Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Dampak Karhutla, Wali Kota Palangka Raya mengimbau sekolah memperhatikan kondisi kualitas udara dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Jika dalam tiga hari kondisi udara membaik, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilangsungkan.

Pada pukul 09.00 pagi, Senin (5/10/2026) indeks kualitas udara tercatat di BMKG mencapai 423 mikrogram per meter kubik. Dalam hitungan jam angka tersebut kemudian meningkat drastis hingga 619 mikrogram per meter kubik dan masuk dalam kategori bahaya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena memaksakan siswa mengikuti pembelajaran tatap muka saat kualitas udara memburuk berpotensi meningkatkan kasus ISPA.

#pembelajaranjarakjauh #karhutla

Baca Juga Api Gambut Kembali Menyala! Karhutla Dekati Permukiman Warga Palangka Raya| SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/694222/api-gambut-kembali-menyala-karhutla-dekati-permukiman-warga-palangka-raya-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/694236/kualitas-udara-bahaya-sekolah-palangka-raya-diminta-pembelajaran-jarak-jauh-kompas-siang
Transkrip
00:00Informasi terkini terkait dampak karhutlah kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompas TV Kurnia Tarigan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
00:07Kurnia, untuk saat ini bagaimana kondisi kabut asap yang terjadi di kota Palangkaraya dan bagaimana juga aktivitas warga akibat terdampak
00:15karhutlah?
00:17Ya, selamat siang, R. Juno dan Saudara.
00:21Hingga kini kejadian kebakaran hutan di Palangkaraya masih terus terjadi.
00:26Jadi, sejak tiga bulan yang lalu, upaya pemadaman memang terus dilakukan oleh Satgas Karhutlah, namun minimnya sumber air membuat upaya
00:39pemadaman tidak bisa berjalan dengan maksimal.
00:41Upaya pemadaman hanya bisa dilakukan di permukaan lahan gambut, sementara bara api dalam lapisan gambut terus menyala dan siap membakar
00:52kembali di saat angin bertiup kencang.
00:55Hingga kini melalui data BPPD Kota Palangkaraya, tercatat luas lahan yang sudah terbakar sebanyak 1.379 hektare, dengan 782 kali
01:08kejadian.
01:09Tentu saja kebakaran hutan dan lahan ini berdampak buruk bagi kesehatan, hingga saat ini kabut asap masih terus menyelimuti Palangkaraya.
01:19Bahkan dampaknya sangat buruk bagi kesehatan, informasi yang boleh kami terima dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya,
01:28sejak Juni hingga September, tercatat kasus ISPA sudah mencapai lebih daripada 10.000.
01:37Angka tersebut sudah cukup tinggi di saat lebih dari 2 bulan.
01:44Warga Palangkaraya dipaksa harus menghirup kabut asap.
01:49Sementara itu aktivitas warga lainnya, termasuk proses pembelajaran siswa yang sudah lebih dari 1 bulan, harus menjalani proses pembelajaran jarak
02:01jauh dari rumah.
02:02Juno, untuk saat ini bagaimana juga proses tadi yang Anda sampaikan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi para murid,
02:11dan hingga kapan, dan bagaimana juga proses yang berjalan hingga saat ini?
02:17Ya baik, Juno, dapat kami informasikan bahwasannya dalam beberapa waktu yang lalu,
02:22memang kami sempat berbincang dengan wali kota Palangkaraya terkait dengan perpanjangan proses pembelajaran jarak jauh.
02:32Hal ini sudah lagi bukan instruksi, namun diharapkan untuk semua sekolah memperhatikan kondisi.
02:40Apabila dalam kurun waktu 3 hari berturut-turut,
02:43kabut, asap, dan indeks kualitas udara di Palangkaraya membaik,
02:49dipersilakan bagi sekolah untuk boleh menyelenggarakan pembelajaran langsung secara offline atau berada di lingkungan sekolah.
02:59Mengingat, menurut data BMKG yang kami catat,
03:03sejak pukul 8 hingga pukul 9 tadi pagi,
03:08kami mempercatat indeks kualitas udara di Palangkaraya mencapai 423 mikrogram per meter kubik.
03:17Namun, sejak pukul 9 pagi tadi,
03:20ada peningkatan yang cukup gratis.
03:24Saat ini indeks kualitas udara di Palangkaraya sudah mencapai 619 mikrogram per meter kubik.
03:31Masuk dalam kategori berbahaya.
03:34Tentu apabila kondisi seperti ini dipaksakan bagi siswa sekolah,
03:39maka jumlah kasus ISPA atau jumlah kasus penderita ISPA akan meningkat, you know.
03:46Ya, Anda sampaikan tadi bahwa kualitas udara saat dulu dan juga sudah mencapai 619 mikrogram per meter kubik.
03:55Untuk saat ini seperti apa juga kaitannya dengan perkantoran ataupun pusat bisnis?
04:00Tentu ini juga berdampak akibat karhut lalu.
04:03Seperti apa antisipasinya oleh pemerintah setempat?
04:07Ya, you know.
04:08Pemerintah hanya memberikan timbawan kepada warga untuk tetap memperhatikan kesehatan
04:15dengan menggunakan masker saat akan beraktifitas,
04:20baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
04:23Mengingat kondisi kabut asap,
04:25kendatipun kita atau warga Palangkaraya berada di dalam ruangan,
04:30asap tetap masuk, mengepul di dalam ruangan.
04:34Sehingga kondisi-kondisi seperti ini membuat aktivitas menjadi terganggu.
04:41Kondisi pekerjaan atau aktivitas baik di dalam dan di luar ruangan
04:46tentu saja membuat tidak nyaman bagi warga Palangkaraya, you know.
04:52Baik, kabut.
04:54Asap ini telah terjadi selama tiga bulan
04:56dan berdasarkan Dinas Kesehatan ada 10.000 kasus lebih terkait dengan ISPA
05:02dan ini tentu berdampak bagi masyarakat,
05:04terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan juga kaum belansia.
05:08Terima kasih atas lapor Anda jurnalis Kompasivi, Kurnia Tarigan
05:11dari Palangkaraya, Kalimantan, Tengah.

Dianjurkan