Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kasus keracunan MBG terjadi secara beruntun di sejumlah daerah selama sebulan terakhir.

Pada September, tercatat ada 4 kasus keracunan yang terjadi dalam rentang 3 hari. Lebih dari 1.600 anak menjadi korban keracunan di tiga provinsi.

Kondisi ini tentu sangat ironis karena kasus keracunan massal secara beruntun masih terjadi di saat pemerintah berupaya memperbaiki manajemen BGN dengan mengganti pimpinannya sebanyak dua kali.

Kepala BGN yang baru, Sudaryono, juga telah menghentikan sementara hampir 2.000 SPPG yang tidak memenuhi persyaratan.

Namun, kebijakan ini pun belum mampu mengurangi terjadinya kasus keracunan MBG.

Jika mengikuti standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO, keamanan pangan harus dipastikan sejak bahan makanan diproduksi hingga siap dikonsumsi. Konsep ini dikenal sebagai "from farm to plate".

Pengecekan dimulai dari proses produksi di lahan pertanian dan peternakan, memeriksa kelayakan gudang penyimpanan, memastikan prosedur berjalan dengan ketat di lokasi pengolahan seperti dapur SPPG, hingga memastikan mutu makanan tetap terjaga saat dikonsumsi oleh anak-anak di sekolah.

Sisi lain yang juga sangat penting dievaluasi adalah sistem pemberian MBG yang berjalan secara terpusat atau sentralistik.

Sejak awal program MBG dirancang hingga pelaksanaannya, seluruh kegiatan dilakukan oleh pemerintah pusat tanpa melibatkan pemerintah daerah secara langsung, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Sistem terpusat memang sangat efisien, tetapi juga memiliki kerentanan risiko yang besar.

Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola MBG juga harus menyentuh perubahan desain program dengan melibatkan pemerintah daerah.

Pemerintah daerah perlu diberi kewenangan untuk ikut merancang pelaksanaan program MBG yang sesuai dengan kondisi setempat.

Dengan demikian, program MBG dapat menjangkau lebih banyak anak tanpa harus memproduksi hingga ribuan porsi di satu dapur.

#keracunanmbg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690498/keracunan-mbg-jadi-sorotan-desakan-penghentian-sementara-hingga-evaluasi-total-tata-kelola-mbg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:02Intro
00:05Saudara kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis
00:09terjadi secara beruntun di sejumlah daerah selama sebulan terakhir.
00:14Di bulan September saja tercatat ada 4 kasus keracunan yang terjadi dalam rentan 3 hari
00:20dan lebih dari 1.600 anak menjadi korban keracunan.
00:24Lalu apa evaluasi yang perlu dilakukan dalam tata kelola MBG?
00:29Ulasannya dalam catatan Kompas TV bersama rekan Sintia Rompas.
00:33Ya terima kasih Yasir.
00:35Betul kasus keracunan MBG di sejumlah wilayah ini harus menjadi alarm
00:40untuk mengevaluasi tata kelola program MBG secara menyeluruh.
00:46Inilah catatan Kompas TV.
00:49Hentikan sementara evaluasi total tata kelola MBG.
00:59Mungkin kita lihat perintah di UBG aja udah mulai khawatir kita.
01:03Makanya saya harus pesan di sini.
01:05Ini bagi anak-anak suara, jangan terlalu banyak makanan MBG.
01:09Lebih baik bau pelang dulu.
01:13Makanya mungkin membawa bukal dari rumah.
01:16Membawa bukal yang dimasak ikut-ibunya mas.
01:23Jeri, tangis, dan kepanikan pecah saat 352 siswa di sejumlah sekolah
01:28kecamatan Batuk, Liang, Utara, Lombok, Tengah
01:31diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Jumat 11 September 2026.
01:38Siswa mengelusakit perut diare, mual, pusing hingga sesak
01:42setelah mengonsumsi MBG berisi kebab ayam dan buah salam.
01:46Sebagian anak yang sempat dirawat sudah diperbolehkan pulang.
01:50Orang tua siswa yang menjadi korban MBG merasa khawatir dan trauma
01:54hingga meminta sekolah tidak lagi memberikan MBG kepada anak-anaknya.
02:02Semenjak kita lihat perintah di UBG aja udah mulai khawatir kita.
02:06Makanya saya berpaksa di sini.
02:09Pagi anak-anak sekolah, jangan terlalu banyak makan MBG.
02:12Lebih baik bau pelang dulu.
02:14Ditutup, ditutup aja.
02:15Tutup dulu ya?
02:16Iya.
02:18Jangan dulu aja.
02:19Jangan ditutup.
02:20Sekalian, sekalian aja tutup.
02:21Berarti ditolak untuk memberikan MBG.
02:25Lombok Tengah bukan satu-satunya.
02:28Kasus keracunan masal usai mengonsumsi menu MBG
02:31juga dialami oleh lebih dari 400 korban
02:34yang terdiri dari siswa dan guru di Pati Jawa Tengah
02:37pada 9 September 2026.
02:41Polisi sudah bergerak cepat.
02:42Sample makanan langsung disita dan dikirim ke laboratorium forensik
02:46demi mengungkap sat beracun di dalamnya.
02:48Sejumlah saksi dan pihak SPPG sudah diperiksa.
02:51Namun hingga kini, polisi belum menetapkan satu pun tersangka.
02:56Sudah mengambil sampling makanan
02:58dan juga sisa, apa,
03:01muntahan dari para siswa
03:04untuk dilakukan uji laporan.
03:08Ada kemungkinan penetapan tersangka atau sebagainya?
03:10Kita masih proses penyidikan.
03:13Yang diminta-minta terangkan saksinya?
03:16Yang diminta-minta terangkan?
03:17Ya, saksi dari siswa dan juga dari SPPG
03:21sudah kita diminta-minta terangkan.
03:23Wakil Presiden Gibran Rakebuming
03:25juga memantau kondisi kesehatan anak-anak
03:27yang menjadi korban keracunan MBG
03:29di Karus, Mata, Utara
03:31yang terjadi pada pertengahan Agustus 2026.
03:34Dalam kunjungannya,
03:35Gibran meminta maaf
03:37atas kasus siswa keracunan MBG
03:39dan memastikan sejumlah anak
03:41mendapatkan perawatan terbaik
03:42selama di rumah sakit.
