Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Aksi walk out puluhan negara saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB dinilai menjadi bentuk tekanan diplomatik terhadap Israel.

Praktisi dan Pengajar Hubungan Internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menilai aksi tersebut menunjukkan semakin banyak negara yang memilih tidak mendengarkan pernyataan Netanyahu.

Menurut Dinna, aksi walk out yang dilakukan sejumlah negara dapat menjadi sinyal politik terhadap posisi Israel dalam forum internasional.

"Itu artinya negara-negara dunia pada umumnya tidak lagi mau mendengar Israel bicara. Jadi, apa pun yang disampaikan oleh Netanyahu sebenarnya masuk kuping kiri, keluar kuping kanan," ujar Dinna. (timecode 8:26)

Namun banyaknya negara yang melakukan walkout belum secara otomatis menunjukkan adanya tekanan konkret terhadap Israel.

Sebab, sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa, memilih tetap berada di ruangan.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

#israel #benjamin #walkout

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692817/full-aksi-walk-out-saat-netanyahu-pidato-apa-pengaruhnya-untuk-israel-kompas-petang
Transkrip
00:00Intro
00:06Kami lanjutkan Kompas Petang bersama saya Sini Permade
00:09Saudara delegasi Indonesia bersama puluhan utusan negara lain
00:13Walk out saat Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu naik ke podium
00:18Untuk menyampaikan pidatonya di Majelis Umum PBB pada Kamis malam waktu setempat
00:24Aksi walk out ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel di Gaza
00:29Dan kawasan
00:34Hampir 70 negara memilih meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes
00:39Terhadap kebijakan Israel di Gaza dan kawasan
00:42Puluhan delegasi termasuk Indonesia beranjak dari kursi secara bersamaan
00:47Tak lama setelah Netanyahu dipersilahkan naik ke mimbar untuk menyampaikan pidato
00:53Kementerian Luar Negeri melalui juru bicara Kemlu, Fat Nabil, sebut
00:57Aksi walk out ini merupakan refleksi posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina
01:04Serta menolak segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel
01:11Ketika melihat aksi walk out, Netanyahu justru sempat melambaikan tangan dan menyindir delegasi lain
01:18Ia mempersilahkan delegasi yang ia nilai pengecut untuk meninggalkan ruangan
01:40Di antara negara yang melakukan walk out atau tidak menghadiri pidato tersebut
01:44Terdapat Turki, Palestina, Yemen, Mesir, Arab Saudi, Qatar, Malaysia, dan Iran
01:52Ruang sidang mendadak jadi kosong
01:56Sementara di luar sidang ratusan pengunjuk rasa melakukan aksi demo
01:59Menentang kehadiran Benjamin Netanyahu di New York, Amerika Serikat
02:03Di antara pendemo, tampak aktris Hollywood, Susan Serenden, dan Hannah N. Bender
02:09Dalam aksi demonstrasi, kedua aktris tersebut dan sejumlah pengunjuk rasa lainnya
02:14Dibawa oleh polisi dengan tangan terborgol dan dijauhkan dari lokasi demonstrasi
02:20Sementara dalam pidatonya, Netanyahu menunjukkan rasa ketidaksukaan
02:24Dengan mengecam para pengunjuk rasa dan delegasi yang dianggapnya munafik karena aksi walk out
02:30Sementara itu Presiden Iran, Mahsud Pezeskian dalam pidatonya
02:35Balik menyerang Israel dan menyatakan bahwa negaranya telah jadi korban terorisme
02:41Di sela pidatonya, Presiden Pezeskian juga memperlihatkan foto mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei
02:48Serta lebih dari 150 anak sekolah yang tewas pada awal Perang Amerika Serikat melawan Iran
02:56Serta lebih dari kejahat, Serta berkara kejahat, Kamerit sangkan kejahat yang mengecam
03:01Serta melawan diri, Anda hanya mengerti berkantung, kita tidak dikakos, kita tidak dikakos
03:10Mereka adalah mengerti kejahat yang 10 tersebutnya, kita tidak dikakos, dan kami mengerti kejahat yang kejahat kini
03:23Menurima dari anda memperlihatan dalam kejahat yang memperlihatan kejahat Khamenei berkantung, kita mengerti kejahat yang tersebutnya berkantung, kita tidak dikakos
03:38Di tengah perdebatan dan saling tuding di panggung PBB,
03:42isu Gaza, konflik Iran dan Israel, serta dukungan terhadap Palestina
03:46terus jadi salah satu perdebatan utama di forum internasional.
03:55Aksi walk-out puluhan delegasi negara termasuk Indonesia
03:59saat Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB
04:05jadi pesan diplomatik yang cukup kuat.
04:08Aksi ini menunjukkan adanya penolakan terhadap kebijakan Israel di Gaza
04:12sekaligus menegaskan posisi sejumlah negara terkait isu Palestina.
04:17Namun sejauh mana aksi walk-out ini akan memberikan pengaruh terhadap Israel
04:21hubungan diplomatik antar negara?
04:23Kita bahas bersama Dina Praptor Raharja, praktisi dan pengajar hubungan
04:28internasional Sinergy Policy.
04:29Mbak Dina, selamat petang.
04:31Selamat petang, Mbak Zindi.
04:32Mbak Dina, sebenarnya seberapa kuat ketika aksi walk-out ini
04:35diterjemahkan sebagai sebuah statement terhadap Netanyahu?
