Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto komentari soal Eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang ditahan tanpa kenakan rompi dan borgol.

Hal ini disampaiakn saat ditemui di Jakarta pada Minggu (26/7/2026).

Hasto mengatakan dirinya dulu taat sebagai warga negara meski mengalami kriminalisasi.

"Yang berkaitan dengan mantan Jampidsus, Bapak Febrie, di mana tadi kami katakan di dalam sambutan, bagaimana warga negara yang oleh konstitusi memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, ternyata tidak sama di hadapan penegak hukum," ujar Hasto.

"Saya pun pernah mengalami ketika mengenakan rompi oranye, diborgol, saya taat, meskipun saya tahu itu bagian dari suatu kriminalisasi akibat sikap keras di dalam menyikapi Pemilu tahun 2024 yang lalu. Itu saya terima," lanjutnya.

Video Editor: Aqshal

#pdip #jampidsus #borgol

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682430/sekjen-pdip-soal-eks-jampidsus-ditahan-tanpa-borgol-rompi-saya-taat-meskipun-kriminalisasi
Transkrip
00:00Yang di Bali kami akan segera tindak lanjuti untuk memberikan bantuan kepada korban.
00:05Semua melupakan bahwa Indonesia ini dibangun untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
00:12Tidak ada boleh suatu ketidakadilan apalagi ditunjukkan secara ekstrim kepada rakyat yang mungkin menghadapi kesulitan kehidupan ekonomi
00:20akibat tantangan yang tidak ringan saat ini.
00:23Dan ini sangat kontras dengan proses penegakan hukum yang terjadi yang berkaitan dengan Bapak Mantan Jampitsus, Bapak Febri.
00:35Di mana tadi kami katakan di dalam sambutan bagaimana warga negara yang oleh konstitusi memiliki kedudukan yang sama di mata
00:44hukum
00:44ternyata tidak sama di hadapan penegak hukum.
00:49Sehingga saya pun pernah mengalami ketika mengenakan rompi oranye, diborgol, saya taat meskipun saya tahu itu bagian dari suatu kriminalisasi
01:00akibat sikap keras di dalam mensikapi pemilu tahun 2024 yang lalu.
01:06Itu saya terima.
01:07Dan kemudian tidak boleh ada perlakuan yang berbeda hanya karena seorang pejabat di bidang hukum lalu mendapatkan suatu keistimewaan.
01:18Ini yang akan mempercepat ketidakpuasan itu.
01:22Kudatuli mengapa rakyat mendukung karena saat itu ketidakpuasan di mana hukum hanya berpihak pada elit.
01:29Di mana kekuasaan ekonomi hanya dikelola pada kroni-kroni Pak Harto.
01:34Jangan sampai pengalaman pahit itu terjadi kembali.
01:37Dan kondisi yang ekstrim tersebut menunjukkan bahwa hukum betul-betul tidak berkeadilan.
01:45Pak Febri.
02:07Terima kasih telah menonton
02:19Terima kasih telah menonton
02:51Terima kasih telah menonton
02:56Terima kasih telah menonton
03:00Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan