Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kritik Pedas Pensiunan TNI Soal Impor Kendaraan Listrik di Depan Moeldoko

Anggota Komisi VII DPR Fraksi NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo, menegaskan bahwa Indonesia memiliki seluruh potensi besar untuk mengembangkan kendaraan listrik nasional selama mendapat dukungan penuh dari negara.

Namun, mantan perwira TNI lulusan Akmil 1994 ini menilai kebijakan pemerintah sendiri justru mempersulit pengembangan tersebut karena membuka keran impor kendaraan listrik secara masif.

Kritik ini disampaikannya dalam rapat dengar pendapat umum panja pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9/2026).

#ImporKendaraanListrik #Moeldoko #YoyokRiyoSudibyo

Creative/Video Editor: Lia/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Mohon izin menyampaikan Pak, tadi Bapak dari penyampaian jawaban, saya rasa masih kurang yakin untuk bersemangat bahwa kita bisa menjadi
00:13Tuhan di tanahnya sendiri untuk menjadi industri besar di motor listrik ini Pak.
00:21Tadi Bapak menyampaikan tentang momentum, momentum, momentum, bagi saya momentum itu kan akan berjalan terus, akan ada terus Pak.
00:34Jadi sekarang ini yang dibutuhkan sekali sebetulnya adalah dukungan negara kepada Bapak-Bapak ini.
00:45Dukungan full oleh negara yang diminta oleh Bapak-Bapak ini.
00:51Dan Bapak-Bapak kan harus meyakinkan kepada negara ini.
00:55Kita bisa, kami bisa.
01:00Atas siapa kita lemah Pak? Kita kuat.
01:03Karena yang lemah itu orang-orang yang membuka pintu, masuknya mobil listrik dari luar ke Indonesia, yang kepingin duit cepat.
01:12Itu yang lemah.
01:14Kan pemerintah sendiri yang melakukan.
01:18Bisa dibayangkan enggak kalau seandainya impor motor dan mobil listrik dari luar sana itu,
01:29pasti susahnya dibatasi.
01:33Tapi Bapak harus meyakinkan bahwa kita bisa berdiri.
01:38Semuanya ada di negara ini Pak.
01:43Kita kuat.
01:44Yang lemah itu orang yang melihat duit, kepingin cepat, kepingin dapat.
01:48Itu yang lemah.
01:49Dan ini masih banyak di negara kita.
01:54Kita bangsa yang besar, pasar yang besar, dirayah oleh semua pengusaha di dunia, wajar.
02:01Tapi ini negara kita Pak.
02:04Kita sendiri yang harus melindungi.
02:07Kalau itu sudah Bapak kerjakan dan negara bisa yakin,
02:13pembiayaan akan datang Pak.
02:16Pembiayaan akan datang.
02:18Saya kira ini kerja keras semua pihak lah.
02:22Untuk meyakinkan kepada pemerintahan sekarang.
02:26Kali ini harus mampu kita.
02:29Enggak cuma omong-omong masalah mobil nasional.
02:35Saya harap Bapak bisa berkerja keras lagi dan kami mendukung Pak.
02:39Terima kasih.
02:47Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan