00:01Perang antara Amerika Serikat Iran telah memasuki hari ke-148, besarnya rasa saling tidak percaya jadi tembok penghalang perdamaian keduanya.
00:11Akankah perang sengit berlanjut dan menghanguskan upaya perdamaian?
00:34Pak Stanis, saat ini taktik apa yang dimainkan masing-masing negara?
00:40Ya, kalau Iran, kita melihat Iran punya senjata yang sangat ampuh yaitu serat hormus.
00:45Dia bisa menggunakan serat hormus ini untuk kepentingan perang asimetrisnya.
00:49Terbukti ya, sampai saat ini perang hampir 5 bulan ditambah jeda itu.
00:54Iran tidak menggunakan senjata yang seperti dikhawatirkan banyak orang, seperti senjata nuklir.
00:59Tapi dia hanya menggunakan senjata perang untuk mengimbangi Amerika dan dia memainkan selat hormus.
01:04Nah, selat hormus ini yang berbahaya karena apa?
01:07Dampaknya bukan ke Amerika, tetapi dampaknya juga ke negara-negara dunia yang perekonominya tergantung selat hormus.
01:13Selain itu, Iran juga memainkan poros perlawanannya.
01:17Nanti akan muncul juga Houthi, kemudian Hezbollah, dan lain-lain itu dimainkan oleh Iran.
01:23Sementara Amerika nampak menggunakan perang-perang dengan senjata yang cukup modern harusnya ya.
01:29Dan dia menggunakan negara-negara di kawasan yang menjadi sekutu dia.
01:34Dan ini mengkhawatirkan sebenarnya, karena kalau kita melihat dalam beberapa bulan ini,
01:39nampaknya ini fase baru, saya setuju fase baru yang akan lebih agresif.
01:43Jadi kita melihat bahwa Amerika lebih agresif, Iran lebih agresif.
01:47Nah, Amerika memang nampak membutuhkan deklarasi kemenangan.
01:51Karena Trump sendiri kan menghadapi pemilu selat.
01:53Dia akan ditagih oleh masyarakat, rakyat Amerika Serikat.
01:58Perang selama ini dengan biaya yang cukup besar ini, apa hasilnya?
02:01Karena Amerika belum menang, Iran belum kalah.
02:04Makanya Trump juga perlu suatu kertakan-kertakan supaya deklarasi kemenangan itu bisa segera dilakukan.
02:10Pak Stadis ini, Trump kan mengklaim bahwa melemahkan Iran.
02:13Sementara Iran sendiri mengklaim menimbulkan kerugian AS.
02:17Di sisi lain, DPR menyetujui untuk permintaan agaran AS sebesar 95 miliar dolar AS.
02:25Lalu, jika melihat kondisi seperti ini, Pak Stadis, bagaimana Anda melihat kemampuan militer Iran dan AS?
02:33Ya, kalau kita melihat perang itu prinsipnya adalah secepat mungkin bisa menang.
02:38Jadi, secepat mungkin sehingga kerugianya juga seminimal mungkin, kemudian resikonya seminimal mungkin, dan biayanya seredah mungkin.
02:45Tapi perang di era sekarang, apalagi Amerika yang nomor satu di dunia, Iran sementara nomor 16 ya, untuk halus istanya.
02:53Tapi selama lima bulan masih berjalan, ini berarti dapat dikatakan Iran mampu mengimbangi Amerika.
02:59Sementara Amerika tampak juga belum total dalam perang Iran, sehingga situasi seperti ini.
03:04Ini menjadi tanda tanya sebenarnya, apa sih tujuan Amerika kok sampai panjang seperti ini?
03:10Apakah, kenapa dia tidak mengerahkan senjata-senjatanya yang cukup canggih untuk memenangkan perang ini?
03:15Sementara Iran, karena posisinya dia adalah negara yang diserang, dia juga mampu menghadapi itu.
03:20Bahkan, beberapa waktu yang lalu, CIA melakukan rilis tidak resmi bahwa 70 persen persenjataan Iran itu masih utuh.
03:27Ini membuktikan bahwa Iran punya daya tahan yang cukup kuat.
03:30Nah, terkait dengan persetujuan Kongres dengan dana yang cukup besar, kalau tidak salah sekitar 1.700 triliun atau berapa,
03:36itu cukup besar sekali dan cukup mengagetkan, karena dugaan pertamanannya adalah Kongres tidak akan menyetujui ini,
03:44tapi dengan setujunya ini, berarti ini amunisi baru untuk Trump.
03:46Dan dia bisa membuktikan kepada masyarakat Amerika bahwa Amerika itu kuat.
03:52Tapi ini juga sebagai suatu, bisa jadi suatu jebakan juga ketika Trump sudah diberi dana sebesar itu,
04:00tetapi dia tidak bisa mengalahkan Iran, maka cukup berbahaya nanti ketika pemilusnya lah.
04:04Jadi, mau nggak mau, Trump sudah dibekali senjata dalam arti dana cukup besar,
04:09maka dia harus total melawan Iran dan mengalahkan Iran.
04:12Ini yang membuat perangka ini cukup panas.
04:14Jika tadi ada mengatakan bahwa Selatuh Rumus ini menjadi senjata Iran untuk melemahkan AS,
04:20lalu sebenarnya ke depannya nih, jika AS bilang akan perang besar-besaran yang disasar AS untuk melemahkan Iran, apa?
04:28Ya, Iran tidak hanya melemahkan AS, tapi juga melemahkan dunia.
04:33Jadi, dia sengaja menggunakan ini sehingga banyak negara terdampak.
04:36Iran juga menggunakan ancaman-ancamanya, termasuk ketika kita melihat bahwa NATO sama sekali tidak bersuara,
04:43negara-negara NATO ini menunjukkan bahwa negara NATO berpikir ulang kalau untuk membantu Amerika,
04:48karena jarak negara NATO itu sekitar 3.000 km dari Iran,
04:52sementara Iran mempunyai peluru-peluru kendali yang mampu menjangkau 5.000 km.
04:56Ini membuat negara NATO mengambil sikap dian.
04:59Nah, dampaknya apa kalau nanti Selatuh Rumus benar-benar dimainkan?
05:02Saya kira dampaknya tidak secara langsung pasti akan terjadi perang di situ ya.
05:07Tetapi secara tidak langsung itu dampaknya ke dunia cukup berat.
05:11Bagi kita juga, nanti pasti ketahanan energi akan menjadi berat.
05:16Kemudian logistik, kemudian perdagangan di Timur Tengah.
05:19Dan kita lihat bahwa Eropa saat ini sedang memasuki musim dingin.
05:23Sementara Eropa itu tergantung dengan pasokan gas dari Qatar.
05:27Dan ini hanya melewati Selatuh Rumus.
05:29Ketika nanti ini terganggu, maka Eropa bisa mengalami krisis energi.
05:34Jadi dampaknya cukup berat.
05:36Dan inilah yang dimainkan oleh Iran,
05:37supaya Amerika berpikir dua kali ketika melakukan serangan atau perang di Selatuh Rumus.
05:42Karena dampaknya tidak hanya ke Amerika,
05:44tapi juga negara-negara besar,
05:46termasuk di Eropa, yang nanti bisa melakukan tekanan terhadap Amerika.
05:50Jadi Anda melihatnya eskalasi perang AIS dan Iran ini ke depannya seperti apa Pak Stanis?
05:55Saya lihat akan semakin panas.
05:57Dan Amerika ini akan menggunakan cara secepat mungkin,
06:01sekeras mungkin, supaya dia bisa memenangkan pertempuran ini.
06:05Semakin cepat memenangkan pertempuran,
06:07pasti Amerika akan lebih diuntungkan.
06:09Tetapi Iran itu bukan negara yang mudah ditekan dan mudah kalah.
06:13Terbukti puluhan tahun dia di embargo,
06:15dia masih bisa bertahan.
06:16Dan selama lima bulan ini perang,
06:18Iran juga bisa bertahan.
06:20Ini menunjukkan bahwa Iran adalah negara yang cukup kuat.
