Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengabulkan eksepsi atau nota keberatan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa di sidang putusan sela kasus pencemaran nama baik dan fitnah tudingah ijazah palsu Jokowi, Kamis, 23 Juli 2026.

Dengan demikian, dakwaan batal demi hukum serta berka perkara dikembalikan kembali kepada jaksa penuntut umum.

Usai dikabulkan hakim, dokter Tifa membongkar berita acara pemeriksaan (BAP) Jokowi dalam kasus pencemaran nama baik dan fitnah tudingan ijazah.

Tifa mengatakan Jokowi justru bersumpah sebagai saksi dalam sidang bukan pelapor.

"Ada yang menarik pada BAP itu, sumpahnya ternyata jadi pada saat BAP setelah itu beliau melakukan sumpah, sumpahnya di situ tertulis sebagai saksi. Ini kan dua entitas yang berbeda, pelapor dan sekedar sebagai saksi. Apakah ini sebuah cara exit," ujar Tifa, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga Berkas Perkara Dokter Tifa Kembali Dilimpahkan, Sidang Akan Digelar 6 Agustus 2026 di https://www.kompas.tv/nasional/682893/berkas-perkara-dokter-tifa-kembali-dilimpahkan-sidang-akan-digelar-6-agustus-2026

#doktertifa #jokowi #tifauzia

Video Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/682931/full-dokter-tifa-bongkar-bap-jokowi-dalam-kasus-ijazah-dia-disumpah-sebagai-saksi-bukan-pelapor
Transkrip
00:01Mengadili, menyatakan perawanan dari tim advokat terdakwa tersebut diterima
00:06Menyatakan surat dakwaan penuntut umum atas nama terdakwa Tifa Usia Piasuma
00:11Batal demi hukum
00:13Ini permanently gak bisa lagi diajukan
00:16Kenapa? Karena ada tiga hal pokok yang sudah saya sampaikan juga ya
00:20Dan sudah diwujudkan di dalam surat nota perlawanan oleh para advokat saya
00:24Kembali ke pihak Jaksa, tapi kembali lagi kita hormati
00:27Tentunya mereka harus ada semacam expose internal untuk membahas lebih lanjut
00:32Dan menentukan perbaikan konstruksi pasal seperti yang
00:35Saya gak bisa menangkalah ya disini karena bicara penegakan hukum itu hanya mencari keadilan
00:40Mencari kepastian hukum ya
00:41Tapi intinya kami sebagai kuasa dari pihak korban pun atau saksi pelapor
00:45Melihat memang keputusan ini hanya sekedar mengkoreksi konstruksi pasal
00:50Dan ini bisa segera untuk diperbaiki dakwaan dan kembali dipersidangkan di PN Jakarta Timur
00:55Apabila sidang ini dilanjutkan ya dengan segala ilmu hukum yang bisa nanti kita gelar bersama
01:00Itu ya kita akan tetap minta supaya Pak Jokowi Dodo hadir gitu
01:07Perkembangan perkara yang melibatkan Tifauzia Tiasuma atau Dr. Tifa
01:12Dalam kasus pencemaran nama baik dan fitnah
01:15Dugaan ijazah palsu Jokowi kembali menjadi sorotan publik
01:19Setelah majelis hakim mengabulkan eksepsi Dr. Tifa dalam putusan
01:23Dalam putusan tersebut hakim menyatakan surat dakwaan Jaksa Batal
01:27Demi hukum karena dinilai mengandung cacat formil
01:30Untuk membahas langsung perkembangan terbaru ini telah hadir bersama kami
01:34Dr. Tifa Uziatia Tiasuma
01:36Bagaimana dokter kabarnya?
01:38Halo halo selamat siang
01:40Terima kasih Alhamdulillah sehat-sehat
01:42Mbak Yuli gimana sehat?
01:43Alhamdulillah sehat
01:44Oke dokter mau nanya nih
01:47Kan kemarin baru saja hakim mengabulkan eksepsi
01:51Soal putusan selah soal kasus ijazah Pak Jokowi
01:54Nah kalau menurut dokter Tifa nih
01:56Seluruh dakwaan Jaksa Penutut Umum
01:58Batal demi hukum karena dianggap obscure label
02:01Jadi apakah langkah dokter Tifa di Denkosokum di sidang selanjutnya?
02:07Ya pertama kan sebetulnya ini
02:11Boleh dibilang ya mudah-mudahan Allah
02:15Menyetujui apa yang saya sampaikan ya
02:17Bahwa ini permanently gak bisa lagi diajukan
02:20Kenapa? Karena ada tiga hal pokok yang sudah saya sampaikan juga ya
02:24Dan sudah diwujudkan di dalam surat nota perlawanan oleh para advokat saya
02:29Ada tiga hal pokok ya
02:31Pertama ini obscure labels ya
02:33Jadi antara dakwaan dengan perbuatan itu gak nyambung lah gitu ya
02:37Dari mulai dakwaan awal halaman satu sampai terakhir
02:41Yang kedua adalah ada dua error yang sangat fatal
02:46Yaitu error in objecto dan error in persona
02:49Itu kan yang sudah kita muat di dalam surat dakwaan kita ya
02:53Jadi ada tiga hal itu yang kemungkinan ya gak ada kemungkinan gitu
02:58Sebab kalau mau diajukan lagi perbaikan
03:02Berarti perbaikannya betul-betul sangat fundamental ya
03:04Artinya apa ya?
03:06Artinya dakwaannya gitu ya
03:08Yang itu merupakan manifestasi dari laporan polisi itu gak bisa jalan gitu
03:14Oleh karena itu maka dengan bijak majelis hakim menyatakan bahwa perkara saya itu batal demi hukum gitu
03:21Seperti itu ya
03:22Oke
03:23Ya
03:24Setelah berkas perkara dikembalikan kepada jaksa
03:28Apakah mungkin jaksa mengajukan kembali dakwaan ke persejangan?
03:33Nah persiapan dokternya apa aja nih?
03:36Ya sekali lagi seperti yang tadi saya sampaikan ya
03:40Jadi kurang lebih nih kalau kita kaji secara ilmu hukum
03:43Karena saya 27 advokat itu kan ada dua profesor
03:46Ada tujuh orang doktor ya
03:48Dan beberapa diantaranya para masyarakat ya
03:50Ilmuwan-ilmuwan hukum ini yang betul-betul mendalami
03:53Apa yang tertuang dalam surat dakwaan
03:56Lalu kemudian dengannya kami melakukan nota perlawanan seperti itu
04:00Nah kemudian berangkat dari awal karena memang saya sudah pada saat itu sudah menjadi terdakwa
04:06Tentu saja saya bersama dengan para advokat sudah bersama-sama kami melakukan penelitian
04:12Terkait dengan berkas-berkas yang sudah kami terima ya
04:15Menjadi konsekuensi dari persidangan itu dimulai itu kan
04:19Ada surat dakwaan beserta dengan semua BAP
04:22Kemudian ada daftar saksi
04:24Lalu kemudian ada daftar barang bukti itu kan
04:27Nah tetapi ya ini persoalan yang sangat fundamental
04:30Mengapa kami meyakini bahwa tidak akan ada
04:33Tidak akan ada action lagi dari JPU adalah
04:37Bahwa pada sidang yang terakhir
04:40Kami terus-menerus meminta BAP itu lengkap
04:44Itu adalah equality before the law
04:47Artinya kita itu harus punya kesetaraan yang sama dengan
04:51Baik dari jaksa maupun dari hakim
04:54Terdakwa dan para advokatnya itu punya hak yang sama untuk memperoleh BAP semuanya
04:59Yang kurang lebih pada saat pelimpahan itu ada satu setengah meter gitu ya
05:04Nah pada sidang yang pertama kami sudah protes
05:07Karena BAPnya itu tidak sampai segitu
05:09Lalu sidang yang kedua kami juga sampaikan bahwa sampai dengan sidang yang kedua itu
05:14JPU tidak menunaikan perintah dari hakim untuk memberikan BAP kepada kami
05:19Lalu kemudian kami teliti di mana BAP yang sampai dengan terakhir kemarin ya
05:24Kemarin terakhir sidang yang paripurna kemarin itu masih ada 26 BAP
05:30Yang itu merupakan jantung dari peristiwa ini itu tidak juga diberikan kepada kami
05:35Satu lagi yang kami minta adalah daftar barang bukti
05:38Karena daftar barang bukti itu tidak lengkap kami dapatkan
05:44Dan pada sidang yang ketiga sebelum sidang yang keempat terakhir kemarin
05:48Itu majelis hakim sudah memerintahkan jaksa penentut umum untuk
05:51Apa namanya untuk menyerahkan semua yang kami butuhkan tersebut
05:56Tetapi ternyata tidak dilakukan
05:57Nah ini kan sebuah tanda-tanya besar
05:59Ya apalagi ya ini saya sampaikan ya
06:03Apalagi ternyata BAP ada 26 BAP ya
06:06Yang tidak diberikan kepada kami
06:08Di dalam 26 BAP itu ada 4 BAP yang sangat pokok
06:12Yaitu BAP dari ahli digital forensik
06:15Itu ada 4 ahli digital forensik dari sisi Polda ya
06:18Yang sudah di BAP
06:19Tapi tidak diberikan kepada kami
06:22Sehingga kami menduga bahwa
06:2326 itu yang paling penting 4
06:2622 yang lain itu sebenarnya kamuflasa aja
06:30Agar 4 BAP dari digital forensik itu tidak diberikan kepada kami gitu ya
06:35Lalu berikutnya adalah barang bukti ini yang sangat penting ya
06:38Sangat menarik bahwa pada daftar buki
06:41Pada daftar buki yang sudah kami terima itu
06:44Tidak ada sama sekali tersebut disitu
06:47Berupa laporan hasil lab 4
06:50Atau laboratorium forensik terkait dengan
06:52Ijazah yang diperdebatkan itu kan gitu
06:55Nah jadi pertanyaannya adalah
06:57Apakah hasil lab 4 itu memang sengaja tidak diberikan kepada kami
07:01Atau memang tidak ada gitu kan
07:04Jadi memang tidak ada hasil lab 4 itu gitu loh
07:07Jadi Polda itu cuma retorika aja loh
07:09Mereka sudah melakukan
07:10Alam berhasil apa namanya
07:12Laboratorium forensik dan sebagainya gitu loh
07:15Jadi ini memang dengan 2 hal itu saja
07:17Sudah susah untuk diangkat lagi gitu
07:20Karena itu kan fondasi sekali ya
07:22Dari perkara ini
07:23Oh iya
07:24Dokter Tifa kan kemarin juga di conference
07:26Juga Dokter Tifa mengatakan
07:27Memiliki bukti-bukti yang telah dikumpulkan nih
07:30Jauh-jauh hari
07:31Pembelian Anda jika sedang ini berlanjut
07:33Nah bukti apa sih dokter?
07:35Kalau boleh tahu?
07:35Ya pertama kan kita ngikuti aja kan
07:38Selama 450 hari gitu ya
07:40Satu tahun lebih ya
07:41Satu tahun lebih itu kan kita ngikuti
07:44Apa yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya
07:46Karena itu kan penting bagi kami untuk persiapan
07:48Manakala ternyata terjadi sidang gitu kan
07:50Nah salah satu hal penting
07:52Yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya itu
07:54Adalah adanya 709 dokumen
07:56Yang kemudian pada terakhir ya
07:58Terakhir itu kami dengarkan dari Humas
08:01Bukan 709 dokumen lagi
08:03Tetapi malah 712 dokumen
08:05Jadi ada tambahan dokumen lagi kan
08:06Kemudian setelah itu ada 130 saksi
08:10Kemudian ada 17 barang bukti ya
08:12Nah ini kan kami pelajari
08:14Kami pelajari selama satu tahun ini
08:17Kami tidak berdiam diri menunggu saja ya
08:19Karena memang kita ini semua para ilmuwan ya
08:21Saya sendiri juga peneliti dan kuasa hukum saya
08:26Para advokat saya juga para peneliti juga
08:28Tentu saja kami dengan antusias mencari tahu kan
08:31Apa sih 709 dokumen atau 712 dokumen
08:35Dan kami juga kan dari kami dapatkan BAP itu kan
08:39Kami jadi tahu kan 709 dokumen itu apa saja gitu ya
08:43Dengan semangat kami melakukan penelitian satu demi satu
08:45Sehingga dari situlah saya dengan sangat
08:48Percaya diri menyampaikan bahwa kita
08:50Temukan banyak sekali bukti-bukti baru
08:52Yang makanya kan saya bilang
08:54Aduh kasihan sekali negara ini
08:56Kalau sampai sidang itu berlanjut gitu loh
08:58Karena ini kan
08:59Salah satu yang akan terbuka adalah
09:02Betapa
09:03Betapa tata laksana pemerintahan ya
09:05Itu
09:06Sangat perlu dikoreksi gitu loh
09:09Ya
09:10Sangat perlu dikoreksi ya
09:12Terkait terutama
09:13Pada pejabat yang sangat penting disini adalah
09:15Presiden gitu
09:16Kok bisa gitu loh
09:18Tata laksana pemerintahannya
09:19Itu gak clean gitu loh
09:21Gak terjadi clean governance sama sekali
09:23Terkait dengan dokumen-dokumen yang sangat penting
09:27Kemudian yang kedua juga
09:29Ya ada banyak sekali stakeholders kan
09:32Yang terkait dengan ijazah ini gitu loh
09:34Banyak sekali stakeholdersnya
09:36Yang terkait pertama tentu saja dari sisi UGMnya
09:38Lalu kemudian KPU-nya yang terlibat
09:41Dari sejak KPU yang ada di
09:43Solo Wali Kota
09:44Kemudian DKI Jakarta
09:46Lalu kemudian KPU Pusat
09:48Ya itu kan keterlibatannya sangat
09:49Sangat kuat disitu
09:51Lalu belum lagi partai mengusung
09:52Belum lagi
09:53Unsur-unsur
09:55Lembaga-lembaga yang terlibat
09:56Seperti ANRI
09:57Dan sebagainya
09:57Dan sebagainya itu
09:58Banyak sekali kolateral yang terjadi kan
10:00Sehingga
10:01Kalau sampai disidangkan
10:03Ya berapa ribu nanti
10:04Yang akan
10:05Harus diperiksa
10:06Tidak cuma 130 saksi gitu
10:08Jadi ini kan kolateral damage gitu ya
10:10Makanya
10:11Berapa biaya yang mesti diperlukan
10:13Hanya sekedar
10:14Kita menunggu
10:15Seseorang yang mengaku
10:17Memiliki ijazah itu
10:18Menyatakan ini loh
10:19Ijazah saya
10:19Tetapi yang dibutuhkan adalah
10:21Apa
10:23Sebuah
10:24Sebuah peristiwa
10:26Yang akan berdampak
10:27Sangat
10:27Sangat
10:30Implikatif ya
10:31Terhadap negara ini
10:32Terhadap negara ini gitu loh
10:33Seperti itu
10:34Jadi
10:38Apakah kemudian saya berdiam diri
10:39Ya tidak
10:40Karena kan
10:40Asik sekali
10:42Melihat BAP itu
10:43Itu kan barang riset ya
10:44Barang riset yang sekarang
10:46Sudah di tangan saya
10:47Satu demi satu
10:48Kita lihat
10:49Kita buka
10:50Kita buka
10:50Aduh
10:51Semakin kita lihat
10:52Semakin kita baca
10:53Aduh
10:54Gitu kan
10:55Aduh
10:56Luar biasa ini
10:57Kalau sampai terbongkar
10:58Di ini gitu ya
10:59Seperti itu
11:00Kita juga
11:02Sudah sempat
11:02Lihat juga nih
11:03Ada
11:04Sebuah buku
11:05Yang dipenuhi
11:06Boleh diceritakan
11:08Boleh diceritakan
11:09Gini dokter
11:09Itu
11:10Ya
11:10Dan mungkin
11:11Sebuah bukti
11:12Atau
11:13Iya
11:14Ini ada salah satu dokumen
11:15Yang sedianya
11:17Akan kami daftarkan
11:18Sebagai barang bukti baru ya
11:19Dari sisi kami
11:20Akan kami temukan ini
11:21Asli ya
11:22Jadi ada album alumni
11:24Fakultas Kehutanan
11:25Nusasih Gajah Mada
11:261957-1988
11:28Nah diantara itu kan
11:30Ada tahun dimana
11:31Ada seseorang
11:32Bernama
11:32Joko Widodo
11:34Itu
11:34Mengaku
11:35Menjadi mahasiswa
11:36Disitu dan lulus
11:37Ya kan
11:37Di antara waktu ini
11:38Antara 1980-1985
11:42Kan gitu
11:43Nah kemudian
11:44Tak kurang dari itu
11:45Adalah bahwa
11:46Di buku ini
11:47Itu kan
11:47Tersaji
11:48Semua lulusan ya
11:50Lulusan
11:51Dari Fakultas Kehutanan UGM
11:52Ya
11:53Nanti kita akan
11:54Cari tahu
11:55Yang mana yang bisa kita hubungi
11:57Atau
11:58Kalau belum meninggal
12:00Kita bisa hubungi
12:01Terutama
12:01Yang kuliah
12:03Di antara
12:03Tahun 1980-1985
12:06Dan Alhamdulillah
12:07Kamu sudah mendapatkan
12:08Beberapa nama
12:08Dan itu
12:09Wow
12:10Kalau dibuka
12:11Disidang
12:12Seru sekali
12:12Itu gitu loh
12:13Ya
12:15Kemudian
12:16Berikutnya lagi
12:17Adalah
12:18Pada
12:20Halaman yang sangat penting
12:21Yaitu halaman
12:22280
12:23Jadi ini ada
12:24Ada ratusan
12:26Ada ratusan nama
12:29Terutama
12:29Yang kuliah
12:32Kurun waktu
12:33Di 1980-1985
12:36Ini kan
12:37Satu demi satu
12:37Kita akan coba
12:38Cari tahu
12:39Beliau-beliau ini
12:41Masih bisa kita hubungi
12:42Atau tidak
12:42Nah
12:44Kemudian juga
12:45Ada yang paling penting
12:46Adalah di halaman
12:47280 ini
12:48Ya kan
12:48Di halaman 280 ini
12:50Ada foto yang sangat familiar
12:52Buat kita yang
12:53Memperhatikan
12:54Atau menjadi pemerhati
12:55Dari kasus ijazah ini kan
12:56Ada sosok berkencamata
12:58Dengan kumis
12:59Seperti ini ya
13:00Yang kita sudah
13:01Sangat familiar
13:02Karena sudah menjadi
13:03Benda artefak digital
13:04Kan gitu
13:05Nah disini juga
13:06Yang sangat menarik
13:07Adalah beliau ini
13:08Namanya ada tersebut
13:09Disini tuh
13:10Lulusan dari
13:11SMA 6 Yogyakarta
13:13Nah disinilah
13:14Kita
13:15Membuat hipotesis kan
13:16Berarti ada dua Jokowi Dodo nih
13:18Karena
13:19Jokowi Dodo yang menjadi presiden itu kan
13:21Beliau mengakui
13:22Sebagai lulusan
13:24Dari SMPP 40 Surakarta
13:26Atau SMA 6 Surakarta kan
13:28Sementara yang tertulis
13:29Dalam album alumni ini adalah
13:31Lulusan
13:32SMA 6 Yogyakarta
13:34Jadi kan ada dua
13:35Ada dua orang ini kan
13:37Seperti itu kan
13:38Jadi yang mana ini
13:39Kalau dalam situ
13:41Atas nama siapa dokter?
13:43Ya namanya Jokowi Dodo
13:44Mahasiswa ini namanya Jokowi Dodo ya
13:46Lulusan ini namanya Jokowi Dodo
13:48Lalu
13:48Kemudian ketika kita kawinkan
13:50Kita jahit dengan
13:51Temuan-temuan kita
13:53Di dalam BAP itu
13:54Ya
13:55Berarti kita bisa simpulkan
13:57Bahwa
13:58Yang namanya tersebut ini
14:00Belum tentu presiden ya
14:01Kita katakan ini ada
14:03Lulusan
14:03Lulusan yang termuat
14:05Namanya
14:05Dan sosok fotonya
14:07Ada di sini
14:07Ya Jokowi Dodo namanya
14:09Setelah kami lihat pada
14:13Di antara 709 dokumen
14:16Yang kami bisa trace
14:17Dari BAP itu
14:18Ya ini
14:19Walaupun dia itu
14:21Masuk tahun 1980
14:22Lalu
14:23Dinyatakan lulus tahun 1985
14:26Tetapi kalau lihat dari dokumen-dokumen
14:28Kelengkapan yang ada di BAP
14:29Ini
14:31Yang bersangkutan ini bukan sarjana
14:33Tetapi sarjana muda
14:34Gitu
14:35Karena jejaknya itu hanya sampai
14:37Di level sarjana muda
14:38Tidak sampai di level sarjana
14:40Seperti itu ya
14:42Oke
14:42Dokter kalau belum tahu
14:43Itu dokter bisa dapat buku itu
14:45Dari mana tuh dok
14:45Ada sumbernya
14:47Jadi ini buku warisan
14:48Dari salah satu
14:49Yang namanya tertulis di sini ya
14:51Salah satu alumni
14:52Dari Fakultas Kehutanan UGM
14:54Adinda beliau ya
14:56Itu karena kakaknya sudah wafat
14:58Ini adalah warisan
14:59Dari adinda yang bersangkutan ya
15:01Itu menyerahkan kepada kami
15:03Nah ini kan segera dengan semangat
15:05Akan kami datarkan sebagai barang bukti
15:07Nah kalau misalnya
15:08Ada siapapun juga
15:10Yang menyatakan bahwa
15:12Oh ini pasti typo gitu ya
15:13Atau ini salah
15:15Salah
15:16Tulis gitu kan
15:17Harusnya Surakarta
15:18Tapi tertulis Yogyakarta
15:19Ini matter banget loh ya
15:21Karena kita gak bisa
15:22Serta-merta
15:24Mengatakan ini typo
15:25Atau salah ketik
15:26Gak bisa
15:27Kita harus mencari
15:30Apa namanya
15:31Informasi ya
15:32Dari SMA 6 Yogyakarta sendiri
15:34Lalu kita trace
15:34Sampai ke suku dinas
15:36Pendidikan
15:37Dasar dan menengah
15:39Di Yogyakarta ya
15:41Kita kan cari taunya itu
15:43Apakah SMA 6 Yogyakarta itu
15:45Pada tracing kita
15:47Sampai ke
15:48Satu
15:49Jadi
15:49Sampai ke tahun
15:501977-1980 ya
15:53Dan dia kan lulus
15:55Tahun 1980 kan
15:56Berarti kan dia
15:57SMA itu
15:58Dia
16:011977-1980
16:02Apakah ada
16:04Ya buku ini
16:04Yang menyatakan bahwa
16:05Ada
16:07Siswa
16:07Yang bernama
16:08Joko Widodo
16:09Ya di SMA 6 Yogyakarta
16:10Kan seperti itu
16:11Lalu
16:12Berikutnya lagi
16:13Naik lagi ke atas
16:14PPID
16:14Dari suku dinas
16:17Kanwil ya
16:18Kanwil
16:18Atau suku dinas
16:19Pendidikan
16:20Dasar dan menengah
16:21Itu kita akan trace juga
16:22Dan di sana
16:23Gak bisa dihapus
16:24Artinya ada
16:25Atau tidak adanya
16:26Nama ini
16:27Jadi
16:27Itu
16:29Gak serta-merta
16:31Sederhana
16:31Kita bilang
16:32Ini salah tulis
16:33Gak bisa
16:33Jadi
16:34Pihak yang tertulis
16:35Di sini
16:36SMA 6 Yogyakarta
16:37Itu juga harus
16:38Membuktikan
16:39Ada atau tidak
16:39Yang bersangkutan
16:40Lalu suku dinas
16:41Sendir
16:41Lalu tidak kalah
16:43Tidak kalah pentingnya adalah
16:45UGM sendiri
16:45Jadi UGM itu
16:47Di tahun 1980 itu
16:48Itu dia menerima
16:50Mahasiswa bernama
16:51Jokowi Dodo itu
16:52Yang lulusan SMA 6 Yogyakarta
16:54Atau lulusan SMA 6 Surakarta
16:56Kan gitu
16:56Kan ini ada dua
16:58Ada dua orang
16:59Masalahnya kan gitu ya
17:00Jadi
17:00Yang mana ini
17:01Yang
17:01Yang masuk kuliah
17:03Di tahun 1980
17:04Waktu kehutanan itu kan
17:06Jadi kan menarik kan ya
17:07Jadi ini risetnya
17:08Akan terus berlanjut
17:09Oke
17:10Mengacu buku alumni
17:11Berarti
17:11Menurut Dr. Tifa
17:12Apakah ijazahnya
17:13Pak Jokowi ini asli
17:14Tapi bukan S1
17:16Atau gimana
17:17Ya
17:17Sekarang saya gak
17:19Kita harus potong-potong dulu ya
17:21Jadi ini
17:21Menghasilkan sebuah
17:23Episode kan gitu
17:24Pertama
17:25Pertama ya
17:26Kalau dari
17:27Perkawinan ya
17:28Saya jahit gitu ya
17:29Connecting the dots
17:30Antara BAP 1
17:31BAP 2
17:32Dan sebagainya
17:33Yang sekitar
17:3494 BAP tersebut
17:35Kita sudah dapat
17:36Dots-dotsnya tuh
17:37Sudah dapat fakta-faktanya
17:39Yang bisa kita jahit
17:40Menjadi sebuah
17:41Kronologi gitu
17:42Kronologi
17:43Kronologi
17:43Dari seseorang
17:44Bernama Joko Widodo
17:45Yang dokumen-dokumennya
17:46Ada menjadi barang bukti
17:48Yang kami juga
17:49Sudah terima daftarnya
17:50Sebagian ya
17:51Tidak semuanya
17:52Dari situ
17:52Kami bisa melihat
17:53Sebuah kronologi
18:11Kronologi
18:12Sehingga yang lain-lainnya
18:13Yang misalnya
18:14Kaitannya dengan KKN
18:15Kaitannya dengan skripsi
18:16Dan sebagainya
18:17Itu patut dipertanyakan
18:18Dan harus kita uji
18:19Dalam bentuk penelitian
18:20Bukan dalam bentuk sidang
18:22Tapi dalam bentuk penelitian
18:23Ya
18:23Itu yang
18:25Sedang
18:25Sekarang ini
18:26Ya
18:27Kami lakukan gitu
18:29Kami lakukan
18:30Dengan semangat
18:31Oke
18:32Ya
18:33Lanjut lagi
18:34Ke soal persidangan
18:35Kuasa hukum Pak Jokowi
18:36Kan berharap
18:37Jaksa menyempurnakan
18:38Dakwaan
18:39Dan melaju
18:39Ke persidangan
18:40Pokok perkara
18:41Ya
18:42Pak Jokowi
18:43Menyatakan siap hadir
18:44Menurut Dr. Tiffany
18:45Gimana nih?
18:47Soal meneruskan persidangan
18:49Atau soal Pak Jokowinya
18:50Hadir atau tidak
18:51Gitu ya
18:51Jadi ini
18:52Ini menarik juga
18:53Pada BAP Pak Jokowi Dodo
18:54Menarik juga nih
18:55Karena
18:56Kemarin saya juga
18:57Baru saat mendapat pencerahan
18:58Dari salah satu
19:00Advokat saya
19:00Gitu
19:01Jadi
19:01Kita pelajari
19:02BAP-nya Pak Jokowi Dodo
19:03Beliau itu kan
19:04Berperan sebagai
19:05Saksi pelapor
19:06Ya kan
19:07Pelapor nih
19:08Berperan sebagai pelapor
19:10Ya
19:10Gelik aduan
19:11Nah
19:12Ada menarik pada BAP itu
19:14Ternyata
19:14Sumpahnya
19:15Jadi
19:15Jadi pada saat
19:17BAP setelah itu
19:18Beliau melakukan sumpah
19:19Gitu kan
19:20Sumpahnya disitu
19:21Tertulis sebagai saksi
19:22Nah ini kan dua
19:23Materi yang
19:23Dua
19:24Entitas yang berbeda
19:25Antara pelapor dengan
19:26Sekedar sebagai saksi
19:28Kan gitu
19:28Nah
19:29Apakah ini merupakan
19:30Sebuah
19:31Cara exit
19:32Ketika disumpah
19:34Kan
19:34BAP itu sudah bisa
19:35Berbunyi di sidang
19:36Tanpa yang bersangkutan ini
19:38Datang
19:39Kan begitu
19:39Nah kita menduga
19:41Seperti itu
19:41Jadi ada sebuah exit
19:42Strategi yang sudah
19:43Dilakukan dengan
19:44Adanya sumpah tersebut
19:45Tetapi kan
19:46Hukum itu
19:48Tidak melulu
19:49Bicara seperti itu
19:50Ya
19:50Karena kan
19:52Ini harus
19:53Diketahui ya
19:53Bahwa
19:54Ini kita bicara
19:55Tentang sesuatu yang
19:56Udah usang ya
19:57Udah batal demi hukum ya
19:58Tapi kita belajar nih
19:59Kita belajar ya
20:00Bahwa
20:01Seorang saksi pelapor
20:03Yang melaporkan
20:04Delik aduan
20:05Itu dia harus bertanggung jawab
20:06Whether
20:07Dia itu sudah
20:08Disumpah atau tidak
20:09Gitu
20:10Tapi yang menarik adalah
20:11Dia disumpah sebagai saksi loh
20:12Bukan disumpah sebagai pelapor
20:13Itu kan menarik sekali
20:14Gitu
20:15Jadi apabila sidang ini
20:17Dilanjutkan
20:18Ya dengan segala ilmu hukum
20:19Yang bisa nanti kita gelar bersama
20:21Itu ya
20:22Kita akan tetap minta
20:24Supaya
20:24Pak Jokowi Dodo
20:26Hadir gitu
20:27Bahkan ada beberapa
20:28Ahli hukum yang menyatakan
20:29Ya termasuk
20:30Mantan Hakim
20:31Agung ya
20:32Pak Dwi Cahyo itu
20:33Mengatakan bahwa
20:34Pak Jokowi Dodo itu
20:35Bisa dipaksa
20:36Untuk hadir di persidangan
20:37Seperti itu
20:38Ya jadi itu
20:39Nah kemudian
20:40Terkait dengan
20:40Kelanjutan dari
20:42Dari apa namanya
20:43Dari perkara ini
20:44Ya saya tadi
20:45Udah sampaikannya
20:46Bahwa sulit sekali
20:47Sebetulnya
20:47Jaksa itu
20:49Melakukan perbaikan
20:50Kenapa?
20:50Karena dari awal aja
20:51Udah susah banget
20:52Ini diangkat gitu loh
20:54Mbak Yuli
20:54Kasus ini ya
20:55Saya dilaporkan
20:57Saya dikriminalisasikan
20:58Dari awal itu susah banget
20:59Kalau gampang aja
21:01Cukup bukti dan sebagainya
21:02Kan gak sampai harus
21:03450 hari
21:04Lebih dari satu tahun kan
21:06Gitu
21:06Kemudian yang kedua
21:07Obstacle yang kedua
21:08Adalah ketika
21:09Berkas dilimpahkan
21:11Dari polda ke
21:13Kejaksaan
21:14Di bulan Januari
21:152026
21:16Itu kan dikembalikan
21:17Dari kejaksaan
21:19Ke polda
21:20Selama 14 hari
21:21Itu masih cocok
21:22Dengan undang-undang ya
21:22Masih cocok
21:23Dengan undang-undang
21:24Jaksa mengembalikan
21:2514 hari
21:26Lalu
21:26Dari polda
21:27Diminta untuk
21:28Melakukan perbaikan
21:29Tapi ternyata
21:30Ya
21:31Kan seharusnya
21:32Paling lambat
21:33Harus dikembalikan
21:33Sekitar tanggal 17
21:35Februari
21:352026 kan
21:36Tapi ternyata
21:37Kembaliknya kan
21:38Baru tanggal berapa?
21:39Baru tanggal 19
21:41Juni 2020
21:42Jadi ibarat kata
21:43Masakan udah basi
21:44Kemana-mana kan
21:45Gitu
21:45Masakannya udah basi
21:47Kemana-mana
21:47Lalu kemudian
21:48Bahan masakan itu
21:50Yang sudah basi itu
21:51Diserahkan
21:52Dipaksakan
21:53Untuk dimasak
21:53Mateng
21:54Oleh kejaksaan
21:55Lalu kemudian
21:56Masakan yang basi itu
21:57Disajikan ke
21:58Kedepan hakim
21:59Kan gitu
22:00Hakim yang gak mau makan
22:01Seperti itulah
22:02Kurang lebih ya
22:02Ininya
22:03Analoginya ya
22:04Oke dokter
22:06Kan pemerintah sekarang
22:07Sudah terus
22:08Nunggu nih
22:09Satu hal dari
22:09Persidangan ini
22:10Terkait keaslian
22:11Ijazah Pak Jokowi
22:12Dan
22:12Kehadiran Pak Jokowi
22:14Kalau
22:15Kalau sidang
22:16Ini tidak berlanjut
22:17Apakah
22:18Bebasnya
22:19Dokter Tifa ini
22:19Sepenuhnya
22:20Dan
22:20Pembuktian ini
22:21Menggantung
22:22Atau gimana nih dok?
22:23Enggak juga ya
22:24Karena gini loh
22:25Jadi
22:25Kita itu bicara
22:26Misalnya ini
22:27Bicara tentang
22:28Dua hal yang berbeda sekali
22:29Yang pertama adalah
22:30Dari sisi
22:31Kasus saya
22:32Ya
22:33Saya dilaporkan oleh
22:35Jokowi Dodo
22:36Itu kasus pencemaran
22:37Nama baik
22:37Dan fitnah
22:38Kan gitu
22:38Gak ada hubungannya
22:40Sama sekali dengan
22:41Langsung secara direct
22:42Dengan soal ijazah
22:43Jadi ijazah itu
22:44Muatannya itu
22:45Sekitar 10-20% aja
22:47Kan dari kesulahan kasus
22:48Karena saya
22:49Sebagai
22:49Terdakwa sekarang
22:50Jadi mantannya
22:51Itu kan melawan dakwaan
22:53Kan
22:53Dakwaannya apa
22:54Saya didakwa
22:55Melakukan pencemaran
22:56Nama baik
22:56Saya didakwa
22:57Melakukan fitnah
22:58Kan gitu kan
22:59Saya didakwa
22:59Melakukan manipulasi
23:00Terhadap
23:01Dokumen informasi
23:02Elektronik
23:03Kan gitu
23:03Jadi ini kan
23:04Yang saya lawankan
23:05Itu
23:06Saya bersama
23:06Saya melawan itu
23:07Nah sekarang
23:08Kalau persoalan
23:08Pembuktian ijazah
23:09Pembuktian ijazah
23:11Ya
23:11Satu ya
23:12Ya silahkan
23:13Kalau ada insan
23:15Atau
23:15Warga negara Indonesia
23:17Yang lain ya
23:18Untuk melaporkan
23:19Soal ijazah itu
23:21Dengan senang hati
23:22Saya akan bersedia
23:22Menjadi ahli
23:23Kan gitu ya
23:24Kan saya bisa
23:25Memaparkan sebagai ahli
23:26Atas penelitian-penelitian saya
23:28Nah yang kedua
23:29Apabila itu beban
23:31Itu dimintakan
23:32Ditanggung oleh saya
23:33Gitu ya
23:34Saya ini
23:34Saya udah bilang bahwa
23:35Penelitian saya itu
23:36Nggak berhenti
23:37Gitu
23:38Apalagi udah dapat
23:39Bahan segar dari
23:40Polda
23:40Dalam itu 709 dokumen
23:42Kan itu fresh
23:43Fresh
23:44Apa nafek
23:45Gitu ya
23:46Yang
23:46Ya namanya peneliti
23:47Kalau dikasih barang
23:48Barang fresh gitu
23:49Kan semangat sekali
23:50Untuk melakukan penelitian itu
23:52Gitu
23:52Nah
23:53Fakultasnya ada di mana
23:54Fakultasnya
23:55Nggak di sidang hukum
23:56Fakultasnya ada
23:57Di sidang
23:59Ilmiah
24:00Gitu kan
24:00Jadi ibarat kata tuh
24:02Saya itu
24:03Dengan senang hati
24:05Kalau misalnya ada
24:06Universitas
24:07Atau ada lembaga-lembaga
24:08Ilmiah dan sebagainya
24:09Mau mendudukan saya
24:11Di tengah ruangan
24:12Seperti kemarin itu ya
24:13Mendudukan saya
24:14Di tengah ruangan
24:15Lalu
24:15Hasil penelitian saya
24:17Di uji
24:17Wah dengan senang hati
24:19Gitu
24:19Tapi jangan jadi terdakwa lagi
24:21Karena beda
24:22Konteksnya
24:23Jadi sidangnya itu
24:24Sidang ilmiah
24:24Bukan sidang
24:25Penghakiman
24:26Gitu
24:27Bukan sidang
24:27Persidangan
24:28Atau pengadilan
24:29Nggak
24:30Gitu loh
24:30Jadi
24:30Kita bicarakan ini
24:32Tentang sebuah spesimen
24:33Produk ilmiah kan
24:35Ijazah itu kan produk ilmiah kan
24:37Kita pertanyakan
24:39Dari sejak
24:40Sebelas tahun yang lalu
24:41Lalu di mana
24:42Kita bisa melakukan
24:43Uji
24:43Atau pembuktian ilmiah kan
24:45Jadi ranah ilmiah kan
24:46Gitu
24:47Seperti itu
24:48Jadi ini
24:49Ini
24:49Untuk juga
24:50Memberikan
24:51Klarifikasi
24:52Ya maupun informasi
24:53Yang benar
24:54Kepada masyarakat
24:55Semuanya
24:56Karena masyarakat ini
24:57Kan sekarang
24:58Sedang
24:58Sedang
24:59Katakala sedang
25:00Apa ya
25:00Mengalami
25:01Sebuah
25:02Lek gitu kan
25:03Kayak ngelag gitu kan
25:05Loh terus gimana dong
25:06Kalau Dota Tifa ini
25:08Eksepsi diterima
25:09Lalu tidak lanjut gitu
25:10Lalu ijazahnya
25:11Bagaimana membuktikannya dong
25:12Nah ini saya katakan
25:14Kita bisa membuktikan
25:15Ijazah itu
25:16Dalam sebuah fakultas
25:18Dalam sebuah sidang
25:19Yang berbeda
25:19Yaitu sidang ilmiah
25:21Itu yang seharusnya
25:23Sekarang ini disengarkan
25:24Secara bersama-sama
25:25Maka dengan ini
25:26Saya juga mengundang
25:27Silahkan
25:28Universitas-universitas
25:29Bikin sidang ilmiah
25:30Untuk saya
25:30Saya akan menjelaskan
25:32Dari sudut pandang
25:33Keilmuan saya
25:35Oke dokter
25:36Terakhir nih
25:37Kalau
25:37Jika Jaksa
25:39Tidak mengajukan
25:40Perbaikan dakwaan
25:41Bagaimana sih dok
25:42Dengan nasibnya
25:44Roy Suryo
25:44Oh
25:45Secara otomatis
25:46Gugur
25:47Dan
25:47Dan Anda pun
25:49Dengan bebas
25:49Atau gimana
25:50Ya
25:51Kalau dari
25:51Beberapa
25:54Opinion
25:55Dari
25:55Para ahli hukum
25:56Ya
25:56Kan mengatakan
25:57Bahwa
25:58Ada sebuah
25:59Keuntungan
26:00Ya
26:00Ini keuntungannya
26:01Bukan
26:01Kemudian untung
26:02Enggak
26:02Tapi ada sebuah
26:03Keuntungan
26:04Ada sebuah benefit
26:05Dari strategi
26:06Gimana
26:07Mas
26:07Dokter Roy Suryo itu
26:08Sekarang kan
26:09Sudah melakukan
26:10Prapit
26:10Sehingga sidang kan
26:11Ditunda
26:12Nah
26:12Dengan along the way
26:13Prapit
26:14Saya sudah sidang duluan
26:16Kan beliau
26:17Jadi tahu kan
26:18Sidangnya seperti apa
26:20Dan sebagainya
26:20Surat dakwaannya
26:21Seperti apa
26:22BAP-nya
26:22Seperti apa
26:23Dan sebagainya kan
26:24Jadi beliau itu
26:25Dapat benefit
26:26Disitu
26:26Tapi di
26:27Sisi lain-lain
26:28Jaksa juga punya benefit
26:29Karena dengan terhentinya
26:31Batal demi hukumnya
26:33Kasus saya
26:33Nomor 301
26:35Yang nomor 300 itu
26:36Mereka punya kesempatan
26:37Untuk melakukan perbaikan
26:39Jadi itu ya
26:40Jadi ini kan
26:42Sekarang
26:43Adu cerdas nih
26:44Adu cerdas
26:45Antara advokat
26:46Dari Mas
26:47Roy Suryo
26:47Dengan
26:47Adu cerdas
26:49Bersama
26:49Dengan
26:50Jaksanya nih
26:51Gitu kan
26:51Jadi ini
26:52Mari kita lihat
26:53Dan
26:54Ya
26:54Mudah-mudahan
26:56Nanti intinya
26:57Itu gini
26:57Intinya
26:58Mudah-mudahan
26:58Nanti apa yang terjadi
26:59Pada Mas
27:00Roy Suryo
27:00Itu
27:00Terjadi seperti
27:02Pada saya
27:03Yaitu keadilan
27:03Betul-betul
27:04Tegak berdiri
27:05Di negara tercinta ini
27:06Oke
27:07Dapetika
27:07Terima kasih
27:08Atas waktu
27:09Dan penjelasannya
27:10Dokter
27:10Terus
27:11Mengikuti
27:12Perkembangan
27:13Proses hukum
27:13Yang masih
27:14Terus berjalan
27:15Hingga
27:16Entah kapan
27:17Itu
27:18Sama-sama
27:19Mudah-mudahan
27:20Bermanfaat
27:21Terima kasih
27:21Banyak
27:21Terima kasih
27:22Dokter
27:22Iya

Dianjurkan