- 2 menit yang lalu
- #dedimulyadi
- #sayembara
- #begal
- #jabar
- #keamananmasyarakat
KOMPAS.TV Wacana sayembara penangkapan pelaku kejahatan yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai perhatian publik. Langkah tersebut disebut sebagai upaya mendorong masyarakat lebih berani menghadapi aksi kriminalitas jalanan, khususnya begal yang dinilai meresahkan.
Dedi Mulyadi menyebut, sayembara tersebut bertujuan mendorong masyarakat bersama kepolisian menjaga keamanan lingkungan dan tidak dimaksudkan untuk memicu aksi main hakim sendiri.
Sejumlah pihak menilai sayembara ini dapat menjadi langkah pencegahan kejahatan dan memberikan efek jera bagi pelaku. Namun, muncul pula kekhawatiran terkait potensi salah tangkap hingga tindakan di luar proses hukum.
Menteri HAM Natalius Pigai mengingatkan, penegakan hukum tetap harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan pelatihan. Sementara itu, Dedi Mulyadi menegaskan perlindungan HAM juga harus diberikan kepada korban kejahatan yang kehilangan rasa aman.
#dedimulyadi #sayembara #begal #jabar #keamananmasyarakat
Baca Juga Dinilai Berhasil, Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Penangkapan Begal di Jawa Barat | JMP di https://www.kompas.tv/regional/682739/dinilai-berhasil-dedi-mulyadi-lanjutkan-sayembara-penangkapan-begal-di-jawa-barat-jmp
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682913/sayembara-memburu-begal-dedi-mulyadi-menuai-pro-kontra-sebuah-solusi-atau-kontroversi
Dedi Mulyadi menyebut, sayembara tersebut bertujuan mendorong masyarakat bersama kepolisian menjaga keamanan lingkungan dan tidak dimaksudkan untuk memicu aksi main hakim sendiri.
Sejumlah pihak menilai sayembara ini dapat menjadi langkah pencegahan kejahatan dan memberikan efek jera bagi pelaku. Namun, muncul pula kekhawatiran terkait potensi salah tangkap hingga tindakan di luar proses hukum.
Menteri HAM Natalius Pigai mengingatkan, penegakan hukum tetap harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan pelatihan. Sementara itu, Dedi Mulyadi menegaskan perlindungan HAM juga harus diberikan kepada korban kejahatan yang kehilangan rasa aman.
#dedimulyadi #sayembara #begal #jabar #keamananmasyarakat
Baca Juga Dinilai Berhasil, Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Penangkapan Begal di Jawa Barat | JMP di https://www.kompas.tv/regional/682739/dinilai-berhasil-dedi-mulyadi-lanjutkan-sayembara-penangkapan-begal-di-jawa-barat-jmp
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682913/sayembara-memburu-begal-dedi-mulyadi-menuai-pro-kontra-sebuah-solusi-atau-kontroversi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Wacana sayembara penangkapan pelaku kejahatan di Gagas Gubernur Jawa Barat Didi Mulyadi menuai perhatian publik.
00:07Langkah ini disebut sebagai upaya mendorong masyarakat lebih berani melawan aksi kriminalitas jalanan, khususnya begal, yang dinilai meresakan.
00:16Namun, rencana tersebut juga memunculkan pro dan kontra.
00:20Sejumlah pihak menilai sayembara bisa menjadi efek cerah bagi pelaku.
00:24Sementara pihak lain mengkhawatirkan potensi salah tangkap hingga aksi main hakim sendiri.
00:30Lalu, apa tujuan Didi Mulyadi menggulirikan sayembara ini?
00:34Dan bagaimana respons berbagai pihak terkait kebijakan tersebut?
00:38Warga bersih skamling, menjaga diri dan dijaga diri.
00:42Ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong royong.
00:46Yang berikutnya, saya memberikan sayembara pada seluruh warga jabar.
00:50Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jamret, begal, rampok.
00:57Kami siapkan hadiah dari 5 sampai 50 juta.
01:03Dari 5 juta sampai 50 juta yang mampu merumpuhkan berbagai aksi kejahatan
01:09dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup.
01:15Sejak sayembara penangkapan pelaku kejahatan diumumkan,
01:19Gubernur Jawa Barat Didi Mulyadi menyebut muncul perubahan di tengah masyarakat.
