00:00Intro
00:06Kami lanjutkan Kompas Petang bersama saya Sini Permade
00:09Saudara delegasi Indonesia bersama puluhan utusan negara lain
00:13Walk out saat Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu naik ke podium
00:18Untuk menyampaikan pidatonya di Majelis Umum PBB pada Kamis malam waktu setempat
00:24Aksi walk out ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel di Gaza
00:29Dan kawasan
00:34Hampir 70 negara memilih meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes
00:39Terhadap kebijakan Israel di Gaza dan kawasan
00:42Puluhan delegasi termasuk Indonesia beranjak dari kursi secara bersamaan
00:47Tak lama setelah Netanyahu dipersilahkan naik ke mimbar untuk menyampaikan pidato
00:53Kementerian Luar Negeri melalui juru bicara Kemlu, Fat Nabil, sebut
00:57Aksi walk out ini merupakan refleksi posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina
01:04Serta menolak segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel
01:11Ketika melihat aksi walk out, Netanyahu justru sempat melambaikan tangan dan menyindir delegasi lain
01:18Ia mempersilahkan delegasi yang ia nilai pengecut untuk meninggalkan ruangan
01:40Di antara negara yang melakukan walk out atau tidak menghadiri pidato tersebut
01:44Terdapat Turki, Palestina, Yemen, Mesir, Arab Saudi, Qatar, Malaysia, dan Iran
01:52Ruang sidang mendadak jadi kosong
01:56Sementara di luar sidang ratusan pengunjuk rasa melakukan aksi demo
01:59Menentang kehadiran Benjamin Netanyahu di New York, Amerika Serikat
02:03Di antara pendemo, tampak aktris Hollywood, Susan Serenden, dan Hannah N. Bender
02:09Dalam aksi demonstrasi, kedua aktris tersebut dan sejumlah pengunjuk rasa lainnya
02:14Dibawa oleh polisi dengan tangan terborgol dan dijauhkan dari lokasi demonstrasi
02:20Sementara dalam pidatonya, Netanyahu menunjukkan rasa ketidaksukaan
02:24Dengan mengecam para pengunjuk rasa dan delegasi yang dianggapnya munafik karena aksi walk out
02:30Sementara itu Presiden Iran, Mahsud Pezeskian dalam pidatonya
02:35Balik menyerang Israel dan menyatakan bahwa negaranya telah jadi korban terorisme
02:41Di sela pidatonya, Presiden Pezeskian juga memperlihatkan foto mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei
02:48Serta lebih dari 150 anak sekolah yang tewas pada awal Perang Amerika Serikat melawan Iran
02:56Serta lebih dari kejahat, Serta berkara kejahat, Kamerit sangkan kejahat yang mengecam
03:01Serta melawan diri, Anda hanya mengerti berkantung, kita tidak dikakos, kita tidak dikakos
03:10Mereka adalah mengerti kejahat yang 10 tersebutnya, kita tidak dikakos, dan kami mengerti kejahat yang kejahat kini
03:23Menurima dari anda memperlihatan dalam kejahat yang memperlihatan kejahat Khamenei berkantung, kita mengerti kejahat yang tersebutnya berkantung, kita tidak dikakos
03:38Di tengah perdebatan dan saling tuding di panggung PBB,
03:42isu Gaza, konflik Iran dan Israel, serta dukungan terhadap Palestina
03:46terus jadi salah satu perdebatan utama di forum internasional.
03:55Aksi walk-out puluhan delegasi negara termasuk Indonesia
03:59saat Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB
04:05jadi pesan diplomatik yang cukup kuat.
04:08Aksi ini menunjukkan adanya penolakan terhadap kebijakan Israel di Gaza
04:12sekaligus menegaskan posisi sejumlah negara terkait isu Palestina.
04:17Namun sejauh mana aksi walk-out ini akan memberikan pengaruh terhadap Israel
04:21hubungan diplomatik antar negara?
04:23Kita bahas bersama Dina Praptor Raharja, praktisi dan pengajar hubungan
04:28internasional Sinergy Policy.
04:29Mbak Dina, selamat petang.
04:31Selamat petang, Mbak Zindi.
04:32Mbak Dina, sebenarnya seberapa kuat ketika aksi walk-out ini
04:35diterjemahkan sebagai sebuah statement terhadap Netanyahu?
04:38Walk-out itu kan salah satu cara untuk memberikan tekanan
04:43dari sisi diplomatik yang harapannya di luar ruang sidang pun
04:48itu akan ada aksi yang lebih nyata untuk menghentikan tindakan yang tidak disetujui oleh negara-negara yang walk-out tersebut.
04:55Nah kalau dilihat dari terjadinya walk-out terhadap Netanyahu ini
05:00sebenarnya kan cukup konsisten sejak tahun 2024 ya.
05:03Di PBB itu sudah tiga kali terjadi walk-out.
05:07Dan syukurnya Indonesia termasuk yang selalu walk-out dari tahun ke tahun 2024, 2025, 2026.
05:15Kalau dilihat dari jumlah negara yang walk-out, tahun 2026 ini termasuk yang terbanyak negara yang walk-out.
05:22Tapi yang menarik di sini, datanya itu kalau kita bongkar lagi ya,
05:26negara mana yang walk-out dan negara mana yang stay.
05:29Nah yang negara yang stay di ruangan itulah yang menurut saya juga jadi catatan.
05:35Pertama yang tidak walk-out itu kalau di antara negara-negara ASEAN itu ada Filipina dan Thailand.
05:41Kemudian negara besar seperti Jerman, Perancis, Italia, Inggris, juga Amerika Serikat,
05:47dan seluruh negara Uni Eropa memilih untuk tetap ada di ruangan.
05:52Jadi tadi juga sempat dikutip oleh Kompas kan,
05:55bahwa ketika Pezizkian melakukan pidato, ada negara lain yang juga keluar, Amerika Serikat.
06:02Jadi kalau dilihat dari jumlah, memang kesannya lebih banyak jumlah negara yang keluar pada saat Metanyahu bicara.
06:11Tapi di sisi lain, tekanan konkret justru bisa dilakukan untuk mengisolasi Iran,
06:16walaupun yang keluar cuma 1-2 negara.
06:18Dan dalam sejarahnya, Iran juga pernah mengalami walk-out serupa pada saat dia dipimpin oleh Ahmadinejad.
06:26Karena waktu itu Ahmadinejad bicara soal teori konspirasi soal 9-11 lah.
06:32Dan tidak patut tanya Amerika Serikat.
06:33Jadi kalau dilihat dari sisi tekanan,
06:36kelihatannya ada disparitas antara jumlah dengan negara mana yang tetap walk-out,
06:46itu ternyata juga tidak serta-merta kemudian memberikan tekanan konkret pada Israel.
06:52Nah tapi Mbak Dina, kalau kita lihat responsnya dari Netanyahu juga ketika melihat aksi walk-out,
06:56itu kan justru dia menyindir yang keluar sebagai pengecut.
06:59Ini apakah artinya dia tidak merasa terdampak dengan aksi walk-out,
07:03ataupun juga tekanan diplomatik dari puluhan negara itu?
07:06Saya melihat ada tekanan, cuman dia sudah siap.
07:10Jadi makanya sudah siap, bahkan dia membaca.
07:12Statement itu saya lihat dia saat menyampaikan, dia membaca teks.
07:16Jadi tekanan Israel ini boleh dikatakan menghadapi masalah power asimetri lah ya.
07:23Jadi kalau dari negara-negara Uni Eropa, mungkin kita bisa lihat pilihan mereka untuk tidak keluar,
07:28biasanya kaitannya juga dengan konstituen mereka yang tetap punya darah keturunan Yahudi juga.
07:34Jadi Uni Eropa memilih untuk bikin side event, namanya Partners of Multilateralism.
07:40Jadi paralel dengan kejadian ini juga mereka bikin kegiatan untuk mendukung perdamaian,
07:47kemudian sustainability, inklusif.
07:49Dan yang menarik di situ, sejumlah negara Asia mendukung inisiatif Uni Eropa.
07:55Jadi ada cara yang berbeda nih untuk menunjukkan upaya untuk menciptakan situasi yang lebih positif lah,
08:03kira-kira begitu.
08:04Yang satu, kontras betul langsung anti terhadap yang mengganggu perdamaian.
08:10Yang satu lagi, berusaha untuk membuat forum yang terpisah.
08:14Nah, Mbak Dina juga ketika puluhan negara memilih untuk walk out ketika Netanyahu sedang berpidato,
08:18sebenarnya ini juga akan mempengaruhi posisi Israel dalam forum seperti PBB atau di sidang umum tahun ini nggak?
08:25Pasti. Itu artinya negara-negara dunia pada umumnya tidak lagi mau mendengar Israel bicara.
08:32Jadi apapun yang disampaikan oleh Netanyahu sebenarnya masuk kuping kiri, keluar kuping kanan gitu kan.
08:38Cuman memang kembali lagi, faktanya di dalam negeri Israel itu justru yang mengelulukan Netanyahu
08:46naik ini jumlahnya gara-gara statement yang tegas tersebut.
08:50Karena di Israel kan sudah mau pemilu lagi ya, ini di bulan Oktober.
08:54Dan partai Likud, partainya Netanyahu, itu posisinya menghadapi tekanan dari kelompok kanan yang lainnya.
09:01Dengan statement yang keras di tingkat internasional,
09:05ada kesan dari para pendukung di dalam negeri Israel bahwa Netanyahu masih berani
09:10untuk berhadapan dengan negara-negara lain bahkan di forum yang anti terhadap Israel sekali.
09:15Oke, Mbak Dina Praptor Harja, terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
09:20Saya selalu ya Mbak Dina.
09:21Terima kasih, sangat sorry.
09:24Kami akan kembali dengan informasi Jokowi, resmi mengumumkan dirinya menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia.
09:32Jokowi tegaskan PSI, jangan dianggap remeh.
09:43Hingga sidang kedua bergulir di Mahkamah Konstitusi,
09:47part pol Koalisi Gibran belum ada yang berkomentar atau memberi dukungan secara terbuka.
09:53Benarkah Gibran mulai ditinggalkan koalisi?
09:56Perbincangannya usai jeda.
09:58Sampai jumpa di video selanjutnya.