00:00Dan apakah letusan dari gunung api yang berada di perairan itu dapat berpotensi menimbulkan tsunami?
00:07Itu juga kita mau menggunakan banyak sekali alat pemantau di sana.
00:10Dibahas banyak hal ya sebenarnya, tapi sebenarnya tadi intinya kita mendengarkan masukan-masukan dari para pakar,
00:17dari berbagai universitas, kemudian ada juga dari BRIN.
00:21Jadi kita mendengarkan bagaimana untuk menangani tiga hal.
00:25Yang pertama itu untuk kalau sudah terbakar, apa yang harus kita lakukan, bagaimana penanganan yang paling optimal.
00:32Kemudian yang kedua, bagaimana cara pemampatan dan juga menjaga ekosistem gambut.
00:38Dan juga yang ketiga tadi terakhir dengan budidaya apa, tanaman-tanaman, valitas apa yang cocok untuk daerah gambut.
00:47Salah satu tadi yang terpenting adalah dipertimbangkannya untuk pembentukan badan pengelolaan gambut dan mangrove nasional.
00:58Itu salah satu yang tadi dibahas cukup detail.
01:01Dan harapannya nanti dengan kajian yang mendalam, badan ini nanti dapat menjadi benar-benar menjadi ujung tombak dalam pengelolaan pemampatan
01:15gambut
01:15dan juga penanganan pencegahan untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
01:19Itu di KEPC apa nanti Pak, badan ini tersebut?
01:21Nanti masih dipertimbangkan apakah nanti dibawa kementerian ataukah dia nomenklaturnya berdiri sendiri, tanggung jawab pada Presiden itu saya kira masih
01:31dikaji.
01:31Tadi ada Mensesnek dan Seskap juga yang hadir, saya kira akan dianalisis di lanjut terkait badan tadi.
01:37Kalau arahannya akan diimplementasikan segera, ada masih Pak?
01:40Kalau sekarang memang yang kita perkuat nanti adalah Satgas Darat yang bisa langsung menangani kebakaran hutan dan lahan itu di
01:49daerah yang terbakar.
01:51Jadi ada beberapa cara tadi, ada banyak teknik yang dibahas, salah satunya adalah pengemboran dangkal, kemudian dipompa dengan pompa yang
01:57portable untuk dapat memadamkan kira-kira dengan radius 200 meter dari titik bor tersebut.
02:03Kemudian juga pemanfaatan kekuatan atau masyarakat desa yang memiliki semacam masyarakat peduli api untuk bisa memadamkan api dan juga mencegah
02:16di lokasi tempat tinggalnya.
02:18Jadi ada beberapa informasi dan salah satunya juga yang menarik tadi bahwa untuk permukaan gambut itu diupayakan untuk dapat ada
02:27penutupan dengan vegetasi, tidak dibiarkan terbuka karena akan terjadi penguapan yang menyebabkan gambut lebih mudah terbakar.
02:33Intinya nanti adalah kita coba menjaga permukaan air gambut, tadi disebutkan tidak boleh turun lebih dalam dari 40 cm dari
02:42permukaan tanahnya gitu ya.
02:43Harapannya ketika dia lebih jenuh, lebih lembab, maka gambut ini tidak akan mudah terbakar.
02:49Salah satunya caranya yaitu dengan menjaga ekosistem gambut dengan reservoir-reservoir air yang ada di bawahnya dan juga jika memungkinkan
02:57ada awan hujan kita juga bisa melakukan operasi modifikasi cuaca.
03:13Kalau terkait dengan vulkanologi, 127 gunung api itu pemantauan dan analisisnya ada di badan geologi ya.
03:22Jadi saya tidak berkomentar terkaitan itu. Tapi BMKG bertanggung jawab ketika terjadi letusan, kemudian ada abu vulkanik, dia menyebar kemana?
03:30Karena untuk terkait dengan arah angin, kecepatan angin, sebarannya itu ada tanggung jawabnya di BMKG.
03:36Dan juga kita menentukan SIGMAP atau Significant Meteorological Information untuk menentukan apa pengaruh-pengaruh terhadap masyarakat luas,
03:44terhadap bandara-bandara dan sebagainya juga untuk keselamatan pelayaran dan penerbangan.
03:48Intinya kalau BMKG fokus ke sana dan apakah letusan dari gunung api yang berada di perairan itu dapat berpotensi menimbulkan
03:56tsunami.
03:56Itu juga kita menggunakan banyak sekali alat pemantau di sana.
04:00Sejauh ini sudah ada koordinasi belum sih Pak dengan adanya daratan tersebut? Apakah ada potensi erupsi?
04:06Erupsi ada, tapi saya mungkin tidak memiliki otoritas untuk menyampaikan lebih jauh ya.
04:10Karena untuk gunung api itu ada di bawah badan geologi.
04:12Pak, untuk dampak dari kota ini, apakah ada jumlah bandara yang masih terganggu?
04:19Kalau terkait dengan jarak pandang, memang beberapa bandara ada yang berada pada jarak pandang kurang dari 1 km.
04:26Ini sangat situasional ya, setelah terjadinya hujan tentunya jarak pandang akan lebih jauh.
04:30Beberapa ada yang 1.000 sampai 5.000 meter jarak pandangnya, sehingga BMKG ada di semua bandara, hampir semua bandara
04:39di Indonesia, sehingga kita yang memberikan juga masukan kepada AirNav untuk menentukan operasi bandara.
04:44Jadi kadang ada delay ya, untuk menjaga bahwa keamanan, keselamatan penerbangan itu bisa dijaga dengan baik oleh semua maskapai.
04:54Artinya tidak sampai penutupan secara normal?
04:56Kalau penutupan akibat karutlah, seperti yang terjadi kemarin ya, ada total ada 8 bandara yang ditutup ketika letusan anak krakatau
05:03itu, dari informasi yang kami dapatkan belum.
05:06Tapi kalau penutupan secara dalam jangka waktu tertentu, misalnya pagi hari selama 3 jam, sampai ada visibilitas yang memungkinkan untuk
05:15lepas landas atau mendarat, itu kadang-kadang diterapkan juga, tergantung situasi.
05:22Ada lagi?
05:23Terima kasih banyak.
05:24Terima kasih.
05:30Terima kasih.
06:21Cara baru nonton di Smart TV.
06:24Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
06:30Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
06:35Cari Kompas TV melalui pencarian.
06:38Pilih aplikasi, lalu install.
06:40Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:45Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.