01:23Warga yang sebelumnya takut, kini mulai berani kembali beraktifitas dan ikut menjaga lingkungan.
01:29Menurut Didi, keberanian masyarakat bersama kinerja kepolisian
01:33menjadi kunci untuk menghadapi aksi kriminalitas.
01:36Lantas, seperti apa dampak sayembara tersebut?
01:40Mari kita ulas.
01:41Ya, sayembara kenapa?
01:43Seperti apa kelanjutannya?
01:44Terus, sayembara terus kan semenjak diumumkannya sayembara,
01:48bila-bila dicek kan sekarang.
01:49Pertama, warga jadi berani.
01:52Keluar rumah berani loh sekarang.
01:54Keliling warga berani.
01:56Bahkan ada yang malam-malam nongkrong.
01:57Siapa tahu ada begal mau saya tangkep.
01:59Kan ada yang begitu.
02:00Nah, artinya nyali warga mulai terlihat.
02:03Yang kedua, kejahatan saya lihat bisa diungkap secara bersama-sama
02:08oleh jajaran, polda, pores seluruh Jawa Barat.
02:11Di Sumedang kemarin sudah mengungkap jaringan begal, di kota Bandung.
02:16Nah, ini kan menunjukkan bahwa kinerja kepolisian sangat luar biasa saat ini.
02:22Dan berikutnya adalah fisikologi.
02:25Fisikologinya, kita ini puluhan juta.
02:27Masa fisikologi kita mau diganggu oleh ratusan orang?
02:30Kalau anak-anak gangster di jalanan seratus orang,
02:33masa sekota yang isinya lima juta penduduk mau diganggu oleh yang seratus orang?
02:37Jangan bikin lima juta orang takut oleh seratus orang.
02:40Yang seratus orang harus takut oleh lima juta orang.
02:43Nah, yang berikutnya adalah menghindarkan main hakim sendiri.
02:47Kenapa terjadi main hakim sendiri?
02:49Orang ayamnya dicuri.
02:51Marah karena ayam yang diurusnya bertahun-tahun diambil.
02:56Tapi kalau misalnya gubernur menyatakan,
02:58kalau ketangkep nanti dikasih, ganti dalam bentuk hadiah.
03:02Kan orang berpikir, hilang ayam nih, kita dapat sepuluh juta.
03:06Hilang kambing dua, dapat dua puluh juta.
03:09Hilang motor, dapat dua puluh juta.
03:11Kalau bisa, menangkapnya.
03:14Kan lebih baik.
03:15Tadi dengan berkaitan dengan Bapak Gubernur menyampaikan sayembara ya menurut saya.
03:21Ini adalah wujud pemberian semangat, motivasi kepada semua pihak.
03:28Kecuali pihak kepolisian.
03:30Karena pihak kepolisian ini kan menurut saya adalah tanggung jawab.
03:33Dan itu memang sudah tugasnya.
03:35Wajib melakukan penegakan hukum terhadap seperti begal.
03:41Segera diinformasikan kepada kepolisian, kepolisian Anda wajib merespon salah depan.
03:46Sejumlah pihak menilai sayembara penangkapan pelaku kejahatan
03:50yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi dapat menjadi langkah pencegahan
03:54terhadap aksi kriminalitas jalanan.
03:57Mantan Kapolda Jawa Barat periode 2016 hingga 2017,
04:02Irjen Purnawirawan Anton Carlian menyebut,
04:05langkah tersebut bisa menjadi terobosan kreatif dalam menghadapi kejahatan street crime
04:09yang selama ini meresahkan masyarakat.
04:12Lantas, bagaimana pandangan terkait dampak sayembara tersebut dalam upaya menekan angka kejahatan?
04:19Sebetulnya, setiap kebijakan ini pasti ada plus minusnya ya.
04:25Ya, tadi adalah hal-hal yang minusnya.
04:28Tetapi ada juga hal-hal yang plusnya.
04:32Semua bisa saja terjadi.
04:34Tapi ingat, bahwa yang disampaikan oleh Pak KDM ini justru ditujukan kepada kejahatan street crime.
04:44Kejahatan street crime ini atau kejahatan jalanan ini biasanya
04:48ya dampaknya itu sangat meresahkan masyarakat.
04:52Sangat menakutkan, sadis.
04:55Dan kebetulan di Jawa Barat itu memang kemarin dari evaluasi kriminal,
05:02masyarakat sudah sangat tersah dengan aksi-aksi BGA ini.
