- 6 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa.
Kecelakaan terjadi di tengah kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Proses pencarian dan evakuasi penumpang hingga kini masih menjadi fokus tim SAR.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, berdasarkan pantauan helikopter pada Minggu (13/9/2026) sore, Kapal Virgo Transport 8 berada dalam posisi terbalik di perairan Laut Jawa.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDIP, Sofwan Dedy meminta kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 menjadi bahan evaluasi, termasuk terkait proses pemeriksaan kelaikan kapal sebelum beroperasi di Indonesia. Sofwan menyoroti usia Kapal Virgo Transport 8 yang disebut telah mencapai 39 tahun.
Sofwan menegaskan, persoalan tersebut perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana kapal yang berusia puluhan tahun dapat beroperasi mengangkut penumpang di Indonesia.
Anggota Komisi V DPR RI Edy Purwanto juga mendorong audit menyeluruh terhadap kapal-kapal yang beroperasi di Indonesia, sementara pengamat maritim Marcelus Hakeng Jayawibawa meminta evaluasi terhadap kapal impor yang dinilai tidak sesuai dengan karakteristik perairan Indonesia.
Sementara itu, KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya menyatakan kapal telah memenuhi persyaratan kelayakan untuk berlayar dan kondisi gelombang sekitar 1,5 hingga 2 meter masih dapat dilalui kapal tersebut.
Mantan investigator KNKT periode 19992008, Ruth Hanna Simatupang menilai jika kesaksian terkait alarm yang tidak berbunyi terbukti benar, hal tersebut menjadi temuan serius dalam investigasi keselamatan.
Ia juga menyoroti pentingnya respons ABK, pelaksanaan prosedur darurat, ketersediaan alat keselamatan, pengawasan Syahbandar, hingga dugaan kelebihan muatan.
Menurutnya, penyebab kecelakaan tidak dapat disimpulkan hanya dari satu faktor dan investigasi perlu mengungkap akar penyebab atau root cause kecelakaan kapal Virgo.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691107/penyebab-kapal-virgo-terbalik-murni-kecelakaan-karena-cuaca-buruk-atau-ada-kelalaian-parasot
Kecelakaan terjadi di tengah kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Proses pencarian dan evakuasi penumpang hingga kini masih menjadi fokus tim SAR.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, berdasarkan pantauan helikopter pada Minggu (13/9/2026) sore, Kapal Virgo Transport 8 berada dalam posisi terbalik di perairan Laut Jawa.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDIP, Sofwan Dedy meminta kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 menjadi bahan evaluasi, termasuk terkait proses pemeriksaan kelaikan kapal sebelum beroperasi di Indonesia. Sofwan menyoroti usia Kapal Virgo Transport 8 yang disebut telah mencapai 39 tahun.
Sofwan menegaskan, persoalan tersebut perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana kapal yang berusia puluhan tahun dapat beroperasi mengangkut penumpang di Indonesia.
Anggota Komisi V DPR RI Edy Purwanto juga mendorong audit menyeluruh terhadap kapal-kapal yang beroperasi di Indonesia, sementara pengamat maritim Marcelus Hakeng Jayawibawa meminta evaluasi terhadap kapal impor yang dinilai tidak sesuai dengan karakteristik perairan Indonesia.
Sementara itu, KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya menyatakan kapal telah memenuhi persyaratan kelayakan untuk berlayar dan kondisi gelombang sekitar 1,5 hingga 2 meter masih dapat dilalui kapal tersebut.
Mantan investigator KNKT periode 19992008, Ruth Hanna Simatupang menilai jika kesaksian terkait alarm yang tidak berbunyi terbukti benar, hal tersebut menjadi temuan serius dalam investigasi keselamatan.
Ia juga menyoroti pentingnya respons ABK, pelaksanaan prosedur darurat, ketersediaan alat keselamatan, pengawasan Syahbandar, hingga dugaan kelebihan muatan.
Menurutnya, penyebab kecelakaan tidak dapat disimpulkan hanya dari satu faktor dan investigasi perlu mengungkap akar penyebab atau root cause kecelakaan kapal Virgo.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691107/penyebab-kapal-virgo-terbalik-murni-kecelakaan-karena-cuaca-buruk-atau-ada-kelalaian-parasot
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:07Pak Sofwan, kalau melihat kejadian yang terjadi di Laut Jawa, kapal Virgo Transport 8 ini,
00:15katanya terbalik seperti kata Menhub juga terbalik, visual yang sebelum kita ini saksikan juga kan,
00:21dari udara tampak terbalik.
00:24Nah ini berarti harus ada evaluasi dengan kecelahan-kecelahan kapal seperti ini.
00:28Kira-kira evaluasi Komisi 5 terhadap kecepatan dan koordinasi operasi SAR, Basarna,
00:35serta instansi terkait dalam evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 ini bagaimana?
00:40Ya, yang membuat kita cukup prihatin adalah kejadian ini berulang tidak lama setelah Komisi 5
00:54melakukan rapat dengan pendapat dengan Kementerian Perhubungan, Direkturat Jenderal Perhubungan Laut,
01:00dan operator kapal yang tempoh hari mengalami kecelakaan.
01:06Belum lama ini ada kecelakaan yang kita tahu bersama.
01:09Dan waktu itu dari data Basarnas, kami mendapatkan data yang cukup mengejutkan,
01:15bahwa sepanjang Januari sampai dengan 15 Agustus tahun 2026,
01:20itu terjadi kecelakaan kapal yang jumlahnya sangat banyak.
01:29600 kejadian.
01:32Jadi 600 itu korban meninggal 239, korban hilang 203.
01:40Waktu itu di Komisi 5, saya menuntut kepada Direkturat Jenderal Perhubungan Laut
01:45untuk kemudian memberikan sanksi atas kelalaian operator kapal.
01:52Karena bagi saya, sebuah kecelakaan itu tidak semata-mata juga.
01:57Kemudian kesalahan sah bandar,
02:00tetapi ada proses sebelumnya yang harus dicek terlebih dahulu.
02:07Betul bahwa untuk mendapatkan surat izin berlayar,
02:11itu adalah kewenangan sah bandar, dicek.
02:14Rem ceknya sudah dilakukan belum.
02:17Nah, untuk kasus kapal Virgo Transporter 8 ini,
02:21saya menemukan sebuah informasi
02:23yang harus ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
02:27Oke.
02:27Apa itu?
02:29Bahwa kapal ini kan baru sekian belas bulan
02:33beroperasi di Indonesia.
02:36Sebelumnya dia beroperasi di Jepang.
02:38Jepang, betul.
02:40Usianya 39 tahun.
02:42Kalau kemudian dia masuk ke Indonesia,
02:45itu berarti dia diimport.
02:46Usianya sudah 38 tahun.
02:49Sementara menurut peraturan Menteri Perdagangan,
02:53Menteri Perdagangan nomor 20 tahun 2021,
02:58itu kapal penumpang, kapal feri,
03:02itu boleh diimport maksimum usianya 15 tahun.
03:08Oke.
03:09Nah, ini perlu dicek.
03:10Bagaimana kok ada bisa kapal usia 39 tahun
03:14untuk kebutuhan penumpang masuk ke Indonesia?
03:17Ini dicek dulu.
03:18Persoalan kemudian bahwa rezimnya memang berbeda.
03:22Memang tidak ada ketentuan bahwa
03:24Kementerian Perhubungan tidak bisa memberi izin
03:27untuk kapal yang sudah tua.
03:29Boleh.
03:29Itu kewenangan sahabat anda
03:31di dalam melakukan pengecekan kelaikan.
03:33Tetapi,
03:34kita tidak bisa melihat di titik,
03:37di titik, apa namanya,
03:39kenapa kapal tua ini bisa berlayar.
03:41Sebelumnya juga harus dicek.
03:43Pak Edi, kabarnya Komisi 5 ini akan memanggil
03:45sejumlah pihak seperti Kemenhub,
03:47operator kapal, dan juga pihak-pihak terkait.
03:49Kapan akan dilakukan?
03:52Ya, menurut saya kan
03:54kita sudah terlalu sering ya,
03:56terlalu sering melakukan RDP
03:59dengan Kemenhub
04:00kaitan dengan peristiwa yang berulang menurut saya.
04:04Dan peristiwanya menurut saya sih
04:07tidak jauh dari perso-persoan lama sebenarnya.
04:11Walaupun ini ada varian baru
04:12kaitan dengan kapal yang
04:14usianya baru 39 tahun.
04:16Karena usia kapal itu kan sebenarnya
04:18kalau di beberapa negara kan
04:20misalnya di
04:21apa namanya
04:24apa namanya
04:25Kanada, di beberapa tempat
04:27itu usianya juga cukup tua.
04:30Tapi memang maintenance mereka cukup
04:32cukup baik seperti itu.
04:34Nah, seperti
04:35kaitan dengan indikasi
04:38apa itu
04:39persinyalan, radioaktifnya,
04:41kemudian
04:42kaitan dengan overload,
04:43kemudian kaitan dengan
04:45apa namanya
04:47sumber daya manusia yang kita punya,
04:49kemudian prosedur keselamatan
04:50dari sahabat bandar dan lain sebagainya
04:53kan ini memang harus kita
04:54cek secara menyeluruh gitu loh.
04:57Kan kaitan regulator kita,
04:59operator kita,
05:00kemudian apa namanya
05:01fasilitator kita,
05:03konsumen kita.
05:04Nah, kita ini seringkali
05:06terlalu
05:07apa namanya ya
05:09zero toleran, apa itu ini
05:11terlalu toleran gitu.
05:12Jadi artinya overload itu
05:14juga ternyata
05:14over ini,
05:16over toleran lah.
05:17Semuanya kita berikan ruang
05:18kepada orang
05:19untuk melakukan operasi
05:21sementara
05:22akibatnya sekali lagi
05:23nyawa yang menjadi taruhan gitu loh.
05:25Dan mohon maaf
05:26dengan sekolah hormat gitu kan.
05:29Kita sudah beberapa kali RDP,
05:31tetapi kan
05:32ya begitu gitu loh.
05:34Kita baru melakukan pendalaman,
05:36ada peristiwa lagi.
05:37Pendalaman, peristiwa lagi.
05:38Pendalaman, peristiwa lagi gitu loh.
05:40Nah, menurut saya sih kita
05:41nggak tahu lagi
05:42mau ngomong apa lagi gitu loh.
05:44Itu sudah berkali-kali
05:45sampaikan.
05:46Mohon maaf dengan sekolah hormat,
05:48sampai beberapa
05:49anggota Komisi
05:49ini mah tegas.
05:51Ya sudah,
05:52mundur saja gitu loh.
05:53Salah satu dirja
05:54diminta mundur gitu,
05:55gara-gara peristiwa ini gitu.
05:56Dan masa kita
05:57nggak pernah belajar
05:58dengan beberapa
05:59kejadian,
06:00dan kita minta
06:01sebenarnya
06:01melakukan audit
06:02menyeluruh.
06:03Silahkan menyeluruh
06:04semua komponen
06:05yang di audit.
06:06Tidak
06:06satu faktor
06:08satu faktor saja
06:09dari proses
06:11apa namanya
06:12administrasinya,
06:13ramceknya,
06:14kemudian
06:15mohon maaf,
06:16perizinannya,
06:17dan lain sebagainya.
06:18Ini kan
06:18perlu kita
06:20lihat dari hulu
06:21ke hilirnya gitu.
06:22Tidak satu peristiwa
06:23kalau kita mencantifikasi
06:24eh ini karena
06:24cuaca buruk.
06:26Oh, ini karena
06:27kebakaran,
06:28kelebihan muatan,
06:30dan lain sebagainya gitu loh.
06:31Ya menurut saya
06:32yang paling ini ya
06:33kita terlalu
06:33terlalu
06:34apa namanya ya,
06:35terlalu mudah
06:36memberikan izin,
06:38terlalu mudah
06:39memberikan ruang.
06:39Bahkan ada beberapa
06:41teman-teman menilai
06:42ya kan
06:43beberapa patut lalu
06:44kan keadaan manifest.
06:45Jadi kesusahan manifest
06:47itu jadi masalah.
06:48Maka ada terjadi
06:49overlook
06:49sampai 400 persen,
06:51sampai 300 persen.
06:53Bisa juga,
06:53mohon maaf,
06:54ini kan kadang-kadang
06:55kendaraan dengan
06:5689 kendaraan ini kan
06:58penataannya bener gak gitu,
07:00kemeringannya dan sebagainya.
07:01Edukasi-edukasi
07:02dikaitan dengan
07:03sumber daya manusia.
07:04Dan itinya,
07:05pasti kami minggu depan
07:06kan ada RDP-RDP.
07:08Kita akan diskusi
07:09dengan kawan-kawan
07:10Komisi 5,
07:11kita jadwalkan.
07:12Segera kita akan
07:13panggil Pak Menteri Perhubungan,
07:16kemudian para pihak
07:17untuk memberikan
07:18keterangan yang tepat
07:19kepada kita.
07:20Walaupun KNKT
07:21sedang melakukan
07:22investigasi,
07:24menurut saya kan
07:24tindak lanjut
07:25daripada investigasi
07:27selama ini kan
07:27agak kabur gitu loh.
07:29Ini yang kita-kita
07:30juga minta
07:31kepada Kementerian.
07:32Oh ini loh,
07:33masalahnya ini,
07:35ketemuannya ini,
07:36tindak lanjutnya ini,
07:38kami pastikan
07:38tidak akan
07:39berulang lagi loh.
07:40Aku waktu
07:42kejadian kapal
07:44Kirgo itu,
07:46kejadian itu
07:48aku lagi
07:49ngerokok
07:49di
07:50rom
07:51toko kapal itu.
07:53Pas itu
07:54kapal
07:55agak sedikit
07:57miring,
07:57asbak rokok itu
07:58miring ke kiri.
08:02Gak ada
08:03alarm sedikit,
08:04aku juga gak ngerti
08:05kok kapal ini miring.
08:06Terus aku keluar,
08:08ambil
08:08teriak-teriak kapal
08:09miring,
08:09kapal miring.
08:11Belakang aku lari,
08:13kebelakang kapal,
08:14ambillah aku
08:16apalet
08:16badan buat
08:18itu,
08:19buat
08:20biar
08:21bisa
08:21ngambang itu.
08:24Naik aku keluar,
08:25keluar dari kapal itu.
08:26Habis dari keluar dari kapal,
08:27aku liatin kapal ini
08:28miringnya ke sebelah mana?
08:29Oh,
08:29sebelah kiri ternyata
08:30kapal itu.
08:32Terus itu aku naik,
08:33ikutin arus kapal,
08:34kapal miring ke sebelah kiri,
08:35kiri,
08:36aku naik ke kanan,
08:37terus,
08:38terus,
08:38terus.
08:39Kita membahas dulu soal kesaksian
08:41dari salah satu penumpang yang selamat,
08:43yang secara tegas mengatakan
08:46masih mengingat,
08:46tidak ada alarm yang berbunyi.
08:49Tapi kemudian di satu pihak,
08:52mengatakan kapal ini layak untuk berlayar.
08:55Nah,
08:56apa yang bisa Anda cermati
08:57dari kedua pernyataan yang berbeda ini?
09:01Oke,
09:03kalau saya melihat bahwa
09:06kalau memang benar
09:08ada terbukti
09:09bahwa alarm tidak berfungsi
09:11atau tidak berbunyi,
09:13ini termasuk temuan yang sangat serius
09:16nantinya oleh KNKT.
09:18Terutama dalam investigasi keselamatan.
09:22Karena alarm itu adalah
09:24pintu pertama
09:26untuk kelanjutan tindakan dari ABK
09:29untuk menghadapi situasi daruratnya tadi.
09:33Kemudian untuk alarm bahaya,
09:36ini adalah sistem peringatan dini
09:39sebenarnya di kapal.
09:40Kalau ini gagal berfungsi,
09:43seperti tadi saya bilang,
09:44maka seluruh perantaian respons darurat berikutnya
09:48akan ikut terganggu dan terhambat.
09:51Sehingga dari mulai ABK-nya terlambat merespons,
09:55kemudian penumpang juga terlambat diarahkan
09:58ke titik-titik evakuasi.
10:02Kemudian dalam golden hour-nya itu
10:07untuk misalnya memadamkan api,
10:10kemudian menyetop air masuk dari laut ke dalam kapal.
