juga Bapak.
08:56karena memang api yang ada di wilayah itu sangat terpencar dan jauh Bapak.
09:01kemudian,
09:03kemudian,
09:03ijem melaporkan juga Bapak,
09:05kami hanya ada kekurangan satu Bapak,
09:09karena memang mobil itu tidak bisa masuk,
09:11kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil Bapak.
09:17Karena yang sudah dibantu Bapak yang waktu yang lalu,
09:20itu sudah dipakai,
09:21dan masih dipakai,
09:22untuk pendinginan di beberapa tempat.
09:25Nah,
09:26untuk yang saat ini,
09:27kita masih kekurangan alkon saja Bapak.
09:30Untuk selang dan sebagainya itu masih cukup,
09:32hanya beberapa alkon saja,
09:34tapi tadi juga saya doa koordinasi dengan Gubernur Kalteng,
09:37itu sudah lagi menyiapkan juga Bapak,
09:39mudah-mudahan ini bisa cepat datang,
09:41karena memang kadang-kadang alkon ini,
09:43alat pompa ini sangat terbatas di Kalimantan Bapak.
09:46Sehingga memang mesti didatangkan dari Jawa.
09:48Bapak, kok butuh?
09:50Mungkin kalau untuk mengatasi ini,
09:53sekitar 50 cukup Bapak,
09:55karena memang yang penting itu alatnya ada,
09:58itu bisa cepat kita pakai,
09:59dan bisa kita cepat gunakan.
10:01Demikian juga dengan,
10:03karena memang daerahnya rawa,
10:05itu sulit kita membutuhkan tim bor air Bapak.
10:10Kita sudah ada tim bor air,
10:12tapi memang kita pakai juga di tempat-tempat lain,
10:14sehingga kami sudah bawa juga sekarang,
10:17buat tim untuk bor air,
10:19karena kalau daerah rawa seperti ini,
10:21tidak terlalu sulit,
10:22hanya 10 sampai 15 meter,
10:24untuk membor air,
10:25sehingga untuk bisa memadamkan segera,
10:28api-api yang ada di berbagai wilayah tempat itu Bapak.
10:32Berapa kau butuh kompa air?
10:35Izin?
10:3650.
10:3750 cukup Bapak.
10:39Karena jika dipanen di batas,
10:41mungkin dari Jawa dikirim.
10:42Saya kirim 200.
10:44Siap, terima kasih Bapak.
10:46Terima kasih Bapak.
10:47Apalagi kau butuh.
10:49Sementara itu Bapak.
10:50Satu tim bor bisa kau bikin di situ.
10:53Pompanya kan dari kita.
10:55Timnya kan raya setempat kali ya.
10:58Nanti kita cari Bapak untuk timnya.
11:00Satu lubang bor berapa biaya untuk bayar upahnya?
11:08Kalau biaya itu di lokasi,
11:11di daerah sini kurang lebih 10 juta Bapak per titik Bapak.
11:14Tapi ini kan...
11:1610 juta per titik?
11:18Siap.
11:18Oke.
11:20Saya kirim 2 miliar 200 titik.
11:24Siap.
11:25Ya.
11:26Siap Bapak, terima kasih Bapak.
11:28Tadi kita berdayakan juga masyarakat
11:30untuk bantu untuk membuat bor berapa biaya itu Bapak.
11:33Pencegahan.
11:34Siap.
11:35Saya minta segera diatasi.
11:40Bagaimana visibility di atas
11:42Taman Nasional Tanjung Puting?
11:44Sampai saat ini,
11:46tadi dengan dan lanut dilaporkan
11:48kurang lebih 500 meter Bapak visibility.
11:51Sehingga memang kalau memang bisa Bapak
11:54dengan teknik AU,
11:55kalau bisa dikerahkan untuk waterbombing.
11:59Karena memang kalau dari swasta Bapak,
12:01dia standarnya 5000 meter untuk visibility.
12:04Kemarin di Karsel itu 3000 dari angkatan udara atau penerbat
12:09itu berani untuk menerbangkan waterbombing
12:13di atas 3000 meter Bapak.
12:18Baik.
12:19Oke.
12:20Nanti kita konsolidasi ya.
12:22TNI ya.
12:23Polri ya.
12:24Konsolidasi penerbang-penerbang.
12:27Baik.
12:29Nanti Kapolri akan menjelaskan,
12:31tapi saya kira enggak usah,
12:33enggak usah terlalu terbuka, ya.
12:36Nanti menjelaskan secara terbatas
12:40kepada kami saja.
12:43Baik.
12:44Kalau begitu, terima kasih semuanya.
12:45Sudah-sudah sekalian.
12:47Ya, terima kasih.
12:48Selamat bekerja, selamat berjuang.
12:50Dan kalau ada kebutuhan,
12:53kalau ada keperluan,
12:54apa yang kau butuh,
12:55sampaikan, ya.
12:57Ini prioritas sangat utama bagi kita.
13:01Kita harus segera atasi ini.
13:04Dan kita harus mencegah ke depan.
13:08Nanti kampanye kita,
13:10strategi kita,
13:11harus masif, komprehensif,
13:14menyeluruh dan bersifat pencegahan.
13:22Cara baru nonton di Smart TV.
13:25Nonton live streaming
13:26dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
13:28langsung dari Smart TV kamu.
13:31Cara installnya,
13:32buka Google Play Store di Smart TV kamu.
13:35Cari Kompas TV melalui pencarian.
13:38Pilih aplikasi, lalu install.
13:40Selesai,
13:41kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
13:45Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
13:49Terima kasih.
13:51Terima kasih.
13:51Terima kasih.
13:51Terima kasih.