- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pagu anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun anggaran 2027 sebesar Rp49,80 triliun.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk menjalankan lima program yang difokuskan pada dukungan terhadap prioritas dan kegiatan strategis pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Purbaya meminta persetujuan DPR RI terhadap pagu anggaran Kemenkeu 2027 tersebut.
Baca Juga FULL! Purbaya Menyerah? Pengamat Soroti Pengalihan Utang Kereta Cepat ke Pemerintah | KOMPAS BISNIS di https://www.kompas.tv/nasional/688954/full-purbaya-menyerah-pengamat-soroti-pengalihan-utang-kereta-cepat-ke-pemerintah-kompas-bisnis
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689502/full-purbaya-beberkan-kinerja-kemenkeu-di-dpr-gagalkan-penyelundupan-emas-hingga-underinvoicing
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Simpulkan pada hari ini dapat bermanfaat untuk bangsa dan negara.
00:03Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati, agenda rapat kerja hari ini adalah pengantar rencana kerja dan anggaran
00:09dan rencana kerja pemerintah Kementerian Keuangan pada era PBN tahun anggaran 2027.
00:16Sebagaimana kita ketahui bersama, rencana kerja dan anggaran merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran
00:22yang berisi rencana pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan,
00:26serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan anggaran dan belanja pada Kementerian Lembaga.
00:32Sebungan dengan hal tersebut, dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan secara efektif dan akuntabel,
00:38telah ditetapkan rencana kerja dan anggaran Kementerian Keuangan pada nota keuangan RAPBN tahun 2027
00:45dialokasikan sebesar Rp49.801.124.984.000
00:54dengan rencana sebagai berikut.
00:58Pertama, program kebijakan fiskal sektor keuangan dan ekonomi sebesar Rp78.8 triliun,
01:09Rp78.8 miliar.
01:12Kemudian pengelolaan penerima negara Rp3.621.885.852.000.
01:23Pengelolaan belanja negara Rp23.784.679.000.
01:29Pengelolaan perbendaharaan kekayaan negara dan risiko Rp267.584.270.000.
01:37Dan yang kelima, dukungan manajemen Rp45.809.011.406.000.
01:47Totalnya Rp49.801.124.984.000.
01:56Selanjutnya, untuk mempersingkat waktu, kami persilahkan Pak Menteri Keuangan
02:01untuk menyampaikan paparannya secara singkat, padat, dan
02:07apa tadi istilahnya Pak Dolphy itu ya mudah-mudahan pokoknya lancar semua lah.
02:12Karena Pak Menteri jam 10 ini untuk teman-teman sekalian akan ada rapat juga di rapat kerja di Bangkar.
02:19Jadi mudah-mudahan kalau presentasinya Pak Menteri lancar sehingga kita jam 10 maksimal sudah bisa kita akhiri.
02:24Cuma kalau ada presentasinya jadi panjang gitu Pak.
02:28Jadi saya persilahkan Pak Menteri Keuangan untuk menyampaikan paparannya. Silahkan.
02:34Terima kasih Pak Ketua.
02:36Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:39Salam sejahtera bagi kita semua.
02:41Shalom, Om Swastiastu, Namun Budaya, Salam Kebajikan.
02:45Yang terhormat pimpinan Komisi 11 DPR RI dan Bapak dan Ibu anggota Komisi 11 DPR RI.
02:52Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadiran Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
02:59Atas timpan, rahmat, dan kurnianya, kita dapat hari-hari dalam rapat kerja hari ini dalam keadaan sehat.
03:07Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota Komisi 11 DPR RI
03:13atas dilaksanakannya rapat kerja hari ini membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Keuangan Pagu Anggaran Tahun 2027.
03:24Pada kesempatan ini, kami akan menyampaikan paparan dalam tiga bagian.
03:29Yang pertama, mewujudkan Indonesia berdaulat, maju, adil, dan makmur.
03:33Yang kedua, strategi ekonomi dan fiskal, fokus, mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan.
03:39Yang ketiga, rencana kerja Kemenkiu Tahun Anggaran 2027, mendukung APBN sehat, tradable, dan sustainable.
03:48Pimpinan dan anggota Komisi 11 DPR RI yang kami hormati, kami akan mengawali bagian pertama dari paparan ini.
03:57APBN merupakan instrumen konstitusional untuk mewujudkan cita-cita mulia bangsa,
04:02yaitu Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
04:07Jalan dengan hal tersebut, maka esensinya APBN adalah alat perjuangan kita bersama
04:12untuk melindungi rakyat, memperkuat ekonomi bangsa, dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan
04:18menuju kehidupan yang lebih baik.
