Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sindikat penyelundupan emas ilegal yang dibongkar Bareskrim Polri diduga memiliki skala operasi yang cukup besar.

Polisi menyebut, sindikat ini menerima hampir 30 kilogram emas setiap hari untuk diproses di sebuah lokasi yang diduga menjadi laboratorium rahasia pengolahan emas di sebuah apartemen di Jakarta Utara.

Jika dihitung dalam sebulan, jumlahnya bahkan disebut mencapai hampir 3.000 kilogram.

Kombes Pol Bambang Wijanarko, Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, membenarkan aktivitas tersebut.

Terkait penggunaan bahan kimia dan potensi limbah B3 di lingkungan apartemen, polisi mengaku masih melakukan pendalaman.

Dari lokasi laboratorium, polisi juga mengamankan dua brankas. Satu brankas dalam keadaan kosong.

Sementara satu brankas lainnya berisi uang sekitar Rp1,1 miliar, 3.850 dolar Amerika Serikat, serta 23 keping logam residu hasil pengolahan emas.

Selain itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti lain, mulai dari timbangan, kalkulator, decoder CCTV, buku rekening, hingga kartu ATM.

Polisi juga mendalami sosok berinisial SSV yang disebut merupakan direktur utama perusahaan Prestige Bullion.

Polisi juga menemukan lokasi lain yang disebut sebagai safe house.

Lokasi tersebut berada di lantai 18 apartemen dan diduga digunakan para tersangka warga negara India untuk tinggal.

Namun, temuan yang tak kalah mencolok adalah sebuah celana dalam yang telah dimodifikasi.

Celana dalam tersebut diduga digunakan untuk membawa emas dengan cara menyembunyikannya di sekitar paha.

Selain barang bukti emas dan pakaian dalam yang telah dimodifikasi, polisi juga menemukan tumpukan buku yang diduga berisi rekapan transaksi. Polisi menemukan indikasi transaksi dalam jumlah besar.

Emas ilegal itu diduga dikirim ke sejumlah negara.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/DzZpRWvfwNo

#penyelundupan #emas #jaringan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687294/30-kg-emas-sehari-begini-modus-sindikat-selundupkan-emas-ke-luar-negeri-dipo
Transkrip
00:00Dan kalau kita lihat secara kasat mata, ini alat-alatnya cukup sederhana ya Pak,
00:04tetapi yang menarik apa yang kemudian disampaikan oleh D.T. Peter sebelumnya,
00:08dinyatakan bahwa dalam satu hari, sindikat ini, di tempat ini bisa memproduksi sampai 30 kg emas.
00:16Betul demikian?
00:17Betul. Jadi mereka menerima setiap hari hampir sekitar 30 kg emas per hari.
00:24Maka satu bulan itu ada sekitar hampir 3.000.
00:28Bahwa ada bahan kimia yang digunakan, karena limbahnya kan limbah B3 ya Pak ya,
00:32apakah ini juga berpengaruh mungkin karena ini juga tempat dari masyarakat tinggal dan lain sebagainya,
00:36bagaimana mereka membuang dari cairan kimia itu Pak?
00:39Kita masih belum bisa jawab ya Mas, tapi mereka memilih lokasi ini untuk dilakukan pemurnian,
00:47karena dekat dengan akses ini, pintu bisa dibuka sehingga udaranya bisa keluar.
00:52Oke, ini untuk semacam sirkulasi udaranya?
00:55Betul.
01:00Dan yang menarik juga, tadi sudah disebutkan sebenarnya di awal,
01:03ada berangkas Pak, yang berisi uang kurang lebih 1,1 miliar,
01:09dan dolar 3.850 USD.
01:14Bisa ditunjukkan mungkin Pak, untuk uangnya?
01:16Ya, jadi ini Mas Dipo yang kita amankan dari salah satu berangkas, karena ada dua berangkas yang diamankan,
01:23satu berangkas itu kosong, satu berangkas berisi uang ini, dan 23 keping logam residu tadi.
01:32Ada beberapa barang bukti lain Pak, mungkin bisa dijelaskan temuan-temuannya Pak?
01:36Di lokasi ini sebagai lokasi resepsionis, pada saat ada konsumen datang, kemudian di sini ditemukanlah ada timbangan,
01:44kemudian kalkulator ini dekoder CCTV, terdapat juga buku rekening dan ATM.
01:49Kemudian kalau kita lihat ada bekas-bekas ini, ini dulu yang sebelumnya disampaikan Pak Wadil terkait dengan logo SSV.
01:58Apakah bisa dikatakan juga Pak, inisial SSV ini yang merupakan direktur utama dari perusahaan Prestige Bullion,
02:05adalah otak dari sindikat penyelundupan emas ini Pak?
02:09Betul, karena dia selaku direktur utama.
02:12Kita akan kejar kemanapun dia pergi, termasuk beneficial owner yang di Dubai, kita pasti akan kejar.
02:27Kita sudah berada di lantai 18 Pak, bahwa sebelumnya juga dari Direkturat Tindak Pidana Tertentu,
02:32menyebutkan ada dua kamar yang digunakan, satu laboratorium rahasia untuk mengolah dan menyelundupkan emas,
02:39satu lagi mungkin bisa disebut markas, bisa dijelaskan Pak penggeledahannya?
02:43Ya ini markas atau safe house-nya mereka ya.
02:45Safe house mereka?
02:46Mereka bekerjanya di laboratorium tadi, tapi kemudian tinggalnya mereka di sini.
03:08Kita akan coba masuk ya, ke safe house digunakan oleh warga negara India,
03:13yang merupakan tersangka dari penyelundupan emas ilegal.
03:26Boleh kita langsung masuk ya?
03:28Mereka tinggal di sini, berangkas ada di sini, berangkasnya kita...
03:32Ini berangkas ya Pak?
03:33Ya berangkasnya ini, tadi di dalam, kemudian kita geser di sini, setelah dibuka,
03:37kita ketemu itu dua batang emas, kemudian satu plastik klip yang berisi perhiasan,
03:46berupa satu kalung rantai begitu, kemudian satu gelang besar. Totalnya berat 2 kg 600 gram.
03:55Selain itu mungkin Pak, apa yang kemudian didapati oleh polisi?
03:58Ini ada celana dalam, celana dalam ini di dalam berangkas.
04:01Oke.
04:02Kalau dipegang coba, berat.
04:05Berat sekali ya?
04:06Karena sudah dimodifikasi.
04:08Celana dalam ini digunakan untuk?
04:10Untuk membawa emas, dimasukkan ke dalam sini sehingga nanti mereka rapikan sehingga emasnya akan mengelilingi pahanya mereka ini.
04:19Ini memang secara berat, ini lebih berat ya dari celana dalam biasa dan ini lapisannya cukup tebal ya Pak?
04:25Iya.
04:26Saya coba masukkan ya Pak ya, mungkin karena emas tidak ada, menggunakan handphone mungkin Pak, bisa Pak?
04:31Iya, bisa, bisa.
04:32Ini dimasukkan ke...
04:33Mungkin bisa ditunjukkan Pak?
04:34Oke.
04:35Ke dalam sini ya?
04:38Oke.
04:40Di dalam bisa juga?
04:42Bisa juga.
04:43Di dalam ya?
04:44Tidak terlihat sama sekali, mungkin seperti bentuk emas yang kemudian disembunyikan di sini.
04:57Ada juga temukan buku, Pak. Apakah ini juga catatan transaksi dari penyelundupan emas ilegal?
05:03Baik.
05:03Jadi dari deretan barang bukti yang kita amankan, ini dapat kita lihat rekapan mereka memang cukup besar transaksi mereka.
05:11Untuk negara tujuannya mungkin, Pak?
05:13Negara tujuan mereka dikirimkan ke Dubai, kemudian ke Bangkok, Thailand.
05:18Ini ya? Ini yang Bangkok ya?
05:19Ini adalah negara tujuan.
05:21Oke, artinya selain Dubai tetapi yang cukup masif diselundupkan masih ilegal dari negara kita, menuju ke Bangkok?
05:28Menuju ke Bangkok.
05:31Apakah hanya dua Pak yang tinggal di sini?
05:33Sebetulnya kami dapati sebetulnya harusnya tiga yang tinggal di sini.
05:37Tiga yang tinggal di sini?
05:37Artinya ada satu orang DPO?
05:39Ya.
05:40Dari tiga orang ini, satu memang terkoneksi bekerja di Tower Kontana.
05:46Ya.
05:47Yang satu lagi ini mereka, dia baru datang, tugasnya mediator untuk bawa ke luar.
05:54Ya.
05:54Kemudian satu lagi yang kita cari ini juga kemungkinan juga sebagai mediator yang bawa ke luar.
06:00Dan polisi juga berhasil mengungkap redaran ataupun penyelundupan emas ilegal tidak hanya di apartemen ini, tetapi juga ada di salah
06:08satu ruko.
06:08Ya, salah satu ruko di Sunter.
06:14Aktivitas yang terjadi di rumah ini cukup mencurigakan.
06:16Kalau malam, ini pintu gerbang terbuka, tetapi lampu dimatikan.
06:21Terus mobil itu keluar masuk, keluar masuk.
06:22Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan