00:02Saudara media Iran hari minggu kemarin merilis sebuah video yang memperlihatkan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mostabah Khomeini.
00:11Dalam video yang dirilis Mer News ini, Mostabah terlihat tengah menghadiri kegiatan atau mengajar kajian.
00:19Mostabah sempat dikabarkan mengalami cedera parah akibat serangan Amerika Serikat saat awal perang Iran-Amerika pada Maret lalu.
00:25Sejak itu ia tidak pernah terlihat di depan umum lagi. Ia hanya berkomunikasi melalui pernyataan tertulis.
00:39Melalui siaran televisi, Iran menunjukkan bagian dalam kapal yang diklaim telah dicegat Garda Revolusi Islam Iran IRGC di Selat Hormuz.
00:47Namun IRGC belum memberikan pernyataan rinci terkait pencegatan kapal tersebut.
00:51Sebelumnya Iran sempat mengakui menembak sejumlah kapal yang menggunakan rute di luar ketetapan otoritas Iran.
00:58Iran bilang kapal-kapal tersebut tak patuh meski telah berulang kali mendapatkan peringatan.
01:09Presiden Iran Masud Bezeskian mendukung upaya baru untuk bicara dengan Amerika Serikat.
01:14Menurut Bezeskian, Teheran perlu memanfaatkan kekuatan nasional untuk mencapai kesepakatan tanpa mengorbankan hak warga Iran sekaligus memecah kebuntuan dengan Washington.
01:23Bezeskian tetap mendukung nota kesepahaman MOU Islamabad beberapa waktu lalu meski ia menilai Washington gagal memenuhinya.
01:30Terima kasih telah menonton!
02:12Beberapa waktu terakhir ini Iran selalu menegaskan pihaknya tidak bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
02:16Namun Presiden Iran Mahmud Bezeskian kini mendorong untuk bernegosiasi lagi dengan Amerika Serikat.
02:21Akankah ini bisa segera mengakhiri konflik?
02:23Kita bahas bersama pakar hukum internasional dari Universitas Gejah Mada, Heribertus Jakatriana.
02:29Selamat malam Pak Heri.
02:31Selamat malam Mas, saya selalu.
02:32Saya selalu Pak Heri.
02:33Pak Heri, Presiden Iran mendorong negosiasi dengan Amerika lagi.
02:36Bagaimana Anda menganalisis pernyataan ini dan bagaimana peluangnya?
02:40Saya kira pertama itu adalah hal yang menjadi hal yang paling visible untuk dilakukan.
02:47Kenapa? Karena jalur diplomatik itu intinya adalah mencari celah untuk win-win solutions
02:52daripada penggunaan kekerasan bersenjata yang membawa dampak ekonomi, dampak politik, dampak sosial budaya yang begitu besar.
02:59Kalau kita lihat situasinya saat sekarang, para pihak itu sebenarnya ingin ketemu, ingin deal supaya tidak terjadi kerugian yang lebih
03:07besar.
03:07Dan waktu adalah senjata yang saat sekarang itu menjadi senjata di antara keduanya untuk dapat menegosiasikan kepentingan-kepentingan mereka
03:16yang dapat difasilitasi untuk menghentikan konflik.
03:20Saya kira jalur diplomasi yang dikembangkan oleh Presiden Pesekian ini menjadi sebuah alternatif baru untuk mencari celah
03:28supaya tidak terjadi kehancuran yang lebih besar.
03:31Tapi masalahnya saat sekarang adalah ini adalah jalur secara resmi yang digunakan oleh Presiden
03:36tetapi jalur strategis itu kan harus memperoleh persetujuan dari Mujtaba Khemeni
03:42yang ini menjadi sebuah kebuntuan-kebuntuan yang menjadi masalah internal di Iran.
03:47Di Amerika Serikat pun kalau kita lihat juga terjadi kubu-kubu yang bisa menghambat terjadinya kesepakatan deal
03:54antara Amerika dengan Iran saat sekarang.
03:57Saya kira masalahnya adalah waktu dan juga adalah masalah internal di masing-masing negara.
04:01Oke, lalukah adakah syarat yang kira-kira bisa diajukan oleh Teheran dalam hal ini Iran untuk Amerika Serikat?
04:09Dan bukan hanya syarat, tapi syarat yang logis bisa diterima oleh Iran, Pak Heri.
04:12Yang pertama adalah terkait dengan determinasi adanya zero enrichment.
04:18Saya kira ini juga menjadi sebuah hal yang menjadi kebutuhan Iran yang sangat-sangat eksistensial,
04:25yang selalu dinegosiasikan.
04:27Yang kedua saya kira adalah bagaimana membuka akses terhadap kepatuhan pengayaan,
04:33pengayaan, isu pengayaan nuklir di Iran yang bisa diakses, bisa dilihat oleh banyak kalangan,
04:39oleh masyarakat internasional bahwa itu tidak dipergunakan untuk pembuatan senjata nuklir.
04:43Saya kira ini juga menjadi hal yang harus disampaikan oleh Iran sebagai satu bentuk diplomasi internasional.
04:49Yang ketiga saya kira, apa yang dilakukan oleh IAIA membuka akses itu menjadi penting
04:55supaya apa yang dilakukan di dalam diplomasi itu dipercaya oleh publik.
04:59Itu dari sisi Iran.
05:00Saya kira dari sisi Amerika, itu juga menjadi sebuah hal yang harus kita lihat bahwa
05:06kepentingan Amerika terhadap nuklir ini juga menjadi apa itu, ambang batasnya itu kan sampai pada 60%.
05:11Nah ini yang harus juga dijawab oleh Iran untuk bisa mengalah,
05:15untuk mempelih kemenangan-kemenangan yang dealnya itu bisa menguntungkan oleh dua belah pihak.
05:19Oke, tapi begini Pak Heri, ada informasi yang juga berkembang bahwa sebagian pejabat di Iran
05:24menyebut tidak mau bernegosiasi lagi dengan Amerika Serikat.
05:27Anda melihat apakah ini ada perbedaan sikap di antara para pejabat Iran
05:30dengan munculnya perbedaan pendapat seperti ini?
05:34Saya kira ini hal yang wajar untuk mencari sekali lagi pole position yang paling menguntungkan buat Iran.
05:39Saya kira ini juga untuk buying time mengulur waktu terkait dengan seni diplomasi
05:43yang ini digunakan oleh Iran sebagai satu bentuk untuk buying time
05:48mengukur kemampuan Amerika bertahan.
05:50Saya kira sekarang kondisi Iran itu adalah dalam situasi tertekan,
05:54maka tekanan ini adalah bagaimana menggunakan buying time
05:57terkait dengan hal yang dinegosiasikan untuk memboleh kesepakatan yang paling baik dengan Amerika.
06:03Ini adalah hal yang sedang dikembangkan oleh Iran
06:06sebagai satu bentuk seni diplomasi sambil menunggu oleh Iran.
06:10Pernyataan formal saya kira biasa,
06:12tetapi kenyataannya mereka tetap bicara,
06:14tetap melakukan komunikasi
06:16untuk mengkomunikasikan kepenting-kepentingannya.
06:18Itu hal yang biasa di depan terlihat seperti itu.
06:21Kalau bicara pemerintahan Iran,
06:22bukan hanya presiden,
06:23ada juga pemimpin tertinggi,
06:24Mustafa Khamenei.
06:25Kalau presiden kemarin,
06:26ya presiden Iran kemarin,
06:28maksud PCS Kian,
06:30diinformasikan baru saja bertemu dengan Mustafa Khamenei.
06:32Nah kira-kira Mustafa akan setuju dengan usulan presiden Iran ini?
06:37Saya kira ini yang perlu kita lihat secara seksama.
06:40Bagaimana saat sekarang keuntungan dalam segi apa itu,
06:44kesatuan antara presiden dengan pemimpin tertinggi itu
06:48terjalin komunikasi yang baik.
06:49Ini menjawab keraguan yang selama ini terjadi.
06:51Bahwa antara presiden dengan pemimpin tertinggi
06:53terjadi sumbatan-sumbatan komunikasi
06:55yang membuat Amerika itu tidak percaya
06:58bahwa kontingen yang dikirim oleh presiden
07:00itu tidak bisa memutuskan keputusan di level strategis.
07:03Saya kira ini menjadi sebuah sinyal
07:04yang bisa dimaknai dua hal.
07:06Pertama, secara internal ini menguatkan kesatuan
07:11kondusivitas di internal.
07:12Lalu yang kedua, memberi sinyal kepada Amerika
07:14bahwa kedua belah pihak yang bisa memutuskan strategis
07:17telah bertemu dan semoga ada kesepakatan-kesepakatan
07:20yang bisa dieksekusi di dalam diplomasi
07:23antara Iran dengan Amerika.
07:25Baik, terima kasih pandangannya Pakar Hukum Internasional
07:27dari UGM, Heribertus Jakatriyana
07:29di Sampai Indonesia Malam.
07:30Kita jumpa lagi lain waktu.
07:31Sehat selalu, Pak Heri.
07:33Sehat selalu, Pak.
07:34Selamat tinggal.
Komentar