00:00Saudara seorang pria di Samarinda, Kalimantan Timur diduga menjadi korban malpraktik.
00:05Sepotong kawat sekitar 2 cm diduga tertinggal di pembuluh jantung usai jalan dioperasi di salah satu rumah sakit di Samarinda.
00:14Temuan kawat sekitar 2 cm diungkap pihak keluarga Edianto Wong Sabtu 26 September kemarin.
00:22Temuan ini terkuak usai Edianto dibawa keluarganya ke rumah sakit di Singapura.
00:25Beberapa hari setelah penanganan jantung di RSUD Abdul Wahab Syiharani.
00:30Setelah dipriksa di rumah sakit di Singapura, ditemukan kawat berukuran 2 cm tertinggal di jantung korban.
00:37Kawat tersebut tak bisa diambil karena sudah menyatu dengan pembuluh darah.
00:40Kondisi korban hingga kini belum membaik.
00:43Pihak Singapura memutuskan untuk tidak diambil karena ini adalah nadi utama di jantung.
00:50Jadi kawat itu dibiarkan secara natural membuntu.
00:53Namun ternyata setelah operasi besar bypass, bapak masih mengalami kesulitan.
01:01Terakhir bapak ini tensinya juga masih drog terus.
01:04Jadi kami berharap adalah keadilan buat kami dan itikat baik untuk kami keluarga.
01:12Pihak RSUD Abdul Wahab Syiharani membantah adanya malpraktik.
01:16Pihak rumah sakit menyebut kawat yang tertinggal merupakan tindakan sengaja untuk menyelamatkan pasien.
01:21Apakah cincin yang dipasang oleh Dr. Purkon itu yang menyebabkan dia kesakitan?
01:26Kan ada tiga pembuluh darah.
01:27Kita tidak bisa pastikan bahwa yang satu itu, yang dipasang itu yang membuat dia sakit.
01:33Belum tentu kan bisa saja yang lain.
01:36Siapa yang bisa buktikan? Kan tidak bisa.
01:38Bahwa itu menurut Dr. Pukan, bahwa itu salah satu untuk menyelamatkan nyawa.
01:46Bagaimana ceritanya Pak?
01:47Bahwa itu secara medis. Saya tidak bahkan menjelaskan.
01:50Dinas Kesehatan Kalimantan Timur akan mendalami kasus ini.
01:54Saat ini pihaknya tengah melakukan pemantauan dan evaluasi.
01:57Saat ini Dinas Kesehatan sedang berproses untuk melakukan penampingan maupun juga monitor evaluasi terhadap kejadian tersebut.
02:06Jadi proses ini juga menjadi perhatian dari pemerintah provinsi dan juga DPRD.
02:13Dan insya Allah siang ini kami akan bertumpul untuk melakukan tapat dengan pendapat.
02:20Mediasi antara keluarga korban serta dokter yang menangani korban sudah dilakukan.
02:24Namun masih belum menemui kesepakatan.
02:27Pihak keluarga kini menempu jalur hukum.
02:29Keluarga berharap tanggung jawab dari dokter dan rumah sakit.
02:32Rijal Mustafa, Jasmine Jafar, Kompas TV, Samarinda, Kalimantan Timur.