04:20Melalui APBN, negara selalu hadir dalam kehidupan setiap rakyat Indonesia.
04:27Namun, apabila kita cermati kondisi global hingga pertengahan Agustus 2026,
04:33masih bergerak sangat dinamis, sehingga perlu terus dipantau dan dimitigasi.
04:38Dinamika global tersebut, utamanya dipucu oleh konflik di Timur Tengah,
04:44masih bergejolak, meningkatnya fragmentasi perdagangan dan proteksionisme,
04:49dilema kebijakan moneter bank sentral global, potensi dampak El Nino,
04:54serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global,
04:59ini masih menjadi risiko yang akan terus diwaspadai dan perlu upaya mitigasi yang solid.
05:05Kondisi tersebut mendorong beberapa lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan OECD
05:12melakukan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.
05:18Namun, perekonomian global diperkirakan akan kembali meningkat pada tahun 2027.
05:25Selain, tekanan harga energi mendorong revolusi proyeksi inflasi global meningkat jika dibandingkan proyeksi sebelumnya.
05:35Dinamika ini tentunya perlu terus diwaspadai karena berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar keinginan.
05:55Terima kasih.
06:30Terima kasih telah menonton!
06:55Terima kasih telah menonton!
07:25Terima kasih telah menonton!
07:55Terima kasih telah menonton!
08:25Terima kasih telah menonton!
08:37Terima kasih telah menonton!
09:07Terima kasih telah menonton!
09:20Terima kasih telah menonton!
09:32Terima kasih telah menonton!
09:45Terima kasih telah menonton!
09:58Terima kasih telah menonton!
10:10Terima kasih telah menonton!
10:23Terima kasih telah menonton!
10:35Terima kasih telah menonton!
10:58terima kasih telah menonton!
11:01Terima kasih telah menonton!
11:01Terima kasih telah menonton!
11:17Terima kasih.
11:33Dengan realisasi semester 1 sebesar Rp1.656 triliun, tumbuh sebesar 18,2 persen year-on-year.
11:44Sedangkan dari sisi pembiayaan, untuk 2026 sebesar Rp734,5 triliun, dengan realisasi semester 1 sebesar Rp452 triliun, tumbuh 59,4
11:58persen year-on-year.
12:00Selain indikator fiskal tersebut, berbagai capaian sampai dengan semester 1 tahun anggaran 2026 menunjukkan perbaikan tata kelola dan kualitas layanan
12:09Kementerian Keuangan.
12:10Dan antara lain, penyelesaian 72,43 persen aduan di bottlenecking, penegakan penyelundupan emas batangan sebanyak 190,26 kg,
12:23Implementasi AI dalam pengawasan under-invoicing, penyaluran pembiayaan UMI sebesar Rp67,58 triliun,
12:32Opini WTP untuk LKPP, LKBUN, dan LKBA 015,
12:38Peringkat kredit jangka panjang dipertahankan BBB dengan aluk stabil dari S&P,
12:45serta peningkatan kepercayaan global melalui komitmen pembiayaan yang tinggi.
12:51Perbaikan pengelolaan APBN terus dilakukan antara lain melalui reformasi sistem perpajakan dan biaya cukai,
12:57percepatan belanja dengan fokus pada program yang memberikan multiplier efek bagi pertumbuhan dan kesejahteraan,
13:03serta menjaga defisit dan utang dalam batas yang sama.
13:07Trend positif juga ditunjukkan melalui peningkatan nilai kinerja organisasi
13:13di mana pada semester 1,2026 mencapai Rp113,9 atau sangat baik,
13:21meningkat dibandingkan dengan tahun 2025 yang sebesar Rp110,3.
13:29Peningkatan kinerja tersebut mendapat pengakuan baik di tingkat internasional maupun nasional.
13:36Di tingkat internasional, antara lain, Special Recognition Awards,
13:41Domestic Bond of the Year, Best Islamic Finance Deals, Best Bond Deal,
13:47serta Silver Award Global Council of Corporate Universities atau GCCU Awards.
13:54Sementara itu, di tingkat nasional, pengakuan diberikan pada berbagai aspek
14:00yang mencerminkan kualitas transformasi kementerian keuangan,
14:02mulai dari kualitas harmonisasi dan tata kelola regulasi,
14:07transformasi dan komunikasi digital, hingga kualitas layanan publik.
14:12Hal ini tercermin dari peringkat A-A yang diberikan oleh Kemenkung,
14:19Gold Winner Kanal Digital Public Relations,
14:21dan Bronze Winner E-Magazine Indonesia Awards 2026,
14:25Top Digital Awards 2025,
14:27serta penghargaan layanan terbaik dari ICFM.
14:33Dalam dokumen rencana kerja tahun anggaran 2027,
14:37Kementerian Keuangan melaksanakan lima program.
14:40Kelima program ini diarahkan untuk mendukung program kerja prioritas nasional,
14:45sekaligus kegiatan strategis Kementerian Keuangan.
14:48Program pertama,
14:51Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Ekonomi
14:54yang diampu oleh enam unit eselon satu,
14:57yaitu DJSEF, DJSPSK, DJBC, DJPK, DJPPR, dan DJA,
15:04melalui komitmen pelaksanaan berbagai kegiatan,
15:07antara lain harmonisasi the bottlenecking
15:10untuk akselerasi investasi dan transformasi ekonomi
15:13yang mendukung PKPN hilirisasi industri strategis.
15:16Kebijakan dampak ekspor sektor strategis
15:19terhadap daya saing dan ketahanan ekonomi Indonesia.
15:22Optimalisasi kebijakan nilai pabian hasil perundingan internasional
15:27serta PNBP sektor telekomunikasi,
15:30memperkuat ekosistem profesi penunjang sektor keuangan,
15:34serta tata kelola kerjasama pembangunan internasional.
15:40Program kedua,
15:42Pengelolaan Penerimaan Negara
15:43diambu oleh empat unit eselon satu
15:46yaitu DJP, DJBC, DJA, dan LNSW
15:52melalui pelaksanaan kegiatan,
15:55antara lain integrasi progres bisnis ekspor-import dan logistik
16:00untuk mendukung PKPN hilirisasi industri strategis
16:03serta mencegah sengketa perpajakan internasional.
16:06Selain itu, program ini juga mendukung PKPN
16:09pencegahan dan pemberantasan,
16:11penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba
16:13atau PM4GN melalui penguatan
16:16joint task force on illegal goods
16:18dan mendukung PKPN
16:23PKPN peningkatan lifting migas
16:25melalui penggalian potensi
16:28dan pengawasan PNBPSDA migas.
16:30Program pengelolaan penerimaan negara
16:32juga turut memperbaiki kualitas layanan
16:34antara lain melalui sentralisasi layanan perpajakan
16:37dan transformasi pengawasan tempat penimbunan berikat.
16:43Program ketiga, pengelolaan belanja negara
16:47diampu oleh dua unit ekselon satu
16:49yaitu DJA dan DJPK
16:51melalui komitmen pelaksanaan berbagai kegiatan
16:54antara lain dukungan terhadap PKPN
16:5780 ribu kooperasi desa telur rahan merah putih
17:00melalui peningkatan kapasitas pengelola BUMDES
17:04dan kooperasi desa untuk mendukung iklim investasi.
17:08Selain itu, dilakukan penguatan regulasi pembiayaan daerah,
17:12pengembangan potensi pajak,
17:13dan retribusi daerah.
17:17Recording stopped.
17:21Recording in progress.
17:34Terima kasih telah menonton!
18:12Terima kasih telah menonton!
18:26Ditujukan untuk mendukung PKPN
18:28Hilirisasi Industri Strategis,
18:30Penguatan Sistem Informasi Penilaian Nasional,
18:33Cortex System,
18:35Sistem Penanganan Tindak Bidana Perpajakan,
18:37dan Smart Customs and Exercise System.
18:40Selain itu,
18:42upaya perbaikan internal juga dilakukan
18:44melalui penguatan digitalisasi proses bisnis
18:46melalui Office Automation Kementerian Keuangan,
18:50serta perbaikan pola mutasi pegawai.
18:55Untuk menjalankan seluruh program dimaksud,
18:58Kementerian Keuangan didukung
19:00pagu anggaran sebesar Rp49,80 triliun,
19:05yang terdiri dari alokasi rupiah moni
19:07sebesar Rp42,34 triliun,
19:10PNBP sebesar Rp102,15 miliar,
19:14dan BLU sebesar Rp7,36 triliun,
19:19dengan injen sebagai berikut.
19:20Program Kebijakan Fiskal Sektor Keuangan dan Ekonomi
19:23sebesar Rp78,86 miliar,
19:27Program Pengelolaan Penerimaan Negara
19:29sebesar Rp3,62 triliun,
19:31Program Pengelolaan Belanja Negara
19:33sebesar Rp23,78 miliar,
19:36Program Pengelolaan Perbendaraan Kaya Negara
19:38dan Risiko sebesar Rp267,58 miliar,
19:43dan Program Dukungan Manajemen
19:44sebesar Rp45,81 triliun.
19:48Ini angkanya sama dengan yang dibaca oleh Bapak Ketua tadi.
19:56Lagu Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2007
20:00diusulkan sebesar Rp49,80 triliun.
20:03Jika dilihat per fungsi dan program,
20:06yaitu fungsi pelayanan umum
20:08diusulkan Rp45,50 triliun,
20:10fungsi ekonomi diusulkan Rp300,44 miliar,
20:14dan fungsi pendidikan diusulkan Rp3,99 triliun.
20:22Pimpinan dan anggota Komis 11 DPR RI yang terhormat,
20:26sebagai penutup,
20:27kami mohon perkenaan pimpinan anggota Komis 11 DPR RI
20:31untuk dapat memberikan persetujuan
20:34terhadap Pagu Anggaran Kementerian Keuangan
20:36Tahun Anggaran 2027 sebagai berikut.
20:40Pagu Anggaran Kementerian Keuangan TA 2027
20:43diusulkan sebesar Rp49,801,124,984,000.
20:53Jika dipilih menurut perincian per fungsi
20:57adalah sebagai berikut.
20:58Fungsi pelayanan umum sebesar Rp45,504,233,048,000.
21:10Fungsi ekonomi sebesar Rp300,440,932,000.
21:20Fungsi pendidikan sebesar Rp3,996,451,004,000.
21:31Alokasi ini diperlukan untuk mendukung
21:34pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan
21:36dalam menjaga stabilitas fiskal,
21:38memperkuat layanan publik,
21:40serta mewujudkan transformasi ekonomi
21:42yang inklusif dan berkelanjutan.
21:46Pimpinan dan anggota Komis 11 DPR RI
21:49yang kami hormati,
21:51demikian papanan kami
21:53atas perhatian, dukungan,
21:55dan kerjasama yang diberikan
21:57kami sampaikan.
21:58Terima kasih.
21:58Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
22:03Terima kasih Pak Menteri Keuangan
22:06atas presentasinya.
22:07Bapak-Ibu sekalian,
22:08kita semua sudah mendengarkan
22:09paparan dari Pak Menkyu
22:11yang pada intinya
22:12menyampaikan bahwa fundamental ekonomi kita
22:14pada tahun 2026 masih
22:16sangat kuat.
22:18Spending pemerintah juga hari ini
22:20sudah mulai berorientasi kepada pertumbuhan
22:22dan juga pada kesejahteraan.
22:24Dan strateginya tetap
22:26masih kita mensinergikan antara fiskal,
22:28moneter, sektor keuangan,
22:29dan juga investasi.
22:31Dari sisi penerimaan juga
22:33reformasi perbacakan
22:35terus dikenjot
22:35melalui berbagai cara
22:36dan segala macam.
22:38Nah, saya nggak tahu apakah...
22:42Sebentar.
22:43Sebentar Pak Sre.
22:44Jadi, ini nanti siang dan sore
22:47kita akan melakukan pendalaman
22:48bersama dengan Eslon 1.
22:51Jadi mungkin kalau pada pagi hari ini
22:54kita bisa efektifkan
22:55untuk kemudian pendalamannya
22:56kita lakukan bersama Eslon 1
22:58saya kira akan jauh lebih menghemat waktu.
23:00Tapi saya akan persilahkan
23:01kalau ada yang ingin memberikan masukan.
23:03Silahkan Pak Dorfi.
23:04Ijin klarifikasi aja Pak Menteri.
23:08Kalau sesuai dengan Undang-Undang Keuangan Negara,
23:11Pak Menteri punya tugas
23:13sebagai pengelola fiskal
23:15dan kepemilikan kekayaan negara
23:18yang dipisahkan.
23:19Pasal 6.
23:20Itu sudah ada penjelasannya di sini.
23:24Di halaman 15 itu saya kira
23:27sudah melekap di situ.
23:29Ada satu tugas lagi yang menurut saya
23:31belum secara spesifik disebutkan oleh
23:34Kementerian Keuangan atau oleh Pak Menteri
23:37yaitu Pasal 7 Undang-Undang Perbehendaraan Negara.
23:42Menteri Keuangan
23:45sebagai
23:46Bendahara Umum Negara.
23:49Itu belum diceritakan itu.
23:51Bagian mana dari
23:54halaman 15 ini
23:551, 2, 3, 4, 5
23:57coba ditayangkan halaman 15 itu
23:591, 2, 3, 4, 5
24:00yang menjalankan tugas
24:03dari Bendahara Umum Negara.
24:06Sebagai Bendahara Umum Negara
24:08alokasi anggaran yang dikelola oleh
24:11Pak Menteri Keuangan
24:13mengelola BUN itu
24:14lebih dari 1.000 triliun.
24:18Lebih dari 1.000 triliun.
24:20Mulai dari subsidi
24:22dan seterusnya dan seterusnya.
24:24Nah saya ingin dapat klarifikasi aja.
24:27Tugas Menteri Keuangan
24:28sebagai Bendahara Umum Negara
24:31apakah sudah ada di dalam
24:355 bagian ini
24:38khususnya bagian mana
24:39kalau itu sudah ada
24:42di halaman 15 ini.
24:43Itu yang mohon klarifikasinya
24:45karena tugas
24:46Menteri Keuangan ini
24:48juga sebagai Bendahara Umum Negara
24:49mengelola anggaran
24:51lebih dari 1.000 triliun.
24:54Nah itu tugasnya di mana?
24:55Di sini.
24:56Sehingga kita bisa minta
24:57nanti kinerjanya.
24:59Itu mana?
25:00Bagian mana?
25:01Yang menjelaskan
25:01bahwa Menteri Keuangan
25:02melaksanakan tugas
25:04Bendahara Umum Negara.
25:06Kan pasti anggarannya dari sini.
25:07Tidak mungkin dari anggaran lain kan?
25:08Pak Menteri.
25:10Anggarannya dari sini juga kan
25:12sebagai Bendahara Umum Negara.
25:14Iya.
25:15Mohon dijelaskan Pak Menteri.
25:17Jadi kalau secara
25:19agak halus itu
25:20nomor 4
25:22pengelolaan kebendaran ya
25:23itu dari 4
25:24E dan F
25:26pengembangan
25:26pengembangan
25:27peta tematik BMN
25:28D
25:30D dan F
25:32optimalasi
25:33PNBP
25:33melalui
25:34kebijakan
25:34pengelolaan
25:35dan
25:35pemanfaatan
25:36BMN
25:37yang ke F
25:38adalah
25:39modernasi
25:40peminahan
25:40dan penguatan
25:41kapabilitas akunan
25:42dan pemerintahan.
25:43Mungkin itu secara umum
25:45tapi kalau emang
25:47pengendalian
25:50pengeluaran
25:51anggaran
25:51kementerian
25:52nembaga yang lain
25:52yang betul juga
25:53di bawah
25:54pengendalian
25:54kementerian keuangan
25:55sepertinya memang
25:57harus saya perkuat lagi
25:58di sini Pak.
25:59Ya.
26:00Saya harus perkuat.
26:01Tapi dalam prakteknya
26:01memang kita monitor terus
26:02tapi di sini belum
26:04ditaruh secara
26:05gamblang gitu.
26:06Terima kasih atas masukannya Pak.
26:08Kita akan tambahkan
26:09di yang 4
26:09F mungkin G nanti.
26:12Ini sama F semua.
26:13Kita akan tambahkan Pak.
26:15Terima kasih atas masukannya
26:15tapi sehari-hari
26:16kita kerjakan itu Pak.
26:18Terima kasih.
26:20Baik.
26:20Terima kasih Pak Menteri.
26:22Ada yang lain?
26:23Cukup ya?
26:24Baik.
26:24Kalau begitu teman-teman sekalian
26:26dapat pengantar kerja
26:27pada hari ini.
26:28Ini kita bisa
26:30akhiri.
26:31Nanti sekitar jam 1 siang
26:32kita akan melakukan
26:33pendalaman
26:33dengan
26:35Pak Sekjen
26:36beserta para Dirjen
26:38dan kemudian sorenya
26:39dengan seluruh
26:39selon 1 dari
26:40Kementerian Keuangan
26:41dan malam
26:42nanti kita akan
26:43rakar lagi bersama
26:44dengan Pak Menteri.
26:45Kita ucapkan terima kasih
26:46kepada Pak Menteri.
26:47Kita tidak ada kesimpulan
26:48pada pagi hari ini.
26:49Kita akan lanjutkan
26:51nanti rangkaiannya
26:52di rapat siang,
26:54sore,
26:54dan juga malam hari
26:55rakar lagi bersama
26:56dengan Pak Menteri.
26:57Sekali lagi terima kasih
26:58Pak Menteri
26:58beserta seluruh jajaran
27:00dan teman-teman semuanya.
27:02Kita persilahkan Pak Menteri
27:03untuk melanjutkan aktivitas
27:04bersama teman-teman
27:05di Bangkar.
27:06Demikian kita akhiri
27:07rapat kita
27:07siang hari ini.
27:10Orang lebihnya
27:11mohon dimaafkan.
27:12Akhirul kalam.
27:13Wallahummafiq
27:14ilahutariq
27:14Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
27:19Terima kasih telah menonton!
Komentar