05:07Sehingga di sini, ini ada sebuah salah satu terobosan lah.
05:13Terobosan kreatif dalam rangka pencegahan kriminalitas.
05:19Ini kan dalam hukum ini ada reward, ada punishment.
05:23Saya tidak apikan bahwa ada negatifnya, ada minusnya.
05:29Tapi saya akan mengemukakan dulu yang positif-positifnya saja.
05:34Yang positifnya ini adalah, kenapa?
05:38Ini adalah deteksi dini pencegahan awal dari niat dan kesempatan.
05:45Sehingga ini dengan adanya sayembara ini akan menimbulkan efek deterrent,
05:51efek jerak, efek menakutkan, membunuh niat dan kesempatan bagi para pelaku.
05:59Kedua, ini pun juga akan menjadikan suatu world psychology bagi pelaku itu.
06:05Waduh, saya dengan adanya ini, otomatis ini masyarakat akan lebih mengawasi,
06:14juga ya petugas juga akan lebih siaga.
06:19Dan di sini juga dengan adanya leeward ini merupakan satu stimulus.
06:25Stimulus, masyarakat jadi lebih waspada.
06:29Masyarakat bisa lebih berani, masyarakat bisa lebih mengawasi.
06:35Karena memang ada reward.
06:37Oke.
06:37Kalau reward ini, ya mungkin tadi dikatakan, saya juga setuju dengan Bung Usman,
06:45mungkin akan menghilangkan aspek-aspek normanya.
06:49Tapi lebih berorientasi kepada keuangan atau ekonomi.
06:54Hadiahnya ya, ekonomi itu ya?
06:55Nah, misalnya normatif lah.
06:57Namun, dibalik dukungan terhadap sayembara penangkapan pelaku kejahatan,
07:02muncul pula sejumlah kekhawatiran.
07:05Direktur Esekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai,
07:09pemberantasan begal memang penting,
07:11tapi tetap harus berjalan sesuai aturan hukum.
07:14Menurutnya, sayembara berisika memicu salah tangkap
07:18dan mendorong masyarakat bertindak di luar hukum.
07:21Ya, jelas tentu terdengar seperti dukungan dari gubernur,
07:25dalam hal ini gubernur Jawa Barat,
07:27untuk melakukan penindakan terhadap aksi begal yang memang meresahkan.
07:32Siapapun yang berjalan di malam hari,
07:35berperjalanan sendiri,
07:36pasti akan ketakutan kalau ada aksi-aksi begal tidak tercegah atau tidak ditindak.
07:42Apalagi belakangan ini sudah mematikan.
07:45Nah, namun demikian kita harus memastikan bahwa tindakan apapun itu tidak menyalahi hukum-hukum yang berlangu.
07:54Dan yang kedua, saya khawatir bahwa sayembara itu justru malah menggeser paradigma hukumnya.
08:01Orang jadi cenderung mengejar uang, mengejar material,
08:05untuk melakukan tindakan terhadap aksi begal.
08:08Bagaimana kalau nanti salah tangkap?
08:10Mengapa tidak melakukan misalnya peningkatan frekuensi patroli,
08:16jumlah personil,
08:18cakupan wilayah,
08:19mengapa tidak menambah fasilitas CCTV,
08:23Edle,
08:23dan berbagai fasilitas keamanan yang bisa setidaknya membantu negara,
08:28membantu masyarakat,
08:29untuk segera mengetahui,
08:31dan mendorong proses penindakan pengusutan terhadap setiap kali ada aksi begal.
08:36Jadi, segera itu keberatan kami.
08:40Dan ada beberapa negara yang pernah mencoba menerapkan pemberian sayembara seperti ini,
08:45di beberapa kota, di Meksiko, di Filipina,
08:47tapi terbukti gagal.
08:49Bahkan yang terbukti di Filipina,
08:51berakibat dengan kriminalisasi kemiskinan.
08:53Banyak orang-orang yang menjadi korban aksi main hakim sendiri itu,
08:57karena kelas sosial ekonominya sangat rendah.
08:59Orang-orang miskin yang bisa dituduh begitu saja,
09:02tanpa bisa melakukan pembelaan.
09:04Nah, jadi halnya kalau petugas kepolisian,
09:07petugas kepolisian kan sudah dilatih, dididik gitu ya,
09:11untuk melakukan, katakanlah, penindakan terhadap pelaku kejahatan.
09:15Tentu saja, kita tidak bisa menyalahkan masyarakat
09:18kalau ada, katakanlah, peristiwa di mana pelakunya tertangkap tangan.
09:23Tapi itu pun prinsipnya harus segera diserahkan kepada penegak hukum gitu.
09:27Jangan ambil hukum di tangan sendiri, itu bisa berakibat fatal.
09:31Menteri Hak Asasi Manusia, Natalio Spigai,
09:35turut merespon muat cana sayembara penangkapan pelaku kejahatan tersebut.
09:38Dirinya menilai, jika pernyataan itu hanya sebatas candaan,
09:42maka tidak menjadi persoalan.
09:44Namun, apabila benar-benar diterapkan,
09:47ia mengingatkan adanya risiko ketika masyarakat sipil diberi imbalan
09:50untuk menangkap pelaku kejahatan.
09:52Menurutnya, tindakan penegakan hukum tetap harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan
09:58dan pelatihan agar tidak memicu kekerasan maupun aksi main hakim sendiri.
10:02Saya pikir gini, saya pikir Pak Dedy Mulyani cuma mungkin buyonan aja.
10:08Jangan salah lho.
10:09Bisa saja buyonan media anggap serius.
10:13Tapi ada uangnya Pak?
10:15Ya, namanya juga uangnya tidak kelihatan.
10:19Ngomong aja ada uang.
10:21Tapi kalau serius yang tidak boleh.
10:23Tapi kalau buyonan, enggak apa-apa.
10:25Buyonan aja, tapi serius tidak boleh.
10:27Itu Pak Cemen Triham bilang, saya berharap itu buyonan,
10:31tapi serius, diusahakan tidak boleh.
10:35Gini, Anda membayar untuk menangkap orang.
10:38Kalau menangkap, gini.
10:40Orang yang menangkap, terlatih enggak?
10:44Kalau sipil yang tidak terlatih, hukum dong ya.
10:48Dara-dara.
10:49Apa perbolehkan kita bayar ke orang untuk menghukum-hukum lain.
10:55Jadi, saya gini, intinya bahwa ini rumahnya dia.
10:59Tidak entis.
11:00Tapi, dugaan saya beliau buyonan.
11:03Tidak serius.
11:05Ya.
11:06Semoga.
11:07Semoga buyonan dan siasat.
11:09Kalau orang yang begal itu memang tidak boleh ya.
11:14Kita harus sepakat bahwa perbuatan begal adalah kriminal.
11:20Kemudian, perbuatan begal itu kriminal.
11:25Yang benar itu adalah kriminal ditangani oleh aparat diberi wewenang oleh undang-undang.
11:32Siapa yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk khususnya yang terkait dengan penanganan proses penegakan hukum?
11:42Maka aparat kepolisian.
11:44Di luar, selain lembaga atau instansi yang tidak diberi kewenangan.
11:49Itu tidak boleh.
11:51Apalagi yang sifatnya vigilantisme.
11:54Main hakim sendiri.
11:56Coba, Bapak Ibu bayangkan.
11:58Orang yang diduga mencuri ayam.
12:03Dibunuh sampai mati.
12:07Oleh karena itu, pemerintah, apakah provinsi, kabupaten, kota, jangan bermemberi uang, kesempatan dan peluang untuk rakyat melakukan main hakim sendiri.
12:21Kembali serahkan kepada aparat yang memiliki kewenangan dan otoritas untuk melakukan proses penegakan hukum.
12:29Kita kan semua ada ini, maaf ya, di kampung-kampung itu ada petugas pos kamling, ada petugas desa, ada babinsa.
12:46Kalau kita tahu bahwa yang bersangkutan itu adalah begal, laporkan aja polisi.
12:53Nanti polisi menangkap yang bersangkutan, baru diproses hukum.
12:57Ya, proses hukum.
12:59Karena apa?
13:01Itulah tugas kita.
13:03Kita di negara Indonesia itu negara hukum, bukan negara kekuasaan.
13:08Kalau negara kekuasaan, semua pemegang otoritas berhak melakukan apa saja yang diinginkan.
13:15Kalau negara hukum, itu kepemimpinan itu diatur oleh hukum.
13:21Jadi, sehingga tidak boleh.
13:24Ya, saya, saya sampaikan ini karena saya menteri.
13:29Mana ada menteri HAM membolehkan Anda untuk menampar orang lain.
13:34Sangat tidak mungkin.
13:36Menteri HAM itu memastikan adanya perlindungan yang pasti.
13:40Tapi, hak asasi manusia itu menghormati kalau ada proses hukum yang pasti.
13:47Ya, kan kalau ada undang-undang yang mengatur, ada proses pengadilan yang memutuskan.
13:54Maka, hak asasi manusia juga ikut menghormati.
13:57Tapi kalau main hakim sendiri, ya nggak bisa dong.
14:00Menanggapi pernyataan menteri HAM, Gubernur Jawa Barat Didi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas pengingat
14:06agar upaya pemberantasan kejahatan tetap menghormati hak asasi manusia.
14:10Ia menegaskan, perlindungan HAM tidak hanya berlaku bagi pelaku kejahatan,
14:14tetapi juga para korban yang kehilangan rasa aman, harta, hingga nyawa akibat tindak kriminal.
14:20Ia memastikan pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir melindungi kedua pihak.
14:25Assalamualaikum, Sampu Rasun, Wejeng Enjing, Wargi Jabar, dan seluruh warganet dimanapun berada.
14:32Ayo, sudah mulai aman ya.
14:35Ayo, warganya sudah pada berani ya.
14:38Ayo, aparatnya sudah sangat sigap saat ini.
14:42Saya menyampaikan terima kasih atas otokritik dari Pak Menteri HAM Bapak Natalius Pigey
14:52yang mengingatkan saya jangan sampai melanggar HAM pelaku kejahatan
15:01dengan main hakim sendiri.
15:05Saya sampaikan dulu saya dibantu banget ketika ada tuduhan pelanggaran HAM terhadap kegiatan barak militer.
15:16Sekarang Pak Menteri mengingatkan saya jangan sampai ada tindakan yang melanggar HAM.
15:22Saya ucapkan terima kasih.
15:24Tetapi ada dua hal yang perlu saya sampaikan.
15:27Yang pertama, orang yang menjadi korban kejahatan ada pelanggaran HAM pada dirinya.
15:35Dia kehilangan keamanannya, dia kehilangan perlindungan dari negaranya,
15:40dia kehilangan harta kekayaannya.
15:43Bahkan banyak yang kehilangan nyawanya.
15:47Dan yang paling miris adalah korban kejahatan ketika masuk ke rumah sakit,
15:52BPJS tidak bisa mengklaim, membayarkan biaya rumah sakitnya.
16:00Tetapi di Provinsi Jawa Barat, semua korban kejahatan dijamin oleh pemerintah Provinsi
16:07biaya rumah sakitnya berapapun.
16:11Ini yang menjadi catatan penting.
16:13Kenapa saya paham itu?
16:15Karena saya sering menangani korban kejahatan tidak dibiayai oleh rumah sakit.
16:21Sehingga saya punya kebijakan, semuanya dibiayai oleh rumah sakit.
16:24Dan rumah sakitnya dibiayai oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat.
16:28Itu.
16:29Yang kedua, pelaku kejahatan ketika mengalami problem.
16:35Akibat diamuk masa atau terluka melarikan diri.
16:41Ada tindakan yang dilakukan oleh aparat.
16:43Seringkali di rumah sakit, aparat tidak punya biaya yang cukup untuk membayarkan rumah sakitnya.
16:51Dan saya juga pernah lah ikut membantu membiayai pelaku kejahatan.
16:58Karena rumah sakitnya harus dibiayai dengan biaya yang besar.
17:02Untuk itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hatir untuk menyelesaikan dan melindungi kedua-duanya.
17:10Sayembara penangkapan pelaku kejahatan menjadi perdebatan antara upaya memberikan rasa aman bagi masyarakat
17:16dan pentingnya menjaga proses penegangan hukum.
17:18Di satu sisi, langkah ini dinilai mampu meningkatkan kewaspadaan warga terhadap aksi kriminalitas.
17:25Namun di sisi lain, ada kekhawatiran agar upaya pemberantasan kejahatan tetap berjalan sesuai aturan
17:31dan tidak memicu aksi main hakim sendiri.
17:34Kini, tantangannya adalah memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga
17:38tanpa mengabaikan prinsip hukum dan hak asasi manusia.