Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Sekelompok pelajar SMA asal Indonesia berhasil menjadi finalis Harvard Crimson Business Case Competition (HCBC) 2026 di Amerika Serikat. Tim yang diberi nama Nimbus atau Next Generation Innovation for Market Building and Universal Solutions ini terdiri dari empat siswa.

Keikutsertaan tersebut berawal dari inisiatif para siswa untuk menguji kemampuan mereka di bidang bisnis dan ekonomi melalui kompetisi tingkat internasional. Salah satu anggota tim, Rania Andalusia Jufry, menyebut kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menggali kemampuan dan menciptakan inovasi.

Guru pembimbing Tim Nimbus, Randi Saputra, mengatakan keempat siswa secara mandiri menguji diri dengan mengikuti kompetisi di Harvard University. Ia memberikan arahan mengenai business deck dalam kompetisi global dan membantu tim mengadaptasinya sesuai konsep Nimbus.

Lebih dari sekadar kompetisi, pengalaman Tim Nimbus di Harvard menjadi pembelajaran bagi para pelajar tersebut. Perjalanan ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan keberanian mengambil kesempatan, pelajar Indonesia dapat bersaing serta membawa inovasi ke panggung global.

#harvard #hcbc2026 #pelajarindonesia #kompetisibisnis #timnimbus

Baca Juga Prabowo Kumpulkan Buku Pelajaran Asia Tenggara untuk Standar Kurikulum Indonesia | JMP di https://www.kompas.tv/nasional/684462/prabowo-kumpulkan-buku-pelajaran-asia-tenggara-untuk-standar-kurikulum-indonesia-jmp

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684678/empat-siswa-indonesia-jadi-finalis-harvard-crimson-business-case-competition-2026-sapa-pagi
Transkrip
00:00Saudara berbekal inisiatif sendiri, sekelompok pelajar SMA asal Indonesia berhasil menjadi finalis Lomba Harvard Crimson Business Case Competition 2026 di
00:10Amerika Serikat.
00:11Harapannya kompetisi ini bisa mendongkrak generasi muda untuk bisa mengejar pengalaman yang berdampak pada ekonomi.
00:21Ini adalah tim NIMUS alias Next Generation Innovation for Market Building and Universal Solution yang terdiri dari 4 orang siswa.
00:30Mereka berhasil mengikuti babak final Harvard Crimson Business Case Competition atau HSBC 2026 yang mewakili Indonesia di tingkat internasional.
00:39Salah satu peserta, Yair Nirania, bilang ini adalah pencapaian dirinya dan teman-temannya untuk menggali lebih kemampuan soal bisnis dan
00:46ekonomi dengan menciptakan sebuah inovasi.
00:48Mula aku, aku juga suka challenge diri aku sendiri dan aku sangat suka sebenarnya ngikut kompetisi awal mulanya tuh aku
00:57kompetisi di nasional dulu seperti Universitas Indonesia,
01:00lalu aku yang dream university aku memang Harvard, jadi aku pengen ikut kompetisi untuk mendapatkan the Harvard recognition dan alhamdulillah
01:09terujud.
01:10Ikut lomba di Harvard Crimson Business Competition ini, memang saya sendiri udah enjoy ikut lomba bisnis, jadi baik itu internasional
01:17maupun nasional,
01:19tapi belum pernah yang sampai offline dan internasional, jadi waktu dapet kesempatan ikut lomba Harvard Crimson ini,
01:25saya langsung keren banget gitu ya, langsung oh coba gitu.
01:29Awalnya emang gak expect apa-apa, cuman ya puji Tuhan bisa sampai ke final gitu,
01:33jadi selain memang saya enjoy kompetisi, juga ketemu banyak teman-teman sih gitu.
01:38Tertantang untuk melakukan atau untuk menjoin kompetisi tersebut, karena ya tau sendiri lah Harvard gitu loh.
01:47Terusyukur bisa dapet team members kayak begini, teman-teman kayak begini,
01:50karena memang susah sih nyari orang-orang yang sumburan yang sama kompetitifnya,
01:54dan gak hanya itu juga, kita kan saling melengkapi,
01:56jadi misalnya saya lebih pandai di bidang teknik, dan Rania ini lebih pandai di bidang problem solving, brainstorming,
02:04sedangkan Nadine ini di bagian finansial, jadi kita emang skill setnya itu saling melengkapi gitu.
02:11Guru pembimbing tim Nimbus, Randisa Putra bilang,
02:13jika kempah siswa ini secara mandiri menguji diri untuk ikut dalam berkompetisi di Harvard University.
02:19Dirinya pun memberikan pandangan sekaligus arahan untuk mempelajari bagaimana bisnis deck dari kompetisi global
02:25hingga mengadaptasi menjadi versi tim Nimbus di gancah global.
02:28Kalau saya melakukan tim lomba Harvard, yaitu dari awal kita coba brainstorming
02:35which business idea yang kompetitif untuk dibawain di lomba ini,
02:39kemudian kita juga kayak support, mentoring for decking process,
02:44and also untuk preparing presentasinya gitu.
02:48Jadi aspek-aspek itu yang ngebuat kurikulum kita itu emang dipokuskan for joining business competition,
02:53apalagi bisnis-bisnis yang emang high level,
02:56yang emang mereka tuh fokusnya gak cuma hanya framework,
02:58tapi juga gimana kita create critical analysis untuk nge-solve masalah bisnis yang ada.
03:04Nah kalau compare to sekolah yang pada umumnya,
03:07yang mungkin secara bisnis fundamental itu diajari,
03:10namun secara deep tentang aspek financialnya,
03:14gimana kita nge-create paper and decking yang bagus,
03:16itu masih terlalu general gitu.
03:19Sehingga kayak, that's why kenapa anak bisnis tuh hadir untuk empower student,
03:24mengikuti dan juga menjuarai di berbagai kompetisi bisnis lainnya gitu mas.
03:29Lebih dari sekedar kompetisi, perjalanan tim Nimbus ini menjadi pengalaman personal bagi sekelompok pelajar ini,
03:34yang membuktikan bahwa dengan kerja keras, kolaborasi dan keberanian
03:38untuk mengambil kesempatan pelajar Indonesia juga mampu bersaing
03:42dan membawa inovasi ke panggung global.
03:44Atwin Chan, Ganyar Febrian, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan