00:00Kita harus khusus, yang wajib adalah merah putih.
00:05Pertama, dari awal selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan dalam rangka mencari survei.
00:14Dan kita meyakini bahwa apa yang kita kerjakan, program yang diputuskan oleh Bapak Presiden,
00:22program yang sekarang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan tembaga,
00:27kami yakini karena itu memang semua berorientasi untuk kepentingan masyarakat.
00:32Kami tidak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei.
00:39Tapi dari yang kita kerjakan, kita yakin rakyat akan bisa menerima semua yang kita jalankan sebagai janji kampanye,
00:48sebagai cita-cita kita bersama, sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, ingin sejahtera, mandiri,
00:57dalam berbagai bidang, diantaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi, kita kejar, realisasi, kita kejar.
01:07Jadi begitu.
01:08Mas kalau untuk Gubernur BI Definitif itu, kapan kira-kira akan ditetapkan?
01:12Gubernur BI Definitif memang belum sampai hari ini Bapak Presiden belum memutuskan untuk mengajukan ke DPR calon Gubernur BI Definitif.
01:29Karena sesuai dengan mekanismenya memang seperti itu.
01:32Kalau kemarin Pak Peri sebagai Gubernur BI mengundurkan diri,
01:36Undang-Undang BI kemudian mengatur memang secara otomatis jabatan itu dilaksanakan oleh yang namanya Pejabat Gubernur Sementara.
01:46Yang saat ini dijabat, menurut Undang-Undang adalah oleh Deputi Gubernur Senior, yaitu Ibu Destri Damayanti.
01:53Jadi kalau Definitifnya belum, belum diputuskan.
01:56Berarti itu nanti tunggal, Mas.
01:58Gimana?
02:01Belum, belum.
02:02Tapi Mas, ada kriteria khusus, Mas, dari Presiden untuk Gubernur BI ke depan, kan kumpulnya juga.
02:09Kriteria khusus?
02:10Iya, untuk Gubernur BI.
02:11Yang wajib adalah merah putih.
02:13Mas, tapi tadi kan Presiden sempat bercanda, Mas.
02:15Ya.
02:16Sampai jasa sekarang gitu, apakah itu akan disampaikan, apakah itu akan diusulkan oleh Presiden untuk menjadi Definitif, Mas?
02:21Ya, hanya beliau yang tahulah.
02:32Resafel?
02:33Sementara belum ada?
02:34Belum ada.
02:36Kalaupun, mohon maaf ya, kalaupun misalnya ada barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin
02:46ditinggalkan oleh pejabat yang lama.
02:49Seperti Womentan ya, Womentan ya?
02:51Ya, contohnya seperti Womentan.
02:53Apalagi, Mas?
02:54Selain itu ambisinya, apalagi, Mas?
02:56Belum, belum.
02:57Imigrasi juga ya, Mas?
02:59Ya, itu juga kosong.
03:01Tetapi memang terus terang kita belum,
03:04Bapak Presiden juga belum berdiskusi mengenai rencana adanya pergantian atau resafel kapitanya.
03:11Terima kasih.
03:11Terima kasih.
03:12Terima kasih.
03:22Terima kasih.
03:24Terima kasih.
03:25Terima kasih.
03:32Terima kasih.
03:33Terima kasih.
03:33Terima kasih.
03:35Terima kasih.
03:35Terima kasih.
Komentar