03:45Gibran juga berpesan kepada orang tua
03:46agar anaknya tidak dipaksakan masuk sekolah
03:49dan mengonsumsi MBG
03:51jika masih dalam kondisi lemah.
03:54Dipaksakan masuk dulu, Pak.
03:56Kalau belum fit total ya, Pak.
03:58Dan saya tipik,
03:59anaknya mungkin membawa pekal dari rumah.
04:02Membawa pekal yang dimasak
04:03ibu-ibunya masing-masing.
04:06Polres Tanakara pun telah resmi
04:08meningkatkan status penanganan
04:09kasus dugaan keracunan masal
04:11program MBG
04:12di Kabupaten Karus, Mata, Utara
04:14ketingkat penyidikan
04:15setelah menemukan adanya
04:16unsur dugaan tindak bidan.
04:19Pada saat ini,
04:20untuk pemerintahan sakti,
04:23pemerintah keterangan
04:24dan pengecekan dapur
04:25serta pengecekan laboratorium
04:28juga ada kita alasan.
04:29Kita tinggal melaksanakan
04:31gelar perkara khusus saja nanti.
04:37Nah, tentunya dalam perkara ini
04:40kita akan bekerja secara
04:41profesional,
04:42serukur,
04:43dan kita akan melaporkan
04:45perkembangan.
04:47Data Litbang Kompas menyebutkan,
04:49selama tujuh bulan terakhir,
04:50kasus keracunan MBG terjadi
04:52di sejumlah daerah
04:53akibat terkontaminasi bakteri,
04:56seperti bakteri E. coli,
04:58Salmonella,
04:58Bacillus cereus,
05:00dan Staphylococcus aereus.
05:02Pada 10 Februari 2026,
05:05218 orang menjadi korban
05:07keracunan MBG
05:08di SMK HKBP
05:09dan SMK Arena Sidikalang,
05:11Dairi, Sumatera Utara.
05:12Pada 28 Juli 2026,
05:15108 siswa di SD Al-Abidin,
05:17Solo, Jawa Tengah
05:18menjadi korban keracunan MBG.
05:2031 Juli 2026,
05:22707 orang di SMKN 6 Semarang,
05:25Jawa Tengah
05:26mengalami keracunan MBG.
05:27Lalu 13 Agustus 2026,
05:30sejumlah 361 orang
05:32dari sejumlah sekolah
05:33di Karo, Sumatera Utara
05:35juga mengalami keracunan MBG.
05:37Sementara itu ada 527 siswa
05:40di Distrik Depapre
05:41yang juga mengalami keracunan MBG
05:44pada 4 Agustus 2026.
05:47Lalu 2 September 2026,
05:49sebanyak 304 orang
05:50alami keracunan
05:51di sejumlah SD dan SMP
05:53di Agam, Sumatera Utara.
05:55Kasus keracunan makanan
05:56dalam program
05:57Makan Bergizi Gratis
05:58harus terjadi secara beruntun
06:00di sejumlah daerah
06:01selama sebulan terakhir.
06:03Peristiwa ini harus menjadi
06:04alram untuk mengevaluasi
06:06tata kelola program MBG
06:08secara menyeluruh.
06:11Tim Liputan, Kompas TV.
06:17Kasus keracunan,
06:19Makan Bergizi Gratis
06:20atau MBG
06:21terus berulang.
06:22Tidak saja puluhan,
06:24tapi ratusan anak
06:25harus menjalani perawatan
06:27di rumah sakit
06:28setelah menyantap
06:29menu MBG.
06:40Di bulan September saja,
06:42tercatat ada
06:43empat kasus keracunan
06:45yang terjadi
06:45dalam rentang
06:46tiga hari.
06:48Lebih dari 1.600
06:49anak menjadi korban keracunan
06:51di tiga provinsi.
06:53Kondisi ini
06:54tentu sungguh ironis
06:56karena kasus keracunan
06:57masal beruntun
06:59masih terjadi.
07:00Di saat pemerintah
07:02berupaya memperbaiki
07:03manajemen
07:03Badan Gizi Nasional
07:05atau BGN
07:05dengan mengganti
07:07dua kali
07:08pimpinannya.
07:09Kepala BGN yang baru,
07:11Sudaryono,
07:12juga telah menghentikan
07:13sementara
07:14hampir 2.000
07:15SPPG
07:16yang tidak
07:17memenuhi persyaratan.
07:19Tetapi,
07:20kebijakan ini pun
07:21tidak mengurangi
07:22terjadinya
07:23kasus keracunan MBG.
07:31Jaringan Pemantau
07:33Pendidikan Indonesia
07:34atau JPPI
07:36mencatat
07:36sejak diluncurkan
07:386 Januari
07:392025
07:40hingga
07:41Agustus
07:422026
07:44telah terjadi
07:45kasus keracunan
07:46MBG
07:46di 36 provinsi
07:48dengan lebih dari
07:5043.000
07:52anak
07:52menjadi korban.
07:53Kondisi ini
07:54menunjukkan
07:55bila akar
07:56masalah
07:57dari terjadinya
07:58kasus keracunan
07:59MBG
08:00lebih kompleks
08:01dan sistemik
08:02dari sekadar
08:04perombakan
08:05organisasi
08:06atau keteledoran
08:08yang terjadi
08:08di dapur
08:09SPPG.
08:10Oleh karenanya,
08:12fokus evaluasi
08:13tata kelola
08:14MBG
08:14harus ada
08:15pembenahan
08:16sistem
08:16yang berjalan
08:18termasuk
08:19sistem rantai
08:20makanan
08:20yang ada.
08:25Bila kita
08:27mengikuti
08:28standar
08:28badan
08:29kesehatan
08:29dunia
08:30atau WHO
08:31maka
08:32keamanan
08:33pangan
08:34harus dipastikan
08:35sejak
08:35bahan
08:36makanan
08:37diproduksi
08:38sampai
08:39siap
08:40dikonsumsi
08:41atau yang
08:41dikenal
08:42dengan konsep
08:43form from
08:44to plate.
08:46Pengecekan
08:47dimulai
08:47dari proses
08:48produksi
08:49di lahan
08:49pertanian
08:50dan peternakan.
08:51memeriksa
08:52kelayakan
08:53gudang
08:53penyimpanan.
08:54Memastikan
08:55prosedur
08:56berjalan
08:56dengan ketat
08:57di lokasi
08:58pengolahan
08:58seperti
08:59dapur
09:00SPPG.
09:01Hingga
09:01memastikan
09:03mutu
09:03makanan
09:04tetap
09:04terjaga
09:05saat
09:05dikonsumsi
09:06oleh
09:06anak
09:07di sekolah.
09:08Pelibatan
09:09pakar
09:09gizi,
09:10pakar
09:10kesehatan
09:11masyarakat,
09:12ahli
09:12teknologi
09:13pangan
09:13dan lembaga
09:14yang memiliki
09:15spesialisasi
09:16di bidang
09:17gizi
09:17dan keamanan
09:18pangan
09:19menjadi
09:20sangat vital
09:21karena analisa
09:23para pakar
09:23tersebut
09:24yang harus
09:25menjadi
09:26pijakan
09:27ilmiah
09:27untuk
09:28mengevaluasi
09:29sisi keamanan
09:30pangan
09:31dari tata
09:32kelola
09:32yang berjalan
09:33saat ini.
09:53Sisi lain
09:54yang juga
09:55sangat penting
09:56dievaluasi
09:57adalah
09:58sistem
09:58pemberian
09:59MBG
09:59yang berjalan
10:00terpusat
10:01atau
10:01sentralistik.
10:03sejak awal
10:04program MBG
10:05dirancang
10:06hingga
10:06pelaksanaannya
10:07seluruh
10:08kegiatan
10:08dilakukan oleh
10:09pemerintah pusat
10:11tanpa
10:12melibatkan
10:13pemerintah
10:13daerah
10:14sama sekali
10:15baik
10:16di tingkatan
10:17provinsi
10:18maupun
10:19kabupaten
10:20kota.
10:21Sistem terpusat
10:22memang sangat
10:23efisien
10:23tetapi
10:24juga memiliki
10:25kerentanan
10:26resiko
10:27yang besar
10:28karena
10:29kegagalan
10:30pada satu
10:30titik
10:31akan
10:31berdampak
10:32lebih besar
10:33bila dibandingkan
10:34dengan sistem
10:35yang lebih
10:36terdesentralisasi
10:38ibarat
10:39ketiban
10:40sial
10:40pemerintah
10:41daerah
10:42lah
10:42yang kalang
10:43kabut
10:44dan ikut
10:45bertanggung jawab
10:46bila terjadi
10:47kasus keracunan
10:48MBG
10:49bahkan
10:50pemerintah
10:51kabupaten
10:52pati
10:52harus
10:53menetapkan
10:54status
10:54kejadian
10:55luar biasa
10:56atau KLB
10:57untuk mengatasi
10:58kasus
10:59keracunan
10:59MBG
11:00di pati
11:00selain
11:02karena jumlah
11:02korban
11:02keracunan
11:03yang besar
11:04penetapan
11:05status
11:05KLB
11:06menjadi
11:07satu-satunya
11:07cara
11:08PMK
11:09pati
11:09menyetop
11:10pemberian
11:10MBG
11:11untuk
11:12mencegah
11:12bertambahnya
11:13korban
11:14keracunan
11:15serta
11:16membiayai
11:17penanganan
11:17medis
11:18para korban
11:19yang dirawat
11:19di rumah sakit
11:20dengan menggunakan
11:21anggaran
11:22belanja
11:23tidak terduga
11:33evaluasi total
11:35tata
11:36kelola
11:37MBG
11:38harus juga
11:39menyentuh
11:40perubahan
11:40desain program
11:41dengan melibatkan
11:42pemerintah daerah
11:43dari tingkatan
11:44provinsi
11:45hingga
11:45tingkatan
11:46pemerintahan
11:47terbawah
11:48yakni
11:48kelurahan
11:49atau desa
11:50berikan
11:51pemerintah daerah
11:52kewenangan
11:53untuk ikut
11:54merancang
11:55pelaksanaan
11:56program
11:56MBG
11:57yang sesuai
11:58dengan kondisi
11:59setempat
12:00pemberian
12:01kewenangan
12:02kepada pemerintah
12:03daerah
12:04harus dimulai
12:05dengan otoritas
12:06dalam menentukan
12:07model produksi
12:08yang cocok
12:09dengan situasi
12:10dan kondisi
12:12setempat
12:12sehingga
12:14program
12:14MBG
12:15bisa menjangkau
12:17banyak anak
12:17tanpa harus
12:19memproduksi
12:19sampai ribuan
12:20porsi
12:21di satu
12:22dapur
12:22tentu
12:23hal ini
12:24bertujuan
12:24untuk memudahkan
12:25pengawasan
12:26dalam menjaga
12:27mutu
12:28dan kualitas
12:29makanan
12:29saat diproduksi
12:30hingga
12:31dikonsumsi
12:32untuk dapur
12:34yang tidak
12:34menjalankan
12:35prosedur
12:35dengan benar
12:36pemerintah daerah
12:37juga diberikan
12:38kuasa
12:38untuk mencabut
12:40izin
12:40serta memberikan
12:41sanksi
12:42penghentian
12:43operasional
12:43dapur
12:44tersebut
12:44pelibatan
12:45pemerintah
12:46di daerah
12:47dalam merancang
12:48desain
12:48dan model
12:49produksi
12:50program
12:50MBG
12:51bertujuan
12:52untuk meningkatkan
12:53efektivitas program
12:55tidak sekadar
12:56efisiensi
12:57serta
12:58meminimalisir
12:59kerentanan
12:59resiko buruk
13:00dari pelaksanaan
13:02program MBG
13:03karena lebih
13:04terdesentralisasi
13:11pihak lain
13:12yang perlu juga
13:13dilibatkan
13:14adalah
13:15orang tua
13:16murid
13:17selain menjadi
13:18hak orang tua
13:19untuk tahu
13:20apa yang akan
13:21dikonsumsi
13:22anak
13:23pelibatan ini
13:24juga memperkuat
13:25sistem pengawasan
13:26dalam pelaksanaan
13:28program
13:28MBG
13:29suara orang tua
13:31harus dijadikan
13:33umpan balik
13:34bagi perbaikan
13:35tata kelola
13:36di tingkatan
13:37operasional
13:38sekolah
13:39permintaan
13:40maaf
13:40telah disampaikan
13:42mulai dari
13:43SPPG
13:44kepala
13:45BGN
13:45hingga
13:46wakil
13:47presiden
13:47Gibran
13:48Raka Buming
13:49bahkan
13:50Menko Pangan
13:51Zulkifli Hasan
13:53dan kepala
13:54BGN
13:54Sudaryono
13:55dengan tegas
13:56menyebut
13:56akan melibatkan
13:58aparat penegak
13:59hukum
13:59dalam menyelesaikan
14:01berbagai
14:01kasus
14:02keracunan
14:03karena dinilai
14:04ada kelalaian
14:05yang disengaja
14:07tetapi yang mendesak
14:08hari ini
14:09bukan mencari
14:10siapa yang salah
14:11dalam kasus
14:13keracunan
14:13MBG
14:14tetapi bagaimana
14:16caranya
14:17agar tidak
14:18ada lagi
14:19anak-anak
14:20yang menjadi
14:21korban
14:22keracunan
14:23Menko Pangan
14:24Zulkifli Hasan
14:25berjanji
14:26akan memperbaiki
14:27pelaksanaan
14:28program
14:28MBG
14:29dalam waktu
14:30dua bulan
14:43sebaiknya
14:44dalam masa
14:45perbaikan
14:46dan evaluasi
14:47tersebut
14:48pelaksanaan
14:49program
14:49MBG
14:50juga
14:50dihentikan
14:52sementara
14:52sampai ada
14:54tata
14:54kelola baru
14:55yang bisa
14:56meminimalisir
14:58terjadinya
14:58kasus
14:59keracunan
15:00terjadinya
15:02terjadinya
15:04terjadinya
15:05selamat menikmati
15:06Lямah
Komentar

Dianjurkan