Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Media Iran Mehr News merilis video yang memperlihatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, tengah menghadiri kegiatan atau mengajar kajian. Mojtaba sebelumnya dikabarkan mengalami cedera parah akibat serangan Amerika Serikat pada awal perang Iran-Amerika pada Maret lalu dan sejak itu tidak terlihat di depan umum.

Di tengah situasi tersebut, Iran dan Oman tengah membahas rute pelayaran baru melalui Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negosiasi dengan Oman telah memasuki tahap akhir. Namun, kesepakatan tersebut tidak berarti Selat Hormuz otomatis dibuka karena masih ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Presiden Iran Masud Pezeshkian juga mendukung upaya baru untuk berbicara dengan Amerika Serikat. Menurutnya, Teheran perlu memanfaatkan kekuatan nasional untuk mencapai kesepakatan tanpa mengorbankan hak warga Iran sekaligus memecah kebuntuan dengan Washington.

Akankah dorongan negosiasi kembali antara Iran dan Amerika Serikat dapat mengakhiri konflik? Simak pembahasannya bersama Pakar Hukum Internasional dari UGM, Heribertus Jaka Triyana.

#iran #amerikaserikat #selathormuz #mojtabakhamenei #masudpezeshkian #konflikiranas

Baca Juga Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok, Polisi Cari Bagian Tubuh Korban di Aliran Kali | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/684422/rekonstruksi-kasus-mutilasi-depok-polisi-cari-bagian-tubuh-korban-di-aliran-kali-kompas-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/684901/full-negosiasi-iran-as-jadi-sorotan-pakar-hukum-beri-analisis-apa-yang-terjadi-sapa-malam
Transkrip
00:02Saudara media Iran hari minggu kemarin merilis sebuah video yang memperlihatkan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mostabah Khomeini.
00:11Dalam video yang dirilis Mer News ini, Mostabah terlihat tengah menghadiri kegiatan atau mengajar kajian.
00:19Mostabah sempat dikabarkan mengalami cedera parah akibat serangan Amerika Serikat saat awal perang Iran-Amerika pada Maret lalu.
00:25Sejak itu ia tidak pernah terlihat di depan umum lagi. Ia hanya berkomunikasi melalui pernyataan tertulis.
00:39Melalui siaran televisi, Iran menunjukkan bagian dalam kapal yang diklaim telah dicegat Garda Revolusi Islam Iran IRGC di Selat Hormuz.
00:47Namun IRGC belum memberikan pernyataan rinci terkait pencegatan kapal tersebut.
00:51Sebelumnya Iran sempat mengakui menembak sejumlah kapal yang menggunakan rute di luar ketetapan otoritas Iran.
00:58Iran bilang kapal-kapal tersebut tak patuh meski telah berulang kali mendapatkan peringatan.
01:09Presiden Iran Masud Bezeskian mendukung upaya baru untuk bicara dengan Amerika Serikat.
01:14Menurut Bezeskian, Teheran perlu memanfaatkan kekuatan nasional untuk mencapai kesepakatan tanpa mengorbankan hak warga Iran sekaligus memecah kebuntuan dengan Washington.
01:23Bezeskian tetap mendukung nota kesepahaman MOU Islamabad beberapa waktu lalu meski ia menilai Washington gagal memenuhinya.
01:30Terima kasih telah menonton!
02:12Beberapa waktu terakhir ini Iran selalu menegaskan pihaknya tidak bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
02:16Namun Presiden Iran Mahmud Bezeskian kini mendorong untuk bernegosiasi lagi dengan Amerika Serikat.
02:21Akankah ini bisa segera mengakhiri konflik?
02:23Kita bahas bersama pakar hukum internasional dari Universitas Gejah Mada, Heribertus Jakatriana.
02:29Selamat malam Pak Heri.
02:31Selamat malam Mas, saya selalu.
02:32Saya selalu Pak Heri.
02:33Pak Heri, Presiden Iran mendorong negosiasi dengan Amerika lagi.
02:36Bagaimana Anda menganalisis pernyataan ini dan bagaimana peluangnya?
02:40Saya kira pertama itu adalah hal yang menjadi hal yang paling visible untuk dilakukan.
02:47Kenapa? Karena jalur diplomatik itu intinya adalah mencari celah untuk win-win solutions
02:52daripada penggunaan kekerasan bersenjata yang membawa dampak ekonomi, dampak politik, dampak sosial budaya yang begitu besar.
02:59Kalau kita lihat situasinya saat sekarang, para pihak itu sebenarnya ingin ketemu, ingin deal supaya tidak terjadi kerugian yang lebih
03:07besar.
03:07Dan waktu adalah senjata yang saat sekarang itu menjadi senjata di antara keduanya untuk dapat menegosiasikan kepentingan-kepentingan mereka
03:16yang dapat difasilitasi untuk menghentikan konflik.
03:20Saya kira jalur diplomasi yang dikembangkan oleh Presiden Pesekian ini menjadi sebuah alternatif baru untuk mencari celah
03:28supaya tidak terjadi kehancuran yang lebih besar.
03:31Tapi masalahnya saat sekarang adalah ini adalah jalur secara resmi yang digunakan oleh Presiden
03:36tetapi jalur strategis itu kan harus memperoleh persetujuan dari Mujtaba Khemeni
03:42yang ini menjadi sebuah kebuntuan-kebuntuan yang menjadi masalah internal di Iran.
03:47Di Amerika Serikat pun kalau kita lihat juga terjadi kubu-kubu yang bisa menghambat terjadinya kesepakatan deal
03:54antara Amerika dengan Iran saat sekarang.
03:57Saya kira masalahnya adalah waktu dan juga adalah masalah internal di masing-masing negara.
04:01Oke, lalukah adakah syarat yang kira-kira bisa diajukan oleh Teheran dalam hal ini Iran untuk Amerika Serikat?
04:09Dan bukan hanya syarat, tapi syarat yang logis bisa diterima oleh Iran, Pak Heri.
04:12Yang pertama adalah terkait dengan determinasi adanya zero enrichment.
04:18Saya kira ini juga menjadi sebuah hal yang menjadi kebutuhan Iran yang sangat-sangat eksistensial,
04:25yang selalu dinegosiasikan.
04:27Yang kedua saya kira adalah bagaimana membuka akses terhadap kepatuhan pengayaan,
04:33pengayaan, isu pengayaan nuklir di Iran yang bisa diakses, bisa dilihat oleh banyak kalangan,
04:39oleh masyarakat internasional bahwa itu tidak dipergunakan untuk pembuatan senjata nuklir.
04:43Saya kira ini juga menjadi hal yang harus disampaikan oleh Iran sebagai satu bentuk diplomasi internasional.
04:49Yang ketiga saya kira, apa yang dilakukan oleh IAIA membuka akses itu menjadi penting
04:55supaya apa yang dilakukan di dalam diplomasi itu dipercaya oleh publik.
04:59Itu dari sisi Iran.
05:00Saya kira dari sisi Amerika, itu juga menjadi sebuah hal yang harus kita lihat bahwa
05:06kepentingan Amerika terhadap nuklir ini juga menjadi apa itu, ambang batasnya itu kan sampai pada 60%.
05:11Nah ini yang harus juga dijawab oleh Iran untuk bisa mengalah,
05:15untuk mempelih kemenangan-kemenangan yang dealnya itu bisa menguntungkan oleh dua belah pihak.
05:19Oke, tapi begini Pak Heri, ada informasi yang juga berkembang bahwa sebagian pejabat di Iran
05:24menyebut tidak mau bernegosiasi lagi dengan Amerika Serikat.
05:27Anda melihat apakah ini ada perbedaan sikap di antara para pejabat Iran
05:30dengan munculnya perbedaan pendapat seperti ini?
05:34Saya kira ini hal yang wajar untuk mencari sekali lagi pole position yang paling menguntungkan buat Iran.
05:39Saya kira ini juga untuk buying time mengulur waktu terkait dengan seni diplomasi
05:43yang ini digunakan oleh Iran sebagai satu bentuk untuk buying time
05:48mengukur kemampuan Amerika bertahan.
05:50Saya kira sekarang kondisi Iran itu adalah dalam situasi tertekan,
05:54maka tekanan ini adalah bagaimana menggunakan buying time
05:57terkait dengan hal yang dinegosiasikan untuk memboleh kesepakatan yang paling baik dengan Amerika.
06:03Ini adalah hal yang sedang dikembangkan oleh Iran
06:06sebagai satu bentuk seni diplomasi sambil menunggu oleh Iran.
06:10Pernyataan formal saya kira biasa,
06:12tetapi kenyataannya mereka tetap bicara,
06:14tetap melakukan komunikasi
06:16untuk mengkomunikasikan kepenting-kepentingannya.
06:18Itu hal yang biasa di depan terlihat seperti itu.
06:21Kalau bicara pemerintahan Iran,
06:22bukan hanya presiden,
06:23ada juga pemimpin tertinggi,
06:24Mustafa Khamenei.
06:25Kalau presiden kemarin,
06:26ya presiden Iran kemarin,
06:28maksud PCS Kian,
06:30diinformasikan baru saja bertemu dengan Mustafa Khamenei.
06:32Nah kira-kira Mustafa akan setuju dengan usulan presiden Iran ini?
06:37Saya kira ini yang perlu kita lihat secara seksama.
06:40Bagaimana saat sekarang keuntungan dalam segi apa itu,
06:44kesatuan antara presiden dengan pemimpin tertinggi itu
06:48terjalin komunikasi yang baik.
06:49Ini menjawab keraguan yang selama ini terjadi.
06:51Bahwa antara presiden dengan pemimpin tertinggi
06:53terjadi sumbatan-sumbatan komunikasi
06:55yang membuat Amerika itu tidak percaya
06:58bahwa kontingen yang dikirim oleh presiden
07:00itu tidak bisa memutuskan keputusan di level strategis.
07:03Saya kira ini menjadi sebuah sinyal
07:04yang bisa dimaknai dua hal.
07:06Pertama, secara internal ini menguatkan kesatuan
07:11kondusivitas di internal.
07:12Lalu yang kedua, memberi sinyal kepada Amerika
07:14bahwa kedua belah pihak yang bisa memutuskan strategis
07:17telah bertemu dan semoga ada kesepakatan-kesepakatan
07:20yang bisa dieksekusi di dalam diplomasi
07:23antara Iran dengan Amerika.
07:25Baik, terima kasih pandangannya Pakar Hukum Internasional
07:27dari UGM, Heribertus Jakatriyana
07:29di Sampai Indonesia Malam.
07:30Kita jumpa lagi lain waktu.
07:31Sehat selalu, Pak Heri.
07:33Sehat selalu, Pak.
07:34Selamat tinggal.
Komentar

Dianjurkan