00:00Coba hitung dalam kepalamu, 1 mm dibagi seribu.
00:04Itulah ketebalan otak seekor semut pekerja biasa.
00:07Tapi di dalam volume yang nyaris tak kasat mata itu,
00:10terdapat sekitar 250 ribu neuron yang saling terhubung.
00:15Neuron-neuron itu membentuk jaringan komputasi komplek yang mampu menghitung langkah,
00:20membaca sinyal kimia, dan mengordinasikan ribuan rekan tanpa jeda.
00:24Kalau kamu bisa menjelaskan bagaimana otak sekecil itu
00:27mengalahkan robot navigasi buatan laboratorium terbaik di dunia,
00:32kamu baru saja menyelesaikan teka-teki yang membuat para ahli neurosains bergulat
00:36selama 3 dekade terakhir.
00:38Dan hari ini, kita akan membongkar jawabannya bersama.
00:42Pada tahun 2006, tim peneliti dari Universitas Zurich yang dipimpin oleh Rüdiger Wehner
00:48melakukan eksperimen sederhana namun mengubah segalanya.
00:51Mereka menempatkan seekor semur-semut cetaglifis,
00:54jenis semut gurun yang terkenal sebagai penjelajah jarak jauh
00:57di medan yang sama sekali asing.
01:00Hasilnya, semut itu kembali ke sarangnya dalam garis lurus hampir sempurna.
01:05Jaraknya 300 meter.
01:07Untuk makhluk sekecil itu,
01:08300 meter setara dengan manusia berlari 10 kilometer melintasi padang pasir tanpa kompas,
01:13tanpa peta, tanpa GPS.
01:16Dan yang lebih mengejutkan,
01:18semut ini bahkan tidak mengandalkan penglihatan utamanya untuk navigasi.
01:23Lalu bagaimana caranya?
01:24Dan nanti ada satu temuan yang membuat semua asumsi kita tentang kecerdasan hewan runtuh.
01:29Tapi kita mulai dari dasarnya dulu.
01:33Para ilmuwan akhirnya menemukan jawabannya pada tahun 2006 melalui eksperimen yang cerdik.
01:39Mereka menempelkan kaki semut cetaglifis dengan perangkat sekecil mungkin,
01:43semacam sepatu miniatur dari benang fiberglass yang memperpanjang langkah semut sebesar 50%.
01:50Hasilnya dramatis, semut yang biasanya berhenti tepat,
01:53disarangnya malah berjalan terlalu jauh,
01:56meleset sejauh jarak yang sebanding dengan perpanjangan kakinya.
01:59Ini membuktikan bahwa semut menghitung langkahnya sendiri.
02:04Otaknya memiliki semacam pedometer biologis,
02:07penghitung langkah internal yang terus bekerja tanpa henti.
02:10Setiap langkah yang dihitung neuron di kakinya dikirim ke pusat pemrosesan di otak,
02:14dan otak menjumlahkan semuanya secara real time.
02:18Bayangkan kamu berjalan di koridor gelap total tanpa bisa melihat apapun,
02:23tapi kamu bisa merasakan persis berapa langkah sudah kamu ambil dan ke arah mana setiap langkah itu berbelok.
02:29Itulah yang dilakukan otak semut,
02:31tapi dengan presisi yang bahkan manusia tidak bisa meniru tanpa alat bantu.
02:36Tapi menghitung langkah saja tidak cukup.
02:38Semut juga perlu tahu arah,
02:40dan disinilah sesuatu yang benar-benar luar biasa terjadi.
02:44Otak semut bisa membaca polarisasi cahaya matahari,
02:47sesuatu yang mata manusia sama sekali tidak bisa deteksi.
02:51Cahaya matahari yang menembus atmosfer bumi memiliki pola polarisasi tertentu,
02:56dan otak semut menggunakan pola itu sebagai kompas.
02:59Bahkan saat langit mendung sebagian,
03:01semut masih bisa membaca polarisasi dari area langit yang terlihat biru.
03:05Proses ini disebut skylight polarization,
03:09dan otak semut memprosesnya di area otak yang disebut lobula,
03:12semacam prosesor grafis biologis.
03:15Lobula terus-menerus memetakan posisi matahari relatif terhadap tubuh semut.
03:20Setiap pergeseran 2 derajat posisi matahari langsung dihitung ulang.
03:24Setiap perubahan intensitas polarisasi diinterpretasikan sebagai pergeseran arah.
03:29Semua perhitungan ini terjadi secara simultan dalam otak yang bobotnya kurang dari 1 miligram.
03:36Itu setara dengan menjalankan ribuan kalkulasi trigonometri per detik
03:39di atas chip komputer yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang.
03:44Sekarang bayangkan skala yang lebih besar.
03:47Seikor semut bisa menyimpan jejak aroma menggunakan feromon,
03:50senyawa kimia yang dikeluarkan dari kelenjar di perutnya.
03:53Saat satu semut menemukan sumber makanan,
03:56ia meninggalkan jejak feromon di sepanjang jalur pulang.
04:00Semut lain yang menemukan jejak itu akan mengikutinya,
04:03dan setiap semut yang melewati jalur yang sama akan menambahkan feromon baru,
04:08memperkuat sinyal.
04:09Ini menciptakan sistem navigasi massal yang terus diperbarui secara real time.
04:14Rute terbaik akan mendapat penguatan paling banyak karena semut paling banyak melewatinya,
04:19sementara rute yang buruk akan memudar karena feromon menguap seiring waktu.
04:23Tidak ada satu pun semut yang mengatur.
04:26Tidak ada manajer, tidak ada supervisor.
04:29Setiap individu hanya mengikuti aturan sederhana.
04:32Ikuti jejak terkuat, tambahkan jejak baru jika makanan ditemukan.
04:37Dari aturan sederhana ini muncul perilaku kolektif yang menyelesaikan masalah optimasi,
04:42komplek, menemukan jalur terpendek antara sarang dan sumber makanan.
04:47Algoritma komputer seperti Uncolony Optimization terinspirasi langsung dari perilaku ini.
04:52Para insinyur jaringan komputer di perusahaan teknologi besar
04:55menggunakan prinsip yang sama untuk mengatur lalu lintas data di internet.
05:01Dan inilah yang dijanjikan di awal satu temuan yang mengubah segalanya.
05:05Pada tahun 2019, tim dari Universitas Harvard yang dipimpin oleh Radika Nakpal
05:11menerbitkan hasil penelitian di jurnal Science Robotics tentang robot swarm.
05:16Robot swarm adalah sekelompok seribu robot kecil yang dirancang meniru perilaku koloni semut.
05:21Robot-robot itu hanya punya sensor sederhana dan tidak memiliki komunikasi nirkabel satu sama lain.
05:28Mereka beroperasi berdasarkan aturan lokal, sama persis seperti semut.
05:32Dan hasilnya?
05:33Seribu robot itu bisa membentuk pola komplek, mengangkut obyek bersama,
05:38dan menemukan jalan melalui rintangan tanpa satupun pusat komando.
05:42Tapi di sini yang mengejutkan, robot itu membutuhkan ribuan kali lebih banyak energi
05:47dibanding semut sungguhan untuk menyelesaikan tugas yang sama.
05:51Sekor semut pekerja mengonsumsi energi dari setengah miligram makanan per hari.
05:56Robot sekecil semut buatan manusia butuh baterai berukuran ratusan kali lebih besar
06:00yang habis dalam hitungan jam.
06:03Otak semut dengan segala keterbatasan ukurannya,
06:06menjalankan komputasi yang manusia dengan seluruh kecerdasan buatan dan teknologi canggih kita
06:11belum bisa meniru secara efisien.
06:14Jadi, lain kali kamu melihat seekor semut berjalan di atas meja makanmu,
06:19ingatlah, di dalam tubuh seberat 1 miligram itu,
06:22terdapat komputer biologis yang menjalankan navigasi bintang,
06:26penghitung langkah otomatis, dan jaringan komunikasi massal,
06:29semuanya berjalan tanpa henti.
06:32Kalau cerita ini membuatmu penasaran tentang makhluk kecil lain
06:36yang menyimpan sistem komputasi luar biasa,
06:38tulis di kolom komentar menurutmu hewan apa,
06:41apa yang paling layak kita beda selanjutnya.
06:43Terima kasih sudah menemani sampai akhir.
06:46Kalau video ini bermanfaat,
06:48tekan subscribe dan like supaya kebisa-bisa terus menjelajah bersama.
06:51Sampai ketemu di video berikutnya.