Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Timnas Indonesia akan mengawali perjalanan di Piala AFF 2026 menghadapi Kamboja. Pelatih John Herdman meminta skuad garuda menjaga disiplin dan tidak meremehkan lawan.

Bagaimana strategi John Herdman memenangkan laga ini dan mampukah Herdman memutus kutukan 30 tahun tim garuda belum pernah juara Piala AFF. Kita bahas bersama analis sepak bola Gita Suwondo di Sapa Malam pada Minggu (26/7/2026).

Video Editor: Aqshal

Produser: Theo Reza



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682436/full-analis-bung-gita-misi-john-herdman-akhiri-kutukan-timnas-tak-pernah-juara-piala-aff
Transkrip
00:04KAMBOJA
00:05Sebenarnya Timnas Indonesia akan mengawali perjalanan di Piala AFF 2026 menghadapi Kamboja.
00:09Pelatih John Hartman meminta squad Garuda menjaga disiplin dan tidak meremehkan lawan.
00:14Pelatih Timnas John Hartman menilai Kamboja sebagai lawan yang tangguh.
00:18Kamboja merupakan tim yang disiplin dan terorganisasi.
00:20Selain itu, Kamboja juga telah menjalani laga perdana kemarin, sehingga lebih siap dan telah menemukan ritme yang baik.
00:26Hartman meminta para pemain Timnas mempertahankan pola permainan yang telah dibangun selama pemusatan latihan di Bali.
00:32Timnas lebih fokus pada taktik dan koneksi serta kemistri antar pemain.
00:41Laga pertama di Piala AFF 2026, Timnas akan hadapi Kamboja.
00:44Bagaimana strategi John Hartman memenangkan laga ini dan mampu Hartman memutus kutukan 30 tahun tim Garuda belum pernah juara Piala
00:51AFF?
00:51Kita bahas bersama analis sepak bola Gita Suwondo. Selamat malam, Mung Gita.
00:55Selamat malam, Rani.
00:57Di laga pertama kemarin kan Kamboja kalah ya lawan Singapura.
01:00Nah, kira-kira gambaran laga melawan Timnas nanti. Apakah laga nanti akan mudah diatasi oleh Timnas kira-kira, Mung Gita?
01:07Kalau melihat perjuangan Singapura harusnya tidak mudah ya. Kenapa?
01:11Karena pertemuan kita terakhir tahun 2022 pun melawan Kamboja.
01:15Di kandang kita sendiri di GBK saat itu kita hanya menang 2-1.
01:18Gol Engi dan Witan saat itu dibalas dengan gol Kamboja yang sempat menyamakan perundukan jadi 1-1.
01:24Tapi itu gambaran bahwa Kamboja memang maju di ASEAN.
01:27Ya, ya, ya.
01:27Sekarang sejak dilatih oleh Keisuke Honda, sekarang juga dilatih oleh pelatih Jepang.
01:31Ada 3 pelatih Jepang.
01:33Kemudian ada 1 pelatih Felix Dalmas yang juga membawa perubahan pada sepak bola Portugal.
01:37Dan mereka punya 10 naturalisasi sekarang.
01:40Dari Uzbekistan, dari Pantai Ganding, dari Jepang, dari Brazil.
01:43Bahkan privat tembarga yang sudah matang asam garam sepak bola Indonesia pun sekarang memperkuat tim nasional Kamboja.
01:51Hanya saja memang usia yang tidak ideal lagi bagi privat tembarga.
01:54Itu saya pikir.
01:55Kemudian, kalau kita bicara naturalisasi, sebenarnya naturalisasi kita jauh di atas naturalisasi Kamboja ya.
02:02Artinya, tanpa J.I. Zes, tanpa Perdong, tanpa Kevin Dix, tanpa Dean James,
02:09kemudian tanpa jawab LWSI, dan tanpa 2 keeper menjaga gawang internasional kita, tetap kita di atas mereka.
02:15Tapi melihat bagaimana perjuangan Kamboja di kandang sendiri hari Jumat lalu,
02:18yang sangat merepotkan Singapura, Singapura baru bisa mencetak gol di menit-menit akhir, itu yang kita harus waspada.
02:24Wajib kita menang, terlepas tidak menang telak seperti dulu-dulu, menang 2-1 atau 1-0 pun,
02:30kita sudah mendapatkan 3 poin, dan itu pantas.
02:32Hanya, kan, tapi persoalannya adalah ini pertandingan pertama kita, lalu repot bagaimana pun, dan ini adalah pertandingan kedua Kamboja.
02:40Ya, di saat tim Kamboja sudah merasakan atmosfer pertandingan PLFF kita, ini pertama kali ini,
02:45dan itu juga jadi alasan Herman untuk tidak menganggap remeh ya, karena Kamboja sudah berubah, seperti yang Anda katakan tadi.
02:50Tapi Marcelino, kabarnya Marcelino Ferdinand ini tidak bisa main, Bung Gita.
02:54Kira-kira seberapa besar pengaruhnya untuk timnas?
02:57Sebenarnya sudah lama ya, kita tidak punya Marcelino di timnas kita, artinya dia kan terakhir main yang benar-benar luar
03:04biasa itu di November 2024,
03:06pada saat kita mengalahkan Arab Saudi.
03:08Tapi kemudian Favre Fedra, kemudian tempat juga penurunan penampilan, sehingga kita tidak ada Marcelino Ferdinand.
03:14Mungkin tidak akan terlalu berpengaruh banyak, karena kalau kita lihat sejak John Hartman mimpin,
03:20juga Marcelino kan tidak banyak dimainkan juga, artinya waktu itu kan lebih ada Beckham Putra yang bermain,
03:27kemudian ada beberapa pemain baru juga yang dicoba, dan kalau kita lihat, justru yang saya ingin lihat bukan Marcelino Ferdinand
03:33di sini,
03:33tapi bagaimana dua naturalistisasi kita yang baru itu bisa berbuat banyak, terutama di lini depan pengganti oleh,
03:40yang dianggap sebagai pengganti oleh Remeni itu, yang harusnya bisa berbuat sesuatu untuk lini depan kita,
03:46yang selalu kita cari kan, posisi nomor 19, itu kan selalu kita cari,
03:50dan sekarang kita punya Michel Becker dengan tinggi 196 cm, main di Amerika, di USL, Liga 2,
03:56tapi nantinya akan ke Colorado Rapids bulan November ini, saya pikir pengalaman-pengalaman dia yang pasti akan sangat menguntungkan kita,
04:04harusnya.
04:04Harusnya begitu, di depan kan ada Ragnar, Michel Becker, Jens Treven, di belakang juga ada Rizky Rido, Jordi Ahmad,
04:10dan Donitri yang kembali dipanggil, tapi sayang Justin Humner nggak bisa gabung.
04:13Nah, ada nama baru, Brian Fatari, Tim Havens, dan Rizky Eka Pratama.
04:19Kira-kira bagaimana Anda melihat kondisi keseluruhan tim saat ini dengan nama-nama tadi?
04:23Tim Havens terutama ya, dengan tidak adanya Elkan Bagot, kemudian tidak adanya Kevin Dix,
04:31saya pikir pemain yang cukup tinggi, ini pukuran back kiri, bisa bermain di center back kiri juga,
04:37bisa bermain di winger, saya pikir ini opsi juga.
04:40Artinya kalau ada Donitri tidak berfungsi, dia bisa menggantikan Donitri,
04:45atau dia bermain sebagai penggantinya Justin Hooper, yang tidak bisa bergabung kan terakhir,
04:50tidak dilepas oleh klubnya.
04:51Jadi saya pikir tim juga, dan kemudian dia sudah pernah memperkuat tim under 20 kita di bawah coach Indra Safri
04:58ya,
04:58walaupun hanya uji coba ke Eropa saat itu, tapi layak dicobalah.
05:01Yang menarik mungkin adalah Brian Fattari, ini pertama kalinya dia akan mendapatkan caps ke internasional Indonesia.
05:11Dan saya pikir pemain dengan 187 cm ini luar biasa bersama Dewa United,
05:16artinya kita punya center back-center back yang berbadan tinggi, yang sanggup untuk duel dua saudara.
05:21Ini yang saya pikir akan membuat lini belakang kita akan lebih solid ya.
05:25Pilihannya akan sangat banyak kalau kita tidak memiliki pemain-pemain yang bermain di Eropa saat ini.
05:30Ya, ada alternatif tower-tower lain selain Jai Cess ya, begitu kira-kira.
05:34Nah, tapi dalam beberapa kesempatan, Bung Gita, Herman kan menyinggung juga soal koneksi dan kemistri.
05:39Sebenarnya apa yang dikhawatirkan soal kemistri dan koneksi ini?
05:42Bukankah mereka ini juga sudah terbiasa dengan tim yang sudah berkumpul beberapa hari di pemusatan latihan di tim di Bali?
05:50Ya, saya sih pikir bahwa ini pertandingan pertama pasti akan hati-hati dari ucapan maupun dari kemungkinan jalannya pertandingan.
05:56Dan kalau kita lihat empat pertandingan uji coba yang sudah dilakukan oleh George Herman,
06:00kan kita selalu apa ya, goal position kita selalu unggul, bahkan melawan Bulgaria pun unggul,
06:04tapi kita pernah kalah dari Bulgaria.
06:06Artinya pada saat lawan itu levelnya mendekati kita, kita sering kesulitan mencetak gol.
06:11Ini yang pasti membuat kemistri kerjasama tim yang selalu digarisbawahi oleh George Herman.
06:18Artinya kemistri itu untuk membuat satu peluang jadi satu goal, itu yang paling penting buat kita.
06:25Karena apapun ini IFF, semudah apapun kalau Kamboja, Kamboja juga tidak mudah,
06:32yang artinya kita harus memanfaatkan semua peluang yang kita ada.
06:35Bahkan kalau kita bicara saingan kita Singapura dan Vietnam,
06:39bukan tidak mungkin ini grup bisa menjadi apatahuan antara tiga negara ini
06:43untuk adu siapa yang lebih banyak setan gol.
06:45Nah itu yang dikhawatirkan kalau kita menangnya dengan akat tipis,
06:49kan kemarin kita lihat Vietnam juga menang lawan Timor Nesir dengan 7-0.
06:53Ini artinya kita harus menyamai jumlah goal itu, itu kemistri.
06:56Kemistri untuk mencetak setiap goal dalam setiap tempatan.
06:59Oke, untuk produktivitas dan mengejar selisih goal tadi ya.
07:03Terakhir singkat saja, jadi Herman bisa patahkan kutukan 30 tahun Garuda tidak pernah juara IFF ya, Bu Gita?
07:10Harusnya bisa, dengan naturalisasi kita.
07:12Dan naturalisasi kita harus diakui di atasnya Vietnam dan juga di atasnya Thailand sekarang.
07:17Mudah-mudahan.
07:18Mudah-mudahan, kita tunggu alaga besok.
07:20Terima kasih analis sepak bola Gita Suwondo telah bergabung di Sapa Indonesia Malam.
07:23Sampai jumpa lagi saat malam, Bu Gita.
07:27Dan perbincangan tadi menjadi penutup di Sapa Indonesia Malam hari ini.
07:30Terima kasih telah menyaksikan terus informasi Anda di Kompas TV dengan 3 botol air mineral,
07:36700 ml yang setara dengan 2 ritel air untuk 1 hari penuh sekejukan.
07:41Saya Radisaputro.
07:42Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan