00:00Kalau kita lihat bagian berikutnya adalah kondisi perekonomian.
00:05Teman-teman semua, teman-teman media semua, prospek ekonomi global ini masih dibayangi oleh perkembangan geopolitik.
00:13Bukan hanya soal Amerika dengan Iran, tapi di sebelah bawah itu kemarin NATO, Rusia juga muncul cerita-ceritanya.
00:21Ini semua berakibat kepada indikator volatilitas itu yang ada di tengah itu meningkat indikator volatilitasnya.
00:31Volatilitas dalam konteks pasar obligasi, volatilitas dalam konteks itu dirty tanker index yang di bawah itu juga tiba-tiba dia
00:41meningkat.
00:42Yang menunjukkan bahwa volatilitas trade uncertainty itu meningkat.
00:47Nah ini membuat, yang sebelah kanan, lembaga-lembaga internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan global lebih rendah.
00:55Pertumbuhan global 2026 ini diproyeksikan lebih rendah daripada pertumbuhan tahun 2025.
01:042026nya turun katanya.
01:06Nah ini tentu akan memiliki implikasi kepada pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi negara maju maupun negara berkembang.
01:15Bukan hanya kepada pertumbuhan ekonomi efeknya, tapi juga kepada harga-harga komoditas.
01:21Harga komoditas kalau kita lihat brand itu sebelah kiri atas 102, tapi hari-hari ini kita sudah melihat angka 105.
01:29Dan ini semua pasti akan ada implikasi kepada APBN kita.
01:34Implikasi kepada pendapatan, implikasi kepada ganja dan seterusnya.
01:39CPO kita lihat trendnya agak mengalami penurunan di 2026 ini selama beberapa bulan.
01:48Nickel juga seperti itu.
01:49Batubara sekitar 149,3 dolar per ton.
01:54Di tingkat itu emas, emas bisa dilihat ya.
01:58Karena ini nanti penting kalau kita bicara inflasi.
02:01Lihat trend emas ini, sejak sekitar bulan Juli, Agustus ya.
02:10Juli, Agustus itu mengalami trend agak turun dia.
02:13Bahkan sebenarnya turunnya dari sejak Maret.
02:15Dari sejak Maret itu dia turun, terus meskipun ada periode naik tapi dia agak turun.
02:20Ini nanti penting karena saya ingin menunjukkan angka inflasi yang ada aspek emasnya.
02:26Tembaga juga seperti itu.
02:28Lalu kemudian, meskipun dengan kondisi global yang seperti tadi, harga komoditasnya fluktuatif,
02:35kita harus bersyukur bahwa Indonesia itu resiliensinya tinggi.
02:40Pertumbuhan kita masih baik, 5,4.
02:43Kita menunggu sekarang nih, kita menunggu BPS sedang melakukan perhitungan atas pertumbuhan Q3.
02:51Jadi kita tunggu aja berapa Q3-nya.
02:54Namun kita tahu bahwa beberapa guncangan global, kalau kita rekap, kita taruh,
03:00tentu resiko-resiko ini harus kita kenali, kita identifikasi, kita recognize,
03:05tapi kemudian kita mitigasi, kita response.
03:09Apa saja resiko, berapa Q3-nya.
03:22Apa saja resiko guncangan global, harga minyak kembali naik.
03:31Suku bunga sepertinya akan higher for longer.
03:34Saya akan tunjukkan juga gambar suku bunga Amerika nanti di slide yang berikut.
03:40Higher for longer.
03:41Bank sentral utama, The Fed, ECB, BOJ, sudah mulai menetapkan kebijakan moneter yang kemudian meningkatkan suku bunga.
03:50Akibatnya apa?
03:51Yield obligasi meningkat di dunia.
03:54Dan di saat yang bersama, penguatan US dollar akan menjadi situasi yang harus kita hadapi.
04:00Namun kondisi ekonomi Indonesia solid, pertumbuhannya baik.
04:05Semester 1, 2026, kita tahu ketumbuh di 5,45 persen.
04:12Dan di slide yang berikut, kita tahu juga bahwa sektor manufaktur kita,
04:17kalau kita lihat manufaktur global menyelanjutkan ekspansi.
04:21Dan di gambar yang tengah, lihat garis yang merah,
04:25kita lihat juga di Indonesia, PMI manufakturnya juga meningkat ke 52,4.
04:32Yang kalau kita tahu, selama angkanya di atas 50,
04:37berarti ini ada indikasi ekspansi manufaktur.
04:41Terima kasih telah menonton!