Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Saat mengawali rapat, Prabowo menyebutkan bahwa bencana alam yang terjadi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir merupakan takdir karena Indonesia berada di tengah ring of fire.

"Ini adalah takdir kita. Negara yang berada di lingkaran api the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ucap Prabowo.

Baca Juga Presiden Prabowo soal Erupsi Gunung Anak Krakatau: Semoga Allah Lindungi Rakyat Indonesia di https://www.kompas.tv/nasional/689375/presiden-prabowo-soal-erupsi-gunung-anak-krakatau-semoga-allah-lindungi-rakyat-indonesia



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689504/prabowo-pimpin-ratas-penanganan-karhutla-hingga-erupsi-anak-krakatau-singgung-anggaran-mitigasi
Transkrip
00:00Dapat melalui VIKON, saya hanya ingin monitor bagaimana perkembangan
00:13sekaligus mendengar situasi yang terkini.
00:22Jadi kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana, gempa di Flores,
00:37kemudian sekarang aktivitas gunung anak Rakatau dan juga kebakaran hutan
00:51dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua.
00:59Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire.
01:14Jadi ini membawa kita untuk, kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat.
01:24Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin,
01:32alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan.
01:46Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan, kita akan lebih mampu.
01:56Sekarang pun dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat.
02:07keadaan bencana di Sumatera, di Aceh, Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat,
02:16ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat.
02:28Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras.
02:34Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,
02:42dengan kekuatan kita sendiri.
02:48Cukup, menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi, saya ucapkan terima kasih semua unsur.
02:59Kemudian juga saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan,
03:06dan kita juga cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan,
03:17tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif.
03:31Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan, kita gunakan prinsip lebih baik-lebih daripada kurang.
03:47Artinya, ini juga nanti ya Menteri Seknek siapkan juga beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bapak Nasir.
03:58Berarti lebih banyak helikopter lebih baik,
04:06lebih banyak pompa air lebih baik,
04:10lebih banyak madam kebakaran lebih baik.
04:17Jadi kita siap sebelum kejadian.
04:25lebih banyak ekskavator di tingkat ekskavator-ekskavator kecil di tempat,
04:32di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan,
04:38itu lebih baik.
04:40Jadi kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif.
04:57Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Itali akan masuk ke jajaran angkatan laut kita.
05:09itu kita akan refurbish,
05:16kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter
05:23dan untuk drone.
05:26dan itu kemampuannya untuk bisa menampung sepuluh helikopter kelas menengah medium helikopter,
05:41sepuluh,
05:42saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis MI-17
05:52yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air.
06:02Jadi kalau kita punya sepuluh helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak,
06:14ini juga akan sangat membantu respons kita.
06:21kemudian kita nanti harus alokasikan lebih banyak pesawat-pesawat
06:27untuk
06:33cuaca,
06:35untuk modifikasi cuaca,
06:40kemudian brain harus mengkaji
06:42zat-zat apa yang paling efisien
06:46untuk mempercepat
06:48modifikasi cuaca.
06:51dan selanjutnya
06:52kita harus mengadakan
06:56drone-drone yang bisa
06:59melempar air.
07:03Ada drone yang
07:04cukup besar ya,
07:06sampai bisa
07:08mengangkut dan melempar
07:11bendrop 50 kilo
07:17air.
07:18kalau 50 kilo air kita 10 drone itu sama dengan
07:23dengan satu helikopter kemampuannya.
07:26iya kan 50, oh tidak, tidak ya.
07:3050 kali 10,
07:33lalu 500 setengah ton ya.
07:37Tapi minimal kalau ada di tempat terdepan ya,
07:42ini akan sangat...
07:44jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu
07:48jangan menunggu kejadian.
07:52jauh sebelumnya kita siapkan.
07:55Jauh sebelumnya kita siapkan.
07:58Gempa Flores,
08:01saya lihat juga
08:03respons kita
08:04juga cukup besar.
08:08Tapi saya juga ingin cek
08:10di kabupaten-kabupaten yang
08:12yang belum saya datangi,
08:14tapi saya ingin
08:15untuk lihat
08:19lihat
08:20bagaimana
08:21kebutuhan dasar,
08:24apa sudah bisa dipulihkan,
08:25dan sebagainya.
08:28Jadi nanti saya menunggu
08:33nanti laporan dari
08:34saya kira mungkin
08:36nanti Menteri Dalam Negeri
08:38melaporkan
08:43kondisi,
08:45kemudian
08:45juga nanti
08:47Kepala
08:51Badan Nasional Penanggulangan Bencana,
08:56nanti juga
08:57saya minta dari
08:59Badan
09:00Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG,
09:05dan juga Badan Geologi,
09:07yang ada di ESDM
09:09yang masih
09:10masih punya tanggung jawab
09:12tentang
09:13gunung-gunung berapi.
09:16Kemudian nanti
09:19saya juga
09:21minta mungkin
09:23Panglima TNI
09:25dan Kapolri bisa melaporkan
09:28dari
09:29segi
09:30keterlibatan
09:31TNI
09:33dan Polri
09:34dalam penanganan ini.
09:36kemudian
09:41tentunya nanti
09:43saya akan beralih kepada
09:44Gubernur NTT
09:46untuk bersama dengan
09:50Pangdam dan Kapolda
09:53NTT
09:54untuk
09:55melaporkan
09:58perkembangan
10:02penanganan
10:03Pasca
10:03kejadian.
10:08Baik, saya
10:09saya persilahkan sekarang
10:15BNPB.
10:17Oke, kita mulai dengan
10:18BNPB
10:20melaporkan
10:22keadaan secara umum.
10:24Silakan.
10:24Ya, Bapak Presiden.
10:27Bismillahirrahmanirrahim.
10:28Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan