Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Riuh gugatan syarat pendidikan Wapres Gibran oleh Denny Indrayana di Mahkamah Konstitusi, seakan dihadapi Gibran seorang diri.

Lantas, ke mana dukungan dari partai koalisi untuk Gibran? Benarkah Gibran mulai ditinggalkan?

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni, menyebut sengketa syarat pendidikan Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024 adalah siasat politik yang tidak beradab.

Bagi Raja Juli, di dunia modern yang serba transparan, politik yang beradab harus dikedepankan.

Senada, relawan Gibran menilai apa yang dilakukan Denny CS di MK merupakan siasat mengganggu pemerintahan Prabowo-Gibran dengan manuver lewat jalan konstitusional.

Sidang sengketa syarat pendidikan Wapres Gibran sudah di tahap menanti putusan sela hakim. Selama prosesnya bergulir di MK, kubu dari partai koalisi belum ada yang memperlihatkan dukungannya kepada Gibran secara terbuka. Menurut pengamat, hal ini memperlihatkan kekuatan politik Wapres dinilai koalisi tidak terlalu signifikan.

Meski status ijazah SMA-nya kini diperdebatkan di ruang MK, Gibran justru terlihat sibuk meninjau wilayah yang baru saja mengalami bencana, seperti di Solok, Sumatera Barat, dan sebelumnya di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga Di Hadapan Kader, Jokowi Tegaskan Jadi Anggota PSI Sejak Oktober 2025 | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/692845/di-hadapan-kader-jokowi-tegaskan-jadi-anggota-psi-sejak-oktober-2025-kompas-petang

#gibran #dennyindrayana #mk #ijazahgibran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692846/relawan-gibran-sebut-manuver-politik-denny-cs-berdalih-konstitusional-kompas-petang
Transkrip
00:00Riuh gugatan syarat pendidikan Wapres Gibran oleh Deni Indrayana di Mahkamah Konstitusi
00:05seakan dihadapi Gibran seorang diri.
00:08Lantas kemana dukungan dari Partai Koalisi untuk Gibran?
00:12Benarkah Gibran mulai ditinggalkan?
00:30Sekjen Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menyebut
00:34sengketa syarat pendidikan Gibran Raka Buming pada Pilpres 2024 adalah siasat politik yang tidak beradab.
00:41Bagi Raja Juli, di dunia modern yang serba transparan, politik yang beradab harus dikedepankan.
00:49Ini adalah manuver-manuver politik yang tidak beradab.
00:52Sekarang ini kita sedang mengalami takutlah, Pak Presiden sekarang sedang sibuk menata bangsa ini.
00:58Masa masih diurus hal-hal yang remeh-remeh ya.
01:02Dulu jahat Pak Jokowi, hari ini Mas Gibran, mungkin besok Mat Kesang, mungkin Lusa jadi jahat John Etes gitu ya.
01:10Senada, relawan Gibran menilai apa yang dilakukan Deni CSDMK
01:15merupakan siasat mengganggu pemerintahan Prabowo Gibran dengan manuver lewat jalan konstitusional.
01:22Bahwa kalau kita berbicara PHP ini,
01:28tidak boleh sendiri presiden dan wakil presiden.
01:33Dan hari ini kami menyayangkan bahwa dipolitisasi sedemikian cantik,
01:42seolah-olah Mas Gibran yang salah, tetapi ini dua-duanya.
01:47Sehingga kami melihat bahwa ini mengganggu presiden Prabowo.
01:50Sebagai masyarakat yang memilih langsung Bapak Prabowo Gibran,
01:54wah kami keberatan ini dengan hal-hal seperti ini.
01:57Kenapa?
02:07Sedang sengketa syarat pendidikan Wapres Gibran sudah ditahap menanti putusan selah hakim.
02:13Selama prosesnya bergulir di MK,
02:16kubu dari partai koalisi belum ada yang memperlihatkan dukungannya kepada Gibran secara terbuka.
02:22Menurut pengamat, hal ini memperlihatkan kekuatan politik Wapres di nilai koalisi tak terlalu signifikan.
02:31Kenapa partai politik koalisional pemerintah itu tidak ada yang pasang badan?
02:35Mungkin karena ini hanya menyangkut posisi dari Wakil Presiden Republik Indonesia.
02:40Tapi kalau presidennya yang misalnya digugat, saya termasuk yang hak kul yakin,
02:44maka partai-partai koalisi ini tentu saja akan memberikan pembelan dan pasang badan.
02:50Ini sepertinya terkait dengan power, ini terkait dengan pengaruh yang sepertinya dimiliki oleh Pak Wakil Presiden Republik Indonesia hari ini,
02:59yang mungkin powernya tidak terlampau signifikan di hadapan partai-partai politik koalisional pemerintah.
03:05Meski status ijasa SMA-nya kini diperdebatkan di ruang MK,
03:10Gibran justru terlihat sibuk meninjau wilayah yang baru saja alami bencana,
03:14seperti di Solok, Sumatera Barat, dan sebelumnya di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Dianjurkan