- 16 jam yang lalu
- #iran
- #amerika
- #jordania
- #selathormuz
- #rudalbalistik
- #geopolitik
KOMPAS.TV Iran meluncurkan serangan rudal balistik yang ditujukan ke dua pangkalan Amerika Serikat di Jordania sebagai respons terhadap serangan Amerika.
Setelah situasi relatif tenang selama sebulan terakhir, Amerika Serikat kembali menyerang pangkalan peluncuran rudal Iran di Pulau Larak. Media Iran melaporkan, Iran merespons dengan menembakkan rudal balistik ke Pangkalan King Hussein dan Al Azraq di Jordania. Serangan ini menandai kembali terjadinya serangan militer dalam sebulan terakhir.
Menurut Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, pasukan militer Iran juga tengah menyiapkan roket yang akan membawa ranjau laut ke Selat Hormuz. Hal tersebut terjadi setelah militer AS menyelesaikan pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di selat tersebut pada pekan lalu.
Serangan militer Amerika Serikat dan Iran kembali terjadi setelah satu bulan tanpa serangan. Strategi yang tengah diupayakan Amerika Serikat di tengah sanksi ekonomi terhadap Iran menjadi pembahasan bersama Angel Damayanti, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, dan peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali.
#iran #amerika #jordania #selathormuz #rudalbalistik #geopolitik
Baca Juga Uni Emirat Arab Klaim Cegat Drone Iran di Wilayah Perairannya di https://www.kompas.tv/internasional/688293/uni-emirat-arab-klaim-cegat-drone-iran-di-wilayah-perairannya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/688371/full-pecah-lagi-as-iran-saling-serang-pengamat-amerika-tak-mau-nurut-kesepakatan-kompas-petang
Setelah situasi relatif tenang selama sebulan terakhir, Amerika Serikat kembali menyerang pangkalan peluncuran rudal Iran di Pulau Larak. Media Iran melaporkan, Iran merespons dengan menembakkan rudal balistik ke Pangkalan King Hussein dan Al Azraq di Jordania. Serangan ini menandai kembali terjadinya serangan militer dalam sebulan terakhir.
Menurut Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, pasukan militer Iran juga tengah menyiapkan roket yang akan membawa ranjau laut ke Selat Hormuz. Hal tersebut terjadi setelah militer AS menyelesaikan pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di selat tersebut pada pekan lalu.
Serangan militer Amerika Serikat dan Iran kembali terjadi setelah satu bulan tanpa serangan. Strategi yang tengah diupayakan Amerika Serikat di tengah sanksi ekonomi terhadap Iran menjadi pembahasan bersama Angel Damayanti, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, dan peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali.
#iran #amerika #jordania #selathormuz #rudalbalistik #geopolitik
Baca Juga Uni Emirat Arab Klaim Cegat Drone Iran di Wilayah Perairannya di https://www.kompas.tv/internasional/688293/uni-emirat-arab-klaim-cegat-drone-iran-di-wilayah-perairannya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/688371/full-pecah-lagi-as-iran-saling-serang-pengamat-amerika-tak-mau-nurut-kesepakatan-kompas-petang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Serangan militer Amerika Serikat dan juga Iran kembali terjadi setelah satu bulan tanpa serangan.
00:05Strategi apa yang tengah diupayakan Amerika Serikat di tengah sanksi ekonomi terhadap Iran?
00:11Kita bahas bersama Angel Damayanti, guru besar keamanan internasional UKI,
00:15dan peneliti Asia Middle East Center, Pizarro Ghazali.
00:18Selamat petang, Prof. Angel dan juga Mas Pizarro.
00:22Selamat petang, Mas. Bagaimana, Prof. Angel?
00:25Baik, Prof. Angel, saya ke Anda terlebih dahulu.
00:27Ini sebulan tenang, kemudian tahu-tahu Amerika Serikat menyerang Iran.
00:31Apakah ini skenario Amerika Serikat untuk menambah tensi ke Iran selain sanksi ekonomi?