10:15Ini sangat penting sekali waktu ini.
10:19Karena ini sudah tidak ada tadi peringatan dini,
10:23ini akan terlambat menjadi jauh lebih sempit
10:26waktunya untuk melakukan evakuasi.
10:29Tapi saya perlu tegaskan di sini,
10:31ini masih berstatus kesaksian ya,
10:34jadi bukan temuan resmi.
10:36Jadi hak tetap KNKT nanti
10:38dan pihak-pihak terkait harus
10:42mengwawancarai lagi orang-orang yang memiliki evakuasi ini.
10:46Oke, kalau memang benar,
10:49ini kan baru kesaksian ya,
10:50salah satu penumpang yang selamat begitu
10:52mengatakan tidak mendengar alarm.
10:54Tapi kemudian jika benar,
10:56apa saja yang menjadi penyebab
10:58kok bisa alarm tidak berbunyi
11:00di saat kondisi berbahaya?
11:03Nah, ini ada banyak hal ya.
11:06Pertama, tentu alat itu sendiri rusak.
11:10Atau dia sudah usang
11:12dan dia tidak pernah diperiksa
11:16secara rutin
11:18sesuai dengan jadwal perawatan
11:21sehingga tidak dicoba
11:23apakah benar dia masih bisa berbunyi
11:26atau memberikan suara-suara
11:29untuk evakuasi atau abandon the ship.
11:33Jadi memang sistem alarm ini
11:36pertama kali tentunya rusak.
11:40Karena dia gagal memberikan
11:44ternyata petugas.
11:46Woro-woro.
11:47Alart.
11:48Oke, jadi kemungkinan besar itu.
11:52Tapi tetap itu harus diuji lagi,
11:54diperiksa lagi apakah betul
11:57alat tersebut rusak.
12:00Pastinya tidak boleh mendahui
12:02investigasi yang pastinya akan dilakukan oleh KNKT ya.
12:06Tapi apapun itu kita masih bisa mencoba
12:08membaca beberapa
12:11permasalahan yang muncul
12:12ataupun dari aspek kejadian yang terjadi
12:15untuk bisa sedikit banyak memberikan
12:18kesimpulan awal ya.
12:20Yang saya amati pertama,
12:21pastinya ketika kita membangun
12:23atau mendesain sebuah kapal,
12:25kita sudah memperhitungkan
12:26seberapa besar si cuaca buruk
12:28yang akan terjadi di lingkungan kerja di sekitar kita,
12:31di lingkungan pelayaran kita,
12:32di tempat kita melakukan perjalanan.
12:35Kita harus melakukan persiapan-persiapan tersebut.
12:38Termasuk kemampuan kapal tersebut
12:39untuk menghadapi situasi bahaya
12:41atau situasi darurat yang akan muncul
12:43ketika perjalanan itu terjadi.
12:45Yang saya khawatirkan ketika
12:47kita berdiskusi terkait dengan kapal-kapal
12:50yang memang diimpor dari negara lain,
12:53nah ketika terjadi hal seperti itu,
12:55kita lupa untuk menghitung
12:57seberapa sih kekuatan
12:58dari dimensi kapal tersebut
13:00untuk menghadapi cuaca yang akan mereka hadapi
13:03kemudian di negara Indonesia.
13:05Kita sama memahami di Jepang sana
13:07yang disebut sebagai ferry itu
13:09hanya penyeberangan memang yang sangat-sangat pendek jaraknya.
13:12Mungkin 15 mil atau 30 kilometer
13:15itu sudah jarak yang mungkin maksimum mereka akan tempuh.
13:18Nah, sedangkan di Indonesia,
13:20pulau-pulau terdekat kita mungkin
13:21di atas 200 nautikal mel
13:23atau 400an kilometer
13:24seperti jarak dari Jawa ke Kalimantan
13:28yang lebih dari 400 kilometer
13:29yang kita sedang bicarakan ini.
13:32Itu tentunya harus menggunakan
13:34perhitungan-perhitungan sendiri
13:35karena dalam berbagai kesempatan
13:37saya selalu mengatakan
13:37kita review kembali
13:39terkait dengan kebijakan kapal impor
13:41terkhusus bagi kapal-kapal penumpang ini
13:43karena yang dibawa adalah
13:44nyawa manusia
13:45bukan lagi kargo yang apabila hilang
13:47kita tinggal menghitung kerugiannya saja
13:49sedangkan satu nyawa itu
13:50tidak bisa kita hitung nilainya.
