Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - TNI Angkatan Laut resmi mengoperasikan kapal induk pertamanya, KRI Sriwijaya bekas kapal induk Italia Giuseppe Garibaldi.

Pergantian nama kapal induk Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya 100 ditandai dengan upacara penurunan bendera Italia pada hari Kamis. Upacara dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Nama Sriwijaya dipilih sebagai nama kapal induk ringan pertama Indonesia, tidak lepas dari jejak sejarah maritim Kerajaan Sriwijaya.

Ada untung ruginya Indonesia mengoperasikan kapal induk ringan ini. Kapal induk otomatis menambah kekuatan operasi udara TNI AL.

Kapal induk heli bisa digelar dalam misi perang sebagai kapal markas operasi amfibi maupun operasi militer selain perang, seperti penanganan bencana.

Di sisi lain, kapal yang cukup berumur diperkirakan hanya akan optimal hingga 20 tahun ke depan. Sementara, biaya operasional juga sangat tinggi.

Peneliti ISDS Edna Pattisina menilai, pimpinan TNI harus jeli dalam operasi kapal induk. Sebab, biaya operasional sangat besar dan berpotensi menjadi beban anggaran dalam jangka panjang.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menyebut, rencana pembiayaan retrofit maupun pemeliharaan rutin berkala sudah disiapkan Kementerian Pertahanan.

Pengoperasian KRI Sriwijaya 100 menjadi pengalaman dan tantangan baru bagi Indonesia. Selain memberi peluang Indonesia untuk mempelajari teknologi kapal induk, operasi kapal induk memerlukan manajemen anggaran, operasi, pembaruan berbagai subsistem, dan penyesuaian doktrin tempur.

Baca Juga [FULL] Kesaksian Penyelam Satkoppeba TNI AL Evakuasi Korban dari Dalam Kapal Virgo di https://www.kompas.tv/nasional/692763/full-kesaksian-penyelam-satkoppeba-tni-al-evakuasi-korban-dari-dalam-kapal-virgo

#tnial #kri #kapalinduk #krisriwijaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692836/tni-al-resmi-operasikan-kri-sriwijaya-kapal-induk-ringan-pertama-indonesia-kompas-petang
Transkrip
00:02TNI Angkatan Laut resmi mengoperasikan kapal induk pertamanya KRI Sriwijaya, bekas kapal induk Italia Giuseppi Garibaldi.
00:15Pergantian nama kapal induk Giuseppi Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya 100 ditandai dengan upacara penurunan bendera Italia pada hari Kamis.
00:23Dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, nama Sriwijaya dipilih sebagai nama kapal induk ringan pertama Indonesia tidak lepas
00:33dari jejak sejarah maritim Kerajaan Sriwijaya.
00:38Kenapa disebutkan, kenapa dinamakan KRI Sriwijaya?
00:42KRI Sriwijaya ini adalah Sriwijaya, kerajaan maritim Indonesia yang tertua, lebih tua dari Majapahit.
00:53Makanya dipilih itu dan itu membawa kejayaan kemaritiman di era masa lalu.
01:01Nah ini harapannya dengan penamaan itu kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara.
01:15Indonesia akhirnya mengoperasikan kapal induk ringan pertamanya.
01:20KRI Sriwijaya 100, bekas kapal induk Angkatan Laut Italia, Giuseppi Garibaldi, kini menjadi kapal perang terbesar yang dioperasikan TNI AL.
01:31Ada untung ruginya, Indonesia mengoperasikan kapal induk ringan ini.
01:36Kapal induk otomatis menambah kekuatan operasi udara TNI AL.
01:40Kapal induk heli bisa digelar dalam misi perang sebagai kapal markas operasi amfibi maupun operasi militer selain perang seperti penanganan
01:49bencana.
01:50Di sisi lain, kapal yang cukup berumur diperkirakan hanya akan optimal hingga 20 tahun ke depan.
01:56Sementara biaya operasional juga sangat tinggi.
02:02Peneliti ISDS Etna Patisina menilai, pimpinan TNI harus jeli dalam operasi kapal induk.
02:08Sebab biaya operasional sangat besar dan berpotensi jadi beban anggaran dalam jangka panjang.
02:15Memang kehadiran sebuah kapal induk itu akan mengubah banget keseimbangan kekuatan itu.
02:23Karena kapal induk kan adalah kekuatan yang sangat signifikan.
02:26Pasti juga orang akan melihat bahwa ini kapal induk yang usianya sudah di atas 40 tahun.
02:32Yang mana itu maka kita bisa masuk ke yang kedua yaitu weaknessnya.
02:36Dengan usia yang sudah tua ini, itu akan ada resiko dalam segi pemeliharaan.
02:43Karena yang pertama suku cadangnya itu lebih langka dan mahal.
02:48Katakanlah 10 tahun terakhir itu tidak ada rencana untuk beli kapal induk.
02:53Oleh karena itu, ini berarti sistem di TNI AL harus bisa menyesuaikan dengan cepat.
02:59Misalnya, bagaimana nih dengan distribusi bahan bakar?
03:03Karena penggunaan bahan bakar kapal induk itu sangat tinggi kan.
03:08Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menyebut,
03:11rencana pembiayaan retrofit maupun pemeliharaan rutin berkala
03:15sudah disiapkan kementerian pertahanan.
03:18Untuk pembiayaan sebenarnya sudah direncanakan oleh Kementerian Pertahanan.
03:23Semuanya sudah disiapkan, termasuk dengan retrofit.
03:28Pemeliharaan tahunan, pemeliharaan dua tahunan, pemeliharaan lima tahunan,
03:34semuanya sudah disiapkan.
03:36Nanti kita lihat, kalau menggunakan kapal induk ini untuk karhutlah,
03:45bencana alam, ini sangat memungkinkan sekali.
03:47Jadi kapal ini sangat capable, kapabilitasnya cukup bagus.
03:53Pengoperasian KRI Sriwijaya 100 jadi pengalaman dan tantangan baru bagi Indonesia.
03:59Selain memberi peluang Indonesia untuk mempelajari teknologi kapal induk,
04:04operasi kapal induk memerlukan manajemen anggaran, operasi,
04:08pembaruan berbagai subsistem, dan penyesuaian doktrin tempur.
04:14Tim Liputan, Kompas TV
04:16Terima kasih telah menonton!
04:18Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan