00:00Tim SAR mendata hingga minggu malam 227 korban kapal penumpang berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di
00:09perairan Sumenep, Jawa Timur.
00:19Tim SAR mendata hingga minggu malam 227 korban kapal penumpang berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di
00:27perairan Sumenep, Jawa Timur.
00:28Dari 227 penumpang, 5 orang meninggal dunia.
00:32Berdasarkan laporan nakoda, kebakaran terjadi pada minggu pagi.
00:36Penyebab pasti insiden kapal terbakar masih dalam proses investigasi.
00:41Kalau kita merujuk pada manifest kapal, sejumlah 217, tentunya masih ada 41 yang belum kita evakuasi.
00:55Menteri Perhubungan Dudi Purwagani menemui korban kapal terbakar yang dievakuasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin ini hari.
01:02Proses evakuasi korban terus dilakukan Basarnas dan diperkirakan ada 8 kapal yang ikut mengevakuasi korban ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
01:09Menhub dan Basarnas, nil saat ini belum bisa memastikan jumlah korban kapal terbakar yang telah terevakuasi dan yang belum.
01:15Pasalnya, kendara yang dihadapi ini selain cuaca, juga adanya perpindahan korban dari kapal lain ke kapal Basarnas.
01:22Ini satu persatu kapal akan datang dan tidak akan dihubungi.
01:28Maksudnya bahwa semua datang bisa dihubungi dengan baik, tidak ada kesifat sinat,
01:33dan juga bisa melakukan kepatian kepada keluarga yang akan dihubungi.
01:39Beberapa kapal yang mungkin tidak diterjangkau oleh komunikasi,
01:44dan juga kita ingin memastikan betul-betul secara faktual jumlah yang sudah terpengar.
01:58KAMP Mutiara Sentosa II, Rupi Surabaya, Makassar terbakar di perairan utara Semenuk, Mandura, Minggu pagi.
02:04Kini, posko penanganan darurat telah disiagakan di Dermaga dua kali hangat dan pulau-pulau terdekat untuk menghubungkan evakuasi korban.
02:11Tim Liputan, Kompas TV.
02:18Proses evakuasi terbakarnya kapal Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Jawa Timur masih terus dilakukan.
02:24Polisi juga masih menyelidiki penyebab kejadian.
02:27Sudah hadir melalui sambungan Zoom, Kombes Arman Asmara, Direktur-Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda, Jawa Timur.
02:36Pak Arman, bisa Anda jelaskan Pak, untuk sampai dan saat ini bisa dikonfirmasi berapa total jumlah korban,
02:43karena tadi terakhir yang kami dapatkan dari SAR ini sekitar 236 korban.
02:47Yang selamat Pak, berapa yang masih dicari?
02:49Baik, selamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang.
02:55Dari komunikasi yang disampaikan baik melalui ditolak ayur, korban ayur Barakampori,
03:05dan dari KSOV serta Basarnas, maka jumlah keseluruhan 243,
03:12dengan total korban selamat 238 dan korban meninggal 5 dari total data yang ada 231.
03:22Bila dikurangin, maka yang belum ditemukan sekitar 28 orang.
03:27Oke, 28 yang masih dicari ya Pak.
03:30Untuk strateginya seperti apa Pak?
03:33Apakah ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya?
03:36Baik, untuk strategi, kami juga telah berkomunikasi dengan Basarnas,
03:41bahwasannya khusus untuk kami, Polri, menggunakan dua strategi,
03:46yaitu dengan menggunakan udara, yaitu menggunakan heli.
03:50Di hari ini kita melaksanakan kegiatan menyisiran dengan menggunakan heli,
03:54mulai dari jam 9.00 sampai dengan jam 12.00 siang,
04:01dengan menyisir dimulai daripada TKP yang ada di perairan,
04:06kemudian di pulau, garis pantai,
04:11pantai yang berada di sekitar daripada perairan,
04:14sampai dengan kita membuat blok 10 mile yang berada di depan,
04:23maupun 10 mile di kiri dan kanan serta di belakang,
04:26sehingga kita bisa memastikan apakah ada korban yang sementara ada di perairan,
04:30ataukah di tepi pantai yang perlu untuk dibutuhkan pertolongan.
04:35Itu khusus untuk udara.
04:36Kemudian untuk kapal sendiri, kita menggerakkan ada empat kapal,
04:42tiga kapal yang melaksanakan kegiatan penyisiran di sisir pantai,
04:46dengan membangun komunikasi dan sinergis dengan teman-teman nelayan juga,
04:49berikutnya juga dengan teman Basarnas dan teman TNI Angkatan Laut serta KSOP,
04:54untuk bisa memastikan bahwa saatnya di pantai apakah terdapat korban yang terdampar atau tidak.
05:01Kemudian dengan menggunakan satu kapal yang berukuran 30 up,
05:05langsung di titik TKP,
05:07kemudian dengan metode sistem buat nyamuk,
05:10kemudian kita bisa memastikan nanti apakah ada korban yang masih berada di perairan.
05:15Demikian, Mbak.
05:16Oke, beragam strategi dan langkah juga sedang diupayakan oleh kepolisian.
05:22Pak Arman, bisa Anda ceritakan,
05:23mungkin dari awal terjadi kebakaran hingga sampai dengan sekarang,
05:28apa kira-kira kendala yang kemudian menyulitkan petugas untuk mengevakuasi korban?
05:35Baik, ada pun kendala yang kita ada di dalam lapangan.
05:38Yang pertama, yaitu obat di siang hari itu lebih kurang 2,7 meter.
05:45Kemudian yang kedua, angin lebih kurang 15 sampai dengan 20 knot,
05:51sehingga lajunya kapal di dalam pelaksanaan kegiatan besar itu tidak bisa maksimal.
05:57Kemudian yang kedua, yaitu pelaksanaan sinkronisasi dengan teman-teman nelayan
06:05yang memang melaksanakan kegiatan mencari nafkah di tepi laut.
06:09Jadi, kita harus membangun komunikasi sehingga bisa membantu daripada petugas pada saat melihat
06:15ataupun melaksanakan efekulasi.
06:18Dan ini kita bisa baru jalin terlaksana itu di semalam,
06:25baru bisa terkonekting dengan baik.
06:26Karena memang sinyal sendiri agak disini mengalami keterbatasan sinyal,
06:34kadang bisa untuk melaksanakan komunikasi dan tidak.
06:38Kemudian yang ketiga,
06:43bahwasannya dalam segi pendataan khususnya untuk korban,
06:49kita membutuhkan pendataan yang pasti,
06:51sehingga kita bisa melaksanakan profiling awal terhadap keberadaan korban,
06:56maupun bisa memastikan korban terdampar ataukah terselamatkan sama teman-teman nelayan
07:05ataupun kimsar itu sendiri.
07:07Itu saja, Mbak.
07:08Oke, kami catat ada tiga kendala ya, Pak,
07:10yang sedang dihadapi kepolisian dan petugas gabungan untuk melakukan evakuasi.
07:14Dari tiga kendala ini, Pak, kira-kira apa yang paling dibutuhkan
07:17untuk kemudian bisa membantu petugas segera menemukan korban yang masih hilang, Pak?
07:22Yang paling dibutuhkan yaitu data yang pasti tentang korban yang ada.
07:31Kemudian yang kedua,
07:36dibutuhkannya juga kapal yang lebih bisa, yang besar ya,
07:41yang bisa melaksanakan manukur yang baik di perairan,
07:44karena perairan ini di siang hari kombaknya lebih kurang 2,7 meter
07:50sampai dengan 3 meter.
07:53Sehingga dibutuhkan kapal yang lebih besar dan bayak,
07:55sehingga bisa melaksanakan pengisiran dan bisa memastikan korban
08:00sehingga dapat dilaksanakan evakuasi secepat.
08:03Oke, dibutuhkan pendataan yang lebih baik dan juga kapal yang lebih besar
08:09untuk kemudian menghadang kombak yang tinggi.
08:11Pak, meskipun memang evakuasi ini masih terus dilanjutkan,
08:14namun apakah sampai dengan saat ini juga sudah dilakukan oleh kepolisian penyelidikan
08:20atau peninjauan ulang untuk dugaan awal penyebab kebakaran ini, Pak?
08:27Sementara khusus untuk dugaan awal terhadap penyebab kebakaran ini,
08:32yaitu kita masih sifatnya lebih jendung untuk melaksanakan kegiatan pertolongan
08:38dan penyelakuan terhadap korban.
08:41Namun demikian kami melaksanakan kegiatan yang sifatnya pendataan-pendataan
08:46di dalam administrasi kapal maupun saksi-saksi itu sendiri.
08:52Oke, baik. Tentu kita berharap agar semua korban yang masih hilang ini
08:57bisa segera ditemukan dan dari petugas gabungan ini bisa segera mendapatkan
09:02bantuan yang lebih baik untuk kemudian bisa membantu proses pencarian.
09:06Terima kasih banyak sudah berbagi informasi.
09:09Kombes Arman Asmara, Direktur-Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda, Jawa Timur.
09:15Sehat selalu, Pak.
09:16Terima kasih banyak. Sehat selalu. Selamat, Pak. Siang.
Komentar