00:09Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:30Adik dari Presiden kelima RI, Megawati Soekarno Putri.
00:35Sejumlah tokoh politik dan pelaku sendi melayat ke rumah duka di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.
00:41Seperti Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh,
00:50musisi ADMS, penyanyi memes, dan Kris Dayanti.
00:55SBY mengenang sosok almarhum sebagai putra bangsa yang telah memberi kontribusi besar melalui karya seni sekaligus politikus yang menjabat sebagai
01:04anggota DPR.
01:06Sementara penyanyi yang juga politisi PDI Perjuangan, Kris Dayanti, merasa sangat kehilangan.
01:12Sekaligus berterima kasih kepada Guru Soekarno Putra yang terus memberi semangat kepada Kris Dayanti untuk berkiprah dalam dunia musik.
01:22Di ekspresikan dalam karya seninya, apakah lagu, apakah pagelaran seni dengan suara mahardika yang sangat terkenal, beliau juga menjadi wakil
01:35rakyat, anggota parlemen yang dengan setia, tenang, sabar.
01:41Tidak saja dunia perpolitikan, tapi juga legasi dalam seni dan budaya.
01:48Untuk karyanya yang saya harus berterima kasih adalah lagu Mahadaya Cinta yang masih saya bawakan sampai sekarang.
01:58Dan Alhamdulillah beliau di detik-detik terakhir ajalnya masih sangat-sangat berpesan bahwa saya harus terus memajukan budaya seni.
02:19Zambrut Katulistiwa adalah salah satu lagu yang diciptakan sang maestro Guru Soekarno Putra dan dinyanyikan oleh Almarhum Krisye.
02:28Dimana saat menjadi tamu di program Roshi tanggal 19 September 2019, Almarhum bercerita bagaimana lagu ini dibuat dan dinyanyikan oleh
02:37Krisye.
02:37Memang suaranya Krisye saya rasa termasuk aneh, unik.
02:43Suara Krisye unik ya?
02:44Unik, uniknya adalah apa?
02:46Kalau di dunia rekaman kita suka mengenal gitu suara vokalnya orang tuh ada yang kita sebut tipis.
02:54Tipis gitu.
02:56Nah Krisye ini tergolong orang yang vokalnya tipis.
02:59Tapi anehnya kalau direkam terus nyanyi biasa gitu, jelas jadi kayak tebel gitu.
03:10Terima kasih Sang Maestro Guru Soekarno Putra sudah memberi warisan terindah melalui karya senimu dan jejak politikmu bagi nusah dan
03:19bangsa.
03:21Tim Liputan, Kompas TV
03:27Kita temui jurnalis Kompas TV, Tesalonika Ajeng dan Afan Jaya dari lokasi pemakaman Guru Soekarno Putra di TPU Karat Bifak
03:36Jakarta Pusat.
03:37Tesa, apa saja hal-hal yang paling dikenang tentang Almarhum Guru Soekarno Putra di mata keluarga maupun rekan-rekan yang
03:44datang melayat?
03:50Selamat sore sini dan juga saudara memang saat ini kami masih berada di pemakaman atau lokasi makam dari Guru Soekarno
03:58Putra di TPU Karat Bifak.
04:00Dan kalau misalnya sampai dengan saat ini memang sudah tidak terlihat adanya rombongan pelayat yang masih datang.
04:06Tapi dari hingga 10 menit yang lalu ini masih ada sejumlah rombongan pelayat yang datang mulai dari toko politik hingga
04:12juga pelaku seni di Indonesia.
04:14Tadi salah satunya yang juga disebutkan oleh wakil gubernur dari DKI Jakarta yakni Rano Karno yang datang ikut melayat di
04:23sini yang mengatakan bahwa memang kepergian dari Guru Soekarno Putra ini tidak hanya dilihat sebagai kepergian salah satu toko politik
04:32di Indonesia.
04:32Namun karena kiprahnya sebagai maestro dan juga seniman yang ini memberikan banyak legasi kepada seniman-seniman di Indonesia mulai dari
04:41karya-karyanya hingga juga adanya komunitas
04:44serta juga adanya platform yang dikembangkan oleh Guru Soekarno Putra inilah juga yang dikenang oleh sejumlah tokoh di Indonesia mulai
04:53dari politik hingga seni.
04:55Dimana dari sejumlah kiprah yang dikembangkan oleh Guru Soekarno Putra ini saat kepergiannya ini menjadi sesuatu yang sangat memukul bagi
05:06sejumlah tokoh politik hingga tokoh nasional di Indonesia.
05:10Kalau yang tadi kami juga sempat bisa saksikan di prosesi pemakaman yang juga tadi dilakukan sejak sekitar pukul 2 siang
05:18tadi ini memang mulai dari Megawati Soekarno Putri,
05:22Puan Maharani, kemudian juga Hasto Kristianto ini juga memberikan penghormatan terakhirnya.
05:27Kemudian juga ada sejumlah tokoh politik lain yang turut hadir di prosesi pemakaman dari almarhum Guru Soekarno Putra ini.
05:34Namun juga tidak hanya dari tokoh politik bahkan juga ada sejumlah seniman di Indonesia yang turut juga hadir di prosesi
05:43pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir dan juga menaburkan bunga di atas makam dari Guru Soekarno Putra ini.
05:48Tadi kami sempat lihat adanya Denny Malik, kemudian juga ada Once yang juga seniman sekaligus politikus, kemudian juga tadi ada
05:56sempat Thomas Georgi yang hadir juga untuk memberikan penghormatan terakhir.
06:00Dan memang dari sejumlah tokoh, mulai dari tokoh politik hingga tokoh seni yang hadir di pemakaman dari Guru Soekarno Putra
06:07ini,
06:08mengenang sosok Guru Soekarno Putra ini sebagai seorang guru, seorang senior yang tidak hanya memberikan legasi politik saja,
06:16namun juga memberikan legasi dalam bidang seni dan budaya yang bisa juga dilihat oleh masyarakat Indonesia sampai dengan saat ini
06:24atas adanya karyanya yang masih dikenang, bahkan juga masih dinyanyikan oleh sejumlah musisi tanah air,
06:32yang ini akan menjadi sebuah kenangan bagi setiap musisi di Indonesia yang juga tadi sempat disebutkan pernah bekerja bersama dengan
06:40Guru Soekarno Putra ini,
06:41mendapatkan ajaran dan juga bagaimana bisa mengembangkan kembali seni dan budaya di Indonesia ini, sindi.
06:48Kalau misalnya kami juga bisa lihat di makam dari Guru Soekarno Putra ini juga tepat berada di sebelah dari pusaran
06:57ibundanya yakni Fatmawati di TPU Karet Bifak ini,
07:01dan memang kalau di sore hari ini kami sudah tidak bisa melihat adanya rombongan pelayat yang datang,
07:07namun memang sejak dari tadi pagi di rumah duka ini juga sejumlah musisi, bahkan juga tokoh nasional turut hadir,
07:15mulai dari mantan Wakil Presiden Yusuf Kala hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang juga memberikan ucapan Bela
07:23Sungkawa,
07:24dan juga yang terakhir juga kami sempat melihat dari Presiden RI Prabowo Subianto juga sudah memberikan ucapan duka cita yang
07:31mendalam melalui akun Instagramnya, sindi.
07:35Jurnalis Kompas TV, Tasalonika Ajeng dan Afanjaya, terima kasih atas laporan Anda.