Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. 6 orang ditemukan meninggal dunia dan 130 lainnya masih dalam pencarian.

Minggu sore, Kapal MV Haida sandar di Pelabuhan Trisakti dengan membawa 69 korban selamat. Proses penurunan para korban dari kapal dilakukan untuk kemudian dibawa menggunakan bus yang telah disediakan di dermaga.

Sejumlah penumpang juga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, berdasarkan pantauan helikopter pada Minggu sore, Kapal Virgo Transport 8 berada dalam posisi terbalik di perairan Laut Jawa.

Terkait Kapal Virgo Transport 8, diketahui bahwa kapal buatan Jepang ini baru diimpor dan sudah berusia hampir 40 tahun. Padahal, berdasarkan aturan, kapal penumpang yang boleh diimpor maksimal berusia 15 tahun.

Apakah ada kelalaian dalam kasus ini, atau kecelakaan tersebut murni terjadi akibat faktor lain?

Kita bahas bersama Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardianto, serta dosen hukum transportasi STIH Gunung Jati yang juga pernah menjadi investigator KNKT, Ruth Simatupang.

Baca Juga Upaya Evakuasi Korban KM Virgo yang Terbalik di Laut Jawa, 130 Orang Masih Dicari | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/690521/upaya-evakuasi-korban-km-virgo-yang-terbalik-di-laut-jawa-130-orang-masih-dicari-berut

#kmvirgo #kapalterbalik #kapalvirgo #kmvirgotransport8

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690528/full-dpr-soroti-soal-insiden-km-virgo-terbalik-di-laut-jawa-murni-kecelakaan-atau-ada-kelalaian
Transkrip
00:00Saudara kapal Virgo Transport 8, rute Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa.
00:076 orang ditemukan meninggal dan 130 lainnya masih dalam pencarian.
00:13Minggu sore, kapal MV Haida Sander di Pelabuhan Trisakti dengan membawa dari 69 korban selamat.
00:22Proses penurunan para korban dari kapal kebus telah disediakan di Dermaga.
00:27Sejumlah penumpang juga langsung diberikan perawatan lanjutan ke rumah sakit terdekat untuk proses pemeriksaan kesehatan.
00:35Menteri Perhubungan Dudi Purwagandi menyatakan, dari pantauan helikopter pada minggu sore, kapal Virgo Transport 8 dalam posisi terbalik di perairan
00:43Laut Jawa.
00:48Kemudian juga kapal dari informasi yang kami dapatkan dari helikopter, kalau saya tidak salah, itu terbalik.
00:56Jadi belum terulang.
00:59Jadi kondisi bersadi tukur 3, kalau saya tidak salah, itu kondisi kapal terbalik.
01:06Jadi tidak, belum terulang sampai dengan tadi dikirimkan.
01:13Dan juga kapal-kapal yang sedang melakukan operasi itu sekarang sedang berada di sekitar lokasi kapal
01:31Sebuah video amatir memperlihatkan sebagian penumpang kapal Virgo Transport 8 dievakuasi di tengah laut oleh kapal lain.
01:38Dan sebagian penumpang kapal Virgo Transport 8 ini dievakuasi dari beberapa skoci yang mereka naiki.
01:59Dan ini adalah visual kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa.
02:06Visual kami peroleh dari Polri yang juga terlibat dalam operasi SAR kapal Virgo Transport.
02:12Korps Polairut Baharkam Polri mengirimkan 3 kapal polisi ke lokasi kecelakaan.
02:19Pol de Kalteng juga telah mengerahkan 1 unit helikopter untuk melakukan pencarian melalui udara.
02:53Terkait kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa,
02:57kita akan bahas bersama anggota Komisi 5 DPR RI dari fraksi PD Perjuangan Sofwan Deddy Ardianto
03:04serta dosen hukum transportasi STIH Gunung Jati yang juga pernah menjadi investigator KNKT Ruth Simatupang.
03:11Selamat malam Pak Afwan dan juga Bu Ruth.
03:15Selamat malam.
03:16Selamat malam Mas Reddy.
03:17Pak Sofwan, kalau melihat kejadian yang terjadi di Laut Jawa kapal Virgo Transport 8 ini
03:30katanya terbalik seperti kata Menhub juga terbalik visual yang sebelum kita ini saksikan juga kan
03:36dari udara tampak terbalik.
03:39Nah ini berarti harus ada evaluasi dengan kecelakaan-kecelakaan kapal seperti ini.
03:43Kira-kira evaluasi komisi 5 terhadap kecepatan dan koordinasi operasi SAR,
03:49Basarna serta instansi terkait dalam evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 ini bagaimana?
03:55Ya, yang membuat kita cukup prihatin adalah kejadian ini
04:05berulang tidak lama setelah Komisi 5 melakukan rapat dengan pendapat
04:10dengan Kementerian Perhubungan, Direkturat Jenderal Perhubungan Laut,
04:15dan operator kapal yang tempoh hari mengalami kecelakaan.
04:21Belum lama ini ada kecelakaan yang kita tahu bersama.
04:24Dan waktu itu dari data Basarnas, kami mendapatkan data yang cukup mengejutkan
04:30bahwa sepanjang Januari sampai dengan 15 Agustus tahun 2026
04:35itu terjadi kecelakaan kapal yang jumlahnya sangat banyak.
04:44600 kejadian.
04:47Jadi 600 itu korban meninggal 239, korban hilang 203.
04:55Waktu itu di Komisi 5, saya menuntut kepada Direkturat Jenderal Perhubungan Laut
05:00untuk kemudian memberikan sanksi atas kelalaian operator kapal.
05:07Karena bagi saya, sebuah kecelakaan itu tidak semata-mata juga.
05:12Kemudian kesalahan sah bandar, tetapi ada proses sebelumnya yang harus dicek terlebih dahulu.
05:22Betul bahwa untuk mendapatkan surat izin berlayar,
05:26itu adalah kewenangan sah bandar dicek.
05:29Rem ceknya sudah dilakukan belum.
05:32Nah, untuk kasus kapal Virgo Transporter 8 ini,
05:36saya menemukan sebuah informasi yang harus ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
05:41Apa itu?
05:44Bahwa kapal ini kan baru sekian belas bulan beroperasi di Indonesia.
05:51Sebelumnya dia beroperasi di Jepang.
05:53Jepang, betul.
05:54Usianya 39 tahun.
05:57Kalau kemudian dia masuk ke Indonesia, itu berarti dia diimport.
06:01Usianya sudah 38 tahun.
06:03Sementara menurut peraturan Menteri Perdagangan,
06:08Menteri Perdagangan nomor 20 tahun 2021,
06:13itu kapal penumpang, kapal feri,
06:17itu boleh diimport maksimum usianya 15 tahun.
06:22Nah, ini perlu dicek.
06:25Bagaimana kok ada bisa kapal usia 39 tahun
06:29untuk kebutuhan penumpang masuk ke Indonesia?
06:31Ini dicek dulu.
06:33Persoalan kemudian bahwa rezimnya memang berbeda.
06:37Memang tidak ada ketentuan bahwa Kementerian Perhubungan
06:40tidak bisa memberi izin untuk kapal yang sudah tua.
06:44Boleh.
06:44Itu kewenangan sahabat anda di dalam melakukan pengecekan kelaikan.
06:48Tetapi, kita tidak bisa melihat di titik,
06:52di titik apa namanya,
06:54kenapa kapal tua ini bisa berlayar.
06:56Sebelumnya juga harus dicek.
06:58Oke.
06:59Saya ke Ibu Ruth kalau begitu.
07:02Saya bertanya dari perspektif anda sebagai mantan investigator KNKT ya.
07:06Analisis anda, Bu Ruth.
07:07Kira-kira kecelakaan kapal Virgo yang terjadi,
07:09kapal Virgo Transport 8 ini yang terjadi di perairan Laut Jawa.
07:12Apa ini karena faktor cuaca?
07:15Karena memang gelombangnya dilaporkan pada situ sedang tinggi memang.
07:18Atau memang berkaitan dengan kelaikan tadi yang disebut oleh Pak Sofwan tadi.
07:24Yang soal lebih dari 30 tahun,
07:28aturannya padahal 15 tahun ini tapi lebih dari 30 tahun,
07:30tapi masih bisa diimpor ke Indonesia.
07:32Apakah soal itu atau memang soal faktor cuaca?
07:35Ini pertanyaan yang sering kali muncul kalau terjadi kecelakaan ke laut ya.
07:42Jawabannya hampir selalu saya bilang tidak bisa hanya karena satu faktor.
07:48Dan apalagi ini dibilang karena faktor cuaca.
07:51Jadi tidak bisa kita bilang hanya diperiksa satu faktor ini saja.
07:57Tapi harus tetap diperiksa semua aspek.
08:02Termasuk yang teknis dari si kapal itu sendiri.
08:06Karena kalau cuaca kita tahu itu faktor eksternal dari kapal.
08:11Dan kapal itu sendiri dibuat untuk menghadapi cuaca yang tidak baik.
08:16Jadi kalau dia bisa tahu bahwa ini akan digunakan untuk penumpang,
08:22kemudian akan melewati jalur Laut Jawa yang memang kondisinya sering berubah-ubah,
08:30musim dan juga gelombangnya, arusnya,
08:34tentu kapal ini sudah dipersiapkan sebelum dia beroperasi di jalur tersebut.
08:39Jadi sebagai prinsip dalam melakukan investigasi,
08:44saya bilang tidak bisa cuaca buruk itu berdiri sendiri sebagai penyebab tunggal kecelakaan
08:50terhadap kapal yang dinyatakan sudah laik laut.
08:54Demikian Mas Rani.
08:56Tapi Bu Ruth begini, kapal ini seperti yang dikatakan Pak Sofwan tadi,
09:00ini kan lebih dari 39 tahun ya sudah beroperasi begitu.
09:05Di Jepang sebelumnya lalu diimpor ke Indonesia.
09:08Lalu dimodifikasi di Indonesia.
09:10Apakah ini memengaruhi pelayaran saat menghadapi karakteristik seperti yang Anda katakan di wilayah perairan Laut Jawa
09:15yang seringkali berubah-ubah karakternya?
09:19Ya, betul.
09:21Ya, apalagi ini sudah dimodifikasi ya.
09:23Jadi sangat-sangat berkaitan dengan material fatigue atau kelelahan di material kapal.
09:30Terutama korosi pada lambung, kemudian penurunan keandalan sistem mesin,
09:38kemudian ada berbagai hal struktur yang juga perlu kita cermati
09:44karena jelas di sini dinyatakan sudah dimodifikasi.
09:48Nah, apakah modifikasi ini sudah dilakukan secara benar oleh Biroklasifikasi kita
09:56atau dari luar negeri, dari Jepangnya sendiri, waktu dia dimodifikasi.
10:02Nah, perubahan struktur atau kapasitas terutama yang adanya penambahan deck ya.
10:08Nah, ini sangat berbahaya sebenarnya untuk stabilitas kapal itu sendiri.
10:14Karena saya membaca data, kapal ini sebelum capsizing atau terbalik
10:19adalah seruan dari Nahoda dalam keadaan kondisi kapal sudah miring.
10:27Berarti ada stabilitas kapal yang tidak benar di si kapal itu sendiri.
10:33Sementara kita tahu Laut Jawa itu dikenal punya karakteristik gelombang
10:39yang cepat berubah dan sangat membahayakan pada musim-musim tertentu.
10:45Nah, saya nggak tahu apakah Nahoda paham dengan hal tersebut.
10:50Tapi saya yakin mereka harusnya paham, termasuk kru yang lain.
10:54Baik, Pak Sofuan, Anda kan mengatakan sebelum kecelakaan ini terjadi
10:58baru saja melakukan rapat dengan Direkturat Jenderal Perhubungan Laut
11:04dan Kementerian Perhubungan, termasuk juga operator ya Pak ya.
11:07Ini kan keselakaan tadi juga diungkap banyak sekali terjadi di Indonesia.
11:11Pada saat Anda melakukan RDP pada saat itu,
11:13apa rekomendasi yang diberikan untuk keselamatan perjalanan laut
11:16dan sekarang terjadi lalu rekomendasi yang kemarin masih tetap sama
11:20atau ada tambahan-tambahan lagi?
11:23Begini, yang paling utama dari rapat tersebut adalah
11:27Menteri Perhubungan Republik Indonesia waktu itu menyatakan komitmen beliau
11:33untuk menegakkan aturan setegak-tegaknya.
11:39Nah artinya, jajaran Kementerian Perhubungan
11:43dalam hal ini Direkturat Jenderal Perhubungan Laut
11:46harus menindaklanjuti itu.
11:48Cek seluruh kapal penumpang yang ada.
11:53Dilakukan cek.
11:55Jangan sampai kemudian ada yang terlewat.
11:58Kan mestinya begitu.
11:58Sah Bandar harus lebih hati-hati dalam memberikan izin pelayaran.
12:05Kan semestinya begitu.
12:06Nah belum satu, belum dua bulan dari komitmen tersebut
12:11terjadi sebuah kecelakaan lagi.
12:15Yang ini juga sekarang masih seratus lebih penumpangnya belum ditemukan.
12:20Artinya, ada jeda waktu yang setelah rapat tersebut
12:25apakah itu belum sempat di-follow up atau apapun
12:28akan tetapi menurut saya komitmen Pak Menteri sudah oke.
12:32Tinggal ini di-follow up secara sungguh-sungguh
12:36di tingkat operasional oleh Sah Bandar dan lain-lain.
12:40Yang kedua, penegakan aturan.
12:42Kemarin itu yang sudah terbukti di dalam rapat tersebut melanggar aturan.
12:47Misalnya, dalam kecelakaan sebelumnya terungkap
12:50bahwa mereka tidak punya skoci.
12:53Itu sudah melanggar.
12:54Ditegakkan enggak aturannya.
12:56Sampai sekarang belum ada tuh rilis bahwa ini kemudian
13:00izinnya dibekukan.
13:02Padahal satu operator itu yang kemarin
13:04dalam berapa tahun, enam kali kecelakaan.
13:07Kebakar.
13:09Penegakannya di mana?
13:11Termasuk yang hari ini, yang kecelakaan hari ini
13:15tentu yang pertama kita berharap seluruh korban ini bisa
13:19segera ditemukan dan diselamatkan.
13:22Tetapi tidak cukup hanya itu, kita harus melakukan koreksi ke belakang.
13:26Ya.
13:27Oke.
13:28Pak Safwan, ini kalau memang kita berkaca dengan
13:32apa namanya, kecelakaan yang terjadi di Laut Jawa ini.
13:36Ini kan tadi juga sempat disinggung bukan hanya faktor cuaca,
13:40tapi ada faktor kelahian.
13:41Tapi kalau memang ada faktor cuaca di dalam itu,
13:43ini kan BMKG sebenarnya sudah memberikan peringatan rutin
13:47untuk peringatan soal cuaca di perairan dalam.
13:51Banyak kasus yang terjadi seperti ini.
13:53Di perairan dalam, gelombang tinggi,
13:57lalu ada terjadi kecelakaan.
13:58Apakah ini karena operator kapal juga mengabaikan peringatan
14:01untuk menunda keberangkatan itu bagaimana Pak?
14:03Kalau Anda berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan.
14:07Kalau saya sepakat dengan apa yang Bu Hurut sampaikan tadi,
14:11bahwa secara teknologi, kapal itu didesain
14:14untuk menghadapi cuaca dalam batas tertentu.
14:19Kan selama 39 tahun itu kapal aman-aman aja Pak.
14:24Selama 38 tahun dia aman-aman aja.
14:27Artinya ada sebuah situasi teknis
14:30yang luput dari pengamatan operator,
14:35luput dari pengamatan regulator,
14:40di luar faktor cuaca ya.
14:42Yang kemudian ini bertemu pada satu titik.
14:45Ketika ada cuaca, secara teknis mungkin lambungnya sudah,
14:49ketebalan lambungnya sudah terkoreksi dan lain-lain.
14:52Sehingga kombinasi itu menyebabkan kecelakaan.
14:55Menyebabkan kapal ini tenggelam.
14:57Oleh karena itu saya sepakat bahwa faktornya tidak tunggal.
15:01Dan semua harus diinvestigasi.
15:03Dan setelah diinvestigasi,
15:05yang penting adalah publik menunggu janji Menteri Perhubungan
15:09untuk menegakkan aturan setegak-tegak.
15:11Terlebih ini kan baru ketahuan begitu ya,
15:1639 tahun sekarang setelah kecelakaan.
15:18Mungkin ada juga kapal-kapal lain yang setua itu,
15:21yang juga sekarang belum tersisir,
15:22ini yang harus juga diawasi, harus ditelusuri lagi.
15:28Memang apakah ada kapal-kapal tua yang masih beroperasi begitu kira-kira.
15:31Terakhir saya ke Ibu Rood.
15:32Ibu Rood kalau kecelakaan laut ini kan banyak terjadi di Indonesia begitu.
15:39Kira-kira dari investigator KNKT,
15:41selain tadi keselamatan dari keselamatan cuaca,
15:45dilihat faktornya keselamatan kelaikan kapalnya.
15:48Rekomendasi apa lagi untuk keselamatan yang harus dijalankan untuk perjalanan laut, Ibu Rood?
15:54Iya, nomor satu.
15:56Saya tadi ingin melanjutkan keterangan dari Pak Sofwan,
16:01bahwa harusnya ada pemutusan-keputusan berlayar dari tangan operator atau tangan syah bandar.
16:09Kita harus membangun suatu sistem yang otomatis terhubung dengan BMKG.
16:15Jadi selama ini kan kita tahu keputusan untuk persetujuan untuk berlayar itu dari syah bandar.
16:24Dan ada keterangan atau laporan mengenai cuaca dari BMKG.
16:29Nah bagaimana kalau kita buat suatu sistem penerbitan surat izin berlayar ini secara otomatis
16:37dengan data yang diupload oleh BMKG.
16:43Jadi begitu ada peringatan bahwa akan ada gelombang ekstrim di suatu jalur,
16:49maka sistem akan otomatis menahan penerbitan SIB-nya.
16:54Tanpa perlu ada negosiasi antara operator, antara syah bandar,
16:59atau antara pemilik dari kapal dan sebagainya.
17:03Jadi ini untuk mengurangi atau celah permintaan khusus ya dalam tanda kutip.
17:11Dan yang saya tahu ini akan menjadi selalu menjadi titik lemah untuk penerbitan surat izin berlayar.
17:17Terus yang kedua, itu sebenarnya kita harus ada punishment dan reward melalui sistem pembelian premi kepada operator.
17:30Kalau operator sering menghadapi atau mengalami eksiden atau insiden,
17:37maka premi untuk kapal itu harusnya naik tinggi.
17:42Sehingga ini membuat operator atau si pemilik jadi khawatir.
17:48Sehingga mereka akan menjaga kelaikan kapalnya dengan lebih konsisten untuk hal ini.
17:55Saya melihat dua hal ini.
17:58Saya pikir kita nggak perlulah menambah peraturan dan sebagainya.
18:02Karena aturan yang kita punya ada ini baik dari AIMO, dari UNCLOS, dan sebagainya itu sudah banyak sekali.
18:10Tapi kan kenyataannya dalam implementasi sangat kurang.
18:14Nah, kita mengajak sekarang harus ada transparansi publik
18:19di mana penumpang bisa dengan terbuka mendapatkan keterangan yang mereka naiki.
18:26Kemudian mereka juga bisa memberikan masukan kepada manajemen si operator
18:34bahwa waktu mereka naik kapal, tidak ada alat pemadam, sekuat si rusak seperti tadi Pak Sofwan bilang.
18:42Kemudian ada beberapa hal-hal yang mengerikan, itu mereka bisa laporkan langsung.
18:48Jadi kita libatkan penumpang sebagai tangan panjang dari, kepanjangan tangan dari Hubla, Kementerian Perhubungan.
18:58Jadi menjadi pengawas sekaligus juga ya penumpang ya?
19:01Yes, betul Mas Rahim.
19:03Ini saran yang sangat baik dan sangat berharga juga untuk mencegah kecelakaan ini kembali terulang
19:08di perairan, di perjalanan laut ke depannya.
19:11Dan tentu saja kita sama-sama berdoa dari insiden yang terjadi di perairan Laut Jawa ini
19:18ada 130 penumpang kapal yang belum ditemukan, bisa segera ditemukan dan tentu saja dalam kondisi yang selamat.
19:26Terima kasih anggota Komisi 5 DPR RI dari fraksi PD Perjuangan Sofwan Dedy Ardianto
19:31dan juga dosen hukum transportasi STH Gunung Jati yang juga pernah menjadi investigator KNKT Ruth Simatukang
19:37telah berbagi perspektifnya di Sapa Indonesia Malam Selatan.
Komentar

Dianjurkan