Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 15 jam yang lalu
Sobat Suara, penulis buku Membangun Indonesia Untuk Kejayaan Nusantara, Sri Harjono, membeberkan strategi menekan biaya logistik nasional dalam tayangan podcast Suara Jogja. Dalam perbincangan tersebut, ia menjelaskan bahwa salah satu keunggulan utama bangsa Indonesia di masa lalu adalah kemampuannya menguasai alur maritim sehingga tercipta biaya logistik yang sangat rendah. Pak Sri mengingatkan bahwa biaya logistik yang tinggi saat ini justru memicu ekonomi berbiaya mahal yang membebani masyarakat serta dunia usaha.

Menurutnya, kesalahan mendasar kita selama ini adalah terlalu berfokus pada jalur transportasi darat padahal Indonesia merupakan negara kepulauan. Oleh karena itu, ia menawarkan solusi konkret dengan merombak fokus transportasi logistik dari darat beralih ke jalur laut dan udara. Langkah efisiensi maritim dan udara ini diyakini menjadi kunci utama dalam mengembalikan nilai-nilai kejayaan Nusantara di masa kini.

Saksikan selengkapnya di YouTube Suaradotcom
Transkrip
00:00Biologisik rendah.
00:01Karena dulu kita itu menguasai alur maritim.
00:06Jadi karena alur maritim kita kuasai,
00:08itu kita secara ekonomi punya keunggulan dibanding bank-bank-bank yang lain.
00:12Jadi konsekuensinya, biologisik rendah.
00:14Jadi kita kalau mau jaya Nusantara, biaya ekologisik harus rendah.
00:18Itu sangat ukurannya.
00:19Karena kalau biologisik tinggi, ekonomi jadi berbiaya tinggi.
00:23Nah itu harus kita kembangkan, harus kita kerjakan.
00:25Bagaimana menurunkan biologisik.
00:27Itu bagian dari nilai-nilai jaya Nusantara.
00:30Kiranya menurut Bapak caranya bagaimana Pak?
00:34Kalau di buku saya,
00:36ini kan karena kita pulaunya banyak,
00:38kita harus banyak-banyak nol.
00:40Harus banyak merubah transportasi dari darat ke laut dan udara.
00:46Karena kita ini karena telah banyak fokus darat,
00:48sehingga biayanya mahal.
00:50Nah itu bagaimana kita ubah.
00:52Sehingga juga banyak transportasi yang dari laut dan udara.
01:00Terima kasih.
01:00Terima kasih.

Dianjurkan