13:52Demikian pendapat dari saya, Mas Priya.
13:54Jadi ada salah peruntukan untuk kasus ini?
13:57Dalam pandangan saya demikian.
13:59Harus kita ingat kembali bahwa
14:00kapal-kapal tersebut peruntukannya di mana
14:02kapal feri lintas yang sangat-sangat pendek
14:05sedangkan di Indonesia
14:06pandangan masyarakat mengenai feri
14:08ya antar pulau saja
14:10sedangkan kita sama tahu
14:11dari Ambon menuju Merauke saja
14:12sudah 1200 kilometer sendiri
14:14dan itu akan menghadapi samudah
14:16seperti Laut Arafuru
14:18yang mungkin ketinggian ombaknya
14:19bisa 4 sampai 6 meter
14:21sedangkan ketika pelayaran
14:23kapal-kapal feri ini
14:24didesain di awalnya
14:25mungkin mereka hanya didesain
14:26untuk pelayaran yang hanya
14:271-2 jam saja
14:28yang di mana ketika mereka
14:30membutuhkan bantuan
14:31tim SAR akan datang
14:32dalam 1-2 jam
14:33sehingga contoh
14:34misalnya kita perhatikan
14:35kapal-kapal KM
14:36yang terakhir-terakhir ini
14:37mendapatkan kecelakaan
14:38itu semua sama buatan Jepang
14:40dan mereka tidak perlu
14:42untuk menyediakan lifeboat
14:43dikarenakan memang
14:44perhitungan-perhitungan dasarnya
14:45seperti itu.
14:47Persyaratan kelaik lautannya
14:48sudah terpenuh
14:48baik kapalnya secara teknis
14:50maupun sumber daya manusianya
14:52nah, kapalnya seluruh kru itu
14:53baik laut
14:54baru kita berikan surat
14:56perseguian belayar
14:56sebabnya pada tanggal 12 itu
14:58tidak ada informasi
15:00mengenai peringatan cuaca
15:01informasi perkiraan cuaca
15:04yang kita terima
15:04pada 1 minggu itu
15:06itu di daerah
15:08Laut Jawa ini
15:09berada pada kepinggian
15:10ombak itu
15:111,5 sampai 2 meter
15:12artinya untuk kapal
15:13dengan gross tonage
15:148.540 kapal jenis ini
15:17itu masih bisa
15:18untuk melewati
15:19situasi seperti itu
15:21nah, kalau misalnya kita lihat
15:23di regulasi ya
15:24di undang-undang
15:25apa, 17.2008 ya
15:27sudah direvisi
15:28menjadi
15:296.6.2024
15:31di pasal
15:32217
15:33dan
15:34219 itu kan jelas
15:36bahwa
15:37apa itu
15:38kelaikan kapal
15:39itu harus betul-betul
15:40dicermati dengan baik
15:41nah, sementara
15:42ada kelemahan
15:43di permen kita
15:44permen 28
15:45tahun
15:462022
15:47di situ
15:48di pasal 11
15:49ayat 4
15:50sama ayat 5
15:52itu hanya
15:53berkutat pada
15:54administrasi
15:54bagaimana
15:55kapalnya
15:56izin-izinnya
15:57kemudian
15:58kelekapan surat
15:59seperti itu
15:59nah, di
16:01ayat 6
16:02bisa dilakukan
16:03apa namanya
16:04pemeriksaan
16:05secara menjeluruh
16:05ketika ada laporan
16:07kaitan dengan kapal
16:08jadi artinya
16:09menurut saya itu
16:09ada lenggang
16:10nah, menurut saya
16:11di regulasi ini
16:12permennya
16:12ada kontradiktif
16:14dengan undang-undang
16:15kalau undang-undang kan jelas
16:16SOP-nya harus jelas
16:17bahwa
16:18SPB yang dikeluarkan
16:19betul-betul ready
16:21seperti
16:21kata Pak Ketutu tadi
16:23baik alarm
16:24darurat seperti apa
16:26live jacket-nya
16:27seperti apa
16:28skocinya
16:29siapa atau enggak
16:29radio komunikasi
16:31ada apa enggak
16:32emergensi
16:33power-nya seperti apa
16:35kompetensi awak-nya
16:36seperti apa
16:37prosedur
16:38menghadapi cuaca
16:39seperti apa
16:40stabilitas
16:40seperti apa
16:41sistem kedapnya
16:42seperti apa
16:43ini kan harusnya
16:43clear semua
16:44kalau kelalaian
16:46kalau kelalaian hati-hati
16:47saya takut
16:49rakyat akan menuntut negara
16:50di kol 2 ada
16:51359
16:52sekarang 474
16:54di KUHP yang baru
16:56kalau kelalaian itu
16:57ya pidana
16:58bidana
16:59ancaman bisa 5 tahun
17:00nah, siapa yang bertanggung jawab
17:02kita semua bertanggung jawab
17:03kami
17:04kemudian
17:05terutama
17:05leading sectornya
17:06kementerian perhubungan
17:08yang bertanggung jawab
17:09kaitan dengan
17:10apa namanya
17:12kapal
17:12pelayanan
17:13dan sebagainya
17:14menurut saya
17:14bertanggung jawab
17:15secara keseluruhan
17:16nah harapan kami
17:17audit menyeluruh ini
17:19bukan hanya
17:19kalimat-kalimat indah
17:20setiap kita
17:22sampaikan
17:22semuanya seolah-olah
17:23berempati
17:25seolah bersimpati
17:26tapi kenapa
17:26kejadian-kejadian
17:27ini terjadi
17:28seperti
17:29data kami
17:30Virgo ini kan
17:31mohon maaf
17:32di apa namanya
17:34impor
17:34usia sudah
17:3638 tahun
17:37sementara
17:38peraturan menteri
17:38perdagangan
17:39impor itu
17:40paling lama
17:41usianya 15 tahun
17:42dari situ ada masalah
17:43menurut saya
17:44ini bukan hanya
17:45dilakukan audit
17:46tetapi
17:47setidakkan hukum
17:48menurut saya
17:49sudah lidik ini
17:50ini menurut saya
17:51kelalean
17:51dari hulu hilirnya
17:53kita selesaikan
17:53kapal datang
17:54ke sini
17:55seperti apa
17:56ini sudah menyalai
17:57prosedur gitu loh
17:58kalau sudah 38 tahun
17:59masih kita beli
18:00seperti itu
18:01ini menurut saya
18:02kekosongan-kekosongan
18:04seperti ini
18:04negara harus hadir
18:05seperti itu
18:06jadi menurut saya
18:07kami
18:08kami sudah sering
18:09Mbak Adisti
18:10sering sekali
18:10mohon maaf
18:12kan sudah dengar
18:13beberapa anggota kami
18:14sampai minta
18:15Pak Menteri Perhubungan
18:16mengevaluasi
18:17sampai minta
18:18kepada Pak Menteri Perhubungan
18:20tolong
18:20apa namanya
18:22yang pertanggung jawab
18:22yang mengundurkan diri
18:24seperti itu
18:24operator juga begitu
18:25karena memang
18:26menurut saya
18:27kita terlalu
18:28toleran
18:29harusnya kan
18:30zero toleran
18:31ini kan sudah
18:32over toleran
18:33yaudah
18:33mungkin kawan kita
18:35ini sudah tidak bisa
18:35ditoleransi lagi ya
18:37ini harus clear gitu loh
18:43cara baru
18:44nonton di Smart TV
18:45nonton live streaming
18:47dan ribuan tayangan
18:48Kompas Gramedia
18:49langsung dari Smart TV kamu
18:51cara installnya
18:53buka Google Play Store
18:54di Smart TV kamu
18:55cari Kompas TV
18:57melalui pencarian
18:59pilih aplikasi
19:00lalu install
19:01selesai
19:02kamu bisa menonton
19:04video pilihan editorial
19:05Kompas TV
19:06download Kompas TV apps
19:08di TV kamu
19:09sekarang juga
19:10terima kasih telah menonton
19:12selamat menonton
Komentar