Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menargetkan tahun 2027 sebanyak 100.000 sekolah yang rusak akan diperbaiki.

Ia memperkirakan hingga akhir tahun 2026 sekolah yang rusak telah diperbaiki sebanyak lebih dari 67.000.

"Kita atasi sekolah-sekolah roboh. Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah. Tahun 2027 saya instruksikan harus lebih 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," ujar Prabowo saat pidato di acara Harlah ke-28 PKB di JCC, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga Prabowo Soroti Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics di Harlah: Tidak Pantas Nama Saya di Situ di https://www.kompas.tv/nasional/682448/prabowo-soroti-kader-pkb-pakai-kaus-prabowonomics-di-harlah-tidak-pantas-nama-saya-di-situ

#prabowo #presidenprabowo #sekolah

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682449/hadiri-harlah-pkb-prabowo-targetkan-100-000-sekolah-rusak-diperbaiki-di-tahun-2027
Transkrip
00:00Itu kekayaan kita, semua itu kekayaan kita, bumi, air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya milik bangsa Indonesia.
00:19Kewajiban, kewajiban siapapun yang mimpin, kewajiban saya yang saudara pilih, kewajiban saya adalah untuk bekerja sekuat tenaga agar kekayaan tersebut
00:35bisa kita kendalikan kembali, bisa kita kuasai kembali, bisa kita manfaatkan untuk rakyat kita.
00:47Saudara-saudara, semua pakar mengatakan kalau bicara ekonomi Indonesia, mereka mengatakan bahwa Indonesia ekonominya tidak efisien.
01:07Apa arti tidak efisien?
01:10Artinya banyak kekayaan bocor.
01:15Mereka yang kasih nilai itu, mereka kasih, mereka hitung bahwa angka kita, ekonomi kita,
01:25Ikor, ikor kita 6,5, ikor artinya bahasa, bahasa sononya adalah incremental capital output ratio.
01:42Artinya, kalau kita mau nambah kaya 1 dolar atau 1 rupiah, untuk dapat 1 rupiah kita harus keluarkan 6,5
01:55rupiah.
01:55Kalau negara lain, mereka bisa dapat 1 dolar, mereka hanya keluarkan 4 dolar.
02:11Selisih, 2 dolar sama berapa negara tetangga kita, 2 per 6, sepertiga.
02:20Ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor.
02:29Anggaran negara adalah 270 miliar dolar, 3.700 triliun kurang lebih.
02:44Jadi, kalau 30 persen bocor, artinya ya lebih 1.000 triliun bocor.
02:54Ini sedang saya hentikan.
03:02Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak.
03:10Ya kita harus introspeksi.
03:13Kita sudah tahu,
03:15Ibu-ibu, bapak-bapak, walaupun di daerah,
03:19Bapak-bapak, ibu-ibu, semua sudah tahu apa yang terjadi.
03:22Iya kan?
03:24Benar kan?
03:27Setiap pembelian
03:29dari
03:31lembaga pemerintah
03:33selama ini,
03:34pasti harganya
03:38digelembungkan.
03:39Benar?
03:41Benar?
03:45Ibu-ibu tahu.
03:50Apa saja
03:51kadang-kadang digelembungkannya
03:54gila-gilaan.
03:57Ini sedang kita hentikan.
04:02ini yang kita hemat
04:05dari beberapa bulan pertama pemerintah yang saya pimpin,
04:09kita bisa menghemat lebih dari 300 triliun.
04:15ini yang kita gunakan untuk makan bergizi.
04:22Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut.
04:305.000 jembatan kita bangun sampai Desember 2026.
04:345.000 jembatan.
04:35kalau perlu tahun depan kita bangun lebih.
04:40Rakyat di desa tidak bisa nunggu, mereka tidak mau nunggu lagi.
04:47banyak yang menyampaikan ke saya, terima kasih.
04:50Tadinya jalan kaki satu jam.
04:56nyebrang mempertaruhkan nyawa, nyebrang pakai tali, nyebrang pakai kotak-kotak kita atasi.
05:11Sekolah-sekolah roboh, roboh.
05:19Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah.
05:32Tahun 27, saya instruksikan harus lebih.
05:38100.000 sekolah.
05:43Yang sekian belas tahun tidak disentuh.
05:47Sudah-sudah.
05:51Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah,
06:00dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama, aduh.
06:12Dia kira kita enggak ngerti, saya enggak sebutlah media mana itu.
06:19Kalau saya sebut, ya pada saatnya akan saya sebut.
06:26Kalian sudah tahulah.
06:30Kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil.
06:44Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain.
07:03Itu yang dulu kita sebut londo-londo ireng.
07:12Yang ikut Belanda perang lawan kita.
07:17Londo-londo ireng ini.
07:20Sampai sekarang masih ada.
07:22Hanya dia sekarang pakai baju lain, wartawan, jurnalis, pengamat, LSM.
07:42LSM harus kita tanya.
07:46Yang gaji lo siapa?
07:49Yang bayar listrik mu siapa?
07:52Yang bayar handphone mu siapa?
07:57Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?
08:04Jadi saudara, kita faham.
08:10Ada kampanye besar untuk kita goyah.
08:19Indonesia akan kolaps.
08:22Bulan April akan kolaps.
08:24Eh, April liwat, enggak kolaps.
08:28Bulan Mei akan kolaps.
08:31Bulan Mei liwat, enggak kolaps.
08:35Bulan Juni akan kolaps.
08:38Bulan Juli akan kolaps.
08:40Tiap bulan akan kolaps.
08:47Saya mau ngomong sesuatu, tapi ada wartawan, enggak boleh.
08:53Tahan ya.
08:54Jangan sebut.
09:21Tali sa'yo bilang glass mo.
09:25Gelas, glass mo boleh kan glass mo.
09:28Glass.
09:36Saudara-saudara, kita kalau kita cinta sama satu kesebelasan umpamanya ya.
09:47Kesebelasan kita lagi main sepak bola, benar enggak?
09:50Dia lagi bertarung, dia lagi bertanding di lapangan.
09:54Kita kan sebagai supporter.
09:56Ya kan?
09:56Ayo.
09:58Ayo.
09:59Maju.
10:01Aduh.
10:06Tapi jangan nurunkan moral dong.
10:08Orang lagi bertanding di situ.
10:13Nanti gol masuk.
10:15Nanti kamu kalah.
10:16Nanti kamu kalah.
10:17Ini supporter macam apa?
10:21Support.
10:22Gendeng.
10:22Gendeng boleh ngomong gitu.
10:27Gimana sih?
10:28PKB kan dari Jawa Timur.
10:31Bahasanya kan...
10:32Eh?
10:33Bila.
10:33Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan