00:00Itu kekayaan kita, semua itu kekayaan kita, bumi, air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya milik bangsa Indonesia.
00:19Kewajiban, kewajiban siapapun yang mimpin, kewajiban saya yang saudara pilih, kewajiban saya adalah untuk bekerja sekuat tenaga agar kekayaan tersebut
00:35bisa kita kendalikan kembali, bisa kita kuasai kembali, bisa kita manfaatkan untuk rakyat kita.
00:47Saudara-saudara, semua pakar mengatakan kalau bicara ekonomi Indonesia, mereka mengatakan bahwa Indonesia ekonominya tidak efisien.
01:07Apa arti tidak efisien?
01:10Artinya banyak kekayaan bocor.
01:15Mereka yang kasih nilai itu, mereka kasih, mereka hitung bahwa angka kita, ekonomi kita,
01:25Ikor, ikor kita 6,5, ikor artinya bahasa, bahasa sononya adalah incremental capital output ratio.
01:42Artinya, kalau kita mau nambah kaya 1 dolar atau 1 rupiah, untuk dapat 1 rupiah kita harus keluarkan 6,5
01:55rupiah.
01:55Kalau negara lain, mereka bisa dapat 1 dolar, mereka hanya keluarkan 4 dolar.
02:11Selisih, 2 dolar sama berapa negara tetangga kita, 2 per 6, sepertiga.
02:20Ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor.
02:29Anggaran negara adalah 270 miliar dolar, 3.700 triliun kurang lebih.
02:44Jadi, kalau 30 persen bocor, artinya ya lebih 1.000 triliun bocor.
02:54Ini sedang saya hentikan.
03:02Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak.
03:10Ya kita harus introspeksi.
03:13Kita sudah tahu,
03:15Ibu-ibu, bapak-bapak, walaupun di daerah,
03:19Bapak-bapak, ibu-ibu, semua sudah tahu apa yang terjadi.
03:22Iya kan?
03:24Benar kan?
03:27Setiap pembelian
03:29dari
03:31lembaga pemerintah
03:33selama ini,
03:34pasti harganya
03:38digelembungkan.
03:39Benar?
03:41Benar?
03:45Ibu-ibu tahu.
03:50Apa saja
03:51kadang-kadang digelembungkannya
03:54gila-gilaan.
03:57Ini sedang kita hentikan.
04:02ini yang kita hemat
04:05dari beberapa bulan pertama pemerintah yang saya pimpin,
04:09kita bisa menghemat lebih dari 300 triliun.
04:15ini yang kita gunakan untuk makan bergizi.
04:22Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut.
04:305.000 jembatan kita bangun sampai Desember 2026.
04:345.000 jembatan.
04:35kalau perlu tahun depan kita bangun lebih.
04:40Rakyat di desa tidak bisa nunggu, mereka tidak mau nunggu lagi.
04:47banyak yang menyampaikan ke saya, terima kasih.
04:50Tadinya jalan kaki satu jam.
04:56nyebrang mempertaruhkan nyawa, nyebrang pakai tali, nyebrang pakai kotak-kotak kita atasi.
05:11Sekolah-sekolah roboh, roboh.
05:19Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah.
05:32Tahun 27, saya instruksikan harus lebih.
05:38100.000 sekolah.
05:43Yang sekian belas tahun tidak disentuh.
05:47Sudah-sudah.
05:51Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah,
06:00dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama, aduh.
06:12Dia kira kita enggak ngerti, saya enggak sebutlah media mana itu.
06:19Kalau saya sebut, ya pada saatnya akan saya sebut.
06:26Kalian sudah tahulah.
06:30Kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil.
06:44Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain.
07:03Itu yang dulu kita sebut londo-londo ireng.
07:12Yang ikut Belanda perang lawan kita.
07:17Londo-londo ireng ini.
07:20Sampai sekarang masih ada.
07:22Hanya dia sekarang pakai baju lain, wartawan, jurnalis, pengamat, LSM.
07:42LSM harus kita tanya.
07:46Yang gaji lo siapa?
07:49Yang bayar listrik mu siapa?
07:52Yang bayar handphone mu siapa?
07:57Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?
08:04Jadi saudara, kita faham.
08:10Ada kampanye besar untuk kita goyah.
08:19Indonesia akan kolaps.
08:22Bulan April akan kolaps.
08:24Eh, April liwat, enggak kolaps.
08:28Bulan Mei akan kolaps.
08:31Bulan Mei liwat, enggak kolaps.
08:35Bulan Juni akan kolaps.
08:38Bulan Juli akan kolaps.
08:40Tiap bulan akan kolaps.
08:47Saya mau ngomong sesuatu, tapi ada wartawan, enggak boleh.
08:53Tahan ya.
08:54Jangan sebut.
09:21Tali sa'yo bilang glass mo.
09:25Gelas, glass mo boleh kan glass mo.
09:28Glass.
09:36Saudara-saudara, kita kalau kita cinta sama satu kesebelasan umpamanya ya.
09:47Kesebelasan kita lagi main sepak bola, benar enggak?
09:50Dia lagi bertarung, dia lagi bertanding di lapangan.
09:54Kita kan sebagai supporter.
09:56Ya kan?
09:56Ayo.
09:58Ayo.
09:59Maju.
10:01Aduh.
10:06Tapi jangan nurunkan moral dong.
10:08Orang lagi bertanding di situ.
10:13Nanti gol masuk.
10:15Nanti kamu kalah.
10:16Nanti kamu kalah.
10:17Ini supporter macam apa?
10:21Support.
10:22Gendeng.
10:22Gendeng boleh ngomong gitu.
10:27Gimana sih?
10:28PKB kan dari Jawa Timur.
10:31Bahasanya kan...
10:32Eh?
10:33Bila.
10:33Terima kasih.
Komentar