06:23Apa yang jadi alat tekan masing-masing pihak jika perang ini terus berkecamuk, Pak Stanis?
06:28Tentunya alat tekan ini untuk akhirnya nanti bertemu,
06:33mediasi, dan juga bernegosiasi seperti itu.
06:36Ya, tekanan-tekanan Amerika dan tekanan-tekanan Iran
06:40di Selatuh Rumus sementara Amerika dengan senjatanya,
06:42ini sebenarnya kayak pancingan untuk saling bernegosiasi.
06:45Tapi masalahnya kan ini tidak ada negara yang besar untuk melakukan inisiatif,
06:49untuk menggalangi inisiatif.
06:52Pakistan sudah memplopori,
06:53kemudian Qatar juga kita lihat sudah melakukan menjadi mediator,
06:57tapi namanya peruang kuat.
06:58Terbukti bahwa perjanjian yang dilakukan di tanah tangan ini itu rapuh
07:01dan tidak ditaati.
07:03Saya kira perlu peran besar dari negara-negara yang lain
07:05supaya mendorong kedua negara ini melakukan komunikasi
07:10dari mediasi negara-negara besar.
07:11Kita harapkan sebenarnya seperti Turki, kemudian Rusia,
07:16Cina ini mampu menggalang kekuatan
07:19supaya dua negara ini duduk.
07:20Dan jangan lupa,
07:21ada aktor lain yang tidak dilibatkan kemarin dalam perundingan
07:25dan ini menjadi,
07:25kita lihat bahwa menjadi provokator perang yang terjadi
07:28seperti Israel.
07:29Israel ini kan tidak dilibatkan dalam perundingan,
07:31tetapi dia memprovokasi supaya
07:32nampak bahwa Amerika tidak melakukan perundingan
07:35dan dia ingin bahwa
07:37Amerika tetap perang dan Iran kalah.
07:39Jadi Anda melihat bahwa Israel nantinya ke depan
07:43juga akan pengaruhi perang ini,
07:46apakah akan terjadi negosiasi
07:48atau bahkan akan lebih meluas lagi?
07:51Ya kan Pak, perundingan pertama kan juga Israel provokasi
07:54supaya Amerika tidak melakukan perundingan.
07:56Tapi ketika terjadi perundingan ini,
07:58banyak biar mengatakan Amerika sama Israel pecah kongsi.
08:00Ternyata tidak pecah kongsi,
08:01Amerika terus tetap melakukan serangan.
08:04Jadi saya kira Israel menjadi salah satu aktor penentu
08:07terjadinya apakah ini perang atau perang berhenti.
08:10Jadi tidak cukup sebenarnya hanya Qatar,
08:12kemudian Pakistan,
08:13tapi peluang negara-negara besar lain
08:14seperti Rusia, Cina, Turki,
08:17dan tentu saja Israel juga harus diberikan tekanan
08:19supaya dia tidak melakukan provokasi.
08:21Jika Anda melihat bahwa akhir-akhir ini
08:24memang saling serang ini terus terjadi,
08:26apakah ke depannya juga akan menyeret
08:28negara-negara teluk yang ada di kawasan situ?
08:31Ya kan sudah terjadi juga.
08:33Serangan-serangan Iran juga dilakukan
08:35ke banyak negara-negara di kawasan.
08:38Di pangkalan-pangkalan militer,
08:39yang pangkalan-pangkalan militer Amerika
08:41di negara-negara kawasan dilakukan serangan oleh Iran.
08:43Kemudian juga mereka ada yang membalas juga,
08:45tadi Yordania juga melakukan penangkalan
08:48terhadap rudal-rudal Iran.
08:49Jadi saya kira konflik ini akan meluas
08:51di kawasan Timur Tengah,
08:53dan ini cukup berbahaya bagi dunia.
08:55Tidak hanya Timur Tengah,
08:56tapi bagi dunia.
08:57Baik, terima kasih Pak Stanislav Sriyanta,
09:01pengamat militer dan pertahanan
09:02Universitas Indonesia telah bergabung bersama kami
09:05di Kompas Malam.
09:06Terima kasih.
Komentar