00:41Saya melihatnya, selain yang tadi Ibu sampaikan,
00:44ini kan sebenarnya kalau kita balik ke bicara ke MOU perdamaian yang dibuat,
00:51negosiasi damai yang dibuat di tanggal 18, sorry, bulan Juni lah ya,
00:56sekitar bulan Juli 18, Juni antara Amerika dan Iran,
00:59harusnya dalam 60 hari ini sudah selesai nih perundingan.
01:04Harusnya tanggal 17 Agustus kemarin sudah tercapai tuh kesepakatan final.
01:09Tapi kita sama-sama tahu tanggal 29 Juli ada ya serangan,
01:12dan hari ini tanggal 30-31 Agustus ada serangan retaliasi lah.
01:17AS menyerang Pulau Larak terlebih dahulu,
01:20kemudian Iran menyerang balik ke Jordania gitu ya.
01:23Nah, betul Mas, saya melihatnya ini strategi yang sejak tanggal 17 Agustus
01:28yang harusnya sudah ada kesepakatan final,
01:30tapi seminggu setelah itu kemudian Amerika menembah atau memperberat lah ya sanksi terhadap Iran.
01:38Bukan saja Irannya yang kena sanksi,
01:40tapi secondary sanction, artinya negara-negara yang berdagang,
01:44yang berhubungan dengan Iran itu juga bisa terkena sanksi gitu ya.
01:48di sekitar tanggal 20-an itu dilakukan oleh Amerika,
01:52dan hari ini atau kemarin tepatnya ada serangan dari Amerika ke Pulau Larak,
01:58ke Iran.
01:59Ya, saya melihatnya memang ini strategi,
02:01artinya semua bentuk tak kanan yang dilakukan Amerika terhadap Iran.
02:07mulai dari serangan militer yang terukur gitu ya,
02:12sampai pada sanksi, dan itu saja bolak-balik yang terus digunakan.
02:16Saya berpikir jangan-jangan karena memang Amerika belum siap untuk kembali ke negosiasi,
02:22karena di dalam negosiasi itu ada sejumlah pasal yang harus diikuti oleh kedua belah pihak tentunya gitu ya,
02:28termasuk hampir beberapa pasal itu sepertinya sudah mungkin hampir semuanya gitu ya,
02:32yang kemudian tidak mau diikuti oleh Amerika.
02:35Salah satunya mungkin yang paling berat buat Amerika adalah kemudian memberikan bantuan ekonomi,
02:40membuka blokade laut Amerika terhadap Iran,
02:46dan blokir rekening-rekening aset-aset Iran gitu ya,
02:51itu harus dibuka.
02:51Nah kelihatannya Amerika masih belum atau setengah hati tuh untuk mau menerima itu,
02:57sehingga dibuatlah strategi-strategi yang seperti kita lihat hari ini.
03:00Begitu Mas yang saya paham.
03:02Oke tapi kemudian pertanyaannya kenapa larak yang disasar Prof,
03:05apakah ini memberikan efek yang sangat besar bagi Iran?
03:09Ya, menarik buat Iran karena kan memang pulau larak itu ya tempat IRGC banyak menaruh kekuatan militer
03:20sambil untuk memantau kapal-kapal yang lewat di Selat Hormuz,
03:24sehingga USNK melihatnya disitu ada peluncur roket dan peluncur roket itu diperkirakan oleh Amerika berisi ranjaran Jauh Darat yang mau
03:34disebar di Selat Hormuz.
03:36Nah sehingga itulah yang dipakai sebagai justifikasi oleh Amerika gitu.
03:40Tapi buat Iran sendiri memang pulau larak itu kan sebagai apa ya, bantalan atau sebagai penyanggara untuk sebelum sampai ke
03:49Iran langsung gitu.
03:50Sehingga pulau ini memang menjadi sangat strategis untuk tempat pengintaian, pengawasan atau pencegahan gitu ya,
03:57sebelum akhirnya masuk ke negara, wilayah daratnya Iran.
04:02Oke, kemudian Mas Bizarro, kalau kita lihat serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat kali ini,
04:07selain sanksi ekonomi juga, apakah Iran ini masih mampu menghadapi dan juga sampai kapan kira-kira Iran bisa mampu menyerang
04:14kembali?
04:15Iya, kita mengetahui Mas Bermanai bahwa Iran ini sudah bergeser sistem keamanan dia.
04:21Pertama, Iran mengembangkan doktrin preemptive, artinya dia bisa menyerang langsung tanpa menunggu serangan Amerika Serikat.
04:27Kemudian doktrin efensif ya, bahwa Iran bisa menyerang Amerika Serikat, bahkan lebih besar daripada bulan-bulan sebelumnya.
04:35Saya kira Iran sudah mempersiapkan perang ini secara panjang, apalagi ini kan larak yang diserang oleh Amerika Serikat,
04:41maka Iran tidak akan berdiam diri, dia bisa mengembangkan serangan-serangan ke berbagai negara teluk.
04:46Karena kan serangan itu dilakukan kepada pangkalan-pangkalan Amerika Serikat.
04:49Kedepan menurut saya, kalau eskalasi ini terus berkembang dan juga bahkan besar,
04:54Iran kemungkinan akan mengembangkan serangan-serangan dia, tidak hanya ke pangkalan-pangkalan Amerika,
04:59tetapi juga fasilitas-fasilitas energi negara-negara teluk.
05:02Karena Iran berpikir, kalau saya tidak bisa menjual minyak saya ke luar negeri, negara-negara teluk juga tidak bisa.
05:09Sekutu-sekutu Amerika juga tidak bisa.
05:10Saya kira ini yang akan dikembangkan ke depan ya, apalagi tadi ya,
05:14misalnya Presiden Iran sudah mengatakan, jangan berpikir Iran itu akan berdiam diri,
05:18Iran pasti akan melakukan retaliasi.
05:20Dan ini kan, kalau kita lihat ini serangan sudah dilakukan ke Jordan, ke Uni Emirat Arab,
05:24dan ini bukan tidak mungkin serangan ini akan terus bertambah ke negara-negara lainnya.
05:27Kalau kemudian, Iran mempersepsikan serangan Amerika kepada mereka, itu sudah bertindak lebih jauh.
05:33Contoh begini, Mas, berimana?
05:34Amerika Serikat, misalkan, itu bisa saja nanti ke depan,
05:37itu menahan kapal-kapal tankernya Iran yang akan dijual menuju Cina gitu.
05:42Kalau Amerika dan Donald Trump itu bertindak sangat jauh seperti ini,
05:45saya kira Iran akan melakukan pembalasan yang akan sangat lebih-lebih besar
05:49dari sekedar kemudian melakukan balasan, kayak gitu ya.
05:52Kemudian kalau Amerika Serikat juga mulai mengembangkan serangan ke fasilitas persenjataan,
05:57Iran juga pasti kemungkinan juga akan menyerang kepada fasilitas energi
06:01atau fasilitas pangkalan digital ambisiat yang ada di negara Teluk.
06:03Saya kira arahnya ke sana.
06:05Oke, kalau misalnya ternyata Iran benar-benar menyerang lebih besar lagi,
06:09terutama ke fasilitas yang lainnya, misalnya energi ataupun juga persenjataan di kawasan Teluk,
06:14apakah ini akan membuat kawasan Teluk semakin panas?
06:17Tapi jangan dijawab dulu, Mas Pizarro dan juga Prof. Angel,
06:20kita akan bahas usai jeda.
06:21Tetap bersama kami, Saudara, di Kompas Petang.
06:33Anda kembali di Kompas Petang, Saudara, masih membahas terkait dengan serangan Amerika Serikat ke Iran
06:37beberapa hari yang lalu dan masih bergabung bersama kami,
06:40Pizarro, Gosal Idrus, dan juga Angel Damayanti dalam dialog.
06:44Dan tadi akan saya sambung lagi ke Mas Pizarro soal apakah jika kemudian serangan yang dilakukan Iran ini akan lebih
06:51besar,
06:51terutama ke kawasan Teluk, bagaimana kemudian nanti respons dari negara-negara Teluk ini?
06:56Apakah mereka akan diam atau malah justru semakin panas dengan membalas?
07:00Ya, menurut saya memang potensi untuk menjadikan ini skala perang regional sangat besar, Mas Brimana,
07:05karena Iran sekarang itu sudah mengembangkan doktrin kami tidak mau merespon dengan biasa-biasa saja,
07:11membalas dengan biasa-biasa saja, kami ingin merespon kepada Amerika Serikat yang itu memang betul-betul bisa menggoncang kawasan.
07:17Saya kira ini doktrin yang dimiliki oleh Iran, kalau ini terjadi memang konsultasinya akan lebih besar.
07:23Tapi jangan lupa, Mas Brimana, negara-negara Teluk itu sampai sekarang tetap berkomunikasi dengan Iran.
07:27Kemarin misalkan ya, peran Menteri Qatar itu berkunjung kepada Teheran, Pakistan, panglima tentaranya Asimunir juga berkomunikasi dengan Iran seperti itu.
07:37Jadi menurut saya masih ada ruang-ruang dialog di kawasan agar kemudian eskalasi ini tidak menjadi lebih besar.
07:43Tetapi jangan lupa bahwa ini kan Amerika Serikat kan memberikan pesanan ini kepada Iran dengan seran ini kan.
07:49Trump ingin membilang, jangan berpikir ketika kami memang sedang menghadapi pemilu selat,
07:54Amerika itu tidak melakukan tekanan loh kepada Iran kayak gitu.
07:57Pesannya kan itu, Trump itu kepada Iran.
07:59Tetapi Iran juga punya pesannya bahwa dia juga paham Donald Trump akan menghadapi pemilu selat,
08:05yang bukan tidak mungkin eskalasi serangan itu akan ditingkatkan Iran ke jelang-jelang pemilu selat lah.
08:10Mungkin sebulan dari pemilu selat ya atau dua bulan, ini kan waktunya hanya tinggal tiga bulan.
08:14Saya kira Iran juga punya perhitungan sendiri.
08:16Trump memang tidak ingin skala perang ini menjadi lebih besar.
08:18Ini kan serangan, kemudian calm down, serangan lagi.
08:22Trump tetap ingin serangan ini skalanya terbatas, tidak menjadi besar, karena akan berdampak pada pemilu selat.
08:27Tetapi Iran punya perhitungan sendiri, dia juga paham Trump ingin mengarah kepada perang yang sifatnya terbatas.
08:32Makanya bukan tidak mungkin Iran akan mengembangkan intensitas serangan yang akan lebih keras lagi kepada Amerika Serikat.
08:37Karena kan terbukti, wah ternyata Amerika Serikat tidak benar-benar menghentikan serangan ya, kami masih diserang ya.
08:42Nah, cara salah satu meningkatkannya ialah melakukan serangan kepada negara-negara telur.
08:46Karena mungkin ya, bagi Iran itu dia nggak ada pilihan ya kan.
08:49Kami tidak ada pilihan, akhirnya harus menyerang pasitas energi, karena itu yang paling bisa menggoncang ke kawasan,
08:55hingga kemudian mendorong negara-negara Arab, kayak Saudi, Uni Emirates Arab, Jordan itu balik menekan Donald Trump,
09:00agar tidak melakukan serangan kepada Iran gitu.
09:02Mungkin ini yang opsi akan dipikir Iran, bahwa mereka tidak ada opsi lagi gitu ya,
09:07karena berkali-kali ada MOU, kemudian ada kesepakatan, itu toh tetap juga diserang oleh Donald Trump.
09:13Saya kira di situ arahnya Mas, bagaimana?
09:15Oke baik, kemudian ketika kemudian memanas di kawasan teluk dengan negara teluk ini merespons dengan keras juga,
09:20Prof. Angel, apakah kemudian ada pihak ketiga lagi yang kemudian ikut campur?
09:25Istilahnya kali ini tuh Israel yang selalu datang untuk dalam tanda kutip mengacaukan semuanya.
