Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuat warga yang bekerja di luar ruangan mulai merasakan sesak napas.

Aktivitas di luar ruangan mengancam kesehatan warga. Namun, tidak semua warga bisa berlindung di dalam rumah. Mereka tetap harus beraktivitas di tengah paparan asap yang mengancam kesehatan.

Badariah dan Joni, dua petugas kebersihan Pemerintah Kota Palangka Raya, terpaksa menghirup asap pekat karhutla setiap hari. Meski mulai mengeluhkan sesak napas dan sakit kepala, mereka tetap bekerja demi mencari nafkah.

Tak hanya petugas kebersihan, Ardi, seorang pengemudi ojek online, juga mulai merasakan sesak napas. Setelah tiga bulan dikepung asap, ia meminta pemerintah memberikan solusi nyata untuk mengatasi karhutla yang kian mengancam.

Hingga Senin (12/10/2026) pukul 20.00, data Indeks Standar Pencemar Udara dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara di Kota Palangka Raya berada dalam kategori berbahaya.

Gerak cepat untuk mengatasi karhutla dinantikan demi keselamatan warga.

#karhutla #kabutasap #pekerja #kalimantan

Baca Juga Kabut Asap Karhutla Ganggu Kesehatan dan Pemandangan Turis di Singapura | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/695634/kabut-asap-karhutla-ganggu-kesehatan-dan-pemandangan-turis-di-singapura-kompas-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695645/kabut-asap-karhutla-di-palangka-raya-bahaya-petugas-kebersihan-dan-ojol-tetap-bekerja-kompas-pagi
Transkrip
00:00Saudara asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan melimuti kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
00:06Pakatnya asap membuat warga yang bekerja di luar ruangan mulai merasakan sesak nafas.
00:15Benapas sesak, kepala sakit, ya efeknya itu memang gak sehat lah rasanya.
00:23Oke, gimana lagi kalau kita yang kerja di lapangan, mau gak mau harus tetap kerja di lapangan karena untuk sesuap
00:30nasi kan.
00:33Asap pekat akibat karhutlah mengepung kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
00:39Aktivitas di luar ruangan pun mengancam kesehatan warga.
00:42Namun, tak semua warga bisa berlindung di dalam rumah dari pekatnya asap.
00:47Warga tetap harus beraktivitas di tengah paperan asap yang mengancam kesehatan.
00:53Badariah dan Joni, dua petugas kebersihan Pemkot Palangkaraya, terpaksa menghirup asap pekat karhutlah setiap hari.
01:01Meski mulai mengeluh sesak dan sakit kepala, mereka tetap bekerja demi mengais rezeki.
01:07Berasa aku tuh lah, yang pertama tuh, benapas sesak, kepala sakit.
01:13Ya efeknya tuh memang gak sehat lah rasanya.
01:16Nah, Agustus lah aku merasa tuh.
01:18Mungkin yang dulu-dulunya kada terasa lagi, mungkin kelamaan rasanya tuh.
01:22Gimana lagi kalau kita yang kerja di lapangan, mau gak mau harus tetap kerja di lapangan karena untuk sesuap nasi
01:29kan.
01:30Kita gak kerja kan gak makan.
01:32Kalau yang untuk kerja di lapangan memang harus, mau gak mau kita harus kuat mental, kuat fisik.
01:39Tak hanya petugas kebersihan.
01:41Ardi, seorang pengemudi ojek online di Palangkaraya, mulai merasakan sesak napas.
01:48Tiga bulan, terkepung asap.
01:50Ia menjerit meminta pemerintah beri solusi nyata mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang kian mengancam.
01:57Ini sih sesak sih di dada, berat juga kalau mau yang gimana-gimana kita beraktifitas itu.
02:04Kayak gimana ya rasanya itu sesak banget sih.
02:07Kalau untuk pernapasan itu tuh kurang ini, kurang lega gitu.
02:12Olehnya kan kita gak ada oksigen juga apa segala macam.
02:15Semoga cepat ini aja sih mas, cepat selesai aja sih kabut asap ini.
02:20Soalnya kita udah tiga bulan, empat bulan ini ngerasain kayak gini.
02:22Gak ada ininya juga solusi yang bagus gitu.
02:26Hingga Senin 12 Oktober 2026, pukul 8 malam,
02:31data indeks standar pencemaran udara dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan
02:35udara di kota Palangkaraya termasuk dalam kategori berbahaya.
02:40Gerak cepat atas sikar hutlah dinanti demi keselamatan warga.
02:46Tim Liputan Kompas TV, Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Dianjurkan