- 5 jam yang lalu
- #perrywarjiyo
- #gubernurbi
- #bankindonesia
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perry Warjiyo mundur dari Gubernur Bank Indonesia. Untuk sementara, posisi pimpinan Bank Sentral akan diisi oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.
Destry ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia hingga Gubernur BI definitif ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku, yakni diusulkan oleh Presiden Prabowo dan mendapat persetujuan DPR RI.
Penunjukan Destry sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia dilakukan secara otomatis sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
Destry memastikan operasional Bank Indonesia tetap berjalan normal selama masa transisi. Menurutnya, seluruh tugas Bank Sentral akan dijalankan seperti biasa, dengan mekanisme pengambilan keputusan yang telah berlaku.
Dan untuk membahasnya, kita sudah bergabung dengan Kamrussamad selaku Juru Bicara Partai Gerindra, dan Isnawati Hidayah, Peneliti Senior CELIOS.
Baca Juga Destry Singgung Stabilitas Nilai Tukar Rupiah usai Perry Mundur dari Gubernur BI: Tak Perlu Panik di https://www.kompas.tv/nasional/682560/destry-singgung-stabilitas-nilai-tukar-rupiah-usai-perry-mundur-dari-gubernur-bi-tak-perlu-panik
#perrywarjiyo #gubernurbi #bankindonesia
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682578/full-jubir-gerindra-celios-soal-alasan-di-balik-mundurnya-perry-warjiyo-dari-jabatan-gubernur-bi
Destry ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia hingga Gubernur BI definitif ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku, yakni diusulkan oleh Presiden Prabowo dan mendapat persetujuan DPR RI.
Penunjukan Destry sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia dilakukan secara otomatis sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
Destry memastikan operasional Bank Indonesia tetap berjalan normal selama masa transisi. Menurutnya, seluruh tugas Bank Sentral akan dijalankan seperti biasa, dengan mekanisme pengambilan keputusan yang telah berlaku.
Dan untuk membahasnya, kita sudah bergabung dengan Kamrussamad selaku Juru Bicara Partai Gerindra, dan Isnawati Hidayah, Peneliti Senior CELIOS.
Baca Juga Destry Singgung Stabilitas Nilai Tukar Rupiah usai Perry Mundur dari Gubernur BI: Tak Perlu Panik di https://www.kompas.tv/nasional/682560/destry-singgung-stabilitas-nilai-tukar-rupiah-usai-perry-mundur-dari-gubernur-bi-tak-perlu-panik
#perrywarjiyo #gubernurbi #bankindonesia
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682578/full-jubir-gerindra-celios-soal-alasan-di-balik-mundurnya-perry-warjiyo-dari-jabatan-gubernur-bi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Informasi dari Peri Warjo, Saudara Mundur dari Gubernur Bank Indonesia.
00:03Untuk sementara posisi pimpinan Bank Sentral akan diisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti.
00:11Destri ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia hingga Gubernur BI Definitif
00:17ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku, yakni diusulkan oleh Presiden Prabowo dan mendapat persetujuan DPR.
00:24Penunjukkan Destri sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia dilakukan secara otomatis
00:29sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
00:33Destri memastikan operasional Bank Indonesia tetap berjalan normal selama masa transisi.
00:39Menurutnya seluruh tugas Bank Sentral akan dijalankan seperti biasa
00:45dengan mekanisme pengambilan keputusan yang telah berlaku.
00:51Kami menggunakan pasal 80, di mana di situ berisi terkait dengan persyaratan sebagai anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.
01:01Jadi itu isinya persyaratan ABCD dan seterusnya.
01:04Kemudian pasal 42 adalah mekanisme berikutnya,
01:08di mana calon anggota Dewan Gubernur tersebut akan diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.
01:19Ini adalah posisi pejabat Gubernur sementara.
01:24Sampai nanti definitif mengikuti pasal 40 dan pasal 42 seperti tadi yang saya sampaikan.
01:31Kabar yang begitu mengejutkan datang dari lanskap monetar tanah air.
01:35Gubernur Bank Indonesia secara resmi menyatakan pengunduran dirinya.
01:39Keputusan ini tentunya menyedot perhatian publik dan para pelaku pasar
01:43mengingat peran Bank Indonesia sangat vital dalam menjaga stabilitas rupiah
01:47dan arah perekonomian nasional.
01:50Untuk membahasnya kita sudah bersama dengan Kamru Samad selaku jurubicara Partai Gerindra.
01:55Kang Samad, selamat malam.
02:01Ya, dan hadir juga ada Isnawati Hidayah, penelitian senior selius.
02:05Mbak Isnawati, selamat malam.
02:07Selamat malam, Mbak.
02:09Selamat malam, Mbak Audrey.
02:10Ya, Kang Samad saya mau ke Anda dulu.
02:12Kang Samad.
02:13Oke, ini 7 tahun memimpin Gubernur Bank Indonesia.
02:15Seharusnya masa jabatannya Pak Peri ini akan selesai 2028.
02:19Tapi hari ini kabar yang sangat mengujudkan.
02:22Pak Peri justru mundur dari Gubernur Bank Indonesia.
02:26Dari yang Anda dapatkan informasinya, kenapa alasan Pak Peri ini mundur
02:31dari jabatannya sebagai Gubernur BI, Kang Samad?
02:35Mbak Audrey, kita sudah mendengarkan yang disampaikan Ibu Destri bahwa itu alasan pribadi.
02:42Kepemimpinan Pak Peri Wargio selama 7 tahun di Bank Sentral, di Bank Indonesia
02:49telah memberikan banyak dukungan kebijakan moneter yang sangat signifikan
02:56baik dalam menjaga stabilitas sistem keuangan kita dalam fungsi KSSK
03:04maupun dalam mengupgrade dalam layanan sistem pembayaran kita
03:11lalu kemudian juga dalam mendorong peningkatan kualitas UMKM kita khususnya komoditi ekspor
03:23dalam rangka memperkuat neraca perdagangan kita
03:27dan juga yang tidak kalah penting telah melahirkan terobosan di sistem pembayaran
03:33seperti BI PAS, kemudian KRIS, di mana masyarakat Indonesia sudah bisa bertransaksi
03:41dengan rupiah di berbagai negara.
03:43Oke Kang, kalau banyak prestasi yang ditorehkan Pak Peri semasa menjabat sebagai Gubernur
03:50dan beliau juga adalah ekonomi senior menitikari mulai dari staff Gubernur Bank Indonesia
03:53tentu adalah perjalanan panjang.
03:55Tentu ketika tadi banyak pencapaian yang diraya seorang Peri Wargio
03:59kemudian tiba-tiba mengundurkan diri, katanya secara sukarela
04:01bukankah ini kemudian menjadi tanda tanya juga bagi Gubernur
04:04kenapa tiba-tiba bisa mengundurkan diri?
04:08Ya tentu beliau memiliki alasan pribadi tentang hal tersebut
04:13tapi kami menilai selama dukungan kerjasama yang diberikan otoritas moneter
04:19dengan otoritas fiskal dan juga dengan kita di DPR sangat baik
04:26dan kita optimis bahwa apa yang disampaikan oleh Ibu Destri itu
04:33kita percaya itu yang terbaik buat Pak Peri
04:36dan kepemimpinan kolektif kolegial di Bank Indonesia itu juga memang
04:41sudah sangat efektif selama ini, Mbak Audrey.
04:46Jadi pembinaan sumber daya manusia, SDM, sistem pendidikan di Bank Indonesia
04:52yang pendidikan yang berkelanjutan itu memang sudah memiliki world class
04:57sehingga kita tidak perlu meragukan kesiapan sumber daya manusia di Bank Indonesia, Mbak.
05:03Artinya tidak terguncang ya Bank Indonesia dengan mundurnya Pak Peri ya hari ini ya
05:07itu hal yang kemudian positif gitu.
05:12Mekanisme pengambilan kebijakan itu Mbak Audrey selalu kolektif kolegial
05:18dimulai dari komite-komite kemudian dibawa ke rapat Dewan Gubernur
05:23baru kemudian bayi yang sifatnya kebijakan LKM misalnya, KLM, kebijakan likiditas makrofundensial
05:31kebijakan operasi moneter, kebijakan sistem pembayaran
05:35maupun juga kebijakan yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi
05:39jadi itu semuanya dilakukan secara berjenjang kolektif kolegial
05:43sehingga mekanisme pengambilan kebijakan di otoritas moneter itu sudah sangat efektif selama ini.
05:52Kalau gitu Kang lanjut ke pertanyaan berikutnya
05:54siapa kira-kira yang akan menggantikan orang yang tepat menggantikan posisi Pak Peri?
06:01Nah sesuai dengan undang-undang P2SK Mbak Audrey
06:04pasal 50 ayat 1 itu dalam masa jabatan kekosongan gubernur
06:10Presiden mengangkat gubernur sesuai dengan ketentuan pasal 41
06:15untuk sisa masa jabatan yang digantikannya
06:18jadi Presiden memiliki kewenangan selaku kepala negara
06:23untuk mengusulkan figur yang tepat dalam melanjutkan sisa masa jabatan
06:29dari Periwagio yang ada
06:31Siapa Kang? Sama kan ini ada beberapa deputi gubernur?
06:33Kasipa orangnya itu menjadi hak
06:34itu menjadi hak
06:38prerogatif dari Presiden selaku kepala negara
06:40bisa saja dari internal
06:42Bank Indonesia karena
06:44memiliki sumber daya manusia
06:46tapi sebaiknya kita tunggu supaya
06:50lebih tepat
06:51Ada kriteria khususnya kah?
06:55Yang terpenting adalah
06:57kita ingin kesinambungan
06:58kebijakan ini terus berjalan
07:00Jadi kesinambungan kebijakan moneternya
07:03kita harapkan terus berjalan
07:04karena mandat yang diberikan terhadap Bank Indonesia oleh Undang-Undang P2SK
07:10salah satunya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi
07:13ini memerlukan bauran kebijakan
07:16transmisi kebijakannya harus betul-betul
07:19full koordinasi dan komitmen yang kuat
07:23Ada koordinasi dan juga komitmen
07:25tadi ada dua
07:26kemungkinannya bisa dari jajaran internal
07:28deputi gubernur BI
07:29maupun juga di luar eksternal
07:31kalau gitu saya berikutnya ke Mbak Isna
07:33kira-kira siapa orang yang tepat
07:35untuk menggantikan Pak Peri
07:37sebagai gubernur BI?
07:38karena perannya sangat krusial sekali ini
07:40Mbak Isna
07:42Terima kasih Mbak Audrey
07:43tentunya yang harus menggantikan
07:45berdasarkan medikrokrasi ya
07:47ini yang menjadi catatan penting bagi kami
07:49karena ini menimbulkan kekhawatiran tentunya
07:51dengan menimbulkan Bapak Peri ya
07:54yang terkesan cukup mengejutkan buat kami
07:57dan ini juga membuka atau menambah potensi
07:59tidak pas dan ekonomi di Indonesia
08:00kita khawatir akan mengganggu independensi BI
08:04terhadap siapa nanti penggantinya
08:06Jadi kenapa ada kekhawatiran itu Mbak Isna?
08:09Kami belajar dari pengalaman masa lalu ya Mbak ya
08:12ada penggantan Bapak Presiden Prabowo
08:14itu menjadi deputi dari gubernur BI
08:15jadi kami khawatir itu akan terulang kembali
08:18jadi sekarang saya mengajak masyarakat
08:20all eyes on Pak Prabowo
08:21dan tentunya kepada DPR RI
08:23yang akan mengusahkan atau menyetujui nanti
08:25siapa gubernur BI selanjutnya
08:27itu yang menjadi catatan penting bagi kami
08:29Meskipun tadi Mbak Kang Samad bilang kan ada dua nih
08:32ada bisa dari jajar internal maupun di luar
08:34menurut Anda yang sebaiknya seperti apa?
08:37harus yang independen harus memiliki operasi
08:39tentunya karena peran bahan BI ini sangat penting ya
08:41itu terkait kebijakan moneter
08:43menjaga kesabilan nilai rupiah
08:45menekan inflasi seperti itu
08:46jadi kita tidak bisa main-main dalam
08:48dalam karakteristik memilih gubernur BI ini
08:52kalau kita katakan ya Mbak ya
08:53gubernur BI ini kan bukan lembaga sembarangan ya
08:56jadi karena ini yang menjadi catatan adalah
08:59minim transparansi kenapa Bapak Peri ini
09:01tiba-tiba mengundurkan diri begitu
09:02mungkin karena alasan pribadi tetapi karena positif ya
09:05yang sangat penting
09:06itu menjadi penting untuk
09:07Republik itu tahu kenapa alasannya
09:09atau kenapa harus diganti di momentum saat ini yang sangat sensitif
09:13seperti itu
09:14karena takutnya
09:15membukarnya spekulasi dan itu malah
09:17menyebabkan terdapatkan ekonomi nanti
09:20sebagai domino efeknya
09:21seperti itu
09:22berarti Anda ya disini yang ingin disampaikan adalah
09:24pesannya adalah harus
09:26sangat hati-hati sekali
09:28harus cermat sekali
09:30pengganti Pak Peri ini sebagai gubernur Bank Indonesia
09:32artinya bukan karena tadi kedekatan
09:34atau karena ada faktor lain
09:35tapi betul-betul yang bisa menggantikan adalah
09:37orang-orang yang memang capable
09:41betul
09:42tepat sekali Mbak
09:43karena apa?
09:43karena kami pernah kecewa ya dulu
09:45ketika ponakannya Bapak Prabowo
09:47di atas menjadi diri dari Bank Indonesia
09:49seperti itu
09:50dan ini kami masih melatihkan kembali
09:52apabila ada intervensi yang lebih lanjut
09:54dimana peran BI sangat penting begitu
09:56dan momentum yang jadi ya
09:58dimana pengunduran diri ini sangat sensitif
10:00kenapa?
10:00karena saat ini BI itu
10:02telah menaikkan sumber bunga acuan ya
10:04sebanyak 3 kali sejak bulan Mei tahun 2026
10:06seperti itu
10:07dan saat ini
10:08nilai rupiah itu terus mengalami
10:10kelemahan
10:10sedikit klukatif begitu
10:12jadi kami sangat mengkhawatirkan
10:14siapa nanti yang akan menggantikan
10:15Bapak Peri ini
10:16harapannya harus merupakan
10:17dan juga transparan seperti itu
10:19adakah khawatiran Kang Samad ini
10:21dari Mbak Isna
10:23dan juga masyarakat
10:25pada umumnya begitu
10:26karena balik lagi kan memang ini
10:27Presiden punya kewudangan penuh ya
10:29untuk mengusukkan nama calon pengganti ke DPR
10:31tapi sejauh mana sebenarnya
10:32proses penyaringan figur ini
10:33yang sedang berjalan di lingkaran istana
10:35supaya tadi
10:36benar-benar capable orang yang
10:39dipilih oleh Pak Presiden
10:40begitu untuk menggantikan Pak Peri
10:41sebagai Gubernur BI
10:44Pak Audrey
10:45saya kira kita tidak perlu khawatir
10:47karena di dalam Undang-Undang P2SK
10:49di Pasal 40
10:52poin A itu jelas ditulis dengan
10:58tekstual tentang syarat
11:00untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia
11:04memiliki keahlian dan pengalaman
11:06di bidang ekonomi, keuangan, perbankan
11:09dan juga bukan pengurus
11:12dan atau anggota partai politik
11:14pada saat pencalonan
11:16dan juga yang tidak kalah penting
11:18adalah memiliki integritas
11:20ahlak dan moral yang tinggi
11:22karena itu komitmen yang kuat
11:24dari DPR
11:26untuk menjaga independensi Bank Indonesia
11:29itu terus kita junjung tinggi
11:32termasuk tentunya
11:33memberikan political afrup
11:35terhadap calon yang diajukan oleh
11:38Presiden nantinya
11:40dan sebagaimana mekanisme Pasal 41
11:43Mbak Audrey
11:44bahwa Gubernur BI diusulkan
11:46dan diangkat oleh Presiden
11:48dengan persetujuan DPR
11:49dalam proses persetujuan DPR
11:52tentu ini publik juga terlibat
11:54di dalamnya Mbak Audrey
11:55karena biasanya dilakukan
11:57pit and proper test
11:58untuk menilai
11:59dari aspek kelayakan dan kepatutan
12:02sehingga publik bisa menilai
12:04terhadap figur yang diajukan tersebut
12:08dan ini adalah mekanisme
12:10yang sudah diatur
12:11di dalam undang-undang
12:12sehingga kita optimis
12:14siapapun yang diajukan oleh
12:16Presiden selaku Kepala Negara
12:19adalah figur yang tepat
12:20untuk memimpin Bank Indonesia
12:22ke depan
12:23dan itu satu nama ya
12:25nanti akan diusulkan ya
12:26atau boleh lebih dari satu nama
12:28Mbak Audrey dalam Pasal 41
12:31ayat 2
12:32Presiden boleh mengusulkan
12:34kepada DPR
12:35paling banyak 3 orang
12:36jadi paling banyak 3 orang
12:38kepada DPR
12:40sebagai calon Gubernur Bank Indonesia
12:43mari kita memberi masukan
12:45dan mari kita terus mengawal
12:47setiap kebijakan yang berkaitan
12:49dengan pergantian ini
12:51tapi kita optimis
12:53bahwa figur yang disampaikan oleh
12:55Presiden adalah figur yang tepat
12:56untuk memimpin
12:57otoritas moneter Mbak Audrey
12:59Mbak Isna
13:00tadi kalau dapat dikatakan
13:02maksimal Presiden
13:03dapat mengajukan 3
13:04kita gak tahu nih
13:05nanti kan Presiden ini
13:06akan mengajukan 1, 2
13:07atau bahkan semaksimal mungkin ya
13:09nama yang akan dilakukan
13:12uji kepatutan dan juga kelayakan
13:14nah gimana caranya menjamin
13:16ketika ada beberapa nama
13:17atau mungkin hanya satu nama
13:18ini transparansinya tetap jalan
13:20meskipun tadi
13:21ada uji kepatutan dan kelayakan
13:23tapi kalau pun satu-satunya nama
13:24kan kemudian gimana caranya
13:25juga memastikan bahwa
13:26inilah memang figur yang
13:27memang tepat
13:29untuk menjadi gubernur Bank Indonesia
13:31bukan karena A, B, C
13:32tapi karena memang
13:33ini yang paling tepat
13:34dari yang serangka yang terbaik
13:38oke
13:38terima kasih Mbak Audrey
13:39tentunya seleksinya harus dilakukan
13:40dengan transparan ya Mbak
13:41dan background check-nya itu
13:43harus pilih juga
13:44siapa sekiranya calon
13:46yang diajukan oleh Bapak Presiden Kabul
13:47seperti itu
13:48untuk menggantikan gubernur B
13:49saat ini
13:49begitu
13:50ketika Bapak sangat mengatakan
13:52bahwa kita optimis
13:53karena perundang-undangan
13:53mengatur dengan sebagian baik
13:55nah namun
13:56rakyat itu
13:57menjadi khawatir
13:58karena pola yang berulang
13:59dan mengecewakan
14:00dimana kami memiliki persepsi
14:01bahwa
14:03independensi BI
14:04saat ini mulai terganggu
14:05begitu
14:05contohnya dengan
14:06dipilihnya
14:07menjadi deputi gubernur BI
14:08kemudian
14:09ada revisi
14:10dari P2SK
14:12kemudian ada
14:12RUU dari PFII
14:14seperti itu
14:14itu adalah
14:15kami melihat
14:16ada upaya-upaya
14:17untuk melemahkan
14:18atau membuat
14:19posisi BI itu
14:20tidak lagi
14:20menjadi independen
14:21begitu
14:22itu yang menjadi
14:22kawatiran kami
14:23jadi harapannya
14:24masyarakat juga ikut
14:25untuk mengawasi
14:26ikut untuk
14:27mengikuti ya
14:28proses pengulian
14:29dari Bank BI
14:30dan Bapak Presiden
14:31dan gajarannya
14:32harusnya lebih hati-hati
14:33karena
14:34Bank Indonesia
14:35ini prosesinya
14:36sangat penting
14:37ini berbeda dengan
14:38bagaimana investasi
14:39di Indonesia
14:39moneter kita
14:41bagaimana
14:41bahkan di tapak
14:42nanti masyarakat
14:43kita juga kan
14:44sangat bergantung
14:44dengan kebijakan
14:45dari bank moneter ini
14:47jadi harapannya
14:47lebih berhati-hati
14:48karena masyarakat
14:52artinya
14:52nama itu
14:53atau calon
14:54kandidat itu
14:55juga harus
14:56diterima oleh
14:56masyarakat
14:57Mbak Isna
14:59tentunya iya
15:00karena apa
15:01karena masyarakat Indonesia
15:02itu kan juga
15:02banyak ya
15:03backgroundnya
15:04seperti apa
15:04semuanya
15:05tidak
15:05semuanya itu
15:06akan tentang ini
15:07banyak juga
15:08yang memiliki
15:09kabilitas yang sangat
15:09baik
15:10seperti itu
15:10memiliki pengaturan
15:11Amerika juga ekonan
15:12seperti itu
15:13jadi
15:13hal-hal ini
15:14track recordnya
15:14seperti apa
15:15ketika satu nama
15:16calon sekiranya
15:16jadi
15:17kalau gitu
15:27siapa
15:28atau ciri-ciri
15:29orang yang
15:31kemudian potensial
15:31yang juga
15:32harusnya bisa diterima
15:34oleh
15:34setiap lapisan
15:35masyarakat kita
15:38Bang Samad
15:41Mbak Audrey
15:43jadi
15:44kita
15:45percaya
15:47bahwa
15:48putra putri
15:49terbaik
15:50Indonesia itu
15:51di bidang
15:52moneter
15:53sangat banyak
15:54dan
15:55memiliki
15:56jejak pengabdian
15:57yang panjang
15:58apalagi
16:00kalau memang
16:01backgroundnya
16:01dari
16:02karir
16:03Bank Indonesia
16:04karena
16:05sistem pendidikan
16:06dan penjenjangan
16:07promosi
16:09penugasan
16:11Bank Indonesia
16:12itu sudah
16:13sangat komprehensif
16:14apalagi
16:16Bank Indonesia
16:17kan memiliki
16:18kantor perwakilan
16:19di berbagai negara
16:20ada di New York
16:21di London
16:22di Shanghai
16:23di Singapura
16:24jadi kualifikasi
16:25SDM mereka
16:26memang disiapkan
16:27untuk memenuhi
16:29bukan hanya
16:30ekspetasi publik
16:31di domestik
16:32di dalam negeri
16:33tetapi juga
16:34di pasar global
16:35Mbak Audrey
16:35jadi kualifikasinya
16:38adalah kualifikasi
16:39yang memang
16:39bertarap
16:40internasional
16:41yang diterima
16:43oleh
16:43pasar global
16:45dan juga
16:46mampu
16:47menjalankan
16:49fungsi-fungsi
16:50koordinasi
16:51dengan
16:51KSSK
16:52Komite
16:53Stabilitas Sektor
16:54Keuangan
16:55lainnya
16:55dimana
16:56di dalamnya
16:57ada LPS
16:57ada
16:58Kementerian
16:59Menteri Keuangan
17:00kemudian
17:01ada
17:01OJK
17:02nah
17:03sebagai
17:04sebagai upaya
17:05untuk merumuskan
17:06bauran kebijakan
17:07supaya
17:08pertumbuhan ekonomi
17:09bisa berjalan
17:10karena ada
17:11transmisi
17:11kebijakan
17:12dari
17:12otoritas
17:14moneter
17:15yang harus
17:16diberikan
17:17bauran
17:18dengan
17:18otoritas lainnya
17:19supaya
17:20memberi manfaat
17:20bagi masyarakat
17:21jadi
17:22kenapa
17:23menjadi suara
17:24publik itu
17:24penting
17:25Mbak Audrey
17:25karena disinilah
17:27sebetulnya
17:28bagian
17:29daripada
17:29tiga filar
17:30tiga filar
17:32dorongan
17:33pertumbuhan ekonomi
17:34yaitu
17:34pilar pertama
17:35fiskal
17:36pilar kedua
17:36moneter
17:37dan pilar ketiga
17:38mikrofrudensial
17:39Mbak Audrey
17:39karena peran
17:40Gubernur Bank Indonesia
17:41sangat sentral
17:42maka tentu
17:43perlu
17:43kehatian
17:44dan juga dapat
17:44diterima oleh
17:45masyarakat
17:46termasuk juga
17:47masyarakat yang
17:48lebih luas lagi
17:49untuk pengganti
17:50Pak Perry Warjo
17:50sebagai Gubernur Bank Indonesia
17:52yang baru
17:52tentu kami nantikan
17:54siapa
17:54nama
17:55calon penggantinya ini
17:56terima kasih
17:57Kang Samad
17:58Mbak Isna
17:59selamat malam
17:59selamat malam
18:00selamat malam