Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat ditanya mengenai namanya yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia.

"Enggak (mencalonkan diri). Kenapa Anda menyuruh saya ke BI? Enggak," tegas Purbaya ditemui usai konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).

"Kalau setiap bursa itu saya selalu masuk kemana-mana, tapi enggak pernah jadi. Jadi saya di sini sudah syukur lah," sambung Purbaya.

Video editor: Vila

#menkeu #purbaya #gubernurbi

Baca Juga [FULL] Menkeu Purbaya-Pjs Gubernur BI Beber Nilai Tukar Rupiah-Ekonomi RI usai Rapat KSSK di https://www.kompas.tv/nasional/683701/full-menkeu-purbaya-pjs-gubernur-bi-beber-nilai-tukar-rupiah-ekonomi-ri-usai-rapat-kssk



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683716/menkeu-purbaya-tepis-isu-ajukan-diri-jadi-gubernur-bi
Transkrip
00:02Kenapa, Pak?
00:04Kenapa?
00:05Bapak nanyur saya ke B.
00:06Nggak, saya tanya ke Bapak kamu lagi.
00:08Nggak.
00:10Nama Bapak masuk bursa.
00:11Nama Bapak masuk bursa.
00:13Daggeri, Pak.
00:14Kalau kemarin kata Kemen Daggeri,
00:16katanya DBH 2024 itu masih ada total 70 T,
00:20itu bakal dibayarin kapan, Pak?
00:21Ada 413 daerah kalau datang mendaggeri.
00:24Kalau Bapak menariknya 490.
00:26DBH kan otakannya tergantung dengan kondisi fiska negara.
00:30Cuma untuk daerah-daerah tadi yang...
00:32Kita udah panggil sama Kemen Daggeri,
00:34yang mengalami kesulitan betul.
00:37Kami akan melaporkan ke Presiden.
00:40Nanti mungkin katak,
00:41mungkin nanti malam atau besok akan melaporkan ke Presiden.
00:44Bantuannya seperti apa?
00:46Jadi minggu ini udah ada kepastian tambahannya tuh berapa gitu
00:49untuk keputusan DBH-nya?
00:50Karena Bapak Daggeri juga bilang lapor dulu.
00:52Kami ingin menunjukkan keputusan juga, Pak.
00:53Tadi sudah lapor.
00:54Apa katanya, Pak?
00:56Kata bawa Presidennya apa?
00:57Bakal ditambah, Pak?
00:58Mencesting yang melaporkan.
01:00Jadi,
01:02kita sudah hitung kemengkakan.
01:03Kita sudah siapkan dengan sekian.
01:05Berapa, Pak? Sekian ya?
01:06Boleh apa enggak?
01:07Berapa persen? Berapa lama, Pak?
01:08Gimana pandangan Bapak Presiden?
01:10Berapa, Pak?
01:11Nanti kalau bocorkan,
01:12berarti saya mendali Presiden.
01:13Pak, apa ini gimana?
01:15Pak, Pak.
01:16Gue nggak mau ngomongin Fat O'Komi Presiden.
01:17Tunggu, seperti apa?
01:18Pak, kamu ngadikan diri jadi keburu, ya?
01:20Enggak.
01:21Kenapa, Pak?
01:22Kenapa?
01:23Stimulus misal dua untuk kasih...
01:24Bapak, nunjuk saya ke Bih.
01:30Nama Bapak masuk bursa.
01:31Nama Bapak masuk bursa.
01:32Nama Bapak mungkin ada pertimbangan.
01:34Kalau setiap bursa itu saya selalu masuk kemana-mana,
01:36tapi nggak pernah jadi.
01:37Jadi saya di sini sudah syukur lah.
01:39Tapi bener, Pak?
01:40Bih-nya akan masuk ke kementerian, Pak?
01:42Enggak.
01:43Katanya Bih-nya akan masuk ke kementerian, Pak?
01:45Yang bilang siapa?
01:46Ada gosip-gosip, Pak.
01:48Nanti kita lihatlah pertimbangan seperti apa.
01:50Jadi saya terlalu diri kalau kita...
01:51Kemungkinan besar nggak berarti, Pak?
01:53Jadi gini, ketika keadaan seperti ini,
01:56kurang baik merubah sistem yang ada.
01:59Ini adalah perbaikin kendagiannya kita semua itu.
02:02Kita lebih dekat dengan Bih, AJK, LPS, dan keuangan
02:07supaya kebijakannya lebih sinergis gitu aja.
02:10Itu yang dipijak makin.
02:11Kalau itu nanti yang itu saya belum dengar malah.
02:13Anda dapat percayaan dari mana?
02:15Bajuk, kalau.
02:16Iya, Pak. Independensi BI juga belakang ini sering disinggung, Pak.
02:19Katanya iya.
02:20Tapi kan jangkut.
02:21Kalau misalkan...
02:22Dalam EUUP 2SK juga klausulnya akan berubah.
02:26Apa namanya?
02:27BI harus meminta kejadian DPR.
02:29Dan kemudian kemarin Danantara juga masuk.
02:31Dan Bapak rapat disitu ada wakil DPR juga kemarin.
02:34Oh, di mana?
02:35Di istana.
02:36Istana, Kak.
02:37Oh, yang apa?
02:39Jadi gini.
02:41Saya pernah tanya anggota DPR kenapa sih ada situs seperti itu.
02:45Dia bilang gini.
02:46Kalau Menteri Keuangan, Presiden aja bisa...
02:52Dikasih warning keras oleh DPR, kenapa bank sentral nggak itu aja.
02:57Tapi kalau dijalankan sentral transparan nggak ada masalah itu.
03:00Pak soal insentif untuk kendaraan listrik, Pak, apakah emang nantinya akan diberikan untuk merek nasional atau mobil nasional atau motor
03:07nasional?
03:08Ini keputusannya sedang diolah.
03:10Ini keputusannya sedang diolah, ketemu nanti hasilnya seperti apa?
03:12Bentuknya apa, Pak?
03:13Minggu ini apa?
03:13Ini diumumin, Pak?
03:15Bentuknya, aduh.
03:17Bentuk kalau saya kasih itu bocor.
03:19Tapi nanti kayaknya nggak beda dengan yang pernah kita distribusikan sebelumnya.
03:23Ini diumuminnya apa, Pak?
03:25Ini diumumin, minggu ini, Pak.
03:26Tadi juga Bapak bilang.
03:27Kita lihat...
03:30Mungkin seminggu-dua minggu lagi.
03:32Seminggu-dua minggu lagi.
03:33Pasti musuh pengasih di PHK dengan apa, di semester 2.
03:36Apa?
03:37Stimulus untuk pengatasi PHK di semester 2, Pak.
03:39Karena kan semester 1 sudah 32 ribu, Pak.
03:41Kenapa PHK ditambah semester 2 itu ada El Nino, Pak?
03:45Ada tambahan dana untuk El Nino.
03:49Tapi saya jumlahnya lupa.
03:50Tapi bukan khusus untuk PHK aja, itu untuk mengatasi Damre El Nino aja.
03:58Mungkin sebagian yang kita belum hitung dengan itu.
04:02Tapi ada sudah wacara-wacara dan besaran kasarannya sudah ada.
04:06Kita ingin biar Bapak persediaan.
04:10Pasal tambahan angksi, anggaran KL, Pak itu sudah disujuin belum, Pak?
04:15Yang 2027 kan KL itu minta 900 triliun ke Bapak.
04:20Ada yang disujuin, tapi nggak semua.
04:22Kalau nggak bangkut dong.
04:23Kalau nggak kan lewat 3 persen.
04:24Berarti dari 900 itu berapa yang disetujuin, Pak?
04:27Nanti kita maintain depositnya di level 1 sama depositnya.
04:31Dan kami sudah perangkat presiden.
04:33Terima kasih.
04:34Terima kasih.
04:35Bungu pesan presiden.
04:36Terima kasih.
04:37Bungu pesan presiden.
Komentar

Dianjurkan