Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemanfaatan waterbombing dan tim Pasukan Reaksi Penanggulan Cepat (PRCPB) yang melibatkan penerjun freefall untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penerjunan freefall menjadi salah satu upaya yang sangat membantu dalam penanganan karhutla di Provinsi Riau.

"Ya benar, jadi freefall jangan hanya untuk upacara saja, tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Riau, Senin (24/8/2026).

Baca Juga Prabowo Harap Karhutla Selesai dalam 1-2 Minggu: Saya Sudah Cek Sendiri di https://www.kompas.tv/nasional/687345/prabowo-harap-karhutla-selesai-dalam-1-2-minggu-saya-sudah-cek-sendiri



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687346/presiden-prabowo-soroti-penerjun-payung-tangani-karhutla-bagus-bantu-rakyat
Transkrip
00:00Jadi tim yang terdekat sama titik api atau titik panas harus pakai APD.
00:13Tim Free Fold, Free Fold-nya bisa pakai APD nggak?
00:18Pakai ya? Bisa ya?
00:21Alatnya? Oke, bagus.
00:24Itu kalau bisa, you praktekkan. Saya minta di dokumentasi ya.
00:27Ini saya kira pertama kali ya kita lakukan ya? Dalam sejarah ini ya? Bagus.
00:34Iya benar, jadi Free Fold-nya jangan hanya untuk upacara aja, tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat.
00:42Baik, bagus.
00:47Silakan yang lain yang mau laporan.
00:49Selanjutnya dipersilakan Pak Kapolda untuk menjelaskan. Terima kasih.
00:53Terima kasih.
00:54Yang kami hormati Bapak Presiden.
00:57Mohon izin dalam aspek penegakan hukum, sejak tahun 2025 sampai sekarang, kita sudah, kita melakukan pendekatan multi-doors approach.
01:10Sudah ada 94 kasus atau laporan polisi, kemudian dengan 106 tersangka.
01:16Khusus untuk 2026, total dari Januari sampai sekarang, 33 laporan polisi dan 36 tersangka, dengan luas yang terbakar sejumlah 806
01:31,57 hektare.
01:33Kemudian, next, untuk upaya pencegahan, sekaligus memutus mata rantai kahrutlah yang disebabkan, semuanya disebabkan oleh manusia Bapak, setelah kita melihat
01:47data di 2021-2022 pada saat COVID-19, itu zero kahrutlah Bapak.
01:52Jadi semua saat ini yang dilakukan kahrutlah, semuanya dari manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
01:59Kami membuat satu pendekatan baru, kami membuat 513 pelang peringatan penegakan hukum kahrutlah, agar tidak terulang kembali.
02:14Ini terjadi di tahun lalu Bapak, di 2025, di Kabupaten Rokan Hilir.
02:21Dan Alhamdulillah sekarang, setelah kita melaksanakan pemasangan pelang, pelang sumur hidup Bapak, jadi bekas kebakaran, tidak boleh ada lagi yang
02:33melakukan penanaman.
02:34Karena ini biasa menggunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ, kemudian
02:45melakukan pembakaran.
02:47Lalu yang berikutnya, next.
02:51Maaf, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?
03:04Sampai saat ini, belum ada Bapak, tapi beberapa tersangka yang 2025, setelah kita lakukan investigasi,
03:14ada yang tidak mempunyai kebun di situ, ada dua atau tiga orang,
03:20tetapi dia ada di situ, padahal alasan dia, hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ.
03:27Ada berapa orang?
03:27Berarti dia, ada total sampai saat ini untuk tahun lalu ada 90,
03:33Ada tiga orang pada tahun lalu, ada tiga orang, Bapak.
03:38Turun dibawa ke Jakarta ya, turun dikirim ke Jakarta, Kapolri.
03:45Kita dalami di Jakarta.
03:46Siap, siap, Bapak.
03:47Kemudian untuk sumber daya penanganan, yang kami lakukan di sini adalah kegiatan gotong royong, Bapak.
04:00Baik itu dengan Kodam 19 Tuan Kutambusai, dengan pemerintah daerah, lalu dengan stakeholder terkait.
04:083.030 personil kami, kami membuat infrastruktur pengendalian Karhutlah,
04:15di situ ada 18 sumur bor, sumur bornya begini, Bapak.
04:19Memang karakteristik di sini banyak sungai, ada ratusan sungai di sini.
04:25Jadi kalau kita menggali dengan alat eskavator, 2-3 meter sudah ketemu.
04:30Beda dengan di Kalimantan, Bapak, hampir.
04:32Sampai dalam, benar.
04:34Kemudian ini embung, Bapak.
04:35Kami sudah membuat 1.390 embung.
04:39Khusus untuk yang kejadian hari ini di Kabupaten Pelalawan, Kecamatan Kerumutan,
04:45itu setiap 50, sekarang sampai saat ini 700 hektare, Bapak.
04:49Setiap 50 meter kami buatkan embung seperti di sana.
04:53Jadi sumber airnya itu, itu diambil dari situ ketika ini kosong,
04:57kita pindah lagi ke embung yang lain.
05:00Nanti 2-3 jam ini akan muncul lagi airnya, karena memang menyerap dari gambut semua.
05:06Lalu ada 1.988 sekat kanal, kemudian ini ada 268 menara pantau
05:12yang punya kewajiban perusahaan atau korporasi-korporasi yang ada di sini.
05:17Tahun lalu ada 5 korporasi yang sudah dilakukan penegakan hukum oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Bapak.
05:24Karena mereka tidak memenuhi kewajibannya,
05:26seperti membuat menara pantau saat ini atau kewajiban bagaimana ada tim reaksi cepat
05:33kalau seandainya ada titik api atau ada fire spot yang muncul di lokasinya.
05:38Ada berapa perusahaan?
05:39Ada 5 perusahaan yang diberikan sanksi oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Bapak.
05:43Kementerian?
05:44Lingkungan Hidup.
05:45Lingkungan Hidup.
05:46Siap, Bapak.
05:47Next.
05:47Kau minta nama korporasi itu.
05:50Adik.
Komentar

Dianjurkan