04:38Walk-out itu kan salah satu cara untuk memberikan tekanan
04:43dari sisi diplomatik yang harapannya di luar ruang sidang pun
04:48itu akan ada aksi yang lebih nyata untuk menghentikan tindakan yang tidak disetujui oleh negara-negara yang walk-out tersebut.
04:55Nah kalau dilihat dari terjadinya walk-out terhadap Netanyahu ini
05:00sebenarnya kan cukup konsisten sejak tahun 2024 ya.
05:03Di PBB itu sudah tiga kali terjadi walk-out.
05:07Dan syukurnya Indonesia termasuk yang selalu walk-out dari tahun ke tahun 2024, 2025, 2026.
05:15Kalau dilihat dari jumlah negara yang walk-out, tahun 2026 ini termasuk yang terbanyak negara yang walk-out.
05:22Tapi yang menarik di sini, datanya itu kalau kita bongkar lagi ya,
05:26negara mana yang walk-out dan negara mana yang stay.
05:29Nah yang negara yang stay di ruangan itulah yang menurut saya juga jadi catatan.
05:35Pertama yang tidak walk-out itu kalau di antara negara-negara ASEAN itu ada Filipina dan Thailand.
05:41Kemudian negara besar seperti Jerman, Perancis, Italia, Inggris, juga Amerika Serikat,
05:47dan seluruh negara Uni Eropa memilih untuk tetap ada di ruangan.
05:52Jadi tadi juga sempat dikutip oleh Kompas kan,
05:55bahwa ketika Pezizkian melakukan pidato, ada negara lain yang juga keluar, Amerika Serikat.
06:02Jadi kalau dilihat dari jumlah, memang kesannya lebih banyak jumlah negara yang keluar pada saat Metanyahu bicara.
06:11Tapi di sisi lain, tekanan konkret justru bisa dilakukan untuk mengisolasi Iran,
06:16walaupun yang keluar cuma 1-2 negara.
06:18Dan dalam sejarahnya, Iran juga pernah mengalami walk-out serupa pada saat dia dipimpin oleh Ahmadinejad.
06:26Karena waktu itu Ahmadinejad bicara soal teori konspirasi soal 9-11 lah.
06:32Dan tidak patut tanya Amerika Serikat.
06:33Jadi kalau dilihat dari sisi tekanan,
06:36kelihatannya ada disparitas antara jumlah dengan negara mana yang tetap walk-out,
06:46itu ternyata juga tidak serta-merta kemudian memberikan tekanan konkret pada Israel.
06:52Nah tapi Mbak Dina, kalau kita lihat responsnya dari Netanyahu juga ketika melihat aksi walk-out,
06:56itu kan justru dia menyindir yang keluar sebagai pengecut.
06:59Ini apakah artinya dia tidak merasa terdampak dengan aksi walk-out,
07:03ataupun juga tekanan diplomatik dari puluhan negara itu?
07:06Saya melihat ada tekanan, cuman dia sudah siap.
07:10Jadi makanya sudah siap, bahkan dia membaca.
07:12Statement itu saya lihat dia saat menyampaikan, dia membaca teks.
07:16Jadi tekanan Israel ini boleh dikatakan menghadapi masalah power asimetri lah ya.
07:23Jadi kalau dari negara-negara Uni Eropa, mungkin kita bisa lihat pilihan mereka untuk tidak keluar,
07:28biasanya kaitannya juga dengan konstituen mereka yang tetap punya darah keturunan Yahudi juga.
07:34Jadi Uni Eropa memilih untuk bikin side event, namanya Partners of Multilateralism.
07:40Jadi paralel dengan kejadian ini juga mereka bikin kegiatan untuk mendukung perdamaian,
07:47kemudian sustainability, inklusif.
07:49Dan yang menarik di situ, sejumlah negara Asia mendukung inisiatif Uni Eropa.
07:55Jadi ada cara yang berbeda nih untuk menunjukkan upaya untuk menciptakan situasi yang lebih positif lah,
08:03kira-kira begitu.
08:04Yang satu, kontras betul langsung anti terhadap yang mengganggu perdamaian.
08:10Yang satu lagi, berusaha untuk membuat forum yang terpisah.
08:14Nah, Mbak Dina juga ketika puluhan negara memilih untuk walk out ketika Netanyahu sedang berpidato,
08:18sebenarnya ini juga akan mempengaruhi posisi Israel dalam forum seperti PBB atau di sidang umum tahun ini nggak?
08:25Pasti. Itu artinya negara-negara dunia pada umumnya tidak lagi mau mendengar Israel bicara.
08:32Jadi apapun yang disampaikan oleh Netanyahu sebenarnya masuk kuping kiri, keluar kuping kanan gitu kan.
08:38Cuman memang kembali lagi, faktanya di dalam negeri Israel itu justru yang mengelulukan Netanyahu
08:46naik ini jumlahnya gara-gara statement yang tegas tersebut.
08:50Karena di Israel kan sudah mau pemilu lagi ya, ini di bulan Oktober.
08:54Dan partai Likud, partainya Netanyahu, itu posisinya menghadapi tekanan dari kelompok kanan yang lainnya.
09:01Dengan statement yang keras di tingkat internasional,
09:05ada kesan dari para pendukung di dalam negeri Israel bahwa Netanyahu masih berani
09:10untuk berhadapan dengan negara-negara lain bahkan di forum yang anti terhadap Israel sekali.
09:15Oke, Mbak Dina Praptor Harja, terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
09:20Saya selalu ya Mbak Dina.
09:21Terima kasih, sangat sorry.
09:24Kami akan kembali dengan informasi Jokowi, resmi mengumumkan dirinya menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia.
09:32Jokowi tegaskan PSI, jangan dianggap remeh.
09:43Hingga sidang kedua bergulir di Mahkamah Konstitusi,
09:47part pol Koalisi Gibran belum ada yang berkomentar atau memberi dukungan secara terbuka.
09:53Benarkah Gibran mulai ditinggalkan koalisi?
09:56Perbincangannya usai jeda.
09:58Sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan