Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUMENEP, KOMPAS.TV - Tim SAR mendata hingga Minggu malam 227 korban kapal penumpang berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur.

Dari 227 penumpang, 5 orang meninggal dunia. Berdasarkan laporan nahkoda, kebakaran terjadi pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Penyebab pasti insiden kapal terbakar masih dalam proses investigasi.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi menemui korban kapal terbakar yang dievakuasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari.

Proses evakuasi korban ini terus dilakukan Basarnas dan diperkirakan ada 8 kapal yang ikut mengevakuasi korban ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menhub dan Basarnas hingga saat ini belum bisa memastikan jumlah korban kapal terbakar yang telah terevakuasi dan yang belum.

Pasalnya, kendala yang dihadapi ini selain cuaca juga adanya perpindahan korban dari kapal lain ke kapal Basarnas.

KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026) pagi.

Kini, posko penanganan darurat telah disiagakan di Dermaga II Kalianget dan pulau-pulau terdekat untuk memudahkan evakuasi korban.

Proses evakuasi terbakarnya kapal Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Jawa Timur masih terus dilakukan. Polisi juga masih menyelidiki penyebab kejadian.

Sudah hadir melalui sambungan zoom, Kombes Arman Asmara, Direktur Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jawa Timur.

Baca Juga 5 Kantong Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tiba di RS Bhayangkara Polda Jatim | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/683626/5-kantong-jenazah-korban-kmp-mutiara-sentosa-2-tiba-di-rs-bhayangkara-polda-jatim-kompas-siang

#kapalterbakar #sumenep #mutiarasentosa2

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683632/full-ditpolairud-polda-jatim-ungkap-28-penumpang-kmp-mutiara-sentosa-2-belum-ditemukan
Transkrip
00:00Tim SAR mendata hingga minggu malam 227 korban kapal penumpang berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di
00:09perairan Sumenep, Jawa Timur.
00:19Tim SAR mendata hingga minggu malam 227 korban kapal penumpang berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di
00:27perairan Sumenep, Jawa Timur.
00:28Dari 227 penumpang, 5 orang meninggal dunia.
00:32Berdasarkan laporan nakoda, kebakaran terjadi pada minggu pagi.
00:36Penyebab pasti insiden kapal terbakar masih dalam proses investigasi.
00:41Kalau kita merujuk pada manifest kapal, sejumlah 217, tentunya masih ada 41 yang belum kita evakuasi.
00:55Menteri Perhubungan Dudi Purwagani menemui korban kapal terbakar yang dievakuasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin ini hari.
01:02Proses evakuasi korban terus dilakukan Basarnas dan diperkirakan ada 8 kapal yang ikut mengevakuasi korban ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
01:09Menhub dan Basarnas, nil saat ini belum bisa memastikan jumlah korban kapal terbakar yang telah terevakuasi dan yang belum.
01:15Pasalnya, kendara yang dihadapi ini selain cuaca, juga adanya perpindahan korban dari kapal lain ke kapal Basarnas.
01:22Ini satu persatu kapal akan datang dan tidak akan dihubungi.
01:28Maksudnya bahwa semua datang bisa dihubungi dengan baik, tidak ada kesifat sinat,
01:33dan juga bisa melakukan kepatian kepada keluarga yang akan dihubungi.
01:39Beberapa kapal yang mungkin tidak diterjangkau oleh komunikasi,
01:44dan juga kita ingin memastikan betul-betul secara faktual jumlah yang sudah terpengar.
01:58KAMP Mutiara Sentosa II, Rupi Surabaya, Makassar terbakar di perairan utara Semenuk, Mandura, Minggu pagi.
02:04Kini, posko penanganan darurat telah disiagakan di Dermaga dua kali hangat dan pulau-pulau terdekat untuk menghubungkan evakuasi korban.
02:11Tim Liputan, Kompas TV.
02:18Proses evakuasi terbakarnya kapal Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Jawa Timur masih terus dilakukan.
02:24Polisi juga masih menyelidiki penyebab kejadian.
02:27Sudah hadir melalui sambungan Zoom, Kombes Arman Asmara, Direktur-Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda, Jawa Timur.
02:36Pak Arman, bisa Anda jelaskan Pak, untuk sampai dan saat ini bisa dikonfirmasi berapa total jumlah korban,
02:43karena tadi terakhir yang kami dapatkan dari SAR ini sekitar 236 korban.
02:47Yang selamat Pak, berapa yang masih dicari?
02:49Baik, selamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang.
02:55Dari komunikasi yang disampaikan baik melalui ditolak ayur, korban ayur Barakampori,
03:05dan dari KSOV serta Basarnas, maka jumlah keseluruhan 243,
03:12dengan total korban selamat 238 dan korban meninggal 5 dari total data yang ada 231.
03:22Bila dikurangin, maka yang belum ditemukan sekitar 28 orang.
03:27Oke, 28 yang masih dicari ya Pak.
03:30Untuk strateginya seperti apa Pak?
03:33Apakah ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya?
03:36Baik, untuk strategi, kami juga telah berkomunikasi dengan Basarnas,
03:41bahwasannya khusus untuk kami, Polri, menggunakan dua strategi,
03:46yaitu dengan menggunakan udara, yaitu menggunakan heli.
03:50Di hari ini kita melaksanakan kegiatan menyisiran dengan menggunakan heli,
03:54mulai dari jam 9.00 sampai dengan jam 12.00 siang,
04:01dengan menyisir dimulai daripada TKP yang ada di perairan,
04:06kemudian di pulau, garis pantai,
04:11pantai yang berada di sekitar daripada perairan,
04:14sampai dengan kita membuat blok 10 mile yang berada di depan,
04:23maupun 10 mile di kiri dan kanan serta di belakang,
04:26sehingga kita bisa memastikan apakah ada korban yang sementara ada di perairan,
04:30ataukah di tepi pantai yang perlu untuk dibutuhkan pertolongan.
04:35Itu khusus untuk udara.
04:36Kemudian untuk kapal sendiri, kita menggerakkan ada empat kapal,
04:42tiga kapal yang melaksanakan kegiatan penyisiran di sisir pantai,
04:46dengan membangun komunikasi dan sinergis dengan teman-teman nelayan juga,
04:49berikutnya juga dengan teman Basarnas dan teman TNI Angkatan Laut serta KSOP,
04:54untuk bisa memastikan bahwa saatnya di pantai apakah terdapat korban yang terdampar atau tidak.
05:01Kemudian dengan menggunakan satu kapal yang berukuran 30 up,
05:05langsung di titik TKP,
05:07kemudian dengan metode sistem buat nyamuk,
05:10kemudian kita bisa memastikan nanti apakah ada korban yang masih berada di perairan.
05:15Demikian, Mbak.
05:16Oke, beragam strategi dan langkah juga sedang diupayakan oleh kepolisian.
05:22Pak Arman, bisa Anda ceritakan,
05:23mungkin dari awal terjadi kebakaran hingga sampai dengan sekarang,
05:28apa kira-kira kendala yang kemudian menyulitkan petugas untuk mengevakuasi korban?
05:35Baik, ada pun kendala yang kita ada di dalam lapangan.
05:38Yang pertama, yaitu obat di siang hari itu lebih kurang 2,7 meter.
05:45Kemudian yang kedua, angin lebih kurang 15 sampai dengan 20 knot,
05:51sehingga lajunya kapal di dalam pelaksanaan kegiatan besar itu tidak bisa maksimal.
05:57Kemudian yang kedua, yaitu pelaksanaan sinkronisasi dengan teman-teman nelayan
06:05yang memang melaksanakan kegiatan mencari nafkah di tepi laut.
06:09Jadi, kita harus membangun komunikasi sehingga bisa membantu daripada petugas pada saat melihat
06:15ataupun melaksanakan efekulasi.
06:18Dan ini kita bisa baru jalin terlaksana itu di semalam,
06:25baru bisa terkonekting dengan baik.
06:26Karena memang sinyal sendiri agak disini mengalami keterbatasan sinyal,
06:34kadang bisa untuk melaksanakan komunikasi dan tidak.
06:38Kemudian yang ketiga,
06:43bahwasannya dalam segi pendataan khususnya untuk korban,
06:49kita membutuhkan pendataan yang pasti,
06:51sehingga kita bisa melaksanakan profiling awal terhadap keberadaan korban,
06:56maupun bisa memastikan korban terdampar ataukah terselamatkan sama teman-teman nelayan
07:05ataupun kimsar itu sendiri.
07:07Itu saja, Mbak.
07:08Oke, kami catat ada tiga kendala ya, Pak,
07:10yang sedang dihadapi kepolisian dan petugas gabungan untuk melakukan evakuasi.
07:14Dari tiga kendala ini, Pak, kira-kira apa yang paling dibutuhkan
07:17untuk kemudian bisa membantu petugas segera menemukan korban yang masih hilang, Pak?
07:22Yang paling dibutuhkan yaitu data yang pasti tentang korban yang ada.
07:31Kemudian yang kedua,
07:36dibutuhkannya juga kapal yang lebih bisa, yang besar ya,
07:41yang bisa melaksanakan manukur yang baik di perairan,
07:44karena perairan ini di siang hari kombaknya lebih kurang 2,7 meter
07:50sampai dengan 3 meter.
07:53Sehingga dibutuhkan kapal yang lebih besar dan bayak,
07:55sehingga bisa melaksanakan pengisiran dan bisa memastikan korban
08:00sehingga dapat dilaksanakan evakuasi secepat.
08:03Oke, dibutuhkan pendataan yang lebih baik dan juga kapal yang lebih besar
08:09untuk kemudian menghadang kombak yang tinggi.
08:11Pak, meskipun memang evakuasi ini masih terus dilanjutkan,
08:14namun apakah sampai dengan saat ini juga sudah dilakukan oleh kepolisian penyelidikan
08:20atau peninjauan ulang untuk dugaan awal penyebab kebakaran ini, Pak?
08:27Sementara khusus untuk dugaan awal terhadap penyebab kebakaran ini,
08:32yaitu kita masih sifatnya lebih jendung untuk melaksanakan kegiatan pertolongan
08:38dan penyelakuan terhadap korban.
08:41Namun demikian kami melaksanakan kegiatan yang sifatnya pendataan-pendataan
08:46di dalam administrasi kapal maupun saksi-saksi itu sendiri.
08:52Oke, baik. Tentu kita berharap agar semua korban yang masih hilang ini
08:57bisa segera ditemukan dan dari petugas gabungan ini bisa segera mendapatkan
09:02bantuan yang lebih baik untuk kemudian bisa membantu proses pencarian.
09:06Terima kasih banyak sudah berbagi informasi.
09:09Kombes Arman Asmara, Direktur-Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda, Jawa Timur.
09:15Sehat selalu, Pak.
09:16Terima kasih banyak. Sehat selalu. Selamat, Pak. Siang.
Komentar

Dianjurkan