Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyampaikan belasungkawa atas peristiwa ledakan di sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia, Medan, yang menewaskan tiga orang.

PGN menegaskan akan mendukung penuh proses penyelidikan yang saat ini masih dilakukan aparat kepolisian.

General Manager Regional 1 PT PGN, Andi Sangga, mengatakan perusahaan masih menunggu hasil investigasi menyeluruh sebelum menyimpulkan penyebab pasti insiden maupun menentukan bentuk pertanggungjawaban.

"Yang pasti kami dari PGN menyampaikan duka cita yang mendalam dan belasungkawa terhadap korban dan keluarga korban," kata Andi.

Menurut Andi, hingga saat ini PGN terus bekerja sama dengan penyidik dengan memberikan dukungan data operasional maupun informasi teknis yang dibutuhkan dalam proses investigasi.

"Sampai dengan saat ini kami terus mendukung upaya-upaya kepolisian untuk menindaklanjuti investigasi. Kami juga mendukung kebutuhan data operasional dan sebagainya supaya ini bisa menjadi jelas."

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
#ledakan #polonia #medan #dipoinvestigasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/682602/ledakan-maut-grand-polonia-pgn-tunggu-hasil-investigasi-polisi-dipo-investigasi
Transkrip
00:01Ya Allah, kebakaran di Bifagas di Nibo. Ya Allah, cepat datang bantuan.
00:33Ledakan dasyat yang diduga akibat kebocoran jaringan gas di perumahan mewah kota Medan Sumatera Utara pada 20 Juli lalu membuat
00:40publik terhenyat.
00:41Ironisnya tragedi ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
00:44Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa serupa terjadi di sejumlah daerah.
00:49Tak hanya merusak bangunan, insiden ini juga mengancam keselamatan warga.
00:58Tepat sehari sebelum ledakan dasyat di Medan Sumatera Utara, terjadi kebocoran pipa gas di kawasan Bungkal, Sambi Kerep, kota Surabaya.
01:06Bocoran ini memicu semburan api dari saluran air di depan rumah warga.
01:10Tepat sebelum api muncul, warga mengaku mendengar suara ledakan dan melihat kepulan asap dari dalam gorong-gorong.
01:17Insiden ini berhasil ditangani tim PGN dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, kota Surabaya.
01:50Bocoran pipa gas menimbulkan ledakan dan kebakaran.
01:53Di Desa Batu Ampar, Keupatan Indragiri Hilir, Riau.
01:57Insiden ini menyebabkan 10 orang terluka.
02:01Waran api berhasil dijinakan setelah hampir 14 jam.
02:04Kolda Riau menurunkan tim laboratorium forensik untuk melakukan analisis ilmiah di lokasi kejadian.
02:10Api di sekitar pipa yang terdampak telah sepenuhnya padam.
02:15Prioritas utama kami adalah memastikan pengamanan lokasi dan keselamatan masyarakat.
02:22Gas bocor di Mangga Besar.
02:25Pada Januari 2022, kebakaran api juga muncul dari bawah gorong-gorong di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.
02:33Api diduga berasal dari instalasi gas yang saat itu baru dipasang di lokasi.
02:38Tunggas bersama pihak PGN berhasil menutup aliran gas sebelum api meluas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
02:45Itu terjadi karena ada kebocoran gas atau pipa gas yang ada di gorong-gorong yang mana untuk mensuplai masyarakat itu.
02:58Itu api luar biasa tadi memang sampai kami mengerahkan dengan 10 juta kematan bakaran.
03:06Rangkaian insiden yang diduga berkaitan dengan kebocoran jaringan gas jadi pengingat bahwa di balik upaya memperluas pemanfaatan gas bumi
03:13adanya tantangan mitigasi keamanan dan keselamatan warga.
03:17Direktur utama PGN periode 2023 hingga 2025, Arief Setiawan Handoko, mengungkapkan hingga tahun 2025,
03:26PGN telah mengelola jaringan pipa sepanjang 33.000 km,
03:30di mana 19.698 km di antaranya merupakan pipa jaringan gas atau jargas.
03:37Jaringan ini melayani lebih dari 830.000 pelanggan di seluruh Indonesia.
03:42Dan pengelolaan pipa dengan panjang lebih dari 33.000 km.
03:48Mumi yang sudah terbangun dan beroperasi dengan wilayah operasi dan cakupan infrastruktur yang tersebar di 17 provinsi
03:56dan 74 kota atau kabupaten untuk melayani lebih dari 830.000 pelanggan di seluruh Indonesia.
04:04Sementara itu pada periode 2025 hingga 2026,
04:08pemerintah menargetkan penambahan 115.264 sambungan rumah atau pelanggan baru
04:15yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Indonesia.
04:18Dengan penambahan tersebut, jumlah pelanggan jaringan gas nasional diproyeksikan menembus angka 1 juta pelanggan.
04:26Sejalan dengan itu, perluasan jaringan gas juga didukung oleh Danantara
04:30sebagai upaya mempercepat realisasi ketahanan energi
04:33dengan mengurangi impor dan subsidi LPG.
04:37Penggunaan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sejati yang membawa sejumlah manfaat bagi masyarakat.
04:42Antara lain, biaya yang lebih terjangkau dibandingkan gas LPG.
04:46Kemudahan dalam penggunaan hingga sistem keamanan yang dimilai lebih baik dibandingkan tabung gas LPG.
04:53Meski demikian, rangkaian insiden kebocoran jaringan gas jadi pengingat bahwa keselamatan menjadi prioritas utama.
04:59Pengawasan berkala serta mitigasi risiko dalam implementasi jaringan gas untuk rumah tangga
05:04jadi kunci agar pemanfaatan energi gas bumi bagi masyarakat tetap berjalan aman dan berkelanjutan.
05:15Tapi dari PGN sendiri, apakah ada mungkin monitoring terpusat ketika ada rumah yang pilih?
05:22pipanya, bocor ini bisa terdeteksi dari jauh mungkin Pak?
05:26Iya, baik ini kami ajak ke sini, ini adalah sistem pematauan jarak berjauh PGN
05:32yang kita lakukan secara real time.
05:35Di sini adalah, secara real time, di sini ini adalah command center untuk regional 1
05:40yang meliputi beberapa wilayah yaitu Medan, Batam, Pekanbaru, Palembang, Lampung, dan Dumai.
05:47Ini adalah area operasi PGN di regional 1.
05:50Nah, ini di sini terlihat kan banyak notifikasi gitu ya.
05:55Nah, ini memperlihatkan kalau memang terjadi anomali dalam penyaluran akan keluar di sini early warning sistemnya.
06:03Termasuk soal kebocoran Pak?
06:04Termasuk soal kebocoran itu.
06:06Jadi, itu kalau yang kuning-kuning itu pipa, nah ini pipa-pipa PGN.
06:12Ini kita ambil yang di Medan ya, kita ambil yang di Medan.
06:16Nah, ini kalau kita klik gitu ya, coba tolong satu di klik.
06:21Ini kita bisa mendapatkan properti berapa panjang pipa, spesifikasinya apa.
06:27Nah, itu posisi jaringan di Grand Polonia, termasuk titik-titik pelanggan ya.
06:36Lihat, ini materialnya adalah PE, itu untuk kepelanggan diameter 20 mm, pemilik PGN panjang 20 meter, jenis pipa distribusi tahun
06:49konstruksi 2003.
06:502003.
06:51Ya, benar.
06:52Itu status beroperasi, ini jalannya di komplek Grand Polonia, blok Y.
06:59Oke, artinya sudah hampir menuju 30 tahun Pak, pemasangan dari jaringan gas yang ada di Grand Polonia.
07:06Apakah di rentang waktu yang sudah selama ini mungkin ada pergantian pipa secara berkala, atau sebenarnya mekanisme maintenance-nya?
07:13Itu seperti apa?
07:15Untuk pipa PE sendiri, sesuai standarisasi dari pabrik, itu lifetime-nya adalah minimal 30 tahun.
07:2330 tahun?
07:24Jadi memang ada pabrik itu, PE itu ada yang mengeluarkan ini 30 tahun, 40 tahun, atau bahkan lebih.
07:31Tapi untuk case ini, ini adalah 30 tahun.
07:34Memang kalau dia sudah mencapai lifetime-nya, gitu ya, kita akan melakukan penggantian.
07:39Oh, gitu. Kita secara berkala, kita melakukan spot check, karena PE sendiri itu memang hampir free maintenance, gitu.
07:48Oh, oke.
07:48Kecuali, gitu ya, kecuali ada kerusakan yang diakibatkan dari pihak luar, tapi kita tetap melakukan patroli secara reguler, paling enggak
07:59antara satu sampai tiga bulan sekali, untuk memastikan tidak ada kebocoran pada jaringan konstruksi.
08:06Dan terkonfirmasi seluruh komplek ya, seluruh rumah yang ada di perumahan Grand Polonia ini menggunakan jaringan gas pipa milik PGN.
08:15Betul, betul. Ada 93 pelanggan, gitu ya, di perumahan Grand Polonia, ini yang menjadi pelanggan PGN.
08:22Tapi memang bisa digunakan untuk kompor, jenset juga, Pak?
08:26Pada prinsipnya, gitu ya, kita pemanfaatkan, pemanfaatan gas itu bisa macam-macam.
08:32Tadi kan kompor, water heater paling tidak seperti itu. Water heater masih bisa juga?
08:36Water heater, water heater bisa.
08:37Jenset memang beberapa jenset untuk gas engine itu bisa menggunakan gas.
08:42Karena yang di TKP ledakan ini juga mengarah ke jenset, ya?
08:46Ada penggunaan jenset.
08:47Bahwa betul untuk di Grand Polonia sendiri ini menjadi kali pertama adanya ledakan, Pak, yang diduga kuat karena kebocoran gas
08:55yang ada di bawah tanah.
08:57Tetapi kita masih ingat betul bahwa di tahun 2024, ada beberapa bangunan yang kemudian meledak juga karena dugaan kuat kebocoran
09:04gas.
09:05Tetapi memang karena ada oknum yang mencuri, mencuri pipa dari jaringan gas itu sendiri.
09:11Apa langkah PGN ke depan untuk memastikan bahwa jaringan gas yang masuk ke dalam PSN ini tetap dapat berjalan, tetapi
09:18keamanannya juga?
09:19Ini dipastikan untuk masyarakat?
09:21Iya. Memang kita, gitu ya, kita biasa itu secara reguler melakukan patroli lutin, gitu ya.
09:30Dan yang kejadian paling itu benar, gitu ya, itu akibat vandalisme, gitu ya.
09:36Memang kita tidak bisa mengontrol terkait hal tersebut, tapi upaya-upaya penjagaan kita, gitu ya, lesson learned dari hal itu.
09:44Kita punya PKS dengan kepolisian dan teknik poli untuk melakukan penjagaan pengamanan lingkungan, gitu.
09:52Dan juga kita melakukan end cap, gitu ya, untuk pelanggan-pelanggan yang memang sudah tidak berlangganan.
09:58Jadi memastikan kejadian itu tidak berlulang.
10:01Mungkin ini akan menjadi pertanyaan terakhir, Pak Andi.
10:04Mohon maaf harus saya tanyakan, karena ini menjadi perhatian publik, ledakan yang terjadi di salah satu rumah mewah di perumahan
10:11Grand Polonia.
10:12Ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, Pak.
10:15Dan memang sudah terkonfirmasi ada dugaan kebocoran, termasuk pipa ini adalah milik PGN.
10:20Pertanyaan saya, apakah ketika proses hukum nanti berjalan dan melahirkan suatu kesimpulan, PGN sebagai pihak instalator siap untuk bertanggung jawab,
10:30Pak?
10:30Jadi tadi yang pasti kami dari PGN menyampaikan duka cita yang mendalam dan bela sungkawa ya, terhadap korban dan keluarga
10:42korban terkait hal-hal ini, gitu ya.
10:45Tentunya kami sampai dengan saat ini terus mendukung upaya-upaya kepolisian untuk menindaklanjutilah terkait hal ini, investigasi lanjut.
10:57Kami juga mendukung kebutuhan data, operasional dan sebagainya, supaya ini bisa menjadi jelas juga.
11:09Benarkah pipa itu tahan? Jadi PGN ini harus melakukan evaluasi total di sana, berhadap kebenaran instalasi mereka yang dulu pasang
11:20dengan yang ada sekarang.
Komentar

Dianjurkan