09:32Iya, tapi saya melihatnya begini Mas, baik Amerika maupun Iran, mereka tuh sebenarnya masih terukur gitu ya,
09:41masih controlled atau calibrated attack atau calibrated retaliation lah, artinya gini,
09:47ketika Amerika menyerang Iran, yang diserang itu misalnya pangkalan militer,
09:51sehingga Iran pun membalasnya memang hanya pada pangkalan militernya lagi, pangkalan militer AS yang ada di Jordania,
09:57artinya tidak menyerang fasilitas sipil, rumah sakit gitu ya,
10:02masih sama-sama di level yang pangkalan militer, militer tuh militer lah, kurang lebih begitu,
10:07sehingga saya melihatnya masih bisa dicegah untuk menjadi lebih besar gitu ya,
10:12nah disitulah memang peran dari Oman Qatar, walaupun Oman sepertinya merasa,
10:17aduh ini kok nggak bisa-bisa nggak ketemu-ketemu gitu, tapi Oman tadi yang disampaikan Mas Pizarro masih terus melakukan
10:23komunikasi-komunikasi,
10:24artinya harapan untuk bisa kembali ke meja perundingan sebenarnya masih ada,
10:30dan tentu saja harapannya tadi, pihak-pihak ketiga itu jangan malah memanas-manasi atau mengompor-ngompori,
10:37walaupun kenyataannya memang Israel dengan, apa katakanlah, proksi-proksinya Iran dengan yang di Lebanon itu masih tetap terjadi,
10:49begitu ya, nah itu memang sangat mungkin jadi percikan-percikan yang membuat Amerika dan Iran tuh nggak bisa,
10:56bener-bener bisa duduk dalam perundingan, tapi gini buat saya, Amerika sebagai negara yang, katakanlah negara besar gitu ya,
11:05dan negara yang, kalau Amerika mau menjadi hegemon katakanlah ya,
11:09saya tuh terinspirasi dengan statementnya peneran film Spider-Man ya,
11:14Great power comes with great responsibility, harusnya Amerika yang punya power lebih besar dalam hal ini secara militer,
11:21dan Amerika mau diakui sebagai sebuah negara yang punya kekuatan dan pengaruh besar,
11:26harusnya Amerika punya tanggung jawab juga untuk menjaga, atau paling tidak konflik ini bisa diselesaikan dengan baik,
11:34dan menguntungkan semua pihak.
11:35Berarti Prof. Angel, setelah serangan ini terjadi ke Iran, kemudian apakah ada serangan berikutnya yang akan dilakukan oleh Amerika Serhat
11:43dalam waktu dekat misalnya ke Pulau Kar?
11:47Sangat mungkin, dan itu kan yang statementnya Trump ya, walaupun itu banyak diragukan, itu AI dan sebagainya,
11:53tapi artinya bisa saja itu dilakukan, karena gini, Amerika akan melakukan tadi baik sanksi ekonomi,
11:59maupun koersif diplomasi, ya bahkan kemudian nanti dia kembali lagi ke meja perundingan,
12:04semua cara-cara itu memang akan dilakukan oleh Amerika.
12:07Tapi saya sangat berharap sebenarnya selain dari pihak ketiga yang bisa membantu mendamaikan gitu ya,
12:12saya sebenarnya sangat berharap ada kebesaran hati Amerika, Presiden Trump dalam hal ini.
12:17Kalau mau menjadi negara besar yang direkognize oleh banyak negara bahwa Amerika benar-benar negara yang punya pengaruh besar,
12:23negara hegemon katakanlah seperti itu, dia harus ambil tanggung jawab untuk bisa menahan diri,
12:28dan mau duduk kembali dalam meja perundingan, dan menyelesaikan semua konflik-konflik ini dengan cara yang elegan lah,
12:36yang baik gitu, yang bisa memberi win-win solution untuk semua pihak.
12:41Itu harapan saya, Mas.
12:42Oke, baik. Nah ini dia, kemudian harapan kita juga mereka bisa duduk kembali dalam ruang diplomasi.
12:46Mas Bizarro, mungkinkah masih ada istilahnya kekeluasan hatinya Iran untuk bisa menerima jika diplomasi kemudian terjadi?
12:57Ya menurut saya peluang itu tetap ada, Mas, berimana ya?
12:59Tapi titik komprominya akan semakin sempit menurut saya di antara Amerika dan Iran.
13:03Apalagi kan serangan Amerika ke Iran hari ini, ini kan upaya dari Donald Trump mengambil alih Selat Hormuz sebenarnya, Mas,
13:09berimana ya?
13:10Karena sebenarnya ada laporan dalam beberapa pekan terakhir bahwa Amerika itu berhasil memulihkan sebagian jalur lalu lintas di Selat Hormuz
13:17ya,
13:17khususnya di wilayah selatan yang dekat dengan Oman gitu ya.
13:21Dan ini kenapa kemudian Amerika melakukan serangan kepada Iran untuk mematikan sistem persenjataan, sistem radarnya,
13:27agar kemudian upaya memulihkan Selat Hormuz itu benar-benar bisa dilakukan oleh Amerika, khususnya di malam hari.
13:32Makanya kan dengan menyerang Pulau Larak ya, itu kan sistem pengawasan itu ada di sana seperti itu.
13:36Nah saya kira kalau kemudian arahnya Donald Trump ingin mengambil alih Selat Hormuz,
13:40tetap kemudian menjaga Selat Hormuz tanpa persenjataan Iran,
13:43menurut saya rasanya akan sangat sulit ketemu dalam titik waktu yang sangat dekat ya antara Amerika dengan Iran.
13:48Walaupun tadi ya, ini juga bergantung kepada bagaimana tingkat ekstra yang dilakukan oleh Oman, Pakistan, Qatar, Turki,
13:55untuk mempertemukan oleh kedua belah pihak.
13:57Tetapi problematikanya bukan tentang apakah akan terjadi kesepakatan,
14:01tapi bagaimana cara memulihkan kepercayaan Iran untuk mau masuk ke meja perundingan.
14:05Itu yang sangat berat menurut saya Mas Brimana ya.
14:07Oke, di tingkat kepercayaan yang sulit kembali di Iran gitu ya,
14:11karena berkali-kali Amerika Serikat melanggar dalam tanda kutipu kesepakatan.
14:14Saya terakhir ke Prof. Angel.
14:16Prof. Angel, ketika sekarang Amerika Serikat ini juga masih menyerang Iran,
14:20kemudian apakah ada dukungan-dukungan yang akan didapatkan Amerika Serikat?
14:24Ketika sekarang Amerika Serikat ingin mendapat dukungan dari negara-negara G20
14:28untuk juga menekan Iran secara ekonomi?
14:34Mohon maaf, masih ke mute.
14:36Ya, kalau Amerika memang mau mendapat dukungan dari negara-negara lain,
14:39Amerika memang harus menunjukkan kebesaran hatinya bahwa dia punya niat yang baik
14:44untuk menyelesaikan masalah ini dan tidak melakukan aksi-aksi yang malah blunder gitu,
14:50yang malah menimbulkan dampak buruk terhadap perseksi negara-negara lain terhadap dirinya.
14:57Harusnya dia, dengan tadi yang saya sampaikan,
14:58kalau mau menjadi hegemon, dia menunjukkan power,
15:00dia tunjukkan responsibility bahwa yuk saya mau kita duduk bersama,
15:05selesaikan masalah ini, sepakati beberapa poin,
15:08mungkin tidak langsung beruk semua secara besar,
15:10satu per satu secara bertahap,
15:12dan yang paling penting tadi disampaikan Mas Pizarro,
15:14bangun dulu kepercayaan, saling percaya Iran terhadap Amerika,
15:18Amerika terhadap Iran, baru nanti negara-negara lain tentunya bisa.
15:21Oke, niat baik dan kepercayaan yang menjadi kunci untuk menuju depolmasi.
15:25Terima kasih Prof. Angel Damayanti dan juga Mas Pizarro.
15:27Gozali sudah bergabung di Kopas Petang, selamat petang semuanya.
15:30Terima kasih Mas.
15:31Terima kasih.
Komentar