Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penilaian mengenai potensi kemunculan gunung api baru di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Meski begitu, BMKG tetap berkomitmen memantau potensi tsunami dan dampak letusan Anak Krakatau.

"Kalau terkait dengan vulkanologi, 127 gunung api itu pemantauan dan analisisnya ada di Badan Geologi ya. Jadi saya tidak berkomentar terkait hal itu," kata Teuku Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Video editor: Lintang

#bmkg #anakkrakatau

Baca Juga BMKG Beri Warning Waspada Angin Kencang di Jatim 25-27 September 2026, Ini Penyebabnya di https://www.kompas.tv/regional/692698/bmkg-beri-warning-waspada-angin-kencang-di-jatim-25-27-september-2026-ini-penyebabnya




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692731/bmkg-buka-suara-soal-daratan-baru-di-sekitar-gunung-anak-krakatau
Transkrip
00:00Dan apakah letusan dari gunung api yang berada di perairan itu dapat berpotensi menimbulkan tsunami?
00:07Itu juga kita mau menggunakan banyak sekali alat pemantau di sana.
00:10Dibahas banyak hal ya sebenarnya, tapi sebenarnya tadi intinya kita mendengarkan masukan-masukan dari para pakar,
00:17dari berbagai universitas, kemudian ada juga dari BRIN.
00:21Jadi kita mendengarkan bagaimana untuk menangani tiga hal.
00:25Yang pertama itu untuk kalau sudah terbakar, apa yang harus kita lakukan, bagaimana penanganan yang paling optimal.
00:32Kemudian yang kedua, bagaimana cara pemampatan dan juga menjaga ekosistem gambut.
00:38Dan juga yang ketiga tadi terakhir dengan budidaya apa, tanaman-tanaman, valitas apa yang cocok untuk daerah gambut.
00:47Salah satu tadi yang terpenting adalah dipertimbangkannya untuk pembentukan badan pengelolaan gambut dan mangrove nasional.
00:58Itu salah satu yang tadi dibahas cukup detail.
01:01Dan harapannya nanti dengan kajian yang mendalam, badan ini nanti dapat menjadi benar-benar menjadi ujung tombak dalam pengelolaan pemampatan
01:15gambut
01:15dan juga penanganan pencegahan untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
01:19Itu di KEPC apa nanti Pak, badan ini tersebut?
01:21Nanti masih dipertimbangkan apakah nanti dibawa kementerian ataukah dia nomenklaturnya berdiri sendiri, tanggung jawab pada Presiden itu saya kira masih
01:31dikaji.
01:31Tadi ada Mensesnek dan Seskap juga yang hadir, saya kira akan dianalisis di lanjut terkait badan tadi.
01:37Kalau arahannya akan diimplementasikan segera, ada masih Pak?
01:40Kalau sekarang memang yang kita perkuat nanti adalah Satgas Darat yang bisa langsung menangani kebakaran hutan dan lahan itu di
01:49daerah yang terbakar.
01:51Jadi ada beberapa cara tadi, ada banyak teknik yang dibahas, salah satunya adalah pengemboran dangkal, kemudian dipompa dengan pompa yang
01:57portable untuk dapat memadamkan kira-kira dengan radius 200 meter dari titik bor tersebut.
02:03Kemudian juga pemanfaatan kekuatan atau masyarakat desa yang memiliki semacam masyarakat peduli api untuk bisa memadamkan api dan juga mencegah
02:16di lokasi tempat tinggalnya.
02:18Jadi ada beberapa informasi dan salah satunya juga yang menarik tadi bahwa untuk permukaan gambut itu diupayakan untuk dapat ada
02:27penutupan dengan vegetasi, tidak dibiarkan terbuka karena akan terjadi penguapan yang menyebabkan gambut lebih mudah terbakar.
02:33Intinya nanti adalah kita coba menjaga permukaan air gambut, tadi disebutkan tidak boleh turun lebih dalam dari 40 cm dari
02:42permukaan tanahnya gitu ya.
02:43Harapannya ketika dia lebih jenuh, lebih lembab, maka gambut ini tidak akan mudah terbakar.
02:49Salah satunya caranya yaitu dengan menjaga ekosistem gambut dengan reservoir-reservoir air yang ada di bawahnya dan juga jika memungkinkan
02:57ada awan hujan kita juga bisa melakukan operasi modifikasi cuaca.
03:13Kalau terkait dengan vulkanologi, 127 gunung api itu pemantauan dan analisisnya ada di badan geologi ya.
03:22Jadi saya tidak berkomentar terkaitan itu. Tapi BMKG bertanggung jawab ketika terjadi letusan, kemudian ada abu vulkanik, dia menyebar kemana?
03:30Karena untuk terkait dengan arah angin, kecepatan angin, sebarannya itu ada tanggung jawabnya di BMKG.
03:36Dan juga kita menentukan SIGMAP atau Significant Meteorological Information untuk menentukan apa pengaruh-pengaruh terhadap masyarakat luas,
03:44terhadap bandara-bandara dan sebagainya juga untuk keselamatan pelayaran dan penerbangan.
03:48Intinya kalau BMKG fokus ke sana dan apakah letusan dari gunung api yang berada di perairan itu dapat berpotensi menimbulkan
03:56tsunami.
03:56Itu juga kita menggunakan banyak sekali alat pemantau di sana.
04:00Sejauh ini sudah ada koordinasi belum sih Pak dengan adanya daratan tersebut? Apakah ada potensi erupsi?
04:06Erupsi ada, tapi saya mungkin tidak memiliki otoritas untuk menyampaikan lebih jauh ya.
04:10Karena untuk gunung api itu ada di bawah badan geologi.
04:12Pak, untuk dampak dari kota ini, apakah ada jumlah bandara yang masih terganggu?
04:19Kalau terkait dengan jarak pandang, memang beberapa bandara ada yang berada pada jarak pandang kurang dari 1 km.
04:26Ini sangat situasional ya, setelah terjadinya hujan tentunya jarak pandang akan lebih jauh.
04:30Beberapa ada yang 1.000 sampai 5.000 meter jarak pandangnya, sehingga BMKG ada di semua bandara, hampir semua bandara
04:39di Indonesia, sehingga kita yang memberikan juga masukan kepada AirNav untuk menentukan operasi bandara.
04:44Jadi kadang ada delay ya, untuk menjaga bahwa keamanan, keselamatan penerbangan itu bisa dijaga dengan baik oleh semua maskapai.
04:54Artinya tidak sampai penutupan secara normal?
04:56Kalau penutupan akibat karutlah, seperti yang terjadi kemarin ya, ada total ada 8 bandara yang ditutup ketika letusan anak krakatau
05:03itu, dari informasi yang kami dapatkan belum.
05:06Tapi kalau penutupan secara dalam jangka waktu tertentu, misalnya pagi hari selama 3 jam, sampai ada visibilitas yang memungkinkan untuk
05:15lepas landas atau mendarat, itu kadang-kadang diterapkan juga, tergantung situasi.
05:22Ada lagi?
05:23Terima kasih banyak.
05:24Terima kasih.
05:30Terima kasih.
06:21Cara baru nonton di Smart TV.
06:24Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
06:30Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
06:35Cari Kompas TV melalui pencarian.
06:38Pilih aplikasi, lalu install.
06:40Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:45Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan