Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan partainya akan mendukung Presiden Prabowo dalam sukseskan arah baru ekonomi Indonesia.

Hal itu disampaikan Cak Imin dalam sambutannya di acara Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).

"PKB akan terus bersama Pak Prabowo mensukseskan arah baru ekonomi," ujar Cak Imin.

Baca Juga Prabowo ke Bahlil: MBG Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lu di https://www.kompas.tv/nasional/682453/prabowo-ke-bahlil-mbg-singkatan-mas-bahlil-ganteng-bisa-aja-lu

#prabowo #pkb #cakimin

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682454/di-harlah-cak-imin-tegaskan-pkb-setia-bersama-prabowo-sukseskan-arah-baru-ekonomi
Transkrip
00:00Baru ekonomi di tengah berbagai tantangan yang tidak mudah baik geoekonomi maupun geopolitik.
00:08Para kiai, para ulama kami sering mendengar Bapak Presiden menyampaikan
00:14sebelum tidur inget pasal 33 Undang-Undang Dasar 45.
00:20Bangun tidur inget pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
00:30Ini sama dengan harapan dan komitmen PKB bahwa tujuan utama kita bernegara tidak lain adalah
00:40mengembalikan hak-hak ekonomi rakyat untuk bisa terwujud kesejahteraan secepat-cepatnya.
00:51PKB berkomitmen.
00:53Apa yang disampaikan oleh para kiai dalam ijtima ulama tadi amat sangat tegas bahwa
01:01apa yang dipimpin oleh Bapak Presiden untuk mewujudkan kemandirian bangsa
01:08melalui arah baru ekonomi ini adalah impian lama di mana tidak kurang dari 25 tahun terakhir
01:18kita telah menyerahkan diri dengan berbagai perkembangan global
01:27sehingga bahkan kita secara tidak sadar telah abai menata dan mengelola kekuatan kita sendiri.
01:38Ketergantungan kita di pasar global bahkan sampai pada level di mana kita lupa bahwa
01:46kekayaan alam yang begitu kaya raya belum sepenuhnya terjaga dengan baik oleh tangan-tangan kita sendiri.
01:57Kita menyaksikan Bapak Presiden dengan sungguh-sungguh dimulai
02:03untuk menjaga kekayaan alam yang begitu luar biasa
02:09dan digunakan sekuat-kuatnya untuk kepentingan rakyat.
02:15PKB mendukung satu pintu ekspor seluruh sumber daya alam
02:23yang kita yakini menjadi salah satu cara utama dari dimulainya
02:32menegakkan kedaulatan ekonomi di bumi Nusantara tercinta.
02:40Kita yakin sepenuhnya orientasi dan arah baru ekonomi yang dimulai dari penyelamatan sumber daya alam ini
02:49bukan sekedar retorika maupun impian di siang bolong.
02:57Kita sudah lama merindukan ini dan kita menyaksikan kebijakan Bapak Presiden sudah nyata di depan mata
03:06dengan berbagai upaya-upaya konkret yang kita saksikan.
03:11Oleh karena itu, kita mendukung langkah konkret ini dengan sungguh-sungguh
03:17dan PKB mengajak partai-partai untuk meluntaskan upaya ini.
03:23Dengan yang pertama, ini akan sukses apabila kita melakukan setidaknya perubahan regulasi yang menyeluruh.
03:33Pak Presiden, PKB mencatat paling tidak ada 108 Undang-Undang yang harus kita perbaiki
03:41agar kedaulatan ekonomi kita benar-benar bisa kita jalankan.
03:49Undang-Undang dan berbagai regulasinya adalah langkah berikutnya
03:54dari komitmen Bapak Presiden dan komitmen PKB
03:59untuk terus mewujudkan negeri ini kaya dan harus dinikmati oleh rakyatnya sendiri.
04:08Amin.
04:10Kesungguhan inilah yang membawa kita semua hari ini pada satu kesimpulan.
04:17Arah baru ekonomi ini tidak boleh berhenti.
04:22PKB akan terus bersama Pak Prabowo mensukseskan arah baru ekonomi ini.
04:30Ini cita-cita yang nampaknya sudah mulai kelihatan arah kebijakan yang ditempuh.
04:38Inilah jalan baru yang sudah dirintis oleh berbagai komitmen Bapak Presiden dalam berbagai forum.
04:47Salah satunya adalah yang paling penting, pergeseran paradigma ekonomi
04:54untuk mewujudkan ekonomi Indonesia benar-benar termanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
05:0525 tahun terakhir, kita bekerja keras bersama partai-partai legislatif dan eksekutif
05:12untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
05:16Berbagai regulasi juga kita buat semua untuk kita bersama-sama mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
05:23Namun kita kadang lupa bahwa pertumbuhan ekonomi itu juga tidak seiring dengan pemerataan dan keadilan.
05:33PKB menyaksikan, Pak Prabowo, Presiden Republik Indonesia, sungguh-sungguh mensejajarkan
05:40antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta keadilan.
05:47Inilah yang menjadi komitmen kesungguhan kita
05:51untuk kita tindak lanjuti dengan menyempurnakan semua langkah-langkah
05:56sebagai bagian dari penyempurnaan arah kemandianan ekonomi kita.
06:02Komitmen ini, Bapak Presiden, muncul dari hati kami yang paling dalam.
06:07Dari para kiai, para ulama yang sudah amat sangat lama merindukan
06:13agar ekonomi betul-betul bisa dirasakan langsung oleh rakyat di desa-desa
06:19dan di seluruh pelosok Nusantara.
06:23Pak Presiden bahkan telah merubah arah baru anggaran APBN kita.
06:30Politik anggaran dirubah.
06:34Hari ini kita telah menyaksikan salah satunya yang paling konkret.
06:38Banyak jembatan-jembatan yang dibutuhkan di berbagai pelosok negeri
06:45tetapi tidak pernah tersentuh oleh anggaran kita.
06:49Dalam tahun ini, insya Allah, 5.000 jembatan yang akan dibangun
06:54untuk memberi jalan keluar bagi masalah yang paling konkret di depan mata kita.
07:01Itu contoh politik anggaran yang benar-benar bisa langsung dinikmati.
07:08Bapak Presiden, PKB siap menjadi bagian utama
07:12untuk terwujudnya politik anggaran yang benar-benar bisa dinikmati langsung
07:18oleh seluruh rakyat Indonesia.
07:21Kami mengajak seluruh kekuatan untuk tidak lagi dibuai oleh kekuatan pasar
07:30yang kadang kita lupa bahwa tujuan utamanya adalah
07:34segera menghadirkan kesejahteraan dalam waktu yang secepat-cepatnya.
07:41Terima kasih. Semoga 28 tahun membawa PKB semakin bermanfaat,
07:47membawa PKB semakin berkah,
07:50membawa PKB bagi seluruh kemajuan bangsa.
07:55Terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden.
07:58Terima kasih atas kehadiran semua tamu-tamu terhormat.
08:01Jazakumullah Ahsan al-Jazak.
08:04Semoga Allah memberikan pahala yang sebesar-besarnya.
08:09Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan