- 8 minutes ago
Wartawan Kompas TV, Raydatodi berkongsi kemaskini situasi kebakaran hutan dan tanah, serta jerebu di Kalimantan Barat, Indonesia.
Category
🗞
NewsTranscript
00:00Waktu ini seperti mana kita laporkan di Ashrawani dan juga semua platform di ashrawani.com berkenaan dengan situasi jerebu yang
00:07berlaku di Sarawak pada masa yang sama
00:09bencana yang melanda negara jiran Indonesia khususnya di Kalimantan apabila kejadian kebakaran hutan dan tanah masih lagi berleluasa di seluruh
00:19Kalimantan
00:20yang juga mendapat perhatian daripada Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang melaksanakan tinjauan secara langsung di lapangan untuk mengendalikan situasi kebakaran
00:29di waktu ini
00:30yang berlaku di seluruh wilayah Kalimantan dan berdepan dengan beberapa kesukaran termasuklah keupayaan untuk memasukkan jentera-jentera untuk mengoperasi pemadaman
00:39kebakaran di seluruh Kalimantan
00:41tapi untuk hari ini bagi mendapatkan gambaran lebih menyeluruh dan terkini berkenaan dengan situasi kebakaran hutan dan juga tanah di
00:50seluruh Kalimantan
00:51kita bersama dengan wartawan Kompas TV Reda Todi di talian ketika ini
00:55Reda Todi mungkin boleh kongsikan dahulu di waktu ini berkenaan dengan situasi di seluruh Kalimantan
01:01kalau kita difahamkan secara umumnya kebakaran ini berlaku di empat wilayah Kalimantan berbeza
01:06di Kalimantan Barat, Selatan, Timur dan juga Tengah
01:09masing-masing dengan situasi yang berbeza
01:11apa yang terkini boleh kita kongsikan di waktu ini
01:13Reda Todi
01:15baik, terima kasih Irwan dan saudara
01:20bisa saya sampaikan bahwa memang kondisi kabut asap atau jerebu di wilayah kota Pontianak
01:28khususnya ibu kota provinsi Kalimantan Barat
01:30sampai siang hari ini, ini masih pekat
01:33ini akibat kebakaran hutan dan lahan atau karutlah
01:36yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Kalimantan Barat dan pulau Kalimantan tadi pada khususnya
01:43dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG
01:48per tanggal 22 Agustus 2026 atau Sabtu kemarin
01:54sebaran hotspot atau titik panas di wilayah Kalimantan Barat sendiri ini mencapai 2.842 titik
02:02jadi masih cukup tinggi
02:0486 titik diantaranya tingkat kepercayaan rendah
02:082.475 titik diantaranya tingkat kepercayaan menengah
02:12dan 261 tingkat kepercayaan tinggi
02:15atau diduga kuat merupakan titik api pemicu kabut asap atau jerebu
02:21yang saat ini menyelimuti wilayah Kalimantan dan sekitarnya
02:25nah titik panas terbanyak berada di Ketapang
02:27ada 1.377 titik
02:30sedangkan untuk wilayah yang berbatasan dengan Malaysia sendiri
02:34seperti di Sanggau ini terpantau ada 247 titik panas
02:39kemudian Sambas 24 titik
02:41Bengkayang 83 titik
02:43Sintang 145 titik
02:45dan Kapuas Hulu ada 85 titik
02:48itu gambaran untuk kondisi titik panas
02:51yang berada dengan wilayah perbatasan dengan Malaysia
02:55nah sejauh ini memang upaya pemadaman terus dilakukan
02:59oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah
03:02kemudian dari BNPB
03:03kemudian TNI, Polri, perusahaan sampai masyarakat
03:08juga ikut dilibatkan untuk menekan agar kebakaran hutan dan tanah
03:13atau lahan ini tidak semakin meluas di wilayah Kalimantan Barat
03:16bahkan menyeberang ke negara tetangga
03:18baik dan bisa juga disampaikan bahwa kemarin
03:21tadi seperti disampaikan bahwa kemarin tanggal 22 Agustus
03:24Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
03:27bersama jajaran ini melakukan kunjungan
03:30atau peninjauan kebakaran hutan dan lahan
03:33di wilayah Kalimantan Barat
03:35salah satu titik yang didatangi
03:37yaitu di Desa Limbung
03:39Kecamatan Sungiraya, Kabupaten Kuburaya
03:41kebakaran lahan di lokasi ini sudah lama terjadi
03:44jadi sudah lama terjadi
03:46dan berdekatan dengan Bandara Internasional Supadio
03:51jadi jika ada mungkin penumpang dari Malaysia ingin ke Pontianak
03:55ini pasti pada pagi hari akan terkendala
03:58karena dari tanggal 18 sampai 21 Agustus
04:03itu ada 21 penerbangan pagi yang alami keterlambatan
04:07akibat jarak pandang atau visibility
04:09hanya antara 400 sampai 800 meter dari jam 6 sampai jam 8 pagi
04:16kemarin Presiden Prabowo juga langsung menggelar rapat lintas sektor
04:23dengan berbagai pihak di Kalimantan Barat
04:26dan juga secara nasional ada beberapa poin yang
04:28ditekankan Presiden terkait penanganan karhutlah
04:31yakni yang pertama ada penugasan khusus pejabat militer dan kepolisian
04:36seperti menugaskan Panglima TNI dan Kapolri langsung
04:41ini untuk memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan tanah di wilayah Kalimantan Barat
04:48kemudian ada menginstruksikan penggerahan kekuatan optimal
04:50termasuk penggerahan batalion TNI dan penambahan armada udara
04:54ada juga instruksi penambahan alat dan operasi modifikasi cuaca
04:58seperti menyiapkan penambahan armada helikopter waterbombing
05:01untuk mempercepat pemadaman titik api di berbagai wilayah Kalimantan
05:05tadi memang kebakaran hutan dan tanah tidak hanya terjadi di Kalimantan Barat
05:10namun juga di 4 provinsi lainnya
05:12jarak pandang sendiri di beberapa provinsi seperti di Kalimantan Selatan, Banjarbaru
05:16beberapa waktu lalu bahkan hanya beberapa meter saja
05:19sehingga sempat memicu kecelakaan lalu lintas di jalan raya
05:23di Palangka Raya juga sama kemarin usai melakukan peninjauan ke Kalimantan Barat
05:30Presiden juga langsung bertolak ke sana
05:32sama instruksinya agar penanganan karhutlah ini benar-benar menjadi fokus perhatian
05:39ada juga untuk selanjutnya Presiden juga menekankan
05:42agar proses hukum kepada pelaku karhutlah
05:46ini juga harus dilakukan secara tegas
05:49dan meminta pendidakan hukum tadi secara tegas sesuai dengan undang-undang
05:54termasuk korporasi atau perusahaan yang mungkin saja terlibat dalam
05:58kejadian kebakaran hutan dan tanah di wilayah Kalimantan
06:02dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia saat ini
06:05nah usai dari Pontianak tadi saya sampaikan bahwa Presiden bertolak ke Palangka Raya, Kalimantan, Tengah
06:09juga untuk memantau proses penanganan karhutlah di sana
06:12ada beberapa poin juga yang ditegaskan Presiden ketika berada di Palangka Raya
06:17diantaranya Presiden menyetujui ada penambahan 4 unit helikopter waterbombing
06:22dan dukungan perlengkapan pemadaman darat lainnya
06:26kemudian penghentian perluasan titik api
06:28ada juga pembagian tugas penanganan wilayah di mana
06:31wilayah Kalteng ditangani langsung oleh jajaran Kepala Staf Angkatan Darat dan Waka Polri
06:36nah jika tadi Kalimantan Barat ini langsung Panglima TNI dan Kapolri
06:40yang dikerahkan atau ditugaskan langsung untuk mengawal
06:43seperti apa proses pembedaman kebakaran hutan dan tanah
06:47yang dilakukan di Kalimantan Barat saat ini
06:50nah selanjutnya pemerintah pusat juga menyatakan siap memenuhi kebutuhan sarana-prasarana darurat
06:55seperti pembuatan sumur bor dalam jumlah besar
06:58untuk mengatasi keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran
07:02dan menindak tegas pihak maupun korporasi yang terbukti
07:05dengan sengaja membakar lahan
07:08nah saat ini untuk kualitas udara di wilayah kota Pontianak sendiri
07:13ibu kota provinsi Kalimantan Barat
07:15masuk kategori sangat tidak sehat
07:18nah sebagai tindak lanjut dari kondisi ini
07:21baru saja tadi pemerintah kota Pontianak ini mengeluarkan kebijakan
07:24bahwa kembali menyadakan aktivitas pembelajaran di sekolah
07:31pada esok hari atau hari Senin besok
07:33dan sebagiannya para siswa dialihkan untuk belajar dari rumah secara daring
07:40atau secara online
07:42nah ini kebijakan yang ketiga kalinya diambil oleh pemerintah kota Pontianak
07:48seiring semakin memburuknya kualitas udara
07:52akibat jerbu yang saat ini
07:55memang sudah sangat meresahkan oleh masyarakat
08:00Baik
08:01Retor Dini menyatakan untuk konteks bagi penonton di Asyrawan
08:05ni karhutlah merujuk kepada kebakaran hutan dan tanah
08:08dan itu yang disebut oleh Retor Dini sebelah tadi
08:11dan juga menyentuh berkenaan dengan situasi penerbangan
08:14soal dasar dan juga pelaksanaan pengajian dan pendidikan untuk minggu hadapan
08:19dan juga kenyataan-kenyataan tindakan yang dibuat oleh Presiden Indonesia
08:23Bapak Prabu Usbihan itu
08:24dan persoalan berikutnya Retor Dini
08:26untuk memahami sedikit sebanyak berkenaan dengan apa yang akan berlaku pada minggu hadapan
08:30Presiden Indonesia sudah pun memberikan tindakan yang jelas
08:33yang seharusnya dilakukan
08:34dan sepaham saya berdasarkan apa yang disebut oleh Retor Dini sebelah tadi
08:37ia diketuai dan dikepalai oleh tentera dan juga polis Indonesia
08:42adakah maknanya Kalimantan akan berada dalam situasi darurat
08:45untuk minggu hadapan
08:46sehinggalah jerbu dan juga kebakaran yang dapat dikawal Retor Dini
08:50ya memang sepertinya sangat dipokuskan sekali di wilayah Kalimantan
08:57untuk pemadaman Karhutlah yang terjadi saat ini
09:00kenapa akhirnya Presiden menunjuk langsung Kapolri
09:04kemudian Wakapolri, kemudian Panglima TNI, Kasat juga untuk langsung turun
09:10ini menandakan bahwa ini serius jadi perhatian pemerintah
09:13ya memang harapan kita ke depan situasi darurat
09:17seperti yang terjadi saat ini dapat semakin berkurang ya
09:20seperti itu dengan mudah-mudahan modifikasi cuaca yang akan dilakukan
09:24ini bisa berhasil menurunkan hujan dalam beberapa waktu ke depan
09:30memang saat ini saya laporkan saat ini kondisi cuaca di Pontiac
09:34memang agak sedikit gelap ya mungkin karena kabut asap cukup
09:39atau jerbu ini cukup pekat pada dari pagi sampai sore hari ini
09:44nah ini mudah-mudahan ke depan memang targetnya pengurangan titik api
09:48ini semakin masif dilakukan sehingga kabut asap ini bisa semakin berkurang
09:56di wilayah Kalimantan Barat, Pulau Kalimantan dan juga negara tetangga Malaysia
10:01Irfan. Berikutnya mungkin yang terakhir juga untuk memahami
10:05berkenaan dengan perjalanan orang ramai kerana ramai juga jiran tetangga kita
10:10di sempadan Sarawak antara Malaysia dan juga Kalimantan itu
10:13saling berhubung antara satu sama lain dan pergerakan itu agak penting
10:17tapi dengan situasi bencana dan juga jerebu dan kebakaran ini menjejaskan
10:22pergerakan khususnya soal penerbangan juga terjejas akibat daripada
10:25jarak pengkhianatan yang sangat terbatas. Persoalannya adalah berkenaan
10:30dengan adakah minggu hadapan ini sekiranya cuaca lebih baik
10:33kerana di Malaysia juga dilaporkan hujan di beberapa tempat itu mengurangkan
10:37sedikit masalah jerebu, kualiti udara lebih baik tapi di Kalimantan
10:41saya fikir itu agak sukar untuk berlaku agaknya ya.
10:45Ya memang kemarin laporan dari BNPB pada Nasional Penanggulangan Bencana
10:51bisa kita lihat juga kepada Presiden langsung menyampaikan bahwa
10:55operasi modifikasi cuaca ini sudah coba dilakukan
10:59namun sudah empat kali malah informasinya dilakukan ya
11:03jadi karena awan pemicu hujan itu minim
11:07akhirnya ini belum bisa dilakukan. Nah ini memang ya kita
11:13seperti tahun-tahun sebelumnya mungkin ketika terjadi karhutlah juga
11:18ada beberapa tindakan yang dilakukan. Nah kita tinggal menunggu
11:22apa tindakan terakhir. Apakah hanya seperti tindakan atau memang ada doa
11:27bersama nanti yang akan dilakukan agar hujan bisa turun. Nah ini memang
11:32yang berbagai upaya akan terus dilakukan intinya karena situasinya
11:37ini tadi disampaikan mengganggu perjalanan ada 21 penerbangan
11:41dari tanggal 18 sampai 21 Agustus yang mengalami penundaan
11:46keberangkatan di Bandara Internasional Supadio. Memang kondisinya seperti itu
11:51tapi masyarakat juga sudah banyak yang memakai masker saat ini
11:55jika kemarin zaman pandemi terbiasa memakai masker sempat reda lagi
12:01kemudian sekarang pakai masker hanya untuk menghindari peparan kabut asap
12:04yang memang sudah mulai membuat gangguan terhadap kesihatan khususnya
12:10pernafasan seperti tenggorokan mulai sakit ada yang pilek dan lain sebagainya
12:15akibat terserang inspeksi saluran pernafasan akut atau ispah.
12:19Terang yang sama juga kita saksikan di Sarawak dan seluruh Malaysia
12:23akibat daripada masalah jerebu ini soal kesihatan dan juga pendidikan.
12:26Apapun di waktu ini terima kasih kita ucapkan kepada wartawan Kompas TV
12:29Reda Tuli berkongsi berkenaan dengan situasi semasa khususnya di Kalimantan Barat
12:34berkenaan dengan situasi cuacanya dan juga tindakan-tindakan dilaksanakan oleh
12:38Kerajaan Pusat Indonesia untuk menangani masalah yang timbul di waktu ini
12:42akibat daripada kebakaran hutan dan tanah yang menyebabkan